Minggu, 07 Mei 2017

Kajian Ahad Pagi Muhammadiyah Banyumanik

Kajian Ahad Pagi Muhammadiyah Banyumanik

10 Sya'ban 1438 H /
7 Mei 2017

Ustadz Dr. Hasan Asy'ari Ulamai

*Fadhilah Al Qur'an*

Di bulan Ramadhan banyak sekali kajian2 Al Qur'an, karena memang banyak pujian2 bagi shohibul Qur'an dari Baginda Rasul saw yg dihimpun ulama2 sebagai hadits fadhilah Qur'an.
Ini akan disampaikan sedikit untuk memotivasi kita membaca Al Qur'an agar mendapatkan keutamaan.

1. Dalam kitab Shahihnya, Imam Al-Bukhari meriwayatkan sebuah hadits dari Utsman bin Affan Radhiyallahu Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ .

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur`an dan mengajarkannya.”

Jika kita belajar untuk diri sendiri itu hal biasa. Yg utama adalah belajar agar kita bisa mengajarkannya.

2. Fadhilah membaca Al Qur'an seolah sama dng orang yg memiliki harta kekayaan.

Diriwayatkan seorang sahabat mau melamar pasangan, namun tak punya apa2. Bahkan cincin besipun tak punya.
Ketika Rasul tahu dia sudah hafal surat Al Baqarah, maka diperintahkan mengajarkan 20 ayat kepada pasangannya sebagai mas kawin.
Hadits ini kadang ditafsirkan kurang tepat, memberi mas kawin kitab Al Qur'an. Padahal yg benar adalah Mengajarkan ilmu Al Qur'an.

3. Hadits Ibnu Majah

وعن ابي ذر قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: يا أبا ذر لأن تغدو فتتعلم آية من كتاب الله خير لك من ان تصلي مائة ركعة, و لأن تغذو فتتعلم بابا من العلم عمل به أو لم يعمل به خير لك من أن تصلي ألف ركعة.

Dari abu Dzar, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Wahai Abu Dzar, kamu berangkat dipagi hari lalu mengajari satu ayat dari kitabullah, lebih baik bagimu dari pada kamu melakukan sholat seratus roka’at dan kamu berangkat dipagi hari, lalu mengajarkan salah satu bab dari ilmu, baik diamalkan atau tidak, lebih baik darimu dari pada kamu melakukan sholat seribu roka’at.” (HR. Ibnu Majah)

Padahal jika kita hitung shalat sunah yg dianjurkan,  rawatib hanya 12, tahajud hanya 11. Jika dijumlah masih belum ada 100 rakaat.
Ini disebabkan jika kita shalat sunah pahalanya hanya untuk diri sendiri, sedangkan mengajar ilmu bisa mengubah orang lain.

4. Melampaui harta lain, jika Al Qur'an dibaca dalam shalat.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضى الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ إِذَا رَجَعَ إِلَى أَهْلِهِ أَنْ يَجِدَ فِيهِ ثَلاَثَ خَلِفَاتٍ عِظَامٍ سِمَانٍ قُلْنَا نَعَمْ. قَالَ « فَثَلاَثُ آيَاتٍ يَقْرَأُ بِهِنَّ أَحَدُكُمْ فِى صَلاَتِهِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ ثَلاَثِ خَلِفَاتٍ عِظَامٍ سِمَانٍ

“Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu  meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  bersabda: “Maukah salah seorang dari kalian jika dia kembali ke rumahnya mendapati di dalamnya 3 onta yang hamil, gemuk serta besar?”
Para shahabat menjawab: “Iya”,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Salah seorang dari kalian membaca tiga ayat di dalam shalat lebih baik baginya daripada mendapat kan tiga onta yang hamil, gemuk dan besar ” (HR. Muslim)

5. Dianggap keluarganya Allah.

Sabda Rasulullah saw :

إِنَّ لِلَّهِ أَهْلِينَ مِنَ النَّاسِ قَالُوا : مَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ : أَهْلُ الْقُرْآنِ هُمْ أَهْلُ اللَّهِ وَخَاصَّتُهُ

“Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya, “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “Para ahli Al Qur’an. Merekalah keluarga Allah dan hamba pilihanNya” (HR. Ahmad)

Jadi yang dimaksud ahlul qur’an  dan ahlullah (keluarga Allah) adalah hamba-hamba khusus bagi Allah.

6. Kita boleh iri kepada Ahlul Qur'an

عَن ابنِ عُمَرَ رَضي اللٌهُ عَنهاَ قَالَ:قَالَ رَسُولُ اللٌهِ صَلٌي اللٌهُ عَلَيهِ وَ سَلٌم لآحَسَدَ ألآ فيِ اثنَتَينِ رَجُلُ اتَاهُ اللٌهُ القُرانَ فَهُو يَقُومُ بِه انَأءَ اللًيلِ وَانَأءَ النَهَارِ وَرَجُلُ اعطَاهُ مَالآ فَهُوَ يُنفق مِنهُ انَأءَ الٌلَيِل وَانَأءَ النٌهَارِ.(رواه البخارى).

Dari Ibnu Umar r.huma. berkata bahwa Rasulullah saw. Bersabda, “Tidak diperbolehkan hasad (iri hati) kecuali terhadap dua orang: Orang yang dikaruniai Allah (kemampuan membaca/menghafal al Qur’an). Lalu ia membacanya malam dan siang hari, dan orang yang dikaruniai harta oleh Allah, lalu ia menginfakannya pada malam dan siang hari.” (Hr. Bukhari)

Jadi disini yg boleh diirikan adalah amalan mereka, bukan kekayaan mereka. Bukan berarti kita tak boleh mencari harta yg banyak, karena meninggalkan generasi keluarga yg kuat itu juga perlu.

7. Pahalanya dilipat gandakan 10 kali.

عَنْ عَبْد اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ رضى الله عنه يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ ».

“Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah saw bersabda: “Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR. Tirmidzi)

Salah faham yg terjadi adalah karena ingin mencari pahala banyak dengan usaha minimal :

- Ada yg membaca Al Qur'an dengan sangat cepat agar banyak huruf.
- Ada hadits yg mengatakan bahwa membaca Yasin sama dengan 10 kali membaca Al Quran, lalu yg dibaca hanya Yasin saja.
Padahal bukan itu maksudnya.

8. Hadits Qudsi, tentang janji Allah melebihkan pahala kepada Ahlul Qur'an

عَن اَبٍي سَعيدٍ رَضَي اللٌهُ عَنهٌ قَالَ:قَالَ رَسُولُ اللٌه صَلٌى اللٌه عَلَيهٍ وَسَلٌمَ يَقُولُ الرَبُ تَبَاَركَ وَتَعَالى مَن شَغَلَهُ الُقرُانُ عَن ذَكرِي وَمَسْئلَتيِ اَعطَيتُه اَفضَلَ مَا اُعطِي السْاَئِلينً وَفَضلُ كَلآمِ اللٌه عَلى سَائِرِ الكَلآمِ كَفَضلِ اللٌه عَلى خَلقِه (رواه الترمذي والدارمي والبيهقي في الشعب ).

Dari Abu Sa’id r.a. berkata, Rasulullah saw. Bersabda, “Allah berfirman, ‘barang siapa yang disibukan oleh al Qur’an daripada berdzikir kepada-Ku dan memohon kepada-Ku, maka Aku berikan kepadanya sesuatu yang lebih utama daripada yang Aku berikan kepada orang-orang yang memohon kepada-Ku dan keutamaan kalam Allah diatas seluruh perkataan adalah seumpama keutamaan Allah atas makhluk-Nya.” (Hr. Tirmidzi)

9. Kelak ketika naik surga itu naik tangga. Dan tiap bacaan 1 ayat mengantarkan naik ke 1 anak tangga.

عَن عَبدِ اللٌهِ بنِ عُمَرَ رَضَى اللٌهُ عَنُهمَا قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللٌهِ صَلَي اللٌه عَلَيِه وَسَلَمَ يُقَالُ لِصَاحِبِ القُرانِ اِقَرأ وَارتقٌ وَرَتٌلٌ كًما كُنتَ تُرًتٌلٍ فيِ الدُنيَا فَاِنٌ مَنزِلَكَ فيِ اخٍرِايَةُ تَقرَأهُا. (رواه أحمد والترمذي وأبو داوود والنسائي).

Dari Abdullah bin Umar r.huma. berkata bahwa Rasulullah saw. Bersabda, “(pada hari Kiamat kelak) akan diseru kepada ahli al Qur’an, ‘Bacalah dan teruslah naik, bacalah dengan tartil seperti yang engkau telah membaca dengan tartil di dunia, karena sesungguhnya tempatmu adalah pada akhir ayat yang engkau baca.” (Hr. Ahmad, Tirmidzi, Abu Dawud, Nasa’I, Ibnu Majah, dan Ibnu Haban)

Hadits tersebut dikuatkan oleh hadits lain yg menyebutkan bahwa jumlah anak tangga menuju surga sama dengan jumlah ayat Al Qur'an.
Dan bagi mereka yg sering membaca Al Qur'an akan makin lancar menaiki tangga surga.

10. Yg hafal Al Qur'an menjadi imam sholat

عَنْ أَبِي سَعِيْدِ الْخُدْرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

إِذَا كَانُوْا ثَلاَثَةً فَلْيَؤُمَّهُمْ أَحَدُهُمْ وَأَحَقُّهُمْ بِاْلإِمَامَةِ أَقْرَؤُهُمْ

dari Abu Said Al Khudri katanya,Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Jika seseorang bertiga, hendaklah salah seorang diantara mereka menjadi imam, dan yang paling berhak menjadi imam adalah yang paling bagus bacaan Al Qurannya.

11. Ibaratnya seperti buah yg enak dan harum

Dari Abu Musa Al-Asy’ari ra berkata, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

(( مَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي يَقْرَأُ القُرْآنَ مَثَلُ الأُتْرُجَّةِ : رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا طَيِّبٌ ، وَمَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي لاَ يَقْرَأُ القُرْآنَ كَمَثَلِ التَّمْرَةِ : لاَ رِيحَ لَهَا وَطَعْمُهَا حُلْوٌ ، وَمَثلُ المُنَافِقِ الَّذِي يقرأ القرآنَ كَمَثلِ الرَّيحانَةِ : ريحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ ، وَمَثَلُ المُنَافِقِ الَّذِي لاَ يَقْرَأُ القُرْآنَ كَمَثلِ الحَنْظَلَةِ : لَيْسَ لَهَا رِيحٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ )) متفقٌ  عَلَيْهِ .

“Perumpaan seorang mu`min yang rajin membaca Al-Qur`an adalah seperti buah Al-Atrujah : aromanya wangi dan rasanya enak. Perumpamaan seorang mu`min yang tidak membaca Al-Qur`an adalah seperti buah tamr (kurma) : tidak ada aromanya namun rasanya manis.

Perumpamaan seorang munafiq namun ia rajin membaca Al-Qur`an adalah seperti buah Raihanah : aromanya wangi namun rasanya pahit. Sedangkan perumpaan seorang munafiq yang tidak rajin membaca Al-Qur`an adalah seperti buah Hanzhalah : tidak memiliki aroma dan rasanya pun pahit.” (Al-Bukhari )

12. Hadits lain menyebutkan ada 2 macam obat : Madu dan Al Qur'an
Diyakini bahwa yg dimaksud Al Qur'an itu adalah obat penyakit hati.

13. Sebagai Syafaat bagi pembacanya.

Dari shahabat Abu Umamah ra :
Saya mendengar Rasulullah saw bersabda :

« اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِه »

“Bacalah oleh kalian Al-Qur`an. Karena ia (Al-Qur`an) akan datang pada Hari Kiamat kelak sebagai pemberi syafa’at bagi orang-orang yang rajin membacanya.” (HR. Muslim)

Demikian semoga bermanfaat
Barokallohu fikum

SAK

Minggu, 30 April 2017

Kajian Ahad Pagi Muhammadiyah Banyumanik

Kajian Ahad Pagi Muhammadiyah Banyumanik

3 Sya'ban 1438 H /
30 April 2017

Ustadz Suparno Muhammady MSi

*Risalah Dakwah*

Dakwah dalam arti kata menyeru atau mengajak manusia dengan cara bijaksana ke jalan yg benar sesuai dengan perintah Allah demi kemaslahatan dan kebahagiaan mereka di dunia dan di akhirat, *diwajibkan kepada setiap muslim.*

Kita kenal potongan hadits yg terkenal :
*“Ballighu ‘Anni Walau Ayah” !*
(Sampaikan dariku walau satu ayat)
Ketika ibu2 menasehati anak2 nya, itulah dakwah.
Ketika ibu2 membantu fakir miskin itulah dakwah.

Kenyataannya dakwah yg paling efektif itu adalah dakwah bil mal bukan sekedar lesan saja, karena menyangkut kebutuhan.

وَلْتَكُنْ  مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ  عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ  وَاُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

"Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung."
(QS. Ali 'Imran 104)

كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ  بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ ۗ  وَلَوْ  اٰمَنَ اَهْلُ الْكِتٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ ۗ  مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ وَاَكْثَرُهُمُ  الْفٰسِقُوْنَ

"Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.
Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik."
(QS. Ali 'Imran 110)

Dari ayat tsb jelas bahwa salah satu syarat untuk jadi orang yg beruntung adalah dakwah.
Tentunya dalam arti luas, tak sekedar dengan lesan.

Karena kita wajib melaksanakan dakwah maka kita perlu tahu tentang bagaimana idealnya kompetensi dakwah sbb :

1. *Keteladanan* dalam sikap,perilaku dan pola pikir yg kritis dan bijak.
Seperti disebut dalam Al Ahzab 21, Rasul itu adalah teladan. Bila bukan tak mungkin bisa menyampaikan dakwah.
Dari segala sisi kehidupan , Rasul adalah teladan.
Misal dalam pekerjaan rumah tangga beliau tidak pernah mendikotomikan pekerjaan suami atau istri. Mana yg sempat ya membantu mengerjakan.
Dalam bermasyarakat juga Rasul tak pernah membalas kejahatan dengan kejahatan. Selalu dengan kebaikan.
Pola pikir juga perlu bijak. Tahu tempat dan forum yg sesuai untuk menyampaikan pendapat agar tidak menimbulkan keresahan.

2. *Tanggung Jawab* dan *Kesiapan Berjuang* dengan ikhlas.
Yg dimaksud disini adalah kegiatan tersebut kontinyu berkesinambungan dan dengan sungguh2.

3. *Keberanian* dalam Menyampaikan *Materi* dalam keadaan apapun.

Hal ini terutama ketika berhadapan dengan hal yg dilematis, ketika kita diintervensi oleh yg lebih berkuasa, atau memberi hutang budi, dapatkah tetap berpedoman yg hak itu adalah hak dan yg bathil itu bathil ?
Atau ketika kita berdakwah dilingkungan Penjudi, beranikah kita tetap tegas ?
Atau dihadapkan pada hal yg ada manfaat dan mudharat.
Harus bisa memberikan penjelasannya.

4. *Penguasaan* dan *Pemahaman* materi Dakwah
Ini solusinya harus belajar terus. Mungkin merasa tak akan siap,tapi harus memulai.

5. *Tanggap* terhadap lingkungan.

Ini menyangkut obyek dakwah, harus tahu tentang mereka. Belum tentu tujuan baik hasilnya akan baik.

Misal berdakwah tentang sedekah, itu kepada yg mampu bersedekah untuk memotivasi mereka bersedekah , bukan kepada yg tak mampu, malah bisa menyakiti mereka.

Karena itu hal yg penting lainnya adalah etika berdakwah.

*Etika Dakwah*

1. Hikmah, dengan ajaran yg baik, dan memberikan dng cara baik.
َ
"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk."
(QS. An-Nahl 125)

Bila ada perbedaan pendapat, jangan mencari pembenaran. Yg penting adalah mencari titik temu dengan jalan mencari tahu dasar atau alasan pemahaman mereka yg beda.

2. Lemah lembut

"Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampun untuk mereka, dan bermusyawaralah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal."
(QS. Ali 'Imran 159)

3. Menolak kejahatan dng kebaikan
ٌ
"Dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, sehingga orang yang ada rasa permusuhan antara kamu dan dia akan seperti teman yang setia."
(QS. Fussilat 34)

4. Bersabarlah dan jangan bersedih hati

"Dan bersabarlah (Muhammad) dan kesabaranmu itu semata-mata dengan pertolongan Allah dan janganlah engkau bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan jangan (pula) bersempit dada terhadap tipu daya yang mereka rencanakan."
(QS. An-Nahl 127)

Sejak jaman jahiliah sampai sekarang, bila ada yg dakwah kadang ada perlawanan yg menyakitkan.

Kalau dakwahnya Amar Makruf biasanya tak ada perlawanan, namun bila Nahi Munkar akan banyak perlawanan.
Contohnya saja, Novel Baswedan sampai disiram air keras, karena dia Nahi Munkar. Habib Rizieg banyak yg melawan.

Padahal perintah dakwah adalah Amar Makruf Nahi Munkar. Maka bila ada perlawanan perintahnya adalah tetap bersabar.

5. Kita hanya Pemberi Peringatan

"Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya engkau (Muhammad) hanyalah pemberi peringatan,"
(QS. Al-Gasyiyah  21)

Berhasil atau tidak, itu urusan Allah nanti yg akan memberi hidayah

"engkau bukanlah orang yang berkuasa atas mereka,"
(QS. Al-Gasyiyah 22)

*Tahapan Berdakwah*

Proses apapun ada tahapnya. Demikian juga berdakwah, ada tahapannya.
Contoh, larangan minum khomr.

Tahap 1 : Pemberi tahuan informasi.

"Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang khamar dan judi. Katakanlah, Pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia. Tetapi dosanya lebih besar daripada manfaatnya....."
(QS. Al-Baqarah 219)

Tahap 2 : Larangan pada kondisi tertentu.

"Wahai orang yang beriman! Janganlah kamu mendekati sholat, ketika kamu dalam keadaan mabuk, sampai kamu sadar apa yang kamu ucapkan, ....."
(QS. An-Nisa' 43)

Tahap 3 : Ketetapan Tegas

Wahai orang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung."
(QS. Al-Ma'idah 90)

Kesimpulan, untuk dakwah perlu bertahap, perlu melihat siapa dan kondisinya bagaimana obyek dakwah.

*Permasalahan Dakwah*

1. Pendangkalan akidah (de islamisasi, pemurtadan) dan Pendangkalan akhlak (demoralisasi)
2. Pergeseran nilai yg makin menjauhkan / bertentangan dengan ajaran islam (Materialisme, Hedonisme, Konsumerisme)
3. Kemiskinan, Ketergantungan Sosial, Kejumudan/ Kebodohan
4. Gejala hilangnya kepekaan beragama dan keterjebakan pada Rutinitas Ritualistik
5. Keterbatasan Pemahaman tentang islam
6. Berkembangnya persepsi dan pola pemikiran yg majemuk
7. Berkembangnya opini yg menyudutkan islam dan umat islam

Demikian semoga manfaat
Barokallohu fikum

SAK

Senin, 24 April 2017

Kajian Ahad Pagi Muhammadiyah Banyumanik

Kajian Ahad Pagi Muhammadiyah Banyumanik

26 Rojab 1438 H /
23 April 2017

Ustadz Tri Wiyanto S Sos

Sejarah Peradaban Islam

Peristiwa2 yg terjadi hari ini tidak lepas dari peristiwa masa lalu. Belajar sejarah seperti belajar diri pribadi kita karena kita pernah mengalami masa baik & buruk. Belajar sejarah skalanya kolektif banyak orang.

*Tujuan Kajian Peradaban Islam*

1. Mengetahui periode perkembangan sejarah islam
2. Mengetahui latar belakang sosiologis dalam waktu dan tempat tertentu.
3. Mengetahui fenomena agama, memakai religius fokus, pemikiran dan perilaku keagamaan
4. Mengkaji agama dengan pendekatan yg sesuai dengan masalahnya
5. Menentukan segala macam kategori atau tipe keagamaan (mitos, teology, bentuk peribadatan, upacara2 dan politik)
6. Mencari rumusan kemaslahatan umat dan menjaga maqashid syariah.(agama, jiwa, akal, keturunan dan harta)

Membahas peradaban islam itu membahas periode waktu yg sangat panjang.
Periode Peradaban Islam dikenal ketika mulai turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad, disebut Periode Rasulullah  (610 M - 632 M) atau kira2 22 tahun saja. Sebelumnya hampir seluruh dunia diliputi kebohongan dalam arti meninggalkan Tauhid dan menyembah berhala.

Pada kesempatan ini hanya akan dibahas masa Peradaban Arab Pra islam.

*Peradaban Arab Pra Islam*

Adalah periode awal dari Periode Rasulullah, ketika Rasul belum lahir.
Penduduk Arab terbagi menjadi 3 kelompok yaitu Arab Kuno, Arab Pribumi (yg merupakan keturunan nabi Ismail) dan Arab pendatang.

Arab Pribumi terbagi dua, Penduduk Kota dan Arab Gurun (Badui). Mereka masih terbagi bagi lagi dalam kabilah2 yg dipimpin kepala suku.
Kabilah2 ini sangat fanatik terhadap kelompoknya, ini dikenal sebagai ashobiyah. Pada akhirnya nanti ashobiyah ini dilarang Nabi.
Masa itu disebut masa jahiliyah, bukan berarti bodoh tetapi dalam arti tidak kenal aturan agama. Kejahiliyahan mereka terutama tentang kedudukan wanita.

*Kedudukan wanita Pra islam*

Wanita sangat rendah kedudukannya karena :

1. Wanita dianggap barang, bisa diwariskan
2. Wanita bisa diperjual belikan
3. Wanita tidak punya hak waris

Dibandingkan laki2 saat itu boleh beristeri banyak, bisa sampai ratusan.

Sejarah itu tergantung penulisnya, jika ditulis oleh mereka yg anti islam maka mereka akan memojokkan umat islam.
Tugas kita adalah meluruskan hal2 yg tidak benar.

_Bayi2 wanita dikubur hidup2_.

Kebiasaan ini tidak dilakukan oleh seluruh Bangsa Arab, tetapi hanya oleh Bani Tamim dan Bani Asad, dengan alasan :
1. Karena tekanan ekonomi, setelah bendungan mereka rusak, pertanian tak bisa dikerjakan mereka jatuh miskin.
2. Mengkhawatirkan nasib anak perempuan kelak karena banyak peperangan.

_Fitnah tentang Umar bin Khotob pernah mengubur anaknya dan fitnah pernah menyembah berhala._

Setelah diteliti ini hanya ada di buku Syiah dan tidak benar, karena Umar bukan dari Bani Tamim ataupun Bani Asad jadi tidak punya budaya mengubur anak dan Umar bukan penyembah berhala. Puteri tertua Umar menjadi isteri Rasulullah.

*Pernikahan Pra Islam*

Ada 4 macam jenis pernikahan :
1. Antara 1 lelaki dng 1 wanita dng lamaran, saksi, wali, mahar dan ijab qobul.
Hal ini dilakukan oleh ayah dan bunda Rasul.
2. Pernikahan Jual Beli
3. Poli andri
4. Prostitusi.

Pernikahan yg seperti no 1 akhirnya disyariatkan oleh Rasul , sedangkan yg lain dilarang.

*Karakter*

Para ahli sejarah sepakat bahwa Orang Arab juga punya karakter baik yg menyebabkan islam berkembang cepat.
Karakter tsb antara lain : Berwibawa, melindungi, tanggung jawab, murah hati, menjamu tamu meskipun dia musuh , menolong orang yg membutuhkan.

*Sistem Politik*

Sudah ada pembagian kekuasaan. Karena fokus dari dulu tetap Ka'bah yg banyak dikunjungi orang, maka kekuasaan kabilah juga dibagi atas tugas2 terkait Ka'bah.

1. Al Hijabah : Tugas menutup kain Ka'bah
2. Al Saqoyah : Tugas membagi air Zam zam
3. Al Rifadoh : Tugas menjemput jamaah haji
4. Al Halwa : adalah Majelis Syuro
5. Al Liwa : Tugas menaikkan bendera

Dikisahkan bahwa kakek Nabi adalah pimpinan dari Al Saqoyah. Beliau pernah menemui Raja Abrahah yg akan menyerang Mekkah untuk menanyakan apakah Abrahah akan menyerang Kaum Quraisy  atau Ka'bah.
Akhirnya Raja Abrahah dihancurkan Allah dan diabadikan dalam surat Al Fiel.

_Majelis Syuro yg memilih Khalifah, bukan yg lain_

Majelis Syuro menetapkan aturan bahwa Pemimpin Arab boleh diangkat jika minimal usia 40 tahun.
Ini sekaligus membantah cerita kaum Syiah bahwa mestinya Ali yg jadi khalifah menggantikan Rasul, karena usia Ali saat itu masih 32 tahun.

Majelis Syuro lah yg memilih Abu Bakar jadi khalifah, kemudian memilih Umar.
Akhirnya Ali terpilih ketika usia 47 tahun.

*Sistem Perekonomian*

Pertanian pada awalnya, karena ada bendungan Ma'arif maka tanah Arab subur. Bendungan ini jebol 200 tahun sebelum Rasul lahir dan Arab jadi gersang.

Perdagangan dilakukan antar negara. Arab mengekspor menyan, kulit dan mengimpor pakaian dari China. Ekspor dan impor dilakukan dng mata uang emas dan perak.

Perlombaan skala internasional, antara lain Gulat dan Syair. Umar bin Khotob adalah juara gulat internasional.
Karena banyak orang berdatangan maka berkembang perjudian dan prostitusi. Riba dan mabuk2 an menjadi budaya.

Pada saat itu masyarakat terdiri 3 kelompok : Orang kaya jumlahnya sedikit. Kemudian ada Pedagang dng budaknya dan yg ketiga kelompok Perampok.
Karena banyaknya perampok, agar tidak membahayakan maka perampok dilindungi negara dan mendapat bagian dari pajak.

Jadi saat itu masyarakatnya tidak menyenangkan.

*Kisah Tokoh2 masuk islam*

Salah seorang kepala perampok, yaitu Abu Dzar al Ghifari masuk islam setelah mendengarkan bacaan Al Qur'an. Dia mengajak ratusan anak buahnya.

Tokoh lain adalah Tufayl bin Amr yg merupakan Penyair terkenal,  masuk islam karena kagum terhadap surat Al Fiel. Dia mempengaruhi tokoh lain, Abu Hurairah masuk islam.

*Kepercayaan dan Agama*

Pada saat itu ada 5 agama

1. Paganisme, atau penyembah berhala adalah kelompok terbesar. Ada 4 berhala yg disembah di Arab.
2. Kristen
3. Yahudi
4. Majusi
5. Orang2 hanif pengikut Nabi Ibrahim. Termasuk didalamnya adalah kedua orang tua Rasul, mereka termasuk yg mengEsakan Allah.

*Kesimpulan*

Peradaban islam menghapus kejelekan2 jaman jahiliyah, antara lain :

*Tentang wanita.*
1. Pernikahan :
Menikahi wanita yg semula bebas berapapun, dibatasi maksimal 4. Bila tak bisa adil maka satu lebih baik.
Nabi sendiri monogami sampai wafatnya istri pertama. Kemudian beliau melakukan poligami terhadap janda2 tua dan itu ada sebab dan perintah Allah.
2. Wanita mendapat warisan
3. Wanita disamakan kedudukan dng lelaki dimuka Allah dalam hal ibadahnya.

*Tentang kebiasaan Masyarakat*

Islam melarang makan babi, mabuk2an, prostitusi , perjudian dan sistem riba.

Karena kenyamanan orang2 mulai terganggu maka mulailah terjadi protes dari orang Arab kepada Rasul.

Karena itu maka jumlah ayat yg turun untuk melarang perbuatan sebanding dengan perlawanannya.
Larangan pelacuran, riba dan larangan mabuk2 an , ada beberapa ayat yg turun.
Bahkan larangan memilih pemimpin kafir sampai 11 ayat, karena perlawanan kaum munafik yg sangat besar.

Akhirnya setelah perjuangan Rasul selama 22 tahun lebih sedikit, jadilah masyarakat islam yg baik.

Semoga bermanfaat
Barokallohu fikum

🖍SAK

Minggu, 02 April 2017

Kajian Ahad Pagi Muhammadiyah Banyumanik

Kajian Ahad Pagi Muhammadiyah Banyumanik

5 Rojab 1438 H / 2 April 2017
Drs. H. Muchtar Hadi MAg

*Amal Investatif*

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ  الْمَوْتِ ۗ  وَاِنَّمَا تُوَفَّوْنَ اُجُوْرَكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗ  فَمَنْ  زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَاُدْخِلَ الْجَـنَّةَ فَقَدْ فَازَ  ۗ  وَمَا  الْحَيٰوةُ الدُّنْيَاۤ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ

"Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya."
(QS. Ali 'Imran : 185)

Siapapun yg punya cita2 untuk masuk surga pasti mengharapkan ridlo Allah.
Manusia hidup umumnya sampai umur 60 - 70 tahun.
Lalu berapa banyak waktu yg telah kita habiskan ?
Ternyata 33% untuk tidur, 33% untuk kerja.
Sisanya lain2 dan ibadah hanya 4% saja.
Jika kita ber-payah2 dng ibadah tentunya dng tujuan agar lebih baik. Tak ada artinya sukses di dunia jika di akhirat tidak

Allah tidak melepas bebas manusia demikian saja. Allah itu memberi jalan kebebasan untuk dipilih dengan memberi kunci dan rumus jalan masuk ke Surga.
Meski sudah diberikan rumus, kadang tidak diketahui dng benar.
Mungkin karena Pengetahuan kurang, kurang dalam kuantitas pencarian, kurang dalam kecermatan atau methodologynya.

Kunci utama

Allah itu menghendaki kita ke surga dengan ampunan dan ijinNya. Dan ijinNya itu adalah Syahadat. Jadi yg bersyahadat akan masuk surga.

Latar belakangnya adalah penjelasan Rasul ketika perang. Ada orang kafir yg ketika hampir terbunuh dalam perang dia meneriakkan kalimat Syahadat.
Dan Rasul melarang untuk membunuh orang tersebut.

Menjadi pertanyaan apakah Syahadatnya ikhlas, tidak menipu ? Untuk hal ini Allah tidak membebani kita sedetail-detailnya sampai hati.

Kejadian lain suatu saat seorang Yahudi menghampiri Rasulullah  untuk menagih utang. Dengan kasar Yahudi itu memaki Rasulullah, padahal waktu itu utang belum jatuh tempo.
Rasul membayar utangnya sebagian, namun Yahudi tsb tetap marah2
Umar bangkit dan minta ijin untuk membunuh Yahudi tsb. Dan Rasul melarangnya, saat itu sabdanya yg menjadi rumus :

“Hukum itu berdasarkan yang tampak saja, Allah yang mengurusi urusan hati

Rumusan yg lain :

"Seorang muslim yg menentukan kebijakan itu ada 3 macam. Dari yg 3 itu yg 2 masuk neraka dan hanya 1 masuk surga."

Hal ini dulu diartikan keliru, orang tua muslim melarang anaknya jadi penguasa (hakim) karena takut neraka. Akibatnya banyak diisi non muslim.
Padahal hal ini rumusannya adalah sbb :

- Seseorang yg mengerti kebenaran, dan menetapkan benar maka dia masuk surga
- Seseorang yg bodoh, analisisnya tidak tepat, menetapkan tidak tepat, dia masuk neraka.
- Seseorang yg mengerti yg benar tapi dia khianat, dia masuk neraka.

Para mujahid dahulu menetapkan rumus2 tadi dalam bentuk Ushul Fiqih.

"Menetapkan hukum sebelum jelas permasalahannya itu dzolim."
"Tidak mengambil sikap setelah jelas itu dzolim."

Contoh :
Kita masuk kamar mandi saat kran air mengucur deras. Bila kita keluar dan tidak mematikan kran, itu dzolim karena membiarkan hal mubazir.

Dalam kehidupan, kita akan dihadapkan pada masalah2 dan kita harus mengambil tindakan. Hal yg perlu diperhatikan adalah masalah itu masuk kategori ibadah atau bukan.
Ibadah itu mendekat kepada Allah dng jalan melaksanakan perintahNya dan menghindari laranganNya.
Pada umumnya dibagi dua, ibadah umum dan khusus.
Ibadah umum gampang, asal tidak bertentangan syariat. Ibadah yg khusus itu telah ditetapkan. Seperti sholat, puasa, zakat, haji.

Adapun amalan lain semua ditawarkan, ada berbagai nilai, tinggal pilihan kita .
Seluruh amal asal tidak bertentangan dng larangan akan memperoleh pahala.
Cuma kita harus pandai memilih amal, pilih yg pahalanya paling besar, ini terus dikerjakan sampai batas akhir hidup kita.

Amal yg konsumtif : Sholat, dzikir dll, sekali beramal pahalanya putus.

Amal Investatif : amal jariyah, sekali beramal pahalanya mengalir terus menerus.

Salah satu contoh amal investatif adalah Shodaqoh membangun masjid. Selama masjid itu masih dipakai maka pahalanya mengalir terus.

Shodaqoh ini ada 3 : bisa harta, bisa ilmu atau juga tenaga.
Jadi tidak pernah ada orang yg tidak punya kesempatan bershodaqoh.
Bila tak punya uang dia bisa dng ilmu, termasuk mengajak orang lain berpartisipasi dalam pembangunan adalah shodaqoh ilmu.
Bila dia kuat bisa ikut kerja bakti dng tenaganya.

Lalu jika masjid direnovasi apakah pahala dari penyumbang lama terputus karena telah diganti ?
Tidak, tak perlu resah hal seperti ini .

Allah maha tahu siapa saja yg berbuat.
Kita kembali ke kaidah :
Menghukumi berdasarkan yang tampak saja, Allah Maha Tahu yang mengurusi yg tidak tampak.

عَنْ أبِى هُرَيْرَة (ر) أنَّ رَسُول الله .صَ. قَالَ: إذَا مَاتَ الإنسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ اَو عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ, اَووَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُولَهُ

“Jika anak Adam meninggal, maka amalnya terputus kecuali dari tiga perkara, sedekah jariyah , ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang berdoa kepadanya.”.

Amalan apa saja yg investatif ?

1. Ribath di jalan Allah.
Ribath artinya amalan yg ajeg (istiqomah), beruntun dan ikhlas.
Bisa amalan2 kecil, misal membersihkan masjid agar siap dipakai, atau tetap duduk berdoa setelah shalat subuh, asal tetap istiqomah.

2. Ilmu yg diajarkan dan diamalkan
Kita semua punya ilmu, namun yg investatif hanya yg kita sampaikan kepada orang lain.

3. Anak sholeh
4. Al Qur'an yg diwariskan
5. Membangun masjid dan rumah musafir
6. Membangun sumber air yg dialirkan
7. Menunjukkan ke jalan kebenaran
8. Membuat cara baru yg baik

Demikian semoga manfaat
Barokallohu fikum

SAK

Senin, 27 Maret 2017

Kajian Ahad Pagi Muhammadiyah Banyumanik

Kajian Ahad Pagi Muhammadiyah Banyumanik

27 Jumadil Akir 1438 H /
26 Maret 2017
Dr.dr.H. Masrifan Djamil

*Hadits Arbain Nabawi*

Pendahuluan

Kelemahan kita saat ini adalah bagaimana menyiarkan islam ke seluruh orang muslim. Hal ini tidak mudah. Khutbah jum'at sebagai sarana penyampai ajaran islam sering tidak efektif, ada jamaah ngantuk, ada yg bahkan bergerombol diluar menghadap ke timur.
Khotib yg mestinya bisa menertibkan hal inipun sering tidak peduli, padahal dia satu2 nya yg boleh bicara. Nabi pun pernah menegur jamaah saat beliau khutbah, yaitu kepada seseorang yg masuk langsung duduk tanpa shalat Tahiyatul masjid.

Jika Sunnah tidak dilaksanakan maka yg bukan Sunnah akan berkembang.

"Katakanlah, Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik."
(QS. At-Taubah 9: 24)

Kita coba membaca situasi kini.

Contoh Pilkada DKI putaran 1 hasilnya :
Agus 17% ; Ahok 43%, Anies 40%.
Ini perlu kita baca, Ahok bisa 43% padahal sudah ada kejadian luar biasa dng aksi 411 dan 212. Dan menurut statistik penduduk non muslim di Jakarta tak ada 10%
Ini apa maknanya ? Banyak.

- Kepandaian tidak menjadi pertimbangan di Indonesia
- Umat islam tidak faham tentang agamanya.
- Keimanan Umat perlu dipertanyakan
- Hasil Dakwah Pemuka2 Umat Islam kurang berhasil
- Jihad mulai pudar

Kondisi ini adalah kondisi yg bahaya. Maka kita semua wajib berdakwah utamanya ke keluarga.

*Jihad Semakin Pudar*

Karena ada yg mengatakan bahwa jihad dekat dng teroris. Padahal Rasul memerintahkan untuk berjihad, agar islam tetap tegak sepanjang masa.

*Mengapa islam sampai akhir jaman penting buat kita ?*

Karena :
1. ‘Kullu Bani Adam khotto’un’, wa khoirul khottoina attawaabun’.
setiap anak cucu Adam pasti berbuat Dosa, dan sebaik-baiknya yg berbuat dosa adalah yang bertaubat.

2. Kita butuh doa dari anak, cucu, cicit dst untuk mendoakan kita, minimal disetiap akhir khutbah jumat, atau setiap bakda shalat maktubah.

3. Kalau keturunan kita tidak faham agama maka doanya berhenti.

Dan bagaimana agar anak cucu kita tetap islam, islam yg benar ?
Kita kembali ke wasiat Rasul.

Hadits “Dua Warisan Rasul”

تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّ أَبَدًا مَاإِنْ تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللهِ وَسُنَّةَ رَسُوْلِهِ.

”Telah aku tinggalkan kepadamu dua perkara kamu tidak akan tersesat selamanya, selama kamu berpegang teguh dengan keduanya, yaitu Kitabullah dan Sunah Rasul”. (HR. Hakim)

Kita harus mengajak anak2, keluarga kita untuk mengkaji Al Qur'an dan Sunnah.
Berita gembiranya hal itu termasuk jihad fi sabilillah.

 مَنْ خَرَجَ فِي طَلَبِ الْعِلْمِ، فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللهِ حَتَّى يَرْجِع

Barangsiapa yang keluar untuk menuntut ilmu, maka dia di dalam sabilillah sehingga dia pulang. (HR At-Tirmizi)

مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لا يُرِيدُ إِلا أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يَعْلَمَهُ؛ كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍّ تَامًّا حِجَّتُهُ

“Barangsiapa yang pergi ke masjid dan tidak ada yang diinginkan selain belajar tentang kebaikan atau mengajarkannya, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala haji yang sempurna.” (HR Ath-Thobroni)

Kendala untuk ini pasti besar. Agar kita mudah melaksanakan maka harus berdoa minta kemudahan berbuat.

Hadits 29:

عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قُلْتُ يَا رَسُوْلَ اللهِ، أَخْبِرْنِي بِعَمَلٍ يُدْخِلُنِي الْجَنَّةَ وَيُبَاعِدُنِي عَنِ النَّارِ، قَالَ : لَقَدْ سَأَلْتَ عَنْ   عَظِيْمٍ، وَإِنَّهُ لَيَسِيْرٌ عَلىَ مَنْ يَسَّرَهُ اللهُ تَعَالَى عَلَيْهِ : تَعْبُدُ اللهَ لاَ تُشْرِكُ  بِهِ شَيْئاً، وَتُقِيْمُ الصَّلاَةَ، وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ، وَتَصُوْمُ رَمَضَانَ، وَتَحُجُّ  الْبَيْتَ، ثُمَّ قَالَ : أَلاَ أَدُلُّكَ عَلَى أَبْوَابِ الْخَيْرِ ؟ الصَّوْمُ جُنَّةٌ، وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيْئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ، وَصَلاَةُ الرَّجُلِ فِي جَوْفِ   اللَّيْلِ، ثُمَّ قَالَ : } تَتَجَافَى جُنُوْبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ.. –حَتَّى بَلَغَ-  يَعْمَلُوْنَ{ُ ثمَّ قَالَ : أَلاَ أُخْبِرُكَ بِرَأْسِ الأَمْرِ وُعَمُوْدِهِ وَذِرْوَةِ سَنَامِهِ ؟ قُلْتُ بَلَى يَا رَسُوْلَ اللهِ قَالَ : رَأْسُ اْلأَمْرِ اْلإِسْلاَمُ وَعَمُوْدُهُ الصَّلاَةُ وَذِرْوَةُ سَنَامِهِ الْجِهَادُ. ثُمَّ قَالَ: أَلاَ أُخْبِرُكَ بِمَلاَكِ ذَلِكَ كُلِّهِ ؟ فَقُلْتُ : بَلىَ  يَا رَسُوْلَ اللهِ . فَأَخَذَ بِلِسَانِهِ وَقَالِ : كُفَّ  عَلَيْكَ هَذَا. قُلْتُ : يَا نَبِيَّ اللهِ، وَإِنَّا لَمُؤَاخَذُوْنَ بِمَا نَتَكَلَّمَ بِهِ ؟ فَقَالَ : ثَكِلَتْكَ أُمُّكَ، وَهَلْ   يَكُبَّ النَاسُ فِي النَّارِ عَلَى وُجُوْهِهِمْ –أَوْ قَالَ : عَلىَ مَنَاخِرِهِمْ – إِلاَّ حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ .

Dari Mu’az bin Jabal radhiallahuanhu dia berkata : Saya berkata : Ya Rasulullah, beritahukan saya tentang perbuatan yg dapat memasukkan saya ke dalam surga dan menjauhkan saya dari neraka, beliau bersabda: Engkau telah bertanya tentang sesuatu yang besar, dan perkara tersebut mudah bagi mereka yang dimudahkan Allah ta’ala, : Beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukannya sedikitpun, menegakkan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji. Kemudian beliau (Rasulullah s a w) bersabda: Maukah engkau aku beritahukan tentang pintu-pintu surga ?; Puasa adalah benteng, Sodaqoh akan menghapus kesalahan sebagaimana air mematikan api, dan shalatnya seseorang di tengah malam, kemudian beliau membacakan ayat :
“ Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya….”.
Kemudian beliau bersabda: Maukah kalian aku beritahukan pokok dari segala perkara, tiangnya dan puncaknya ?, aku menjawab : Mau ya Nabi Allah. Pokok perkara adalah Islam, tiangnya adalah shalat dan puncaknya adalah Jihad. Kemudian beliau bersabda : Maukah kalian aku beritahukan sesuatu yang jika kalian laksanakan kalian dapat memiliki semua itu ?, saya berkata : Mau ya Rasulullah. Maka Rasulullah memegang lisannya lalu bersabda: Jagalah ini.
Saya berkata: Ya Nabi Allah, apakah kita akan dihukum juga atas apa yang kita bicarakan ?,
beliau bersabda: Ah kamu ini, adakah yang menyebabkan seseorang terjungkel wajahnya di neraka selain buah dari yang diucapkan oleh lisan-lisan mereka . (HRTurmizi)

Jadi syarat utamanya adalah jangan syirik. Yg paling bahaya adalah syirik tersembunyi, karena sangat samar bagai semut hitam dimalam hari.

Yg kedua adalah shalat. Namun berapa banyak yg shalat di masjid ?
Hadits diatas sesuai dng surat :

تَتَجَافٰى  جُنُوْبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُوْنَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَّطَمَعًا  ۖ   وَّمِمَّا  رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ

"Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap, dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka."
(QS. As-Sajdah 32:  16)

Shalat itu tiang agama dan puncaknya adalah jihad.
Shalat adalah pembeda antara islam dengan kafir.
Dan yg terpenting adalah menjaga lesan.

Demikian semoga manfaat
Barokallohu fikum

SAK

Sabtu, 18 Maret 2017

SILATURAHIM KH.PROF DR.DINSAMSUDIN ,MA



Pada hari Sabtu, 18 Maret Pimpinan Cabang Muhammadiyah ( PCM)
 Banyumanik Semarang
Mendapat kunjungan istimewa dengan hadirnya KH.Prof.Dr.Dinsamsudin,MA mantan Ketum PP Muhammadiyah ,yang sekarang menjabat ketua Dewan Penasehat MUI Pusat. Sekaligus Pimpinan Ranting Muhammadiyah Pondoklabu Jakarta
Dalam rangka silaturahmi kepada warga Muhammadiyah Banyumanik Kota Semarang.

Dalam pesan singkatnya beliau mengatakan bekerja dan bekerja dan bekerja..Sampai 3X

Itulah Muhammadiyah .
Sebelum Jakowi ngomong begitu Muhammadiyah sudah lebih dahulu.
Beliau memberikan contoh paling lama 7 bulan Muhammadiyah berdiri sudah harus punya amal usaha Muhammadiyah.

Sebagai contoh setelah beliau tidak menjabat sebagai Pimpinan Pusat Muhammadiyah lagi ,sekarang beliau memegang jabatan sebagai Pimpinan Muhammadiyah tingkat Ranting Pondoklabu Jakarta dan sedang proses membangun pusat bisnis Muhammadiyah "Surya Maret" berlantai 5 .Inilah contoh yang di gawangi ranting ( setingkat kelurahan)

Yang penting di Muhammadiyah itu punya semangat menghidupi dan membesarkan Muhammadiyah.
Lewat karya nyata apa saja. Tanpa mengecilkan  peran apapun.
Fastabiqul qairat mari bersama berjuang lewat Muhammadiyah...
Allahuakbar..!!!3X🌅

Minggu, 05 Maret 2017

Pengajian AMM Banyumanik

*Pengajian AMM Banyumanik*

6 Jumadil Akir 1438 H  /
5 Maret 2017
*Ustadz Ki Ketut Budiman*

*Dakwah Melalui Budaya Adiluhung*

Kita harus bersyukur kepada Allah SWT, karena pada hakekatnya banyak sekali nikmat yg diberikan Allah.
Dan semua kejadian semisal tumbuh sampai rontoknya sehelai rambut kita itupun atas kehendak Allah.
Namun kita jarang mensyukuri, bahkan kadang menggerutu menyalahkan Allah.

"Sesungguhnya pada pergantian malam dan siang, dan pada apa yang diciptakan Allah di langit dan di Bumi, pasti terdapat tanda-tanda kebesaran-Nya ..."

Namun kita kadang tak bisa berfikir, kenapa ada mangga dng berbagai macam rasa dan bentuk.
Kita tidak sadar ketika sehat, bahwa udara yg kita hirup dengan gratis ini ternyata mahal ketika sakit.

Tidak sadar sama sekali, padahal kita diperintahkan untuk bersyukur.

لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".

Dakwah Para wali melalui Budaya pada hakekatnya adalah untuk memudahkan pemahaman agama.
Dalam kisah wayang ada tokoh Bratasena yg tak mau menyembah siapapun termasuk kepada raja. Dia hanya mau menyembah Dzat yg bisa mematikan dan menghidupkannya, yaitu Allah SWT.

Yg diperlukan hanya meluruskan dakwah budaya jangan dikotori hal yg dilarang.
Jangan gampang membid'ahkan, lebih baik sinergy bisa lewat Pengajian , Budaya atau Pasar.

*Budaya :*
Suatu cara hidup yg berkembang dan dimiliki bersama, oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Budaya terbentuk dari banyak unsur yg rumit , termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, bangunan dan karya seni.

Jadi budaya ini sudah terbentuk bersama dng keberadaan manusia di dunia.
Budaya ini berbeda dng agama dan kuncinya adalah jangan menjadikan budaya ini jadi agama.

*Agama*
Definisinya adalah Sistem yg mengatur tata Keimanan (Kepercayaan) dan Peribadatan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa serta Tata Kaidah yg berhubungan dng Pergaulan Manusia dan Manusia serta Lingkungannya.

Agama sudah diatur oleh Allah SWT sedang Budaya ini justru mendukung untuk
Pelaksanaan Perintah Agama.

Contoh : Shalat dengan segala syarat dan Rukunnya itu adalah agama, tapi Halal bihalal yg menyertai shalat (ied) adalah Budaya karena hal ini tidak diatur Agama.
Jangan lalu membid'ahkan hal ini, karena justru menjadi syiar agama.

Memang kita perlu hati2, kadang sulit membedakan hal ini.
Ada yg mengatakan Shalat tak perlu rapat, karena itu budaya. Padahal merapatkan Shalat jamaah adalah perintah Agama.
Lama2 nanti jilbab yg perintah Agama bisa bisa dianggap budaya.

Budaya yg kuat akan bertahan, dan budaya yg lemah akan hilang diganti budaya lain.
Di Bali budayanya kuat dan masih bertahan sampai sekarang. Orang luar yg datang akan kagum dan tunduk menurut terhadap pola budaya Bali.
Di Bali Budaya yg kuat mendukung agama.

Namun bagaimana dng di Jawa ?
Kita ambil contoh jaman Wali dulu Budaya masih kuat.
Yg namanya tata krama pergaulan antara Muda dan Tua masih dijaga. Cara berpakaian juga masih dijaga.
Tapi sekarang budaya tsb luntur dan digantikan budaya Barat dng pakaian mini.
Berikut ini budaya budaya yg perlu diluruskan :

*Sedekah Bumi*

Yg perlu diluruskan adalah ritual sedekah bumi, seperti makanan dibuang ke laut, ada nasi tumpeng dimakan ramai2 dan sisanya dibuang.
Ini yg tidak benar.

Sedekah bumi itu aslinya budaya. Merupakan strategi Wali untuk memasukkan agama Islam ke masyarakat Hindu yg kuat. Jika langsung diminta bersyahadat pasti tidak mau. Maka wali mengajak untuk bancakan (makan bersama) agar kumpul.

Intinya adalah mensyukuri nikmat agar ingat kepada Allah
- Bumi yg kita tempati telah menghasilkan berbagai tetumbuhan yg kita makan seperti padi, jagung, ketela.
- Bumi adalah tempat kita setiap hari membuang kotoran tubuh kita
- Bumi adalah tempat kita dimakamkan kelak.
- Bahkan bumi ada yg bisa mengeluarkan minyak

Jadi bumi ini sangat bermanfaat. Semua itu wajib disyukuri, bukan menyembah kepada bumi tapi kepada Allah yg menciptakan bumi untuk kita.
Itu yg perlu diluruskan, termasuk sedekahnya mestinya dimakan anak miskin atau yatim, tidak dibuang.
Kalau dakwahnya tumpul, asal melarang saja pasti ada perlawanan. Yg diperlukan adalah dakwah yg merangkul.

Contoh dulu masyarakat Hindu di Demak mendewakan sapi, maka yg disembelih adalah kerbau.
Demikian juga untuk ritual budaya manten ataupun kelahiran bayi. Semua bisa dipakai sebagai dakwah.

*Syiiran Gus Dur*

_Ngawiti ingsun nglarar syiiran_
_Kelawan muji marang Pangeran_
_Kang paring rohmat lan kenikmatan_
_Rino wengine tanpa pelingan_
_Duh bala kanca priya wanita_
_Ojo mung ngaji syareat bloko_
_Gur pinter dongeng nulis lan maca_
_Tembe mburine bakal sengsara_
_Ayo sedulur ojo nglalekake_
_Wajibe ngaji sak pranatane_
_Nggo ngandelake iman tauhide_
_Baguse sangu mulyo matine_

Sebenarnya syiir adalah kalimat atau liryk bukan Shalawat.
Dan tidak akan membawa pengaruh pahala atau kasiat thd kesehatan atau apa.
Ini yg perlu diluruskan, namun perlu untuk mengingatkan hati mengingat Allah.

Demikian pula dng Shalawat Nariyah yg dianggap ampuh.
Perlu diluruskan bahwa itu hanya Syiir.

Seperti juga bila kita ibadah di Arab, jika berdoa terlalu lama di makam Rasul atau doa sambil nangis nangis maka pasti akan diusir.

*Keris*

Dari singkatan : Garane mlungKER ora isa dienggo ngiRIS.

Keris ini produk budaya, berapa jumlah luk (lekukan) ada maknanya semua.
Tapi ada yg menganggap bertuah, disembah, dianggap sakti bisa berdiri sendiri.
Itu semua takhayul, karena besi bisa berkarat tentunya bisa mematikan.
Dan tentang berdirinya keris karena keseimbangan.
Ini semua tak perlu dihindari tapi harus diluruskan.
Mungkin menjadi berpengaruh karena akibat keyakinan (sugesti).

*Nama hari, Wayang dan Tembang Jawa*

Semua merupakan produk budaya yg bernilai dakwah tinggi bila difahami.

*Nama hari*

Senin : ojo bosen karo unen2
Seloso : selakno ngamal karo sopo2
Rebo : Kerepo sinau ben ora bodo
Kemis : Luwih becik mingkem timbangane lamis
Jumat : jumbuhno marang atimu
Sabtu : insapo barang sing wis kewetu
Minggu : minggiro barang sing ala , gunakno sing becik

*Wayang*

Tokoh wayang, Pandawa yg lima menggambarkan Rukun Islam yg kuat tak ada yg bisa mengalahkan.

Wayang adalah cerita kehidupan yg intinya hidup ini untuk ibadah

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (Az Zariyat 56)

Wayang menggambarkan perilaku yg baik, ada disebelah kanan. Dan perilaku yg buruk disebelah kiri. Meski demikian kadang ada khilaf kesalahan pada golongan kanan dan ada sedikit kebaikan pada golongan kiri.

*Tembang Jawa*

Ojo turu sore kaki
Urip pisan ning ndonya tan lami
Ilir ilir tandure wis sumilir
Sluku sluku bathok
E dayohe teka

Semua mengandung petuah yg bermanfaat, namun sekarang hilang

Maka bila kita ingin berwibawa di mata dunia maka tegakkanlah budaya kita.

*"Rum kuncaraning bangsa gumantung luhuring budaya"*

Pada akhirnya kita nanti akan menuju dakwah yg tegas.


وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا ۚ أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. (Al A'raf 179)

Semoga bermanfaat
Barokallohu fikum


🖍SAK