KAJIAN AHAD MUHAMMADIYAH BANYUMANIK
AKAD DALAM EKONOMI ISLAM
Dr. H. Haerudin, SE, MT
2 Robiul Akhir 1440 H/ 9 Desember 2018
Ada hadits dimana Rasul menjelaskan bahwa setan itu telah bersumpah akan menyesatkan bani Adam, sehingga hanya sedikit saja diantara mereka yang bersyukur.
Setan menjaga orang di jalan islam, yang terbujuk akan murtad. Setan menjaga orang dijalan jihad agar orang meninggalkan jihad. Setan akan menjaga orang dijalan dakwah maka orang malas untuk datang ke Pengajian. Namun orang-orang yang lolos dari hadangan setan tadi ketika mati akan dimasukkan surga.
Maka kita faham kenapa ketika shalat malam kita merasa berat, ketika dakwah kita merasa berat.
Terus jalani saja karena setan memang sedang menghadang kita.
Demikian juga ketika kita akan mencoba menjalani muamalah, ekonomi syariah akan terasa berat. Namun terus jalani saja.
Akad adalah faktor utama yang sangat penting dalam muamalah. Akibat apapun akan tergantung akad. Kita tahu perbedaan Nikah dengan Zina ada pada Akad. Nikah mengakibatkan hubungan suami isteri jadi ibadah. Zina akibatnya dosa besar.
Jadi akad bukan hal sepele. Kita sering mengabaikan hal sepele yang sebenarnya bisa berdampak hutang.
Kita membeli kacang rebus setengah kilo. Ketika penjualnya membungkus kacang, kita mencicipi kacang tanpa minta dihalalkan. Hati-hati, kacang yang dimakan jadi hutang.
Maka kita perlu memahami akad, karena tidak ada transaksi apapun yang tidak dilandasi akad.
Akad itu ikatan yang mengikat dua belah pihak dengan perjanjian yang disepakati.
Akad itu dibagi dua, Tabarru ( Tolong menolong) dan Tijari (Tujuan mendapat keuntungan)
*1. Akad Tabarru.*
*1.1 Hibah (Pemberian)*
Orang yang menghibahkan barang, harus memiliki penguasaan atas barang yang dihibahkan.
Seorang anak angkat meskipun dia diadopsi dan disahkan Pengadilan tetap bukan ahli waris. Ketika orang tua meninggal tak dapat warisan.
Maka bila orang tua ingin memberi harta kepada anak angkat, dia harus menghibahkan hartanya. Dan itu harus dilakukan sebelum dia meninggal.
Ketika sudah wafat maka harta yang ditinggal bukan milik mayat. Harta harus segera dibagi sesuai hukum waris, antara lain bagian laki-laki dua kali bagian wanita. Namun bila kemudian ahli waris lelaki menghibahkan sebagian bagiannya kepada saudara wanita sehingga warisannya sama tidak menjadi masalah.
Bentuk lain dari Hibah adalah Wakaf. Bedanya adalah hibah itu kepada orang, sedangkan Wakaf kepada Allah, jadi tak ada pemiliknya. Untuk kepentingan administrasi maka Nadzir menandatangani akta Wakaf , namun dia tidak memiliki .
Hibah ataupun Wakaf akan mendapatkan pahala yang permanen. Meskipun pemberi hibah atau Wakaf telah meninggal dia tetap mendapat kiriman pahala.
*1.2. Ibra' (Pengguguran hutang)*
Pada hakekatnya akad hutang harus dibayar. Bila sampai meninggal dia tidak membayar hutang maka hutang akan dibayar diakhirat dengan amal.
Orang yang sulit membayar hutang hendaknya diberi tenggang waktu.
وَاِنْ كَانَ ذُوْ عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ اِلٰى مَيْسَرَةٍ ۗ وَاَنْ تَصَدَّقُوْا خَيْرٌ لَّـكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
"Dan jika orang berutang itu dalam kesulitan, maka berilah tenggang waktu sampai dia memperoleh kelapangan. Dan jika kamu menyedekahkan, itu lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui." (QS. Al-Baqarah 280)
Tidak ada paksaan untuk ibra'. Namun bagi yang memberi Ibra' kepada orang yang kesulitan , dia akan mendapat batasan pahala 10 kali lipat.
Akad hutang selama tidak ada akad ibra' akan bersifat permanen. Maka sebenarnya orang yang menagih hutang itu Penolong bagi yang berhutang, karena bila tidak dibayar akan ditagih di akhirat.
*1. 3. Wakalah (Pendelegasian)*
Bahasa lainnya Surat Kuasa, yaitu menyuruh orang untuk mewakili. Biasanya akad Wakalah terkait dengan Akad Tijari.
Misal ada orang mau hutang untuk beli mobil. Maka akadnya jual beli. Padahal Bank tak punya barang. Ketika bank menjual, dia menyediakan barang sesuai dengan spesifikasi Pembeli.
Harga-jualnya disepakati harga beli ditambah margin. Kemudian Bank memberikan Akad Wakalah kepada Pembeli agar membeli ke Show Room atas nama Bank. Nasabah memberikan bukti pembelian kepada Bank.
Wakalah ini kadang juga terjadi pada saat akad nikah. Mestinya yang berhak menikahkan mempelai adalah Wali, yaitu orang tua mempelai wanita. Namun kadang dia tidak siap, maka dia mewakalahkan kepada Penghulu untuk menikahkan.
*1. 4. Kafalah (Garansi).*
Dalam bahasa lain disebut adh-Dhamman, atau Jaminan dari suatu Bank kepada pihak lain. Bila Pihak yang dijamin tak dapat membayar kewajiban maka pemberi Kafalah akan menggantikan.
Pada Bank konventional hal ini memakai agunan.
*1. 5. Hawalah (Pengalihan Hutang).*
Dalam bahasa lain disebut Take Over.
Dikisahkan bahwa Rasulullah tak mau menshalati jenazah yang punya hutang. Kemudian ada seseorang yang menanggung hutang si jenazah.
Maka hutang orang tadi lunas. Hutangnya pindah kepada yang menjamin. Kemudian Rasulullah menshalatkan jenazah tadi.
*1.6. Rahn (Gadai).*
Tak boleh mengambil keuntungan karena akad Tabarru. Padahal Bank Syariah harus mendapat untung. Maka proses Rahn dipecah menjadi dua, yaitu akad Hutang (Qardh) dan akad Penitipan emas . Pada akad Hutang tak boleh menambah keuntungan karena jadi riba. Maka keuntungan diambil dari Penyimpanan. Kita tahu bahwa nilai emas makin lama makin naik, maka itu yang diambil sebagai keuntungan.
Mengapa Bank mengambil keuntungan? Karena Bank harus mengelola emas. Bila emasnya hilang maka Bank harus mengganti.
*1.7. Akad Qardh (Hutang).*
Selama akadnya hutang tak boleh ada tambahan sama sekali. Pelarangan terhadap riba itu bertahap. Pada tahun ke 3 Hijriah turun ayat :
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَأْكُلُوا الرِّبٰۤوا اَضْعَافًا مُّضٰعَفَةً ۖ وَّاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung." (QS. Ali 'Imran 130)
Dilarang makan riba yang besar. Tetapi kalau sedikit masih boleh. Namun kemudian pada tahun ke 9 hijriah turun ayat pelarangan riba secara total.
Allah SWT berfirman:
"Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri, melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena gila. Yang demikian itu karena mereka berkata bahwa jual beli sama dengan riba. Padahal, Allah telah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba. Barang siapa mendapat peringatan dari Tuhannya, lalu dia berhenti, maka apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusannya terserah kepada Allah. Barang siapa mengulangi, maka mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya." (QS. Al-Baqarah 275)
Maka janganlah kita menyimpan uang dalam Bank konvensional, karena uang akan diputar dalam transaksi riba. Sekecil apapun bunganya maka itu tetap riba.
Ada yang bilang, saya menyimpan uang di Bank konvensional hanya untuk mengamankan pokoknya, bunganya tidak diambil. Maka diibaratkan dia adalah Pejuang Riba Tanpa Pamrih.
Dalam akad Hutang , bila peminjam pada akhir waktu masa pinjam dia memberi tambah atas dasar keikhlasannya dan tak ada perjanjian atau akad apapun sebelumnya, hal ini diperbolehkan.
*1.8. Akad Wadi'ah (Penitipan).*
Karena titip maka Bank tak boleh menjanjikan tambahan apapun. Bahkan karena titip, yang titip uang dapat dikenai biaya penitipan. Ini terjadi jika Bank tak diijinkan memanfaatkan uang titipan untuk usaha. Namun bila Bank diijinkan meminjam pakai uang titipan untuk usaha , maka diakhir masa penitipan, Bank diperbolehkan memberi bonus atau hadiah seikhlasnya.
*2. Akad Tijari*
Adalah akad dimana diperbolehkan mengambil profit. Kalau kita mengenal BMT adalah Bank yang mengusahakan dua akad : Tabarru dan Tijari. Di Muhammadiyah yang ada BTM dan Lazismu. Dimana BTM mengusahakan Profit, sedangkan Lazismu non profit.
*2. 1. Akad Murobahah (Jual Beli).*
Nasabah datang mau hutang untuk membeli sesuatu. Bank memproses seolah Bank yang menjual. Bank harus menjelaskan bahwa harga barang misal 100 juta dan Bank mengambil margin 10 juta.
Maka jumlah hutang yang diakadkan adalah 110 juta dan hutang akan diangsur dalam setahun.
Pada Bank Syariah, jumlah hutang ini tetap. Bila nasabah mengalami gagal bayar sampai kapanpun hutangnya tidak bertambah.
Bank tetap mengirim petugas penagih untuk mengingatkan nasabah yang hutang.
Beda dengan Bank Konvensional, bila nasabah terlambat bayar akan kena denda. Dan Hutangnya bertambah dengan bunga.
Ada kejadian kartu credit hutang 3 juta, lupa bertahun-tahun tidak bayar dan akibatnya hutangnya menjadi dua kali lipat.
Bank syariah boleh mendenda nasabah yang sengaja tidak mau bayar. Tapi tak boleh mendenda nasabah yang tak mampu bayar.
Denda ini tujuannya untuk mendidik nasabah. Uang denda tidak boleh dimasukkan ke dalam pendapatan. Denda disimpan dalam Pendapatan tidak halal dan kemudian harus dikeluarkan untuk keperluan masyarakat.
Jadi kita mau hutang tapi diproses membeli. Memang dalam kondisi tertentu bisa hutang diproses hutang tanpa riba. Tetapi Bank akan kerjasama dengan Lazismu yang memang sifatnya non profit.
Allah menghalalkan jual beli tapi dengan syarat antara lain tak boleh ghoror (menipu). Ghoror itu bisa kuantitas bisa kualitas.
Ghoror kuantitas, misal jual buah salak 1 kg tapi sebenarnya hanya 9 ons. Ghoror kualitas misal jual mobil bekas sudah keropos dikatakan masih mulus. Ada lagi ghoror waktu, misal pesanan yang mestinya jadi seminggu dia katakan 3 hari agar dinilai cepat, padahal nanti tetap akan terlambat.
*2. 2 Akad Mudhorobah (Bagi Hasil).*
Ketika seorang ingin berdagang namun tak punya modal, maka Bank menyediakan dana dengan akad Mudhorobah atau bagi hasil. Jadi yang dibagi adalah hasilnya, bukan pokoknya. Ini perbedaan antara Bank syariah dengan Bank konvensional. Bagi hasil bisa 70% untuk nasabah dan 30% untuk Bank.
Maka nasabah wajib membuat pembukuan untuk mengetahui keuntungan.
Namun cara ini dilakukan sangat selektif, hanya kepada nasabah yang bisa dipercaya. Karena nasabah yang tidak jujur senang membukukan dengan hasil rugi. Bila terjadi kerugian maka diteliti apa penyebabnya. Jika kesalahan nasabah maka nasabah tetap harus membayar.
Persyaratan mudhorobah ini adalah : Nasabah harus jujur dan Profesional. Serta bisnisnya harus halal, sesuai syariah.
Bank punya kewajiban membina nasabah. Bisa juga Bank yang membuat pelaporan, tetapi ada biaya tambahan. Pembagian keuntungan bisa negosiasi.
Allah SWT berfirman:
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil , kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu....."
(QS. An-Nisa' 29)
*2. 3. Akad Ijaroh (Pemindahan Manfaat).*
Bila hutang untuk menyewa sesuatu berarti bukan membeli, karena yang digunakan adalah kemanfaatan dalam waktu tertentu. Untuk itu diproses dengan Ijaroh. Jadi semua yang bersifat jual beli jasa seperti : Pembayaran sekolah, pembayaran rumah sakit, persewaan rumah semua memakai Akad Ijaroh.
Seseorang mau menikahkan puterinya, maka diperinci untuk katering memakai akad Murobahah, kemudian untuk sewa gedung memakai akad Ijaroh.
*2. 4. Akad IMBT-Ijaroh al Muntahi Bit Tamlik (sewa beli).*
Ketika mau beli mobil tapi belum punya uang, diperkirakan nanti 5 tahun lagi pensiun dapat Pesangon. Maka dapat transaksi sewa beli. Pada awalnya mobil disewakan kemudian setelah berapa lama dibeli. Kelebihannya angsuran pada awal rendah, karena pada awal ijaroh dan akhirnya murobahah.
Kelemahannya pada awal pemiliknya tetap Bank, baru pada akhir pemiliknya ganti nasabah. Jadi membayar Pajaknya dua kali.
*2. 5. Akad Salam (Pesan Komoditi).*
Perjanjian jual beli, dengan cara pemesanan barang dengan dibayar di muka. Transaksi Salam ini dilakukan di muka untuk keperluan membeli hasil pertanian seperti sayur mayur, buah-buahan dan beras.
Dulu ada pembelian sistem Ijon. Hampir sama, tapi mengandung judi karena ketika padi kena banjir maka pembeli tak mendapat apa-apa. Dilain pihak penjual juga mendapat harga buruk.
Pembayaran di muka , model Salam adalah memesan sesuai kualitas yang ditetapkan. Uang yang dibayar dimuka dapat dimanfaatkan penjual dan ketika panen ada kelebihan kuantitas maka harus nambah. Bila jumlah kurang harus mengembalikan kelebihan uang.
*2. 6. Akad Istisna' (Pesan Barang).*
Istisna’, yaitu akad jual beli dengan cara memesan barang yang dibuat keahlian khusus, seperti mebel atau konstruksi bangunan, dimana barang tersebut dipesan dan dibuat sesuai dengan ketentuan yang diminta oleh pembeli dengan sepsifikasi yang khusus, di bayar sebagian di muka.
*2. 7. Transaksi Lain*
Transaksi valuta asing seperti menukar Rupiah dengan Riyal atau Dollar diperbolehkan karena beda jenis mata uang. Namun transaksi membeli Rupiah pecahan kecil cetakan baru dengan rupiah tidak diperbolehkan. Beda jika mau menukar uang pecahan di Bank, kemudian karena tak mau antri lalu membayar orang untuk mengantrikan, itu boleh.
Ada lagi akad Muzaro'ah yaitu bila ada Pemilik lahan yang kerjasama bagi hasil dengan pekerja. Dana disiapkan pemilik lahan. Ini diperbolehkan.
Demikian itu akad-akad dalam ekonomi islam. Harus diketahui bahwa yang diharamkan adalah Riba. Bank tidak diharamkan karena diperlukan, maka agar tidak kena riba kita transaksi dengan Bank Syariah.
Semoga bermanfaat
Barokallohu fikum
🖍SAK
Pimpinan Cabang Muhammadiyah Banyumanik Semarang, menyajikan Media BLOG ini untuk mengkomunikasikan kegiatan kegiatan, program program yang sedang dilaksanakan kepada para anggota dan simpatisan Muhammadiyah di Banyumanik dan sekitarnya. Mari kita bersatu saling melengkapi, guna menegakkan kalimat TAUHID serta menyampaikan kebenaran ISLAM, melalui organisasi dakwah MUHAMMADIYAH di PCM Banyumanik.
Rabu, 12 Desember 2018
Rabu, 05 Desember 2018
Kajian Ahad Muhammadiyah Banyumanik
KAJIAN AHAD MUHAMMADIYAH BANYUMANIK
SAY NO TO LGBT
Drs. H. Hamzah Rifqi MSi
24 Robiul Awwal 1440 H/ 2 Desember 2018
Fenomena LGBT (Lesbian, Gay, Bi-Sex, Trans Gender) merebak dengan cepat di negara ini. Semakin lama semakin dahsyat karena mereka ingin agar pengikutnya semakin banyak. Maka perkembangan mereka luar biasa, lewat grup-grup seperti Grup Pelangi.
Mereka lebih bersemangat untuk mengembangkan kelompok mereka dibanding kita mendakwahkan agama. Karena diantara kita masih ada yang malu-malu untuk berdakwah tentang agama.
Apa sih LGBT itu? L adalah Lesbian, yaitu perempuan yang orientasi sexualnya tertarik pada perempuan. G adalah Gay atau yang dulu disebut Homo, yaitu lelaki yang orientasi sexualnya tertarik pada lelaki. Kemudian B adalah Bi-sex, lelaki atau perempuan yang orientasi sexualnya bisa pada lelaki dan perempuan. Ketiga hal tadi termasuk pasal Perzinaan. T atau Trans Gender dulu disebut Wandu, adalah lelaki yang merasa dirinya perempuan atau sebaliknya. Mereka kaum LGBT sudah berani tampil kampanye di TV, di You Tube agar diterima. Program mereka antara lain Perkawinan sejenis.
Bagaimana sebenarnya syariat islam memandang LGBT? Ada yang berkata bahwa LGBT itu terjadi karena diciptakan Allah berarti diijinkan Allah. Diijinkan tidak berarti diridhoi. Kita tahu di dunia terjadi Perang, Pembunuhan dan sebagainya. Itu terjadi tetapi tidak diridhoi Allah.
*1.Tentang Penciptaan Gender*
Dalam masalah gender, Allah hanya menciptakan lelaki dan perempuan.
يٰۤـاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ وَّخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيْرًا وَّنِسَآءً ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهٖ وَالْاَرْحَامَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا
"Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan Allah menciptakan pasangannya (Hawa) dari dirinya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta dan peliharalah hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu."
(QS. An-Nisa' 1)
Kita tak perlu tanya bagaimana dari sebuah rusuk diciptakan wanita. Itu urusan Allah SWT.
*2. Tentang Warisan*
لِلرِّجَالِ نَصِيْبٌ مِّمَّا تَرَكَ الْوَالِدٰنِ وَالْاَقْرَبُوْنَ ۖ وَلِلنِّسَآءِ نَصِيْبٌ مِّمَّا تَرَكَ الْوَالِدٰنِ وَالْاَقْرَبُوْنَ مِمَّا قَلَّ مِنْهُ اَوْ كَثُرَ ۗ نَصِيْبًا مَّفْرُوْضًا
"Bagi laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan kedua orang tua dan kerabatnya, dan bagi perempuan ada hak bagian pula dari harta peninggalan kedua orang tua dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bagian yang telah ditetapkan." (QS. An-Nisa' 7)
Jenis kelamin ada efeknya pada Pewarisan, begitu pula pada Pernikahan. Maka masalah jenis kelamin harus tegas.
*3. Tentang Usaha atau Amal Sholeh*
مَنْ عَمِلَ صَالِحًـا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَـنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةً ۚ وَلَـنَجْزِيَـنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
"Barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." (QS. An-Nahl 97)
Tentang amal perbuatan, Allah tidak membedakan atas dasar gender. Semua punya kesempatan sama, siapa yang beramal sholeh akan diterima. Allah memberikan contoh kejadian, siapapun yang mengerjakan keburukan akan mendapatkan siksa.
ضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا لِّـلَّذِيْنَ كَفَرُوا امْرَاَتَ نُوْحٍ وَّ امْرَاَتَ لُوْطٍ ۗ كَانَـتَا تَحْتَ عَبْدَيْنِ مِنْ عِبَادِنَا صَالِحَـيْنِ فَخَانَتٰهُمَا فَلَمْ يُغْنِيَا عَنْهُمَا مِنَ اللّٰهِ شَيْـئًا وَّقِيْلَ ادْخُلَا النَّارَ مَعَ الدّٰخِلِيْنَ
"Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang kafir, istri Nuh, dan istri Lut. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, tetapi kedua suaminya itu tidak dapat membantu mereka sedikit pun dari siksa Allah; dan dikatakan (kepada kedua istri itu), Masuklah kamu berdua ke neraka bersama orang-orang yang masuk neraka." (QS. At-Tahrim 10)
Seorang Nabi pun tak dapat menolong istrinya, apalagi bukan nabi. Sebaliknya isteri Fir'aun malah berhak masuk surga karena beriman.
وَضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا لِّـلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا امْرَاَتَ فِرْعَوْنَ ۘ اِذْ قَالَتْ رَبِّ ابْنِ لِيْ عِنْدَكَ بَيْتًا فِى الْجَـنَّةِ وَنَجِّنِيْ مِنْ فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهٖ وَنَجِّنِيْ مِنَ الْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ
"Dan Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, istri Fir'aun, ketika dia berkata, Ya Tuhanku, bangunkan lah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim," (QS. At-Tahrim 11)
*4. Al-Khuntsa dan Mukhonnats*
Al-khuntsa adalah orang yang mempunyai alat kelamin laki-laki dan kelamin wanita (hermaphrodit), atau bahkan tidak punya alat kelamin sama sekali.
Keadaan ini terjadi karena kelainan sejak lahir. Khuntsa harus ditegaskan apakah dia laki-laki atau perempuan. Hal ini ada yang mudah dan ada yang sulit. Bila dia mengeluarkan haid berarti perempuan. Atau dilihat diantara dua alat kelamin mana yang domian.
Mukhonnats adalah banci, bencong atau waria. Yaitu laki-laki yang menyerupai perempuan dalam ucapan, pandangan ataupun gerakannya. Demikian juga sebaliknya bila wanita menyerupai laki-laki.
Mukhonnats ada dua yaitu :
1. Mukhonnats yang sejak lahir diciptakan seperti itu (alami), hal ini tidak dosa.
2. Mukhonnats yang memang sengaja menyerupai lawan jenisnya dalam gerakan maupun perkataan. Hal ini adalah yang dilaknat dan dicela oleh Rasûlullâh SAW dalam hadits-haditsnya.
Jadi perbedaan Mukhonnats dan Khuntsa adalah pada alat kelamin. Mukhonnats tak ada keraguan tentang jenisnya. Sedangkan Khuntsa memang meragukan, tak dapat dipastikan tanpa penelitian.
*5. Hadits-hadits tentang Mukhonnats*
1. Diriwayatkan oleh Imam Bukhâri berikut:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: لَعَنَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ المُخَنَّثِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالمُتَرَجِّلاَتِ مِنَ النِّسَاءِ، وَقَالَ: «أَخْرِجُوهُمْ مِنْ بُيُوتِكُمْ قَالَ: فَأَخْرَجَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فُلاَنًا، وَأَخْرَجَ عُمَرُ فُلاَنًا
َDari Ibnu Abbas, katanya, “Nabi SAW melaknat para lelaki mukhannats dan para wanita mutarajjilah. Kata beliau, ‘Keluarkan mereka dari rumah kalian’, maka Nabi SAW mengusir Si Fulan, sedangkan Umar mengusir Si Fulan” (H.R. Bukhari)
Kebetulan di rumah Nabi dan di rumah Umar bin Khattab ada pembantu seperti itu, maka mereka diusir.
2. Dalam riwayat lain disebutkan:
،لَعَنَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ المُتَشَبِّهِينَ مِنَ الرِّجَالِ بالنِّسَاءِ والمُتَشَبِّهَاتِ مِنَ النِّسَاءِ بالرِّجَالِ
Rasûlullâh SAW melaknat para lelaki yang menyerupai wanita, dan para wanita yang menyerupai laki-laki [H. R. Bukhari ]
3. Begitu pula dalam hadits Abu Hurairah disebutkan,
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لَعَنَ الرَّجُلَ يَلْبَسُ لُبْسَةَ الْمَرْأَةِ وَالْمَرْأَةَ تَلْبَسُ لُبْسَةَ الرَّجُلِ
“Rasulullah SAW melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita, begitu pula wanita yang memakai pakaian laki-laki” (HR. Ahmad)
Padahal sekarang banyak terjadi, di acara 17-an bapak-bapak memakai pakaian wanita. Maka mereka dan yang menyuruhnya akan dilaknat.
Ada yang bertanya bagaimana dengan ibu-ibu yang senang memakai celana?
Tentu tidak boleh bila celana itu khusus untuk laki-laki , tetapi memang ada celana khusus untuk perempuan. Ada pakaian yang memang khusus untuk laki-laki, misal Peci. Maka perempuan tak boleh pakai Peci untuk jumatan. Tapi ada juga peci khusus perempuan. Tentu ini diperbolehkan.
Kadang Trans Gender ada hubungan dengan kelainan jiwa. Dan ini dapat menular. Misal ada orang tua yang anaknya perempuan semua, dia terobsesi anak laki-laki. Maka dia siapkan pakaian laki-laki untuk anak terakhir. Dari beberapa penelitian membuktikan bahwa anak bungsu punya kecenderungan jadi Trans Gender.
4. Menurut hadits sahih :
لعن الله الواشمات والموتشمات ، والمتنمصات ، والمتفلجات للحسن ، المغيرات خلق الله
Allah melaknat wanita yang menyambung rambutnya, melakukan tato di wajahnya (mutawasshimah), menghilangkan rambut dari wajahnya, menyambung giginya, demi kecantikan, mereka telah merubah ciptaan Allah. (H. R. Bukhari dan Muslim)
Hadits diatas menunjukkan kebiasaan kaum Jahiliyah, yaitu menyambung rambut, tato, merenggangkan gigi yang semua dilarang Allah. Lelaki tak boleh bertato karena perempuan saja tak boleh bertato. Karena bertato itu menghias diri , lelaki seharusnya maskulin.
Intinya adalah kita boleh mengobati suatu penyakit tapi tak boleh mengubah cetakan Allah. Melakukan operasi bibir sumbing itu boleh karena mengobati.
*6. Perbuatan Liwath (Sodomi)*
Akibat dari Mukhonnats tadi adalah hubungan sexual yang sejenis dan ini dilarang. Kaum Nabi Luth adalah kaum yang pertama kali diadzab karena liwath. Maka ini pasti perbuatan salah.
اَتَأْتُوْنَ الذُّكْرَانَ مِنَ الْعٰلَمِيْنَ وَ تَذَرُوْنَ مَا خَلَقَ لَـكُمْ رَبُّكُمْ مِّنْ اَزْوَاجِكُمْ ۗ بَلْ اَنْـتُمْ قَوْمٌ عٰدُوْنَ
"Mengapa kamu mendatangi jenis laki-laki di antara manusia (berbuat homoseks), dan kamu tinggalkan perempuan yang diciptakan Tuhan untuk menjadi istri-istri kamu? Kamu memang orang-orang yang melampaui batas." (QS. Asy-Syu'ara' Ayat 165 - 166)
Di hadits yang lain, dari Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda,
مَنْ وَجَدْتُمُوهُ يَعْمَلُ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ فَاقْتُلُوا الْفَاعِلَ وَالْمَفْعُولَ بِهِ (رواه إبن ماجه و الترمذي)
"Siapa yang kamu dapati sedang mengerjakan perbuatan kaum Nabi Luth [liwath], maka bunuhlah orang yang mensodomi dan yang disodomi." [HR Tirmidzi , Ibnu Majah ]
Syariat islam menetapkan hukuman mati bagi pelaku Sodomi. Hukuman ini lebih berat dari pada hukuman Zina atau Lesbian. Kalau Zina atau Lesbian hukumannya dirajam, tapi belum tentu mati.
Demikian kerasnya hukum islam terhadap LGBT, maka umat islam pasti menolak LGBT.
Pembela LGBT mengajukan alasan konyol bahwa yang dilarang adalah Zina. Maka mereka mengajukan usul agar tidak Zina perlu ada Pernikahan LGBT. Ini usul yang konyol karena Zina adalah hubungan Sexual yang tidak didasari Pernikahan Yang Sah. Hubungan suami istri oleh sepasang suami istripun bisa jadi Zina jika Proses nikahnya tidak sah.
Kita mengenal Perbuatan Sex yang diharamkan meskipun melalui pernikahan. Misalnya ada Lelaki yang menikah kelima kalinya sementara istrinya yang Empat masih ada. Meskipun dia menikah dengan isteri kelima namun semua perbuatan sexnya dianggap Zina karena nikahnya tidak sah. Namun ketidak-sahan ini tidak permanen, bisa berubah jika salah satu istri yang Empat meninggal atau cerai.
Liwath adalah perbuatan dosa yang terbesar, karena merupakan perbuatan yang lebih menjijikkan daripada Zina. Liwath bahkan juga diharamkan seandainya dilakukan kepada istri yang sah, karena mendatangi pada jalan yang tidak dibenarkan. Keharaman ini bersifat permanen. Perbuatan liwath juga berbahaya bagi kesehatan karena dapat menimbulkan penyakit HIV (AIDS)
Hukuman terhadap perbuatan liwath para ulama sepakat hukuman mati. Namun mereka berbeda pendapat tentang cara menghukum mati. Ada yang dengan pedang, dirajam dengan batu, dijatuhkan dari ketinggian atau dibakar.
Syariat islam memerintahkan ketundukan pada aturan Allah, bukan ketundukan pada hawa nafsu.
Normal bagi seorang laki-laki tertarik pada wanita cantik. Namun secantik apapun isteri tetangga kita, kita tidak boleh menikahinya selama dia jadi istri orang lain. Ini ketundukan pada aturan dan kita harus menahan hawa nafsu.
Tertarik dengan wanita cantik saja harus menahan hawa nafsu, apalagi tertarik terhadap yang diharamkan seperti LGBT. Jadi Hawa nafsu harus tunduk pada Aturan, bukan Aturan yang akan ditundukkan pada Hawa Nafsu dengan mengijinkan LGBT.
*7. Potensi untuk LGBT*
Bagaimana jika ada lelaki yang tak tertarik pada Perempuan, tapi memang hanya tertarik dengan sesama jenis?
Syariat islam tidak menghukum sesuatu yang bersifat masih potensi kejahatan, selama belum dilakukan.
Dari ibnu Abbas r.a , Rasulullah SAW bersabda ;
«إِنَّ اللهَ كَتَبَ الْـحَسَنَاتِ وَالسَّيِّـئَاتِ ، ثُمَّ بَيَّنَ ذَلِكَ ، فَمَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا ، كَتَبَهَا اللهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً ، وَإِنْ هَمَّ بِـهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهُ اللّـهُ عَزَّوَجَلَّ عِنْدَهُ عَشْرَ حَسَنَاتٍ إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ إِلَى أَضْعَافٍ كَثِيْرَةٍ ، وَإِنْ هَمَّ بِسَيِّـئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا ؛ كَتَبَهَا اللهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً ، وَإِنْ هَمَّ بِهَـا فَعَمِلَهَا ، كَتَبَهَا اللهُ سَيِّئَةً وَاحِدَةً ». رَوَاهُ الْـبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ فِـيْ صَحِيْحَيْهِمَـا بِهَذِهِ الْـحُرُوْفِ
“Sesungguhnya Allâh menulis kebaikan-kebaikan dan kesalahan-kesalahan kemudian menjelaskannya. Barangsiapa berniat melakukan kebaikan namun dia tidak melakukannya, Allâh tetap menuliskanya sebagai satu kebaikan sempurna di sisi-Nya. Jika ia berniat berbuat kebaikan kemudian mengerjakannya, maka Allâh menulisnya di sisi-Nya sebagai sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kali lipat sampai kelipatan yang banyak. Barangsiapa berniat berbuat buruk namun dia tidak jadi melakukannya, maka Allâh menulisnya di sisi-Nya sebagai satu kebaikan yang sempurna. Dan barangsiapa berniat berbuat kesalahan kemudian mengerjakannya, maka Allâh menuliskannya sebagai satu kesalahan.” [HR. al-Bukhâri Muslim]
Hadits-hadits yang semakna , Rasulullah SAW, “Allâh Azza wa Jalla berfirman kepada para malaikat :
إِذَا أَرَادَ عَبْدِيْ أَنْ يَعْمَلَ سَيِّئَةً ؛ فَلَا تَكْتُبُوْهَا عَلَيْهِ حَتَّى يَعْمَلَهَـا ، فَإِذَا عَمِلَهَا فَاكْتُبُوْهَا بِمِثْلِهَا ، وَإِنْ تَرَكَهَا مِنْ أَجْلِـيْ فَاكْتُبُوْهَا لَهُ حَسَنَةً ، وَإِذَا أَرَادَ أَنْ يَعْمَلَ حَسَنَةً فَلَمْ يَعْمَلْهَا فَاكْتُبُوْهَا لَهُ حَسَنَةً ؛ فَإِذَا عَمِلَهَا فَاكْتُبُوْهَا لَهُ بِعَشْرِ أَمْثَالِـهَا إِلَى سَبْعِمِائَةٍ
Jika hamba-Ku berniat melakukan kesalahan, maka janganlah kalian menulis kesalahan itu sampai ia mengerjakannya. Jika ia sudah mengerjakannya, maka tulislah sesuai dengan perbuatannya. Jika ia meninggalkan kesalahan tersebut karena Aku, maka tulislah untuknya satu kebaikan. Jika ia ingin mengerjakan kebaikan namun tidak mengerjakannya, tulislah sebagai kebaikan untuknya. Jika ia mengerjakan kebaikan tersebut, tulislah baginya sepuluh kali kebaikannya itu hingga tujuh ratus kebaikan.’”
*Solusi Terhadap LGBT*
Terhadap Khuntsa (banci) yang asli untuk pengobatan diperbolehkan menyempurnakan alat kelamin.
Terhadap mereka Mukhonnats yang ingin ganti kelamin, menurut Fatwa MUI maupun Rabithah Alam Islami hukumnya haram karena bukan solusi dan bertentangan dengan Surat An Nisa ayat 19.
فَاِنْ كَرِهْتُمُوْهُنَّ فَعَسٰۤى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـئًـا وَّيَجْعَلَ اللّٰهُ فِيْهِ خَيْرًا كَثِيْرًا
" Jika kamu tidak menyukai mereka, maka bersabarlah karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak padanya".(QS. An-Nisa' 19)
Seorang lelaki yang ingin jadi wanita harus sabar tak boleh kalah dengan hawa nafsunya. Belum tentu hal yang tak disukanya (jadi laki-laki) itu tidak baik adanya.
Seorang lelaki yang ditetapkan sebagai lelaki namun karena perkembangan jiwa dia ingin jadi wanita dan terlanjur operasi kelamin jadi wanita, dia secara hukum tetap ditetapkan sebagai lelaki dan tak dapat menikah dengan lelaki.
LGBT tidak boleh didukung untuk dilestarikan. LGBT harus didukung untuk disadarkan bahwa perbuatannya zalim. Islam mengajarkan bahwa orang yang zalim dan yang dizalimi harus ditolong.
Dari Anas r.a, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,
انْصُرْ أَخَاكَ ظَالِمًا أَوْ مَظْلُومًا
“Tolonglah saudaramu yang berbuat zalim dan yang dizalimi.”
فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنْصُرُهُ إِذَا كَانَ مَظْلُومًا ، أَفَرَأَيْتَ إِذَا كَانَ ظَالِمًا كَيْفَ أَنْصُرُهُ قَالَ « تَحْجُزُهُ أَوْ تَمْنَعُهُ مِنَ الظُّلْمِ ، فَإِنَّ ذَلِكَ نَصْرُهُ »
Kemudian ada seseorang bertanya tentang bagaimana cara menolong orang yang berbuat zalim?
Beliau menjawab, “Kamu cegah dia dari berbuat zalim, maka sesungguhnya engkau telah menolongnya.” (HR. Bukhari; Muslim)
Berarti kita tidak hanya menolong orang yang dizalimi saja , namun orang yang menzalimi juga harus ditolong yaitu dengan mencegah ia dari berbuat zalim berarti sudah menolongnya dari berbuat dosa.
“Jika ada saudaramu yang LGBT, maka katakanlah , “Jangan perbuat seperti itu , berhentilah!”
Lawanlah hawa nafsumu, jangan lawan Allah.
Semoga bermanfaat
Barokallohu fikum
🖍SAK
SAY NO TO LGBT
Drs. H. Hamzah Rifqi MSi
24 Robiul Awwal 1440 H/ 2 Desember 2018
Fenomena LGBT (Lesbian, Gay, Bi-Sex, Trans Gender) merebak dengan cepat di negara ini. Semakin lama semakin dahsyat karena mereka ingin agar pengikutnya semakin banyak. Maka perkembangan mereka luar biasa, lewat grup-grup seperti Grup Pelangi.
Mereka lebih bersemangat untuk mengembangkan kelompok mereka dibanding kita mendakwahkan agama. Karena diantara kita masih ada yang malu-malu untuk berdakwah tentang agama.
Apa sih LGBT itu? L adalah Lesbian, yaitu perempuan yang orientasi sexualnya tertarik pada perempuan. G adalah Gay atau yang dulu disebut Homo, yaitu lelaki yang orientasi sexualnya tertarik pada lelaki. Kemudian B adalah Bi-sex, lelaki atau perempuan yang orientasi sexualnya bisa pada lelaki dan perempuan. Ketiga hal tadi termasuk pasal Perzinaan. T atau Trans Gender dulu disebut Wandu, adalah lelaki yang merasa dirinya perempuan atau sebaliknya. Mereka kaum LGBT sudah berani tampil kampanye di TV, di You Tube agar diterima. Program mereka antara lain Perkawinan sejenis.
Bagaimana sebenarnya syariat islam memandang LGBT? Ada yang berkata bahwa LGBT itu terjadi karena diciptakan Allah berarti diijinkan Allah. Diijinkan tidak berarti diridhoi. Kita tahu di dunia terjadi Perang, Pembunuhan dan sebagainya. Itu terjadi tetapi tidak diridhoi Allah.
*1.Tentang Penciptaan Gender*
Dalam masalah gender, Allah hanya menciptakan lelaki dan perempuan.
يٰۤـاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ وَّخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيْرًا وَّنِسَآءً ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهٖ وَالْاَرْحَامَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا
"Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan Allah menciptakan pasangannya (Hawa) dari dirinya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta dan peliharalah hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu."
(QS. An-Nisa' 1)
Kita tak perlu tanya bagaimana dari sebuah rusuk diciptakan wanita. Itu urusan Allah SWT.
*2. Tentang Warisan*
لِلرِّجَالِ نَصِيْبٌ مِّمَّا تَرَكَ الْوَالِدٰنِ وَالْاَقْرَبُوْنَ ۖ وَلِلنِّسَآءِ نَصِيْبٌ مِّمَّا تَرَكَ الْوَالِدٰنِ وَالْاَقْرَبُوْنَ مِمَّا قَلَّ مِنْهُ اَوْ كَثُرَ ۗ نَصِيْبًا مَّفْرُوْضًا
"Bagi laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan kedua orang tua dan kerabatnya, dan bagi perempuan ada hak bagian pula dari harta peninggalan kedua orang tua dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bagian yang telah ditetapkan." (QS. An-Nisa' 7)
Jenis kelamin ada efeknya pada Pewarisan, begitu pula pada Pernikahan. Maka masalah jenis kelamin harus tegas.
*3. Tentang Usaha atau Amal Sholeh*
مَنْ عَمِلَ صَالِحًـا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَـنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةً ۚ وَلَـنَجْزِيَـنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
"Barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." (QS. An-Nahl 97)
Tentang amal perbuatan, Allah tidak membedakan atas dasar gender. Semua punya kesempatan sama, siapa yang beramal sholeh akan diterima. Allah memberikan contoh kejadian, siapapun yang mengerjakan keburukan akan mendapatkan siksa.
ضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا لِّـلَّذِيْنَ كَفَرُوا امْرَاَتَ نُوْحٍ وَّ امْرَاَتَ لُوْطٍ ۗ كَانَـتَا تَحْتَ عَبْدَيْنِ مِنْ عِبَادِنَا صَالِحَـيْنِ فَخَانَتٰهُمَا فَلَمْ يُغْنِيَا عَنْهُمَا مِنَ اللّٰهِ شَيْـئًا وَّقِيْلَ ادْخُلَا النَّارَ مَعَ الدّٰخِلِيْنَ
"Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang kafir, istri Nuh, dan istri Lut. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, tetapi kedua suaminya itu tidak dapat membantu mereka sedikit pun dari siksa Allah; dan dikatakan (kepada kedua istri itu), Masuklah kamu berdua ke neraka bersama orang-orang yang masuk neraka." (QS. At-Tahrim 10)
Seorang Nabi pun tak dapat menolong istrinya, apalagi bukan nabi. Sebaliknya isteri Fir'aun malah berhak masuk surga karena beriman.
وَضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا لِّـلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا امْرَاَتَ فِرْعَوْنَ ۘ اِذْ قَالَتْ رَبِّ ابْنِ لِيْ عِنْدَكَ بَيْتًا فِى الْجَـنَّةِ وَنَجِّنِيْ مِنْ فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهٖ وَنَجِّنِيْ مِنَ الْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ
"Dan Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, istri Fir'aun, ketika dia berkata, Ya Tuhanku, bangunkan lah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim," (QS. At-Tahrim 11)
*4. Al-Khuntsa dan Mukhonnats*
Al-khuntsa adalah orang yang mempunyai alat kelamin laki-laki dan kelamin wanita (hermaphrodit), atau bahkan tidak punya alat kelamin sama sekali.
Keadaan ini terjadi karena kelainan sejak lahir. Khuntsa harus ditegaskan apakah dia laki-laki atau perempuan. Hal ini ada yang mudah dan ada yang sulit. Bila dia mengeluarkan haid berarti perempuan. Atau dilihat diantara dua alat kelamin mana yang domian.
Mukhonnats adalah banci, bencong atau waria. Yaitu laki-laki yang menyerupai perempuan dalam ucapan, pandangan ataupun gerakannya. Demikian juga sebaliknya bila wanita menyerupai laki-laki.
Mukhonnats ada dua yaitu :
1. Mukhonnats yang sejak lahir diciptakan seperti itu (alami), hal ini tidak dosa.
2. Mukhonnats yang memang sengaja menyerupai lawan jenisnya dalam gerakan maupun perkataan. Hal ini adalah yang dilaknat dan dicela oleh Rasûlullâh SAW dalam hadits-haditsnya.
Jadi perbedaan Mukhonnats dan Khuntsa adalah pada alat kelamin. Mukhonnats tak ada keraguan tentang jenisnya. Sedangkan Khuntsa memang meragukan, tak dapat dipastikan tanpa penelitian.
*5. Hadits-hadits tentang Mukhonnats*
1. Diriwayatkan oleh Imam Bukhâri berikut:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: لَعَنَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ المُخَنَّثِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالمُتَرَجِّلاَتِ مِنَ النِّسَاءِ، وَقَالَ: «أَخْرِجُوهُمْ مِنْ بُيُوتِكُمْ قَالَ: فَأَخْرَجَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فُلاَنًا، وَأَخْرَجَ عُمَرُ فُلاَنًا
َDari Ibnu Abbas, katanya, “Nabi SAW melaknat para lelaki mukhannats dan para wanita mutarajjilah. Kata beliau, ‘Keluarkan mereka dari rumah kalian’, maka Nabi SAW mengusir Si Fulan, sedangkan Umar mengusir Si Fulan” (H.R. Bukhari)
Kebetulan di rumah Nabi dan di rumah Umar bin Khattab ada pembantu seperti itu, maka mereka diusir.
2. Dalam riwayat lain disebutkan:
،لَعَنَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ المُتَشَبِّهِينَ مِنَ الرِّجَالِ بالنِّسَاءِ والمُتَشَبِّهَاتِ مِنَ النِّسَاءِ بالرِّجَالِ
Rasûlullâh SAW melaknat para lelaki yang menyerupai wanita, dan para wanita yang menyerupai laki-laki [H. R. Bukhari ]
3. Begitu pula dalam hadits Abu Hurairah disebutkan,
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لَعَنَ الرَّجُلَ يَلْبَسُ لُبْسَةَ الْمَرْأَةِ وَالْمَرْأَةَ تَلْبَسُ لُبْسَةَ الرَّجُلِ
“Rasulullah SAW melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita, begitu pula wanita yang memakai pakaian laki-laki” (HR. Ahmad)
Padahal sekarang banyak terjadi, di acara 17-an bapak-bapak memakai pakaian wanita. Maka mereka dan yang menyuruhnya akan dilaknat.
Ada yang bertanya bagaimana dengan ibu-ibu yang senang memakai celana?
Tentu tidak boleh bila celana itu khusus untuk laki-laki , tetapi memang ada celana khusus untuk perempuan. Ada pakaian yang memang khusus untuk laki-laki, misal Peci. Maka perempuan tak boleh pakai Peci untuk jumatan. Tapi ada juga peci khusus perempuan. Tentu ini diperbolehkan.
Kadang Trans Gender ada hubungan dengan kelainan jiwa. Dan ini dapat menular. Misal ada orang tua yang anaknya perempuan semua, dia terobsesi anak laki-laki. Maka dia siapkan pakaian laki-laki untuk anak terakhir. Dari beberapa penelitian membuktikan bahwa anak bungsu punya kecenderungan jadi Trans Gender.
4. Menurut hadits sahih :
لعن الله الواشمات والموتشمات ، والمتنمصات ، والمتفلجات للحسن ، المغيرات خلق الله
Allah melaknat wanita yang menyambung rambutnya, melakukan tato di wajahnya (mutawasshimah), menghilangkan rambut dari wajahnya, menyambung giginya, demi kecantikan, mereka telah merubah ciptaan Allah. (H. R. Bukhari dan Muslim)
Hadits diatas menunjukkan kebiasaan kaum Jahiliyah, yaitu menyambung rambut, tato, merenggangkan gigi yang semua dilarang Allah. Lelaki tak boleh bertato karena perempuan saja tak boleh bertato. Karena bertato itu menghias diri , lelaki seharusnya maskulin.
Intinya adalah kita boleh mengobati suatu penyakit tapi tak boleh mengubah cetakan Allah. Melakukan operasi bibir sumbing itu boleh karena mengobati.
*6. Perbuatan Liwath (Sodomi)*
Akibat dari Mukhonnats tadi adalah hubungan sexual yang sejenis dan ini dilarang. Kaum Nabi Luth adalah kaum yang pertama kali diadzab karena liwath. Maka ini pasti perbuatan salah.
اَتَأْتُوْنَ الذُّكْرَانَ مِنَ الْعٰلَمِيْنَ وَ تَذَرُوْنَ مَا خَلَقَ لَـكُمْ رَبُّكُمْ مِّنْ اَزْوَاجِكُمْ ۗ بَلْ اَنْـتُمْ قَوْمٌ عٰدُوْنَ
"Mengapa kamu mendatangi jenis laki-laki di antara manusia (berbuat homoseks), dan kamu tinggalkan perempuan yang diciptakan Tuhan untuk menjadi istri-istri kamu? Kamu memang orang-orang yang melampaui batas." (QS. Asy-Syu'ara' Ayat 165 - 166)
Di hadits yang lain, dari Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda,
مَنْ وَجَدْتُمُوهُ يَعْمَلُ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ فَاقْتُلُوا الْفَاعِلَ وَالْمَفْعُولَ بِهِ (رواه إبن ماجه و الترمذي)
"Siapa yang kamu dapati sedang mengerjakan perbuatan kaum Nabi Luth [liwath], maka bunuhlah orang yang mensodomi dan yang disodomi." [HR Tirmidzi , Ibnu Majah ]
Syariat islam menetapkan hukuman mati bagi pelaku Sodomi. Hukuman ini lebih berat dari pada hukuman Zina atau Lesbian. Kalau Zina atau Lesbian hukumannya dirajam, tapi belum tentu mati.
Demikian kerasnya hukum islam terhadap LGBT, maka umat islam pasti menolak LGBT.
Pembela LGBT mengajukan alasan konyol bahwa yang dilarang adalah Zina. Maka mereka mengajukan usul agar tidak Zina perlu ada Pernikahan LGBT. Ini usul yang konyol karena Zina adalah hubungan Sexual yang tidak didasari Pernikahan Yang Sah. Hubungan suami istri oleh sepasang suami istripun bisa jadi Zina jika Proses nikahnya tidak sah.
Kita mengenal Perbuatan Sex yang diharamkan meskipun melalui pernikahan. Misalnya ada Lelaki yang menikah kelima kalinya sementara istrinya yang Empat masih ada. Meskipun dia menikah dengan isteri kelima namun semua perbuatan sexnya dianggap Zina karena nikahnya tidak sah. Namun ketidak-sahan ini tidak permanen, bisa berubah jika salah satu istri yang Empat meninggal atau cerai.
Liwath adalah perbuatan dosa yang terbesar, karena merupakan perbuatan yang lebih menjijikkan daripada Zina. Liwath bahkan juga diharamkan seandainya dilakukan kepada istri yang sah, karena mendatangi pada jalan yang tidak dibenarkan. Keharaman ini bersifat permanen. Perbuatan liwath juga berbahaya bagi kesehatan karena dapat menimbulkan penyakit HIV (AIDS)
Hukuman terhadap perbuatan liwath para ulama sepakat hukuman mati. Namun mereka berbeda pendapat tentang cara menghukum mati. Ada yang dengan pedang, dirajam dengan batu, dijatuhkan dari ketinggian atau dibakar.
Syariat islam memerintahkan ketundukan pada aturan Allah, bukan ketundukan pada hawa nafsu.
Normal bagi seorang laki-laki tertarik pada wanita cantik. Namun secantik apapun isteri tetangga kita, kita tidak boleh menikahinya selama dia jadi istri orang lain. Ini ketundukan pada aturan dan kita harus menahan hawa nafsu.
Tertarik dengan wanita cantik saja harus menahan hawa nafsu, apalagi tertarik terhadap yang diharamkan seperti LGBT. Jadi Hawa nafsu harus tunduk pada Aturan, bukan Aturan yang akan ditundukkan pada Hawa Nafsu dengan mengijinkan LGBT.
*7. Potensi untuk LGBT*
Bagaimana jika ada lelaki yang tak tertarik pada Perempuan, tapi memang hanya tertarik dengan sesama jenis?
Syariat islam tidak menghukum sesuatu yang bersifat masih potensi kejahatan, selama belum dilakukan.
Dari ibnu Abbas r.a , Rasulullah SAW bersabda ;
«إِنَّ اللهَ كَتَبَ الْـحَسَنَاتِ وَالسَّيِّـئَاتِ ، ثُمَّ بَيَّنَ ذَلِكَ ، فَمَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا ، كَتَبَهَا اللهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً ، وَإِنْ هَمَّ بِـهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهُ اللّـهُ عَزَّوَجَلَّ عِنْدَهُ عَشْرَ حَسَنَاتٍ إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ إِلَى أَضْعَافٍ كَثِيْرَةٍ ، وَإِنْ هَمَّ بِسَيِّـئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا ؛ كَتَبَهَا اللهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً ، وَإِنْ هَمَّ بِهَـا فَعَمِلَهَا ، كَتَبَهَا اللهُ سَيِّئَةً وَاحِدَةً ». رَوَاهُ الْـبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ فِـيْ صَحِيْحَيْهِمَـا بِهَذِهِ الْـحُرُوْفِ
“Sesungguhnya Allâh menulis kebaikan-kebaikan dan kesalahan-kesalahan kemudian menjelaskannya. Barangsiapa berniat melakukan kebaikan namun dia tidak melakukannya, Allâh tetap menuliskanya sebagai satu kebaikan sempurna di sisi-Nya. Jika ia berniat berbuat kebaikan kemudian mengerjakannya, maka Allâh menulisnya di sisi-Nya sebagai sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kali lipat sampai kelipatan yang banyak. Barangsiapa berniat berbuat buruk namun dia tidak jadi melakukannya, maka Allâh menulisnya di sisi-Nya sebagai satu kebaikan yang sempurna. Dan barangsiapa berniat berbuat kesalahan kemudian mengerjakannya, maka Allâh menuliskannya sebagai satu kesalahan.” [HR. al-Bukhâri Muslim]
Hadits-hadits yang semakna , Rasulullah SAW, “Allâh Azza wa Jalla berfirman kepada para malaikat :
إِذَا أَرَادَ عَبْدِيْ أَنْ يَعْمَلَ سَيِّئَةً ؛ فَلَا تَكْتُبُوْهَا عَلَيْهِ حَتَّى يَعْمَلَهَـا ، فَإِذَا عَمِلَهَا فَاكْتُبُوْهَا بِمِثْلِهَا ، وَإِنْ تَرَكَهَا مِنْ أَجْلِـيْ فَاكْتُبُوْهَا لَهُ حَسَنَةً ، وَإِذَا أَرَادَ أَنْ يَعْمَلَ حَسَنَةً فَلَمْ يَعْمَلْهَا فَاكْتُبُوْهَا لَهُ حَسَنَةً ؛ فَإِذَا عَمِلَهَا فَاكْتُبُوْهَا لَهُ بِعَشْرِ أَمْثَالِـهَا إِلَى سَبْعِمِائَةٍ
Jika hamba-Ku berniat melakukan kesalahan, maka janganlah kalian menulis kesalahan itu sampai ia mengerjakannya. Jika ia sudah mengerjakannya, maka tulislah sesuai dengan perbuatannya. Jika ia meninggalkan kesalahan tersebut karena Aku, maka tulislah untuknya satu kebaikan. Jika ia ingin mengerjakan kebaikan namun tidak mengerjakannya, tulislah sebagai kebaikan untuknya. Jika ia mengerjakan kebaikan tersebut, tulislah baginya sepuluh kali kebaikannya itu hingga tujuh ratus kebaikan.’”
*Solusi Terhadap LGBT*
Terhadap Khuntsa (banci) yang asli untuk pengobatan diperbolehkan menyempurnakan alat kelamin.
Terhadap mereka Mukhonnats yang ingin ganti kelamin, menurut Fatwa MUI maupun Rabithah Alam Islami hukumnya haram karena bukan solusi dan bertentangan dengan Surat An Nisa ayat 19.
فَاِنْ كَرِهْتُمُوْهُنَّ فَعَسٰۤى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـئًـا وَّيَجْعَلَ اللّٰهُ فِيْهِ خَيْرًا كَثِيْرًا
" Jika kamu tidak menyukai mereka, maka bersabarlah karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak padanya".(QS. An-Nisa' 19)
Seorang lelaki yang ingin jadi wanita harus sabar tak boleh kalah dengan hawa nafsunya. Belum tentu hal yang tak disukanya (jadi laki-laki) itu tidak baik adanya.
Seorang lelaki yang ditetapkan sebagai lelaki namun karena perkembangan jiwa dia ingin jadi wanita dan terlanjur operasi kelamin jadi wanita, dia secara hukum tetap ditetapkan sebagai lelaki dan tak dapat menikah dengan lelaki.
LGBT tidak boleh didukung untuk dilestarikan. LGBT harus didukung untuk disadarkan bahwa perbuatannya zalim. Islam mengajarkan bahwa orang yang zalim dan yang dizalimi harus ditolong.
Dari Anas r.a, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,
انْصُرْ أَخَاكَ ظَالِمًا أَوْ مَظْلُومًا
“Tolonglah saudaramu yang berbuat zalim dan yang dizalimi.”
فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنْصُرُهُ إِذَا كَانَ مَظْلُومًا ، أَفَرَأَيْتَ إِذَا كَانَ ظَالِمًا كَيْفَ أَنْصُرُهُ قَالَ « تَحْجُزُهُ أَوْ تَمْنَعُهُ مِنَ الظُّلْمِ ، فَإِنَّ ذَلِكَ نَصْرُهُ »
Kemudian ada seseorang bertanya tentang bagaimana cara menolong orang yang berbuat zalim?
Beliau menjawab, “Kamu cegah dia dari berbuat zalim, maka sesungguhnya engkau telah menolongnya.” (HR. Bukhari; Muslim)
Berarti kita tidak hanya menolong orang yang dizalimi saja , namun orang yang menzalimi juga harus ditolong yaitu dengan mencegah ia dari berbuat zalim berarti sudah menolongnya dari berbuat dosa.
“Jika ada saudaramu yang LGBT, maka katakanlah , “Jangan perbuat seperti itu , berhentilah!”
Lawanlah hawa nafsumu, jangan lawan Allah.
Semoga bermanfaat
Barokallohu fikum
🖍SAK
Minggu, 02 Desember 2018
Kajian Ahad Sendang Gede
KAJIAN AHAD SENDANG GEDE
TABAYUN
Dr. H. M. Saerozi MA
24 Robiul Awwal 1440 H/ 2 Desember 2018
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِنْ جَآءَكُمْ فَاسِقٌ ۢ بِنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوْۤا اَنْ تُصِيْبُوْا قَوْمًا ۢ بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوْا عَلٰى مَا فَعَلْتُمْ نٰدِمِيْنَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kecerobohan, yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu." (QS. Al-Hujurat 6)
Ayat yang ditujukan kepada Orang beriman itu diturunkan ketika Nabi di Medinah, karena orang-orang Medinah sudah beriman. Adapun ayat yang diturunkan di Mekkah ditujukan kepada semua manusia. Ayat tersebut di atas ditujukan kepada orang-orang yang telah beriman untuk melakukan tabayun bila mendapat berita yang dibawa oleh orang fasik. Ayat ini menjadi penting pada saat ini , karena kita akan dapat memahami bagaimana sebenarnya orang yang fasik.
Asbabun nuzul (sebab dari turunnya) ayat ini diriwayatkan ada suatu suku yang ingin masuk islam. Kepala Sukunya al-Harits menghadap Rasulullah SAW. Kemudian Beliau SAW mengajaknya untuk masuk Islam. Ia pun berikrar menyatakan diri masuk Islam.
Perkembangan islam pada waktu itu, termasuk di Indonesia memang bersifat Top-Down. Bila seorang Kepala Suku masuk islam maka semua anak buahnya mengikuti. Demikian itulah masyarakat adat. Maka mereka menyebut diri islam, tetapi mungkin masih makan babi, atau mungkin belum shalat.
Sekarangpun masih terjadi, bila ada seorang atasan pada suatu kantor rajin shalat maka anak buahnya mengikutinya. Bila ada Bupati yang meminta agar pada waktu shalat semua kegiatan berhenti untuk shalat maka anak buahpun mengikuti.
Setelah Al-Harits masuk islam, kemudian Nabi mengajarkan kewajiban umat islam : Syahadat, Shalat, Zakat , Puasa dan Haji.
Nabi Muhammad SAW mengajak Al-Harits tadi untuk membayar zakat. Zakat ini penting untuk membiayai perjuangan Nabi. Dia pun menyanggupi kewajiban itu dan pulang untuk mengumpulkan zakat.
Ketika waktu yang sudah ditetapkan telah tiba, Rasulullah SAW mengutus al-Walid bin ‘Uqbah untuk mengambil dan menerima zakat yang berada pada al-Harits. Ketika al-Walid berangkat, di perjalanan dia ketemu orang dari Suku itu yang kemudian berkata : "Kamu mau mengambil zakat? " , " Ya" jawab al-Walid.
"Disana tak ada yang mau membayar zakat, jika kamu datang mengambil zakat, niscaya kamu pasti dibunuh mereka."
Al- Walid pun hatinya merasa gentar, lalu ia pun pulang sebelum sampai tempat yang dituju. Padahal sebenarnya al-Harits sudah berhasil mengumpulkan zakat dan menunggu kedatangannya.
Al-Walid memberikan laporan palsu kepada Rasulullah SAW bahwa al-Harits tidak mau menyerahkan zakat kepadanya, bahkan mengancam akan membunuhnya.
Rasulullah SAW pun marah, namun beliau belum mau menindak suku tersebut. Beliau bersiap mengirimkan utusan kedua.
Karena lama menunggu dan tak ada utusan Nabi yang datang, maka Al-Harits mengira telah terjadi sesuatu yang menyebabkan Rasululllah SAW marah kepadanya. Ia pun memanggil para hartawan kaumnya dan mengajak mereka menemui Rasulullah SAW.
Di tengah perjalanan utusan tersebut berpapasan dengan al-Harits dan sahabat-sahabatnya yang sedang menuju kepada Rasulullah SAW.. setelah berhadap–hadapan, al-Harits menjelaskan kepada utusan kedua : “Demi Allah yang telah mengutus Muhammad dengan sebenar-benarnya, aku tidak melihatnya. Tidak ada utusan yang datang kepadaku.”
Ketika mereka sampai di hadapan Rasulullah SAW., bertanyalah Nabi Muhammad SAW : “Mengapa engkau menahan zakat dan akan membunuh utusanku?” Al-Harits menjawab: “Demi Allah yang telah mengutus engkau dengan sebenar-benarnya, aku tidak berbuat demikian.” Maka turunlah ayat keenam surah al-Hujurȃt sebagai peringatan kepada kaum mukmin agar tidak menerima keterangan dari sebelah pihak saja. (Diriwayatkan dari Ahmad)
Makin bertambah usia seseorang ternyata bertambah pula rasa kekhawatirannya yang tanpa alasan.
Seorang kakek kadang mengkhawatirkan cucunya yang tidak pulang, ketika sudah malam. Padahal mungkin cucunya malah sedang makan-makan diluar.
Demikian juga, dalam kisah di atas yang disebut Orang Fasik adalah orang yang ditemui Al-Walid dijalan , yang mengatakan jika dia datang malah akan dibunuh. Dia mengarang cerita palsu karena dia belum membayar zakat.
Hal semacam itu sekarang kita sebut Hoax. Al-Harits sedang menanti petugas Rasul tetapi dikabarkan mau membunuh. Ada beberapa hadits yang memberitakan hal ini, intinya sama . Dalam ayat dikatakan :
naba` , artinya berita besar. Maka pembawa berita besar disebut Nabi. Kalau berita kecil disebut 'khabar'. Di Indonesia namanya Surat Kabar.
Ayat tadi memerintahkan agar bila ada berita penting , perlu dilakukan pengecekan atau Tabayun. Jangan sampai berita Hoax berkembang jadi tidak karuan. Bayangkan jika atas laporan Hoax tadi lalu Nabi mengambil sikap tegas, memerangi Al-Harits. Pasti akan timbul penyesalan.
Saat ini menjelang Pemilu, banyak sekali berita hoax yang menyesatkan. Maka jika orang punya HP mendapat berita agar disaring dulu sebelum disharing.
Kriteria penyaringan berita adalah : BENAR dan PANTAS.
Bila dinilai berita itu tidak benar maka jangan disharing. Bila kita merasa berita benar, masih perlu penyaringan kedua, pantas atau tidak. Bila tidak pantas jangan disharing.
Dalam ushul fiqih ada Kaedah:
درأ المفاسد مقدم على جلب المصالح
“Menghilangkan mafsadat lebih didahulukan daripada mengambil manfaat.”
Menolak sesuatu yang nanti akan menimbulkan kerugian harus didahulukan daripada kita menerima tetapi nanti kerugiannya makin besar.
Mengambil sikap diam kadang lebih baik , daripada kita menyampaikan kebenaran tapi menimbulkan huru-hara. Misal rombongan jama'ah ramai-ramai ke luar kota, di jalan mampir ke warung yang ada life music. Kemudian dari rombongan ada yang ikut berjoged. Kebetulan yang berjoged ini Pimpinan. Maka banyak anggota yang ikut berjoged.
Berita tentang joged menjadi issue tidak sedap di lingkungan jama'ah yang tidak pergi. Kemudian ada yang penasaran dan bertanya : "Apakah Kiyai ikut berjoged? "
Berita tadi benar, tapi bila diviralkan akan jadi fitnah besar, seorang Kiyai joged-joged dengan Penyanyi.
Maka jawaban untuk menolak pertanyaan tadi akan lebih mulia, daripada menyebarkan kebenaran tapi jadi fitnah.
"Tanyakan yang penting saja..." , mungkin itu jawaban bijaksana.
Yang benar, belum tentu pantas. Yang benar jika disampaikan dapat menimbulkan masalah lebih besar.
Saat ini sedang musim reuni. Yang saat ini berlangsung adalah reuni 212. Kita tidak membahas perdebatannya, karena ada yang pro dan ada yang kontra. Yang mau berangkat silahkan , kita yang tidak berangkat tetap mengaji.
Pekerjaan intelijen itu melakukan Tabayun. Biasanya pertanyaannya seperti ini : "Orang sini yang mau berangkat ke Jakarta kira-kira mana saja pak? " kalau dijawab : Kira-kira sekian orang, pasti dikejar dengan pertanyaan baru : Dari mana? Pimpinannya siapa ?
Lalu untuk apa petugas ini melakukan tugas tabayun ?
- Supaya bisa mengamankan bila terjadi apa-apa dijalan-.
Bagi yang pernah Naik Haji ke Mekkah pasti ingat bahwa kita wajib memakai Gelang identifikasi.
Ada kejadian dua orang sahabat lama ketemu saat haji. Disana saking senangnya mereka tukar-menukar gelang.
Allah berkehendak salah satu diantara mereka, sebut A wafat disana, tapi dia memakai gelang B. Maka yang pertama dilihat adalah data Gelang Identitas B.
Keluarga B diberi tahu bahwa B wafat di Mekkah. Tapi kemudian ketika jama'ah pulang ke Tanah air, ternyata B pulang. Tentu terjadi kehebohan saat itu. Ketika komunikasi belum seperti sekarang tabayun sulit dilakukan.
Kebanyakan ibu-ibu lebih gampang terbawa suasana, mereka melalaikan tabayun. Begitu dengar kabar langsung terpengaruh emosinya. Dan ini bisa dimanfaatkan penipu. Ada kasus penipuan lewat telpun yang mengatakan bahwa anaknya tertangkap membawa narkoba. Karena didalam telpun juga ada suara anak menangis maka orang tua percaya, dan ujung-ujungnya diminta uang tebusan.
Ini terjadi karena melalaikan tabayun.
Kasus yang hampir sama adalah berita anaknya kecelakaan dan harus segera diambil tindakan.
Padahal di luar kota, maka ketika diminta dana, benar-benar ada yang tertipu sampai 30 juta rupiah.
_"Wong tuwa kuwi tresnane nang anak sak-klapa, Anak tresnane nang Wong tuwa sak-upa"_
(Orang tua itu kasih Sayangnya ke anak sebesar buah kelapa, sedangkan kasih anak ke Orang tua sekecil butir Nasi).
Seorang ibu mampu merawat 8 anak dengan baik, tapi 8 anak tak ada yang mau merawat seorang ibu.
Maka wajar seorang ibu terbawa emosi sehingga lupa Tabayun.
Tabayun ini wajib dilakukan baik itu urusan politik, urusan keluarga atau urusan apapun.
" fa tabayyanuuu an tushiibuu qoumam bijahaalatin fa tushbihuu 'alaa maa fa'altum naadimiin".
(maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kecerobohan, yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.)
Ini sangat penting, karena kita umat islam saat ini jadi saling suudzon dengan yang lain, karena beda partai atau beda pilihan. Alhamdulillah kemarin Para pimpinan Ormas saling bertemu untuk tabayun. Bila tidak entah apa yang terjadi di negeri ini, gara-gara ada bendera bertuliskan kalimat syahadat dibakar di Garut. Karena dua Kepala suku Muhammadiyah dan NU ketemu, maka yang dibawah jadi tenang. Ini tabayun.
Dalam lingkup keluarga juga perlu Tabayun. Ada kisah di desa, bahwa Orang dulu kerjaannya di sawah, setelah tua biasanya diteruskan anaknya kemudian cucunya.
Ada pameo di Jawa bahwa Sawah itu urusan Orang Muda. Orang tua sudah tidak pantas lagi kerja disawah.
Seorang Kakek yang dulu biasa kerja di sawah rindu pergi ke sawahnya. Ini kejadian yang benar terjadi , kakek tadi mau ke sawah, namun ada tetangganya yang merasa hal itu tak pantas, karena dia sudah tua. Tetangga tadi bermaksud mencegah kakek ke sawah dengan mengatakan : "Kek, sawah kakek sudah dijual, sudah jadi milik orang lain..."
Ucapan tadi tidak benar, hanya bermaksud mencegah Kakek pergi ke sawah. Namun dampaknya kakek tadi jadi sangat sedih. Dia pulang ke rumah dan urusan jadi ramai karena sulit meyakinkan kakek tersebut. Ini akibat berita hoax.
Ada seorang Kepala Bagian yang dikenal sebagai orang serius dan selalu jujur. Saking jujurnya semua peristiwa akan disampaikan.
Suatu saat di suatu resepsi dia ketemu anak buahnya dengan seorang wanita.
Anak buah yang baik ini karena ketemu atasan, dia mendatangi Kepala Bagian tadi dan menyalami serta mengenalkan wanita tadi sebagai istrinya.
Kepala Bagian ini berkata :
"Lhoh kemarin kamu ketemu aku katanya yang itu istrimu.. Lha sekarang ini juga istrimu , lalu yang benar yang mana? ".
Anda dapat membayangkan bagaimana selanjutnya anak buah tadi dengan istrinya. Sang Kepala Bagian ini minta nasehat kepada saya, bagaimana enaknya. Kejadian di resepsi itu maksudnya guyonan tetapi tanggapan istri anak buahnya serius.
Kepala Bagian tadi minta saran bagaimana cara tabayunnya. Tentu saja dia harus datang ke rumah anak buahnya. Minta maaf kepada mereka suami dan isteri serta menjelaskan bahwa hal itu adalah gurauan semata. Kepala Bagian ini meskipun dia orang serius, dia menjadi Orang Fasik ketika guyonan tadi.
Inilah kesalahan kita. Kalau kita biasa serius maka hati-hatilah jika bergurau. Apapun gurauan akan dianggap serius.
Sebaliknya, jika kita terkenal suka bergurau maka ketika ada urusan serius sulit untuk dipercaya.
Hubungan kita dengan anak, kadang juga perlu tabayun. Jangan terlalu cepat menuduh anak membolos kuliah ketika dia di rumah saja. Tanyakan baik-baik, jangan cepat menuduh. Karena jika salah maka kita yang akan menyesal.
Bersabarlah sebentar, cari suasana yang tepat untuk tabayun. Karena tabayun yang tidak tepat waktu juga akan menyebabkan miskomunikasi.
Ayat di atas juga menjadi bukti bahwa Al Qur'an tidak hanya mengatur urusan akhirat saja, tetapi juga mengatur apa yang sebaiknya kita lakukan di dunia.
Semoga bermanfaat
Barokallohu fikum
🖍SAK
TABAYUN
Dr. H. M. Saerozi MA
24 Robiul Awwal 1440 H/ 2 Desember 2018
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِنْ جَآءَكُمْ فَاسِقٌ ۢ بِنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوْۤا اَنْ تُصِيْبُوْا قَوْمًا ۢ بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوْا عَلٰى مَا فَعَلْتُمْ نٰدِمِيْنَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kecerobohan, yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu." (QS. Al-Hujurat 6)
Ayat yang ditujukan kepada Orang beriman itu diturunkan ketika Nabi di Medinah, karena orang-orang Medinah sudah beriman. Adapun ayat yang diturunkan di Mekkah ditujukan kepada semua manusia. Ayat tersebut di atas ditujukan kepada orang-orang yang telah beriman untuk melakukan tabayun bila mendapat berita yang dibawa oleh orang fasik. Ayat ini menjadi penting pada saat ini , karena kita akan dapat memahami bagaimana sebenarnya orang yang fasik.
Asbabun nuzul (sebab dari turunnya) ayat ini diriwayatkan ada suatu suku yang ingin masuk islam. Kepala Sukunya al-Harits menghadap Rasulullah SAW. Kemudian Beliau SAW mengajaknya untuk masuk Islam. Ia pun berikrar menyatakan diri masuk Islam.
Perkembangan islam pada waktu itu, termasuk di Indonesia memang bersifat Top-Down. Bila seorang Kepala Suku masuk islam maka semua anak buahnya mengikuti. Demikian itulah masyarakat adat. Maka mereka menyebut diri islam, tetapi mungkin masih makan babi, atau mungkin belum shalat.
Sekarangpun masih terjadi, bila ada seorang atasan pada suatu kantor rajin shalat maka anak buahnya mengikutinya. Bila ada Bupati yang meminta agar pada waktu shalat semua kegiatan berhenti untuk shalat maka anak buahpun mengikuti.
Setelah Al-Harits masuk islam, kemudian Nabi mengajarkan kewajiban umat islam : Syahadat, Shalat, Zakat , Puasa dan Haji.
Nabi Muhammad SAW mengajak Al-Harits tadi untuk membayar zakat. Zakat ini penting untuk membiayai perjuangan Nabi. Dia pun menyanggupi kewajiban itu dan pulang untuk mengumpulkan zakat.
Ketika waktu yang sudah ditetapkan telah tiba, Rasulullah SAW mengutus al-Walid bin ‘Uqbah untuk mengambil dan menerima zakat yang berada pada al-Harits. Ketika al-Walid berangkat, di perjalanan dia ketemu orang dari Suku itu yang kemudian berkata : "Kamu mau mengambil zakat? " , " Ya" jawab al-Walid.
"Disana tak ada yang mau membayar zakat, jika kamu datang mengambil zakat, niscaya kamu pasti dibunuh mereka."
Al- Walid pun hatinya merasa gentar, lalu ia pun pulang sebelum sampai tempat yang dituju. Padahal sebenarnya al-Harits sudah berhasil mengumpulkan zakat dan menunggu kedatangannya.
Al-Walid memberikan laporan palsu kepada Rasulullah SAW bahwa al-Harits tidak mau menyerahkan zakat kepadanya, bahkan mengancam akan membunuhnya.
Rasulullah SAW pun marah, namun beliau belum mau menindak suku tersebut. Beliau bersiap mengirimkan utusan kedua.
Karena lama menunggu dan tak ada utusan Nabi yang datang, maka Al-Harits mengira telah terjadi sesuatu yang menyebabkan Rasululllah SAW marah kepadanya. Ia pun memanggil para hartawan kaumnya dan mengajak mereka menemui Rasulullah SAW.
Di tengah perjalanan utusan tersebut berpapasan dengan al-Harits dan sahabat-sahabatnya yang sedang menuju kepada Rasulullah SAW.. setelah berhadap–hadapan, al-Harits menjelaskan kepada utusan kedua : “Demi Allah yang telah mengutus Muhammad dengan sebenar-benarnya, aku tidak melihatnya. Tidak ada utusan yang datang kepadaku.”
Ketika mereka sampai di hadapan Rasulullah SAW., bertanyalah Nabi Muhammad SAW : “Mengapa engkau menahan zakat dan akan membunuh utusanku?” Al-Harits menjawab: “Demi Allah yang telah mengutus engkau dengan sebenar-benarnya, aku tidak berbuat demikian.” Maka turunlah ayat keenam surah al-Hujurȃt sebagai peringatan kepada kaum mukmin agar tidak menerima keterangan dari sebelah pihak saja. (Diriwayatkan dari Ahmad)
Makin bertambah usia seseorang ternyata bertambah pula rasa kekhawatirannya yang tanpa alasan.
Seorang kakek kadang mengkhawatirkan cucunya yang tidak pulang, ketika sudah malam. Padahal mungkin cucunya malah sedang makan-makan diluar.
Demikian juga, dalam kisah di atas yang disebut Orang Fasik adalah orang yang ditemui Al-Walid dijalan , yang mengatakan jika dia datang malah akan dibunuh. Dia mengarang cerita palsu karena dia belum membayar zakat.
Hal semacam itu sekarang kita sebut Hoax. Al-Harits sedang menanti petugas Rasul tetapi dikabarkan mau membunuh. Ada beberapa hadits yang memberitakan hal ini, intinya sama . Dalam ayat dikatakan :
naba` , artinya berita besar. Maka pembawa berita besar disebut Nabi. Kalau berita kecil disebut 'khabar'. Di Indonesia namanya Surat Kabar.
Ayat tadi memerintahkan agar bila ada berita penting , perlu dilakukan pengecekan atau Tabayun. Jangan sampai berita Hoax berkembang jadi tidak karuan. Bayangkan jika atas laporan Hoax tadi lalu Nabi mengambil sikap tegas, memerangi Al-Harits. Pasti akan timbul penyesalan.
Saat ini menjelang Pemilu, banyak sekali berita hoax yang menyesatkan. Maka jika orang punya HP mendapat berita agar disaring dulu sebelum disharing.
Kriteria penyaringan berita adalah : BENAR dan PANTAS.
Bila dinilai berita itu tidak benar maka jangan disharing. Bila kita merasa berita benar, masih perlu penyaringan kedua, pantas atau tidak. Bila tidak pantas jangan disharing.
Dalam ushul fiqih ada Kaedah:
درأ المفاسد مقدم على جلب المصالح
“Menghilangkan mafsadat lebih didahulukan daripada mengambil manfaat.”
Menolak sesuatu yang nanti akan menimbulkan kerugian harus didahulukan daripada kita menerima tetapi nanti kerugiannya makin besar.
Mengambil sikap diam kadang lebih baik , daripada kita menyampaikan kebenaran tapi menimbulkan huru-hara. Misal rombongan jama'ah ramai-ramai ke luar kota, di jalan mampir ke warung yang ada life music. Kemudian dari rombongan ada yang ikut berjoged. Kebetulan yang berjoged ini Pimpinan. Maka banyak anggota yang ikut berjoged.
Berita tentang joged menjadi issue tidak sedap di lingkungan jama'ah yang tidak pergi. Kemudian ada yang penasaran dan bertanya : "Apakah Kiyai ikut berjoged? "
Berita tadi benar, tapi bila diviralkan akan jadi fitnah besar, seorang Kiyai joged-joged dengan Penyanyi.
Maka jawaban untuk menolak pertanyaan tadi akan lebih mulia, daripada menyebarkan kebenaran tapi jadi fitnah.
"Tanyakan yang penting saja..." , mungkin itu jawaban bijaksana.
Yang benar, belum tentu pantas. Yang benar jika disampaikan dapat menimbulkan masalah lebih besar.
Saat ini sedang musim reuni. Yang saat ini berlangsung adalah reuni 212. Kita tidak membahas perdebatannya, karena ada yang pro dan ada yang kontra. Yang mau berangkat silahkan , kita yang tidak berangkat tetap mengaji.
Pekerjaan intelijen itu melakukan Tabayun. Biasanya pertanyaannya seperti ini : "Orang sini yang mau berangkat ke Jakarta kira-kira mana saja pak? " kalau dijawab : Kira-kira sekian orang, pasti dikejar dengan pertanyaan baru : Dari mana? Pimpinannya siapa ?
Lalu untuk apa petugas ini melakukan tugas tabayun ?
- Supaya bisa mengamankan bila terjadi apa-apa dijalan-.
Bagi yang pernah Naik Haji ke Mekkah pasti ingat bahwa kita wajib memakai Gelang identifikasi.
Ada kejadian dua orang sahabat lama ketemu saat haji. Disana saking senangnya mereka tukar-menukar gelang.
Allah berkehendak salah satu diantara mereka, sebut A wafat disana, tapi dia memakai gelang B. Maka yang pertama dilihat adalah data Gelang Identitas B.
Keluarga B diberi tahu bahwa B wafat di Mekkah. Tapi kemudian ketika jama'ah pulang ke Tanah air, ternyata B pulang. Tentu terjadi kehebohan saat itu. Ketika komunikasi belum seperti sekarang tabayun sulit dilakukan.
Kebanyakan ibu-ibu lebih gampang terbawa suasana, mereka melalaikan tabayun. Begitu dengar kabar langsung terpengaruh emosinya. Dan ini bisa dimanfaatkan penipu. Ada kasus penipuan lewat telpun yang mengatakan bahwa anaknya tertangkap membawa narkoba. Karena didalam telpun juga ada suara anak menangis maka orang tua percaya, dan ujung-ujungnya diminta uang tebusan.
Ini terjadi karena melalaikan tabayun.
Kasus yang hampir sama adalah berita anaknya kecelakaan dan harus segera diambil tindakan.
Padahal di luar kota, maka ketika diminta dana, benar-benar ada yang tertipu sampai 30 juta rupiah.
_"Wong tuwa kuwi tresnane nang anak sak-klapa, Anak tresnane nang Wong tuwa sak-upa"_
(Orang tua itu kasih Sayangnya ke anak sebesar buah kelapa, sedangkan kasih anak ke Orang tua sekecil butir Nasi).
Seorang ibu mampu merawat 8 anak dengan baik, tapi 8 anak tak ada yang mau merawat seorang ibu.
Maka wajar seorang ibu terbawa emosi sehingga lupa Tabayun.
Tabayun ini wajib dilakukan baik itu urusan politik, urusan keluarga atau urusan apapun.
" fa tabayyanuuu an tushiibuu qoumam bijahaalatin fa tushbihuu 'alaa maa fa'altum naadimiin".
(maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kecerobohan, yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.)
Ini sangat penting, karena kita umat islam saat ini jadi saling suudzon dengan yang lain, karena beda partai atau beda pilihan. Alhamdulillah kemarin Para pimpinan Ormas saling bertemu untuk tabayun. Bila tidak entah apa yang terjadi di negeri ini, gara-gara ada bendera bertuliskan kalimat syahadat dibakar di Garut. Karena dua Kepala suku Muhammadiyah dan NU ketemu, maka yang dibawah jadi tenang. Ini tabayun.
Dalam lingkup keluarga juga perlu Tabayun. Ada kisah di desa, bahwa Orang dulu kerjaannya di sawah, setelah tua biasanya diteruskan anaknya kemudian cucunya.
Ada pameo di Jawa bahwa Sawah itu urusan Orang Muda. Orang tua sudah tidak pantas lagi kerja disawah.
Seorang Kakek yang dulu biasa kerja di sawah rindu pergi ke sawahnya. Ini kejadian yang benar terjadi , kakek tadi mau ke sawah, namun ada tetangganya yang merasa hal itu tak pantas, karena dia sudah tua. Tetangga tadi bermaksud mencegah kakek ke sawah dengan mengatakan : "Kek, sawah kakek sudah dijual, sudah jadi milik orang lain..."
Ucapan tadi tidak benar, hanya bermaksud mencegah Kakek pergi ke sawah. Namun dampaknya kakek tadi jadi sangat sedih. Dia pulang ke rumah dan urusan jadi ramai karena sulit meyakinkan kakek tersebut. Ini akibat berita hoax.
Ada seorang Kepala Bagian yang dikenal sebagai orang serius dan selalu jujur. Saking jujurnya semua peristiwa akan disampaikan.
Suatu saat di suatu resepsi dia ketemu anak buahnya dengan seorang wanita.
Anak buah yang baik ini karena ketemu atasan, dia mendatangi Kepala Bagian tadi dan menyalami serta mengenalkan wanita tadi sebagai istrinya.
Kepala Bagian ini berkata :
"Lhoh kemarin kamu ketemu aku katanya yang itu istrimu.. Lha sekarang ini juga istrimu , lalu yang benar yang mana? ".
Anda dapat membayangkan bagaimana selanjutnya anak buah tadi dengan istrinya. Sang Kepala Bagian ini minta nasehat kepada saya, bagaimana enaknya. Kejadian di resepsi itu maksudnya guyonan tetapi tanggapan istri anak buahnya serius.
Kepala Bagian tadi minta saran bagaimana cara tabayunnya. Tentu saja dia harus datang ke rumah anak buahnya. Minta maaf kepada mereka suami dan isteri serta menjelaskan bahwa hal itu adalah gurauan semata. Kepala Bagian ini meskipun dia orang serius, dia menjadi Orang Fasik ketika guyonan tadi.
Inilah kesalahan kita. Kalau kita biasa serius maka hati-hatilah jika bergurau. Apapun gurauan akan dianggap serius.
Sebaliknya, jika kita terkenal suka bergurau maka ketika ada urusan serius sulit untuk dipercaya.
Hubungan kita dengan anak, kadang juga perlu tabayun. Jangan terlalu cepat menuduh anak membolos kuliah ketika dia di rumah saja. Tanyakan baik-baik, jangan cepat menuduh. Karena jika salah maka kita yang akan menyesal.
Bersabarlah sebentar, cari suasana yang tepat untuk tabayun. Karena tabayun yang tidak tepat waktu juga akan menyebabkan miskomunikasi.
Ayat di atas juga menjadi bukti bahwa Al Qur'an tidak hanya mengatur urusan akhirat saja, tetapi juga mengatur apa yang sebaiknya kita lakukan di dunia.
Semoga bermanfaat
Barokallohu fikum
🖍SAK
Minggu, 11 November 2018
Kajian Ahad Muhammadiyah Banyumanik
KAJIAN AHAD MUHAMMADIYAH BANYUMANIK
MENGHADAPI REVOLUSI INDUSTRI KE 4
Dr.dr. H. Masrifan Djamil, MMR. MPH
12 Shafar 1440 H/ 21 Oktober 2018
*1. Dunia Berubah dengan cepat.*
Begitu cepatnya perubahan terjadi pada saat ini, berbagai layanan sekarang bisa diakses dari rumah saja, ada Halo dokter, ada Gojek dan lain-lain, semua serba online. Kita semua harus tahu jika tidak , pasti akan tertinggal jauh.
Dari Pangkalan Bun sampai Sukamara itu kira-kira 6 jam perjalanan , di kanan kiri penuh kebun kelapa sawit. Tetapi bukan milik kita. Milik penduduk pribumi cuma 1-2 hektar saja, yang ribuan hektar milik Konglomerat pemilik Pabrik Rokok.
Jadi Pabrik Rokok itu sudah menyiapkan diri menghadapi perubahan, bisnisnya dipecah-pecah karena sudah mulai ada perlawanan agar tidak merokok. Di Indonesia sudah ada peringatan : "Merokok itu membunuhmu". Namun meski demikian masih juga banyak perokok. Bahkan perilakunya memprihatinkan dengan membuang puntung rokok sembarangan, bahkan pernah sampai mengakibatkan kebakaran.
Dulu ada Revolusi Industri pertama ketika ditemukan mesin uap, maka kemudian berkembanglah industri Kereta Api menggunakan Mesin Uap. Kemudian disusul dengan Revolusi Industri kedua ketika ditemukan Mesin-mesin Listrik. Produksi menjadi bertambah besar dan lancar. Penemuan Electronika dan Komputer mengantarkan kita memasuki Revolusi Industri ketiga.
Revolusi Industri ketiga sudah kita nikmati dengan adanya Gadget dan Mesin Pintar. Pada jaman dulu kita tak pernah membayangkan bisa nelpun dengan melihat wajah lawan bicara. Kita mengenal itu hanya ada di film James Bond atau Mission Impossible. Saat ini mesin cetak tak hanya mencetak text saja tapi sudah dapat mencetak gambar.
Saat ini kita masuk Revolusi Industri Keempat, dimana komputer makin canggih dan semua terhubung internet. Dulu kita hanya tahu IT (Information Technology) , sekarang kita memasuki IOT (Internet of Things). yaitu suatu konsep dimana konektifitas internet dapat bertukar informasi satu sama lainnya dengan benda-benda yang ada disekelilingnya. Dulu ada issue big data, sekarang perkembangan luar biasa. Data dapat disimpan di "awan" (cloud system).
Bagi orang tua mungkin sudah tak paham, tapi bagi generasi muda perlu untuk faham.
*2. Dampak Perubahan perlu diwaspadai*
Sekarang sudah ada Polisi Cyber, maka siapa yang tidak hati-hati dalam memposting bisa melanggar aturan dan ditangkap. Maka jika kita tidak tahu jangan mudah melakukan share berita , harus tabayun mencari keterangan berita benar atau hoax. Kalau bisa punya grup kecil untuk bertanya.
Waspada terhadap perkembangan anak-anak remaja kita. Pengawasan perlu lebih ketat agar mereka tidak terjerumus ke dalam pergaulan bebas akibat bebasnya informasi.
Di Jakarta ada sepasang remaja yang ditangkap patroli polisi karena "mobil bergoyang". Jaman dulu kalau kita kost biasanya menyatu dengan tuan rumah. Mereka seperti saudara, ikut mengawasi. Sekarang hubungan Pemilik Kost dengan Penghuni adalah murni bisnis, tak ada pengawasan.
Remaja sangat senang mengakses internet, memang ada yang bisnis lewat internet. Namun banyak yang hanya berselancar saja dan dampaknya semangat kerja mereka menjadi rendah. Ada teman pengusaha yang mengeluh kesulitan mencari anak muda yang tekun mau bekerja 5 jam nonstop. Ini bahaya, kita dapat kalah bersaing dengan tenaga kerja asing, mereka kuat bekerja 7 jam nonstop.
Sales force kita lemah, penjualan menjadi berubah. Shopee (dari Singapura) masuk ke Indonesia. Tahu -tahu disini banyak berdiri Perusahaan pengepakan dan pengiriman. Kantor J&T bermunculan sampai ke desa-desa kecil di seluruh Indonesia.
Ini kalau tidak disikapi oleh Generasi muda maka kita akan kalah. Memang ada yang usaha, tapi lama dan tidak berkembang.
Maka sebenarnya semboyan :
"Kerja-kerja -kerja" itu benar, kita tak boleh santai.
Kita masuki jaman IOT, semua diinternetkan. Dulu belajar hadits susah, harus mencari kitab kesana kemari. Sekarang gampang, dengan memanfaatkan Google akan mudah mencari. Bagi yang suka mengaji ini menguntungkan karena mempermudah mencari.
Tetapi ini berbahaya bagi anak muda yang tak pernah ngaji, bisa tersesat karena di internet juga banyak hadits dhoif, hadits palsu dan pelajaran yang menyesatkan.
Maka perlu majelis taklim, agar anak muda tidak tersesat. Alhamdulillah memang ada ulama yang baik seperti Buya Yahya dari Nahdhiyin misalnya. Beliau menanggapi pertanyaan tentang apakah benar arwah itu pulang jika malam Jumat? Beliau mendasari jawaban bahwa itu khayal karena tak ada dalil Al Qur'an ataupun Hadits. Ini jawaban yang benar.
Robot juga sudah mulai, pabrik mobil itu mulai dari pembuatan sampai penyetelan, pemasangan sekrup semua sudah robot. Kita ketinggalan jauh.
Alhamdulillah, Muhammadiyah sudah mulai masuk ke air minum Suli5. Kita memang harus bergerak.
Air itu sangat penting , kalau kita tidak mengelola air, mau ambil air dari mana?
Allah SWT berfirman:
"Katakanlah Muhammad, Terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu menjadi kering; maka siapa yang akan memberimu air yang mengalir?" (QS. Al-Mulk 30)
Maka jangan sampai kita boros air. Jika minum air kemasan jangan sampai disisakan, itu bukan perilaku muslim, itu termasuk mubazir. Dan perilaku mubazir adalah saudaranya setan.
اِنَّ الْمُبَذِّرِيْنَ كَانُوْۤا اِخْوَانَ الشَّيٰطِيْنِ ۗ وَكَانَ الشَّيْطٰنُ لِرَبِّهٖ كَفُوْرًا
"Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya." (QS. Al-Isra' 27)
Masih banyak perubahan teknologi lainnya yang dampaknya juga akan mengubah kehidupan kita.
Ada Sistem Integrasi yang kemudian diaplikasikan pada eKTP. Nantinya semua data akan mudah diungkap, apa seseorang punya masalah pajak atau masalah hukum misalnya.
Kemudian ada e Money untuk bayar toll dan belanja toko Indo Mart. Dimana kita ini sudah ketinggalan 20 tahun dari Filipina. Dulu 20 tahun lalu para Mahasiswa di LN sudah bertransaksi dengan sekolah memakai e Money ini.
Kita tahu Gojek, dulu modalnya kecil. Kemudian menjadi besar melayani Go Food, Go Send karena mendapat suntikan modal dari Ali Baba, perusahaan China.
Belum lagi teknologi operasi, yang disini disalah gunakan, sampai ada yang pernah operasi 24 kali untuk permak wajah. Ini sudah tidak benar.
Takdir itu ditetapkan Allah sejak kita dalam kandungan sejak usia 120 hari. Rejeki sudah ditetapkan, yang dapat mengubah adalah do'a.
Rasulullah SAW bersabda :
“.... Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan padanya ruh dan diperintahkan untuk ditetapkan empat perkara, yaitu rezekinya, ajalnya, amalnya dan kecelakaan atau kebahagiaannya ....” (HR. Bukhari dan Muslim)
*3. Apa Yang Harus kita Perbuat?*
Bagi generasi muda jangan tertarik dengan intertaintment bila tidak ingin kalah bersaing. Komputer itu untuk mencari ilmu, bukan untuk melihat film. Film itu dunia khayalan tidak nyata.
Perpustakaan di Luar Negeri buka mulai jam 8 pagi sampai jam 11 malam. Semua anak muda belajar. Semua meja disediakan komputer.
Mahasiswa di Luar negeri selain pandai memanfaatkan komputer juga mempunyai ketrampilan mengetik 10 jari tanpa melihat key board.
Perubahan yang lain pada era ini adalah Medsos. Ini perlu kita ikuti karena berita yang di Medsos ada di TV kadang tidak ada. Kenapa seperti itu? Karena TV sudah dikuasai orang tertentu, maka berita akan dipilih-pilih sesuai keinginan mereka. Kita harus memiliki informasi agar sukses.
Komunikasi antara orang tua dan antar anak semua lewat WA, semua pakai Medsos. Ada akibat sampingan yaitu stress bertambah dan tekanan darah akan tinggi. Maka harus rutin cek Kesehatan. Kendaraan saja selalu rutin cek kesehatan, mestinya manusia harus lebih sering cek kesehatan. Manusia harus sehat agar ibadahnya bagus.
Sesibuk apapun kita harus selalu berdzikir kepada Allah. Dan shalat adalah dzikir untuk mengingat Allah.
اُتْلُ مَاۤ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ ۗ اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُ ۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ
"Bacalah Kitab Al-Qur'an yang telah diwahyukan kepadamu dan laksanakanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah perbuatan keji dan mungkar. Dan ketahuilah mengingat Allah itu lebih besar keutamaannya. Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-'Ankabut 45)
Jadi shalat itu adalah dzikir yang paling utama. Jika shalatnya kacau maka hidup tidak tenang.
اِنَّنِيْۤ اَنَا اللّٰهُ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّاۤ اَنَا فَاعْبُدْنِيْ ۙ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ لِذِكْرِي
"Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah sholat untuk mengingat Aku." (QS. Ta-Ha 14)
Jadi yang memberikan nama Allah, Tuhannya umat islam adalah Allah sendiri. Beda dengan agama lain, mereka Tuhannya diberi nama oleh Pemeluk agamanya.
Maka shalat harus tumakninah, pelan-pelan. Kalau diteliti shalat subuh di Mekkah itu rata-rata 7 menit dan di Medinah 10 menit.
Disini shalat subuh paling cuma 3 menit.
Shalat harus memperoleh kenikmatan. Masalah pikiran apapun harus hilang dengan shalat.
وَاسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ وَاِنَّهَا لَكَبِيْرَةٌ اِلَّا عَلَى الْخٰشِعِيْنَ
"Dan mohonlah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan sholat. Dan sholat itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk,"
(QS. Al-Baqarah 45)
Jadi mestinya orang Mukmin senang shalat. Kalau senang melakukan mestinya tidak tergesa-gesa jika melakukan shalat. Pasti ingin berlama-lama melakukan shalat.
Shalat pasti dapat menghilangkan stress.
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan sholat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar." (QS. Al-Baqarah 153)
Jadi ini sudah merupakan janji Allah, bahwa dengan shalat dan sabar kita akan dapat menghadapi stress apapun yang diakibatkan Revolusi Industri ke 4.
Mudah-mudahan kelak semua bisa menghentikan kegiatan ketika adzan dikumandangkan. Semua ke masjid untuk shalat jama'ah. Untuk itu harus ada SK dari pimpinannya.
Di Semarang baru satu yang menghentikan kegiatan jika ada adzan, yaitu Udinus.
*4. Akibat yang Terjadi*
*4. 1. Kompetisi.*
Mau tak mau harus ada kompetisi yang fair. Di sekolah, didalam organisasi, dimanapun harus ada kompetisi adil. Ini adalah amanat yang harus dijaga.
وَالَّذِيْنَ هُمْ لِاَمٰنٰتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُوْنَ
"Dan sungguh beruntung orang yang memelihara amanah-amanah dan janjinya," (QS. Al-Mu'minun 8)
Memegang amanah itu harus adil.
اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤىِٕ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ
"Sesungguhnya Allah menyuruh kamu berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan kepada kerabat, dan Dia melarang melakukan perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran."
(QS. An-Nahl 90)
Kalau semua diukur dengan kompetisi, janji ditepati, kriteria jelas maka keluaran akan berkualitas.
Ini di Indonesia tidak terjadi, akibatnya tak ada kompetisi, begitu keluar kandang kita kalahan.
Kita lihat tadi, Gojek asalnya Indonesia, tapi akhirnya Ali Baba masuk. Shopee dari Singapura, bahkan Bank-bank BUMN seperti Mandiri ternyata cuma 51% milik kita.
*4. 2. Cemburu.*
Ini yang dikatakan Rasulullah SAW sebagai penyakit hati. Kalau sistem tidak ditegakkan dengan adil akhirnya terjadi cemburu, iri dan dengki, kemudian Permusuhan akhirnya Perang.
Sekarang sudah terjadi "mban cinde mban ciladan", perlakuan yang tidak adil, tidak ada konsistensi terhadap aturan.
Kita bisa lihat hasil Pilkada, karena "membeli jabatan" akhirnya beberapa Bupati ketangkap KPK.
Jabatan adalah amanah mestinya tidak mendaftar. Dengan mendaftar berarti ambisi mendapat jabatan.
Kita itu diuji oleh Allah :
كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوْكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۗ وَاِلَيْنَا تُرْجَعُوْنَ
"Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami." (QS. Al-Anbiya 35)
Berbagai ujian itu semua dari Allah dan harus diterima dengan ikhlas.
Bagaimana agar kita ikhlas?
Untuk itu kita berdo'a setiap hari seperti diajarkan Rasulullah :
"Rodhitu billahi robba, wabil islaami diina wa bi muhammadin nabiiya wa rosuula wa bil quraani imaama wa hukama . Robbi zidni ilman wardzuqni fahman".
"Allahumma ‘afini fi badani. Allahumma ‘afini fi sam’i. Allahumma ‘afini fi bashari”.
Aku rela bertuhan Allah, aku rela beragama Islam, aku rela bernabi dan berasul Muhammad, dan aku rela Al-Quran menjadi panduan dan hukum. Ya Allah, tambahilah ilmuku, dan pertinggilah kecerdasanku.
Ya Allah sehatkanlah badanku, Ya Allah sehatkanlah pendengaranku, Ya Allah sehatkanlah penglihatanku.
*5. Persatuan Umat harus dijaga*
Saat ini banyak aktivis yang aneh, ketika pelantikan pengurus semua hadir, tetapi waktu kerja dimulai yang datang cuma dua atau tiga orang.
Orang harus selalu tholabul ilmi agar termotivasi. Kalau tidak akan lenyap tergerus oleh revolusi tadi, tergerus kompetisi, cemburu, iri dan dengki.
Semangat hidup harus tetap dijaga, kerja dan cari ilmu jangan ditinggalkan. Jangan putus asa , jangan pesimis atau merasa tua dan lemah untuk melakukan suatu kegiatan.
Setiap saat harus berpandangan positif bahwa Allah pasti akan membantu. Dengan terus mencari ilmu maka kita ketemu teman-teman dan akan termotivasi.
اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
"Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu yang berselisih dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat." (QS. Al-Hujurat 10)
Persatuan umat islam harus terus dijaga. Saat ini dalam grup saja lebih suka bertengkar, bermusuhan karena beda pilihan.
Perdebatan agar dihindari dalam grup, jangan sampai "left group" karena memutuskan silaturahim.
Hati-hati, orang semacam ini diancam tak akan masuk surga.
لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعٌ
Tidak akan masuk sorga orang yang memutuskan persaudaraan. [HR. al-Bukhâri dan Muslim.]
*Orang muslim bagaikan Tubuh*
مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ، وَتَعَاطُفِهِمْ، وَتَرَاحُمِهِمْ، مَثَلُ الْجَسَدِ، إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
“Perumpamaan kaum mukmin dalam sikap saling mencintai, mengasihi dan menyayangi, seumpama tubuh, jika satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh yang lain akan susah tidur atau merasakan demam.” [HR. Muslim]
*Orang Muslim bagaikan Bangunan*
الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا
“Orang mukmin dengan orang mukmin yang lain seperti sebuah bangunan, sebagian menguatkan sebagian yang lain.” [Shahih Muslim]
Maka kita menghadapi Revolusi Industri dengan Introspeksi diri. Kita sudah diingatkan dalam surat Al Hasyr agar bertakwa.
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَـنْظُرْ نَـفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok, dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Hasyr 18)
Kita sudah diingatkan, maka Revolusi Industri ini untuk menghadapinya adalah dengan takwa. Syarat untuk takwa nomer satu adalah iman. Tak mungkin tanpa iman bisa bertakwa.
Sekarang kita harus memahami situasi. Perubahan ini luar biasa.
Mungkin lagu bangun tidur harus diganti, bukan kuterus mandi tapi kubuka HP. Untuk menjaga anak kita tidak tersesat maka kita pun harus memahami agar dapat terus berbuat kebaikan, memberi peringatan.
Kita tutup kajian ini dengan Surat tentang Ibadur rahman.
وَعِبَادُ الرَّحْمٰنِ الَّذِيْنَ يَمْشُوْنَ عَلَى الْاَرْضِ هَوْنًا وَّاِذَا خَاطَبَهُمُ الْجٰهِلُوْنَ قَالُوْا سَلٰمًا
"Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka dengan kata-kata yang menghina, mereka mengucapkan, salam," (QS. Al-Furqan 63)
وَالَّذِيْنَ يَبِيْتُوْنَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَّقِيَامًا
"dan orang-orang yang menghabiskan waktu malam untuk beribadah kepada Tuhan mereka dengan bersujud dan berdiri." (QS. Al-Furqan 64)
وَالَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَـنَّمَ ۖ اِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا
"Dan orang-orang yang berkata, Ya Tuhan kami, jauhkanlah azab Jahanam dari kami, karena sesungguhnya azabnya itu membuat kebinasaan yang kekal," (QS. Al-Furqan 65)
اِنَّهَا سَآءَتْ مُسْتَقَرًّا وَّمُقَامًا
"sungguh, Jahanam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman." (QS. Al-Furqan 66)
وَالَّذِيْنَ اِذَاۤ اَنْفَقُوْا لَمْ يُسْرِفُوْا وَلَمْ يَقْتُرُوْا وَكَانَ بَيْنَ ذٰلِكَ قَوَامً
"Dan orang-orang yang apabila menginfakkan harta , mereka tidak berlebihan, dan tidak kikir, di antara keduanya secara wajar," (QS. Al-Furqan 67)
Semoga bermanfaat
Barokallohu fikum
🖍SAK
MENGHADAPI REVOLUSI INDUSTRI KE 4
Dr.dr. H. Masrifan Djamil, MMR. MPH
12 Shafar 1440 H/ 21 Oktober 2018
*1. Dunia Berubah dengan cepat.*
Begitu cepatnya perubahan terjadi pada saat ini, berbagai layanan sekarang bisa diakses dari rumah saja, ada Halo dokter, ada Gojek dan lain-lain, semua serba online. Kita semua harus tahu jika tidak , pasti akan tertinggal jauh.
Dari Pangkalan Bun sampai Sukamara itu kira-kira 6 jam perjalanan , di kanan kiri penuh kebun kelapa sawit. Tetapi bukan milik kita. Milik penduduk pribumi cuma 1-2 hektar saja, yang ribuan hektar milik Konglomerat pemilik Pabrik Rokok.
Jadi Pabrik Rokok itu sudah menyiapkan diri menghadapi perubahan, bisnisnya dipecah-pecah karena sudah mulai ada perlawanan agar tidak merokok. Di Indonesia sudah ada peringatan : "Merokok itu membunuhmu". Namun meski demikian masih juga banyak perokok. Bahkan perilakunya memprihatinkan dengan membuang puntung rokok sembarangan, bahkan pernah sampai mengakibatkan kebakaran.
Dulu ada Revolusi Industri pertama ketika ditemukan mesin uap, maka kemudian berkembanglah industri Kereta Api menggunakan Mesin Uap. Kemudian disusul dengan Revolusi Industri kedua ketika ditemukan Mesin-mesin Listrik. Produksi menjadi bertambah besar dan lancar. Penemuan Electronika dan Komputer mengantarkan kita memasuki Revolusi Industri ketiga.
Revolusi Industri ketiga sudah kita nikmati dengan adanya Gadget dan Mesin Pintar. Pada jaman dulu kita tak pernah membayangkan bisa nelpun dengan melihat wajah lawan bicara. Kita mengenal itu hanya ada di film James Bond atau Mission Impossible. Saat ini mesin cetak tak hanya mencetak text saja tapi sudah dapat mencetak gambar.
Saat ini kita masuk Revolusi Industri Keempat, dimana komputer makin canggih dan semua terhubung internet. Dulu kita hanya tahu IT (Information Technology) , sekarang kita memasuki IOT (Internet of Things). yaitu suatu konsep dimana konektifitas internet dapat bertukar informasi satu sama lainnya dengan benda-benda yang ada disekelilingnya. Dulu ada issue big data, sekarang perkembangan luar biasa. Data dapat disimpan di "awan" (cloud system).
Bagi orang tua mungkin sudah tak paham, tapi bagi generasi muda perlu untuk faham.
*2. Dampak Perubahan perlu diwaspadai*
Sekarang sudah ada Polisi Cyber, maka siapa yang tidak hati-hati dalam memposting bisa melanggar aturan dan ditangkap. Maka jika kita tidak tahu jangan mudah melakukan share berita , harus tabayun mencari keterangan berita benar atau hoax. Kalau bisa punya grup kecil untuk bertanya.
Waspada terhadap perkembangan anak-anak remaja kita. Pengawasan perlu lebih ketat agar mereka tidak terjerumus ke dalam pergaulan bebas akibat bebasnya informasi.
Di Jakarta ada sepasang remaja yang ditangkap patroli polisi karena "mobil bergoyang". Jaman dulu kalau kita kost biasanya menyatu dengan tuan rumah. Mereka seperti saudara, ikut mengawasi. Sekarang hubungan Pemilik Kost dengan Penghuni adalah murni bisnis, tak ada pengawasan.
Remaja sangat senang mengakses internet, memang ada yang bisnis lewat internet. Namun banyak yang hanya berselancar saja dan dampaknya semangat kerja mereka menjadi rendah. Ada teman pengusaha yang mengeluh kesulitan mencari anak muda yang tekun mau bekerja 5 jam nonstop. Ini bahaya, kita dapat kalah bersaing dengan tenaga kerja asing, mereka kuat bekerja 7 jam nonstop.
Sales force kita lemah, penjualan menjadi berubah. Shopee (dari Singapura) masuk ke Indonesia. Tahu -tahu disini banyak berdiri Perusahaan pengepakan dan pengiriman. Kantor J&T bermunculan sampai ke desa-desa kecil di seluruh Indonesia.
Ini kalau tidak disikapi oleh Generasi muda maka kita akan kalah. Memang ada yang usaha, tapi lama dan tidak berkembang.
Maka sebenarnya semboyan :
"Kerja-kerja -kerja" itu benar, kita tak boleh santai.
Kita masuki jaman IOT, semua diinternetkan. Dulu belajar hadits susah, harus mencari kitab kesana kemari. Sekarang gampang, dengan memanfaatkan Google akan mudah mencari. Bagi yang suka mengaji ini menguntungkan karena mempermudah mencari.
Tetapi ini berbahaya bagi anak muda yang tak pernah ngaji, bisa tersesat karena di internet juga banyak hadits dhoif, hadits palsu dan pelajaran yang menyesatkan.
Maka perlu majelis taklim, agar anak muda tidak tersesat. Alhamdulillah memang ada ulama yang baik seperti Buya Yahya dari Nahdhiyin misalnya. Beliau menanggapi pertanyaan tentang apakah benar arwah itu pulang jika malam Jumat? Beliau mendasari jawaban bahwa itu khayal karena tak ada dalil Al Qur'an ataupun Hadits. Ini jawaban yang benar.
Robot juga sudah mulai, pabrik mobil itu mulai dari pembuatan sampai penyetelan, pemasangan sekrup semua sudah robot. Kita ketinggalan jauh.
Alhamdulillah, Muhammadiyah sudah mulai masuk ke air minum Suli5. Kita memang harus bergerak.
Air itu sangat penting , kalau kita tidak mengelola air, mau ambil air dari mana?
Allah SWT berfirman:
"Katakanlah Muhammad, Terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu menjadi kering; maka siapa yang akan memberimu air yang mengalir?" (QS. Al-Mulk 30)
Maka jangan sampai kita boros air. Jika minum air kemasan jangan sampai disisakan, itu bukan perilaku muslim, itu termasuk mubazir. Dan perilaku mubazir adalah saudaranya setan.
اِنَّ الْمُبَذِّرِيْنَ كَانُوْۤا اِخْوَانَ الشَّيٰطِيْنِ ۗ وَكَانَ الشَّيْطٰنُ لِرَبِّهٖ كَفُوْرًا
"Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya." (QS. Al-Isra' 27)
Masih banyak perubahan teknologi lainnya yang dampaknya juga akan mengubah kehidupan kita.
Ada Sistem Integrasi yang kemudian diaplikasikan pada eKTP. Nantinya semua data akan mudah diungkap, apa seseorang punya masalah pajak atau masalah hukum misalnya.
Kemudian ada e Money untuk bayar toll dan belanja toko Indo Mart. Dimana kita ini sudah ketinggalan 20 tahun dari Filipina. Dulu 20 tahun lalu para Mahasiswa di LN sudah bertransaksi dengan sekolah memakai e Money ini.
Kita tahu Gojek, dulu modalnya kecil. Kemudian menjadi besar melayani Go Food, Go Send karena mendapat suntikan modal dari Ali Baba, perusahaan China.
Belum lagi teknologi operasi, yang disini disalah gunakan, sampai ada yang pernah operasi 24 kali untuk permak wajah. Ini sudah tidak benar.
Takdir itu ditetapkan Allah sejak kita dalam kandungan sejak usia 120 hari. Rejeki sudah ditetapkan, yang dapat mengubah adalah do'a.
Rasulullah SAW bersabda :
“.... Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan padanya ruh dan diperintahkan untuk ditetapkan empat perkara, yaitu rezekinya, ajalnya, amalnya dan kecelakaan atau kebahagiaannya ....” (HR. Bukhari dan Muslim)
*3. Apa Yang Harus kita Perbuat?*
Bagi generasi muda jangan tertarik dengan intertaintment bila tidak ingin kalah bersaing. Komputer itu untuk mencari ilmu, bukan untuk melihat film. Film itu dunia khayalan tidak nyata.
Perpustakaan di Luar Negeri buka mulai jam 8 pagi sampai jam 11 malam. Semua anak muda belajar. Semua meja disediakan komputer.
Mahasiswa di Luar negeri selain pandai memanfaatkan komputer juga mempunyai ketrampilan mengetik 10 jari tanpa melihat key board.
Perubahan yang lain pada era ini adalah Medsos. Ini perlu kita ikuti karena berita yang di Medsos ada di TV kadang tidak ada. Kenapa seperti itu? Karena TV sudah dikuasai orang tertentu, maka berita akan dipilih-pilih sesuai keinginan mereka. Kita harus memiliki informasi agar sukses.
Komunikasi antara orang tua dan antar anak semua lewat WA, semua pakai Medsos. Ada akibat sampingan yaitu stress bertambah dan tekanan darah akan tinggi. Maka harus rutin cek Kesehatan. Kendaraan saja selalu rutin cek kesehatan, mestinya manusia harus lebih sering cek kesehatan. Manusia harus sehat agar ibadahnya bagus.
Sesibuk apapun kita harus selalu berdzikir kepada Allah. Dan shalat adalah dzikir untuk mengingat Allah.
اُتْلُ مَاۤ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ ۗ اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُ ۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ
"Bacalah Kitab Al-Qur'an yang telah diwahyukan kepadamu dan laksanakanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah perbuatan keji dan mungkar. Dan ketahuilah mengingat Allah itu lebih besar keutamaannya. Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-'Ankabut 45)
Jadi shalat itu adalah dzikir yang paling utama. Jika shalatnya kacau maka hidup tidak tenang.
اِنَّنِيْۤ اَنَا اللّٰهُ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّاۤ اَنَا فَاعْبُدْنِيْ ۙ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ لِذِكْرِي
"Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah sholat untuk mengingat Aku." (QS. Ta-Ha 14)
Jadi yang memberikan nama Allah, Tuhannya umat islam adalah Allah sendiri. Beda dengan agama lain, mereka Tuhannya diberi nama oleh Pemeluk agamanya.
Maka shalat harus tumakninah, pelan-pelan. Kalau diteliti shalat subuh di Mekkah itu rata-rata 7 menit dan di Medinah 10 menit.
Disini shalat subuh paling cuma 3 menit.
Shalat harus memperoleh kenikmatan. Masalah pikiran apapun harus hilang dengan shalat.
وَاسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ وَاِنَّهَا لَكَبِيْرَةٌ اِلَّا عَلَى الْخٰشِعِيْنَ
"Dan mohonlah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan sholat. Dan sholat itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk,"
(QS. Al-Baqarah 45)
Jadi mestinya orang Mukmin senang shalat. Kalau senang melakukan mestinya tidak tergesa-gesa jika melakukan shalat. Pasti ingin berlama-lama melakukan shalat.
Shalat pasti dapat menghilangkan stress.
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan sholat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar." (QS. Al-Baqarah 153)
Jadi ini sudah merupakan janji Allah, bahwa dengan shalat dan sabar kita akan dapat menghadapi stress apapun yang diakibatkan Revolusi Industri ke 4.
Mudah-mudahan kelak semua bisa menghentikan kegiatan ketika adzan dikumandangkan. Semua ke masjid untuk shalat jama'ah. Untuk itu harus ada SK dari pimpinannya.
Di Semarang baru satu yang menghentikan kegiatan jika ada adzan, yaitu Udinus.
*4. Akibat yang Terjadi*
*4. 1. Kompetisi.*
Mau tak mau harus ada kompetisi yang fair. Di sekolah, didalam organisasi, dimanapun harus ada kompetisi adil. Ini adalah amanat yang harus dijaga.
وَالَّذِيْنَ هُمْ لِاَمٰنٰتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُوْنَ
"Dan sungguh beruntung orang yang memelihara amanah-amanah dan janjinya," (QS. Al-Mu'minun 8)
Memegang amanah itu harus adil.
اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤىِٕ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ
"Sesungguhnya Allah menyuruh kamu berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan kepada kerabat, dan Dia melarang melakukan perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran."
(QS. An-Nahl 90)
Kalau semua diukur dengan kompetisi, janji ditepati, kriteria jelas maka keluaran akan berkualitas.
Ini di Indonesia tidak terjadi, akibatnya tak ada kompetisi, begitu keluar kandang kita kalahan.
Kita lihat tadi, Gojek asalnya Indonesia, tapi akhirnya Ali Baba masuk. Shopee dari Singapura, bahkan Bank-bank BUMN seperti Mandiri ternyata cuma 51% milik kita.
*4. 2. Cemburu.*
Ini yang dikatakan Rasulullah SAW sebagai penyakit hati. Kalau sistem tidak ditegakkan dengan adil akhirnya terjadi cemburu, iri dan dengki, kemudian Permusuhan akhirnya Perang.
Sekarang sudah terjadi "mban cinde mban ciladan", perlakuan yang tidak adil, tidak ada konsistensi terhadap aturan.
Kita bisa lihat hasil Pilkada, karena "membeli jabatan" akhirnya beberapa Bupati ketangkap KPK.
Jabatan adalah amanah mestinya tidak mendaftar. Dengan mendaftar berarti ambisi mendapat jabatan.
Kita itu diuji oleh Allah :
كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوْكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۗ وَاِلَيْنَا تُرْجَعُوْنَ
"Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami." (QS. Al-Anbiya 35)
Berbagai ujian itu semua dari Allah dan harus diterima dengan ikhlas.
Bagaimana agar kita ikhlas?
Untuk itu kita berdo'a setiap hari seperti diajarkan Rasulullah :
"Rodhitu billahi robba, wabil islaami diina wa bi muhammadin nabiiya wa rosuula wa bil quraani imaama wa hukama . Robbi zidni ilman wardzuqni fahman".
"Allahumma ‘afini fi badani. Allahumma ‘afini fi sam’i. Allahumma ‘afini fi bashari”.
Aku rela bertuhan Allah, aku rela beragama Islam, aku rela bernabi dan berasul Muhammad, dan aku rela Al-Quran menjadi panduan dan hukum. Ya Allah, tambahilah ilmuku, dan pertinggilah kecerdasanku.
Ya Allah sehatkanlah badanku, Ya Allah sehatkanlah pendengaranku, Ya Allah sehatkanlah penglihatanku.
*5. Persatuan Umat harus dijaga*
Saat ini banyak aktivis yang aneh, ketika pelantikan pengurus semua hadir, tetapi waktu kerja dimulai yang datang cuma dua atau tiga orang.
Orang harus selalu tholabul ilmi agar termotivasi. Kalau tidak akan lenyap tergerus oleh revolusi tadi, tergerus kompetisi, cemburu, iri dan dengki.
Semangat hidup harus tetap dijaga, kerja dan cari ilmu jangan ditinggalkan. Jangan putus asa , jangan pesimis atau merasa tua dan lemah untuk melakukan suatu kegiatan.
Setiap saat harus berpandangan positif bahwa Allah pasti akan membantu. Dengan terus mencari ilmu maka kita ketemu teman-teman dan akan termotivasi.
اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
"Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu yang berselisih dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat." (QS. Al-Hujurat 10)
Persatuan umat islam harus terus dijaga. Saat ini dalam grup saja lebih suka bertengkar, bermusuhan karena beda pilihan.
Perdebatan agar dihindari dalam grup, jangan sampai "left group" karena memutuskan silaturahim.
Hati-hati, orang semacam ini diancam tak akan masuk surga.
لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعٌ
Tidak akan masuk sorga orang yang memutuskan persaudaraan. [HR. al-Bukhâri dan Muslim.]
*Orang muslim bagaikan Tubuh*
مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ، وَتَعَاطُفِهِمْ، وَتَرَاحُمِهِمْ، مَثَلُ الْجَسَدِ، إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
“Perumpamaan kaum mukmin dalam sikap saling mencintai, mengasihi dan menyayangi, seumpama tubuh, jika satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh yang lain akan susah tidur atau merasakan demam.” [HR. Muslim]
*Orang Muslim bagaikan Bangunan*
الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا
“Orang mukmin dengan orang mukmin yang lain seperti sebuah bangunan, sebagian menguatkan sebagian yang lain.” [Shahih Muslim]
Maka kita menghadapi Revolusi Industri dengan Introspeksi diri. Kita sudah diingatkan dalam surat Al Hasyr agar bertakwa.
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَـنْظُرْ نَـفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok, dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Hasyr 18)
Kita sudah diingatkan, maka Revolusi Industri ini untuk menghadapinya adalah dengan takwa. Syarat untuk takwa nomer satu adalah iman. Tak mungkin tanpa iman bisa bertakwa.
Sekarang kita harus memahami situasi. Perubahan ini luar biasa.
Mungkin lagu bangun tidur harus diganti, bukan kuterus mandi tapi kubuka HP. Untuk menjaga anak kita tidak tersesat maka kita pun harus memahami agar dapat terus berbuat kebaikan, memberi peringatan.
Kita tutup kajian ini dengan Surat tentang Ibadur rahman.
وَعِبَادُ الرَّحْمٰنِ الَّذِيْنَ يَمْشُوْنَ عَلَى الْاَرْضِ هَوْنًا وَّاِذَا خَاطَبَهُمُ الْجٰهِلُوْنَ قَالُوْا سَلٰمًا
"Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka dengan kata-kata yang menghina, mereka mengucapkan, salam," (QS. Al-Furqan 63)
وَالَّذِيْنَ يَبِيْتُوْنَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَّقِيَامًا
"dan orang-orang yang menghabiskan waktu malam untuk beribadah kepada Tuhan mereka dengan bersujud dan berdiri." (QS. Al-Furqan 64)
وَالَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَـنَّمَ ۖ اِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا
"Dan orang-orang yang berkata, Ya Tuhan kami, jauhkanlah azab Jahanam dari kami, karena sesungguhnya azabnya itu membuat kebinasaan yang kekal," (QS. Al-Furqan 65)
اِنَّهَا سَآءَتْ مُسْتَقَرًّا وَّمُقَامًا
"sungguh, Jahanam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman." (QS. Al-Furqan 66)
وَالَّذِيْنَ اِذَاۤ اَنْفَقُوْا لَمْ يُسْرِفُوْا وَلَمْ يَقْتُرُوْا وَكَانَ بَيْنَ ذٰلِكَ قَوَامً
"Dan orang-orang yang apabila menginfakkan harta , mereka tidak berlebihan, dan tidak kikir, di antara keduanya secara wajar," (QS. Al-Furqan 67)
Semoga bermanfaat
Barokallohu fikum
🖍SAK
Selasa, 06 November 2018
Kajian Ahad Muhammadiyah Banyumanik
KAJIAN AHAD MUHAMMADIYAH BANYUMANIK
MENYIKAPI MUSIBAH
Dr. H. Hasan Asyari Ulamai, MAg
26 Shafar 1440 H/ 4 November 2018
*Biasakan Tabayun*
Bertubi-tubi musibah menerpa negeri ini, gempa Lombok belum berakhir disusul dengan Palu, terus bencana menimpa Lion Air. Berbagai musibah muncul tanpa kita persiapkan bahkan tanpa kita prediksi.
Bila ada sebuah kampung yang baik, penduduknya semua taat ibadah. Tiba-tiba tertimpa musibah. Maka komentar kita kampung itu kena ujian.
Berikutnya ada informasi tambahan, bahwa penduduk kampung yang taat ibadah tetapi disapu bencana tadi ternyata bukan Muslim. Tiba-tiba komentar berubah, yang menimpa bukan Ujian tetapi Azab.
Aneh kenapa jadi berubah ketika perspektif yang tertimpa musibah diubah dari Muslim ke Non Muslim. Namun perspektif itu akan sama bila dipandang dari sisi mereka, non muslim.
Perlu kita pahami mana azab dan mana ujian agar kita tidak gampang memberi komentar negatif, khususnya kepada orang lain yang mempunyai keyakinan berbeda.
Lebih-lebih pada saat ini, ketika kita sering dihadapkan dengan postingan WA yang seolah-olah benar, padahal tidak benar.
Kita pernah mendapat postingan WA bahwa Tsunami Aceh itu terjadi pada tanggal 26. Demikian juga bencana lain dikaitkan dengan tanggal 26.
" Ini bukan sebuah kebetulan, lihat Al Qur'an juz ke 26".
Demikian kata WA. Kesannya ini hal yang sudah diramalkan Al Qur'an.
Pertanyaannya kenapa tidak Surat ke 26, atau Ayat ke 26 surat Al Qur'an.? Kalau kita pertanyakan hal itu maka akan membuat kita lebih arif. Kemarin itu bencana di Palu tanggal 28, bukan 26. Gempa di Chili tanggal 22 dan di Alaska tanggal 27. Jadi jangan terlalu mudah meramalkan dengan angka.
Kesalahan kita adalah bahwa kita lebih suka beriman pada WA, daripada mengaji Al Qur'an. Bahkan ada postingan bahwa Palu dilanda gempa karena ada Proyek Mata Dajjal. Padahal orang Palu sendiri tidak tahu, karena Proyek itu ada di Sulawesi Barat yang tidak kena bencana. Kita bayangkan betapa sakitnya bila sudah menderita terkena bencana kemudian menerima postingan yang menyudutkan.
Janganlah kita memperbesar hal yang sebetulnya bukan masalah. Dalam WA ada yang mempermasalahkan singkatan Assalammu alaikum dituliskan Ass wr wb. Karena ada yang mempermasalahkan "ass" dalam bahasa Inggris. Ini kurang kerjaan, karena tak ada yang mengatakan hal itu.
Ass wr wb ini singkatan karena dipakai sebagai SMS (short message Service) jadi biasa disingkat. Dalam hadits juga biasa ada singkatan.
Kalau ditelusuri tak ada maknanya.
Ada lagi tulisan In syaa Allah atau In shaa Allah, mana yang benar? Hal seperti ini bisa jadi gaduh. Padahal aslinya ya harus tulisan Arab. Bila diubah ke bahasa Indonesia tinggal kesepakatan kita saja.
Selama ini kita langsung percaya pada postingan WA. Maka biasakanlah tradisi untuk tabayun, memeriksa kebenaran.
*Azab Umat Nabi Muhammad SAW Ditunda*
Al Qur'an mengabadikan do'a Abu Jahal, yang intinya menantang kepada Allah :
وَاِذْ قَالُوا اللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ هٰذَا هُوَ الْحَـقَّ مِنْ عِنْدِكَ فَاَمْطِرْ عَلَيْنَا حِجَارَةً مِّنَ السَّمَآءِ اَوِ ائْتِنَا بِعَذَابٍ اَ لِيْمٍ
"Dan ingatlah , ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, Ya Allah, jika Al-Qur'an ini benar wahyu dari Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih." (QS. Al-Anfal 32)
Namun jawaban Allah , Allah SWT berfirman:
وَمَا كَانَ اللّٰهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَاَنْتَ فِيْهِمْ ۗ وَمَا كَانَ اللّٰهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُوْنَ
"Tetapi Allah tidak akan menghukum mereka, selama engkau Muhammad berada di antara mereka. Dan tidaklah pula Allah akan menghukum mereka, sedang mereka masih memohon ampunan." (QS. Al-Anfal 33)
Pada jaman Nabi Muhammad ada Abu Jahal saja azab Allah masih ditunda, sekarang ketika di Palu masih banyak orang yang istighfar apakah bencana kemarin azab? Namun kita lebih senang mengambil ayat yang berkaitan dengan Nabi-nabi sebelumnya, Nabi Nuh atau Nabi Luth dimana umatnya kena azab.
Sebagai bahan introspeksi diri tidak masalah kita menganggap bencana sebagai azab. Misal diri kita terbentur sesuatu kemudian kita katakan mungkin ini azab Allah menimpa diriku. Hal itu tak masalah. Jangan sampai dikatakan kepada orang lain, misal tetangga kecelakaan lalu dikatakan karena terlalu banyak dosa. Ini tidak tepat.
Ajaran islam itu jelas dan ada cara menerapkannya. Kita tahu perbedaan antara Muslim dan Kafir adalah Sholat. Namun kita tidak diperbolehkan mengkafirkan seseorang karena kita tak pernah melihat dia sholat.
Tuhan berbicara tidak terikat dengan bahasa manusia. Firman Allah diturunkan melalui malaikat Jibril memakai bahasa Arab, karena yang dijadikan utusan , yaitu Nabi Muhammad SAW adalah orang Arab. Maka Al Qur'an memakai bahasa kaumnya, yaitu bahasa Arab.
Tidak berarti bahwa Allah dan penduduk surga nanti akan berkomunikasi dengan bahasa Arab.
Kenyataan tanpa mengenal bahasa Arab, ternyata jama'ah haji dapat berkomunikasi dengan bahasa isyarat. Jadi kita tidak tahu kelak di surga memakai bahasa apa, tak ada informasi hal ini.
*Apakah Musibah itu?*
Kata musibah, berasal dari bahasa Arab ashoba-yushibu-mushibatan, yang artinya menimpa atau memperoleh.
Jadi kalau tertimpa sesuatu itu namanya kena musibah. Dalam kalimat ini muatannya masih netral, artinya tertimpa yang enak atau tidak enak, semua namanya kena musibah. Maka terjemahan paling tepat adalah bahasa jawa "ketiban". Dapat dipakai dalam kata "ketiban rejeki" yang maknanya baik.
Istilah musibah ini mempunyai muatan positif atau negatif juga ada dalam Al Qur'an, ketika pada konteks tertentu. Yaitu ketika ada orang yang dengki bila kita mendapat karunia, dan ketika mereka mengetahui kita mendapat musibah.
اِنْ تَمْسَسْكُمْ حَسَنَةٌ تَسُؤْهُمْ ۖ وَاِنْ تُصِبْكُمْ سَيِّئَةٌ يَّفْرَحُوْا بِهَا ۗ
"Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu tertimpa bencana, mereka bergembira karenanya.." (QS. Ali 'Imran 120)
*Sikap Menghadapi Musibah*
*1. Musibah adalah Skenario Allah*
قُلْ لَّنْ يُّصِيْبَـنَاۤ اِلَّا مَا كَتَبَ اللّٰهُ لَـنَا
"Katakanlah Muhammad , Tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami...." (QS. At-Taubah 51)
Dalam ayat yang lain Allah SWT berfirman:
مَاۤ اَصَابَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ فِى الْاَرْضِ وَلَا فِيْۤ اَنْفُسِكُمْ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍ مِّنْ قَبْلِ اَنْ نَّبْـرَاَهَا
"Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab Lauh Mahfuz sebelum Kami mewujudkannya...." (QS. Al-Hadid 22)
Menetapkan musibah itu sangat mudah bagi Allah. Kenapa yang kena musibah pesawat yang itu, bukan yang lain, itu semua kehendak Allah.
مَاۤ اَصَابَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ اِلَّا بِاِذْنِ اللّٰهِ ۗ
"Tidak ada suatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah;...".(QS. At-Taghabun 11)
Jadi musibah tidak selalu akibat kecelakaan saja. Ketika waktu ajal datang maka dalam keadaan apapun kita tak dapat menghindar.
Bisa jadi ketika sedang tidur dapat ditimpa musibah. Maka jika mau tidur jangan lupa untuk berdo'a.
*2.Jangan Sampai Menjadi Penyebab Musibah*
Musibah adalah skenario Allah, namun jangan sampai kita jadi penyebab. Jangan-jangan dalam kasus Lion Air karena ada petugas yang lalai , sehingga dia jadi penyebab kematian banyak orang.
Allah SWT berfirman:
وَاتَّقُوْا فِتْنَةً لَّا تُصِيْبَنَّ الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا مِنْكُمْ خَآ صَّةً ۚ وَاعْلَمُوْۤا اَنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ
"Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksa-Nya."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 25)
Salah satu fitnah dunia adalah akibat postingan WA, akibat tidak senang pada teman, tidak senang pada Partai tertentu dan sebagainya.
Jangan sampai diri kita jadi penyebab fitnah dengan menyebar informasi WA. Menjadi fitnah jika informasi disebar tanpa ditabayun. Atau menyebar sesuatu yang bukan keahlian kita.
Ada postingan tentang pengobatan herbal dengan cara mudah dan murah. Maka kita tak punya hak untuk posting ulang jika kita bukan ahli pengobatan. Karena jika kita memposting dan dipraktekkan orang kemudian dia kena musibah, maka kitalah penyebab musibah.
Pengobatan meskipun herbal pasti ada takarannya, demikian juga kondisi pasien belum tentu sama. Maka harus lewat ahlinya.
Banjir terjadi karena tanah tak mampu menyerap air. Maka ketika hujan turun, semua air akan ke bawah. Itu sudah menjadi Hukum Allah. Jangan sampai kita menjadi penyebab air turun semua. Gara-gara kita menjadi pengembang perumahan tidak memperhatikan eko systemnya. Itu namanya kita menjadi fitnah (ujian) bagi yang lain.
*3.Sabar Ketika Ditimpa Musibah*
يٰبُنَيَّ اَقِمِ الصَّلٰوةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوْفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلٰى مَاۤ اَصَابَكَ ۗ اِنَّ ذٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْاُمُوْرِ ۚ
"Wahai anakku! Laksanakanlah sholat dan suruhlah manusia berbuat yang makruf dan cegahlah mereka dari yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang penting." (QS. Luqman 17)
Ketika tertimpa musibah hendaklah bersabar. Bagaimanakah orang bersabar itu?
الَّذِيْنَ اِذَاۤ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ ۙ قَالُوْۤا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّـاۤ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَ
"yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un."
(QS. Al-Baqarah 156)
Orang sabar jika terkena musibah, dia mengembalikan semuanya kepada Allah. Bukankah ketika kita bayi baru dilahirkan juga tak punya apa-apa? Bahkan baju saja semua diberi orang. Jadi misal suatu saat kembali tak punya apa-apa, bersikaplah biasa saja.
Tapi umumnya manusia tidak siap. Ketika punya keinginan terlalu tinggi kemudian gagal, dia tidak siap.
Karena tak punya komitmen Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un.
Kita lihat diri kita ketika tiba-tiba dapat uang banyak. Apa yang ada dalam pikiran kita pertama kali? Belanja ke Mall !
Kita ini terdidik untuk konsumtif. Bahkan ada tayangan TV yang menyuguhkan belanja dengan cepat dalam waktu tertentu. Karena konsumtif maka tak siap dan akan menderita ketika kehilangan.
Maka sangat perlu memegang komitmen bahwa segala sesuatu baik yang enak (harta, jabatan) ataupun musibah itu semua dari Allah dan suatu saat akan diambil kembali. Dengan begitu maka kita akan sabar.
*4. Do'a Ketika Musibah*
*4. 1. Do'a untuk Pengobatan*
Diriwayatkan dari Abu Said Al Khudri r.a , ia berkata, “Pernah suatu ketika sekelompok sahabat Rasulullah SAW pergi mendatangi sebuah perkampungan Arab, namun penduduk kampung tersebut tidak ada yang mau menjamu mereka.
Pada saat itu juga, tiba-tiba pemimpin kampung tersebut disengat oleh seekor kalajengking. Maka penduduk kampung itupun berkata, “Apakah kalian membawa obat-obatan atau jampi-jampi?” Para sahabat menjawab, “Akan tetapi karena kalian tidak sudi mengobatinya, kecuali jika kalian mau memberikan upah kepada kami”.
Maka mereka pun menjanjikan akan memberikan upah seekor domba. Lalu salah seorang di antara sahabat membaca surah Al Fatihah sambil mengumpulkan air di ludahnya lalu meludahkan ke tempat sengatan kalajengking tersebut hingga kepala kampung itupun menjadi sembuh.
Lalu dengan senang mereka menyerahkan domba yang mereka janjikan kepada para sahabat. Akan tetapi para sahabat menolak hadiah tersebut dan mengatakan, “Kami tidak akan mengambilnya sebelum kami menanyakan kepada Rasulullah.”
Maka mereka pun pergi menanyakannya kepada Rasulullah SAW, hingga beliau tertawa mendengarnya. Lalu kemudian beliau bersabda,
“Tidakkah engkau mengetahui bahwa ia (Al Fatihah) memang jampi-jampi? Ambillah domba tersebut dan aku minta bagian.” (HR. Bukhari Muslim)
Hadits ini menunjukkan bahwa jika ada musibah harus mencari solusi maksimal, jangan menghindar.
Salah satu pengobatan adalah do'a yang dikenal sebagai Rukyah.
Mungkin pengobatan berhasil karena kebetulan saja, tetapi siapa tahu dengan semangat dan keikhlasan kita membantu, Allah memberikan bantuan ?
*4.2. Bila Musibah Menimpa Kita*
Ketika terkena musibah, Nabi tidak memohon apapun, beliau hanya berdo'a memuji Allah.
Dari Ibnu Abbas r.a bahwa Nabi SAW berdo'a ketika terkena musibah :
"Laa ilaaha illaallahul 'adziim,
laa ilaaha illaallahu rabbul arsyil adziim, laa ilaaha illaallahu rabbus-samaawaati wa rabbul ardh, wa rabbul arsyil kariim".
(Tidak ada Tuhan selain Allah yang Maha Besar. Tidak ada Tuhan selain Allah, Tuhan singgasana yang besar.
Tidak ada Tuhan selain Allah, Tuhan langit dan Tuhan bumi, dan Tuhan singgasana yang besar). (H.R Buchary).
Ibarat seorang anak yang baik, tidak meminta orang tua pun, orang tua yang baik sudah tahu maksud anaknya, dia membutuhkan uang.
Do'a lainnya Nabi SAW bersabda ucapkanlah:
يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ
“Ya hayyu ya qoyyum bi rahmatika astaghiits..."
[Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri tidak butuh segala sesuatu].”
Doa-doa tadi diucapkan pada saat terjadi Gerhana, saat Angin Kencang, saat Kekeringan, saat terjadi Guruh, saat hujan lebat.
*4.3. Bila Musibah Menimpa Orang Lain*
Ketika musibah menimpa orang lainpun, kita tetap berdo'a
Memuji syukur bahwa musibah tidak menimpa diri kita.
Rasulullah SAW bersabda,
مَنْ رَأَى صَاحِبَ بَلاَءٍ فَقَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى عَافَانِى مِمَّا ابْتَلاَكَ بِهِ وَفَضَّلَنِى عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلاً إِلاَّ عُوفِىَ مِنْ ذَلِكَ الْبَلاَءِ كَائِنًا مَا كَانَ مَا عَاشَ
“Siapa saja yang melihat yang lain tertimpa musibah, lalu ia mengucapkan,
‘Alhamdulillahilladzi ‘aafaani mimmab talaaka bihi, wa faddhalanii ‘ala katsiirim mimman khalaqa tafdhilaa’
Artinya: Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan aku dari musibah yang menimpamu dan benar-benar memuliakanku dari makhluk lainnya.
Kalau kalimat itu diucapkan, maka ia akan diselamatkan dari musibah tersebut, musibah apa pun itu semasa ia hidup.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah)
Kesimpulan :
1. Musibah itu bisa positif atau negatif.
2. Menyikapi Musibah , bahwa musibah skenario Allah, ketika ditimpa musibah harus sabar, dan ada do'a untuk menghadapi musibah.
3. Azab dipandang secara individual, bila mengenai diri kita sendiri boleh dikatakan sebagai azab sebagai introspeksi. Jangan mengatakan azab bila musibah menimpa orang lain.
Semoga bermanfaat
Barokallohu fikum
🖍SAK
MENYIKAPI MUSIBAH
Dr. H. Hasan Asyari Ulamai, MAg
26 Shafar 1440 H/ 4 November 2018
*Biasakan Tabayun*
Bertubi-tubi musibah menerpa negeri ini, gempa Lombok belum berakhir disusul dengan Palu, terus bencana menimpa Lion Air. Berbagai musibah muncul tanpa kita persiapkan bahkan tanpa kita prediksi.
Bila ada sebuah kampung yang baik, penduduknya semua taat ibadah. Tiba-tiba tertimpa musibah. Maka komentar kita kampung itu kena ujian.
Berikutnya ada informasi tambahan, bahwa penduduk kampung yang taat ibadah tetapi disapu bencana tadi ternyata bukan Muslim. Tiba-tiba komentar berubah, yang menimpa bukan Ujian tetapi Azab.
Aneh kenapa jadi berubah ketika perspektif yang tertimpa musibah diubah dari Muslim ke Non Muslim. Namun perspektif itu akan sama bila dipandang dari sisi mereka, non muslim.
Perlu kita pahami mana azab dan mana ujian agar kita tidak gampang memberi komentar negatif, khususnya kepada orang lain yang mempunyai keyakinan berbeda.
Lebih-lebih pada saat ini, ketika kita sering dihadapkan dengan postingan WA yang seolah-olah benar, padahal tidak benar.
Kita pernah mendapat postingan WA bahwa Tsunami Aceh itu terjadi pada tanggal 26. Demikian juga bencana lain dikaitkan dengan tanggal 26.
" Ini bukan sebuah kebetulan, lihat Al Qur'an juz ke 26".
Demikian kata WA. Kesannya ini hal yang sudah diramalkan Al Qur'an.
Pertanyaannya kenapa tidak Surat ke 26, atau Ayat ke 26 surat Al Qur'an.? Kalau kita pertanyakan hal itu maka akan membuat kita lebih arif. Kemarin itu bencana di Palu tanggal 28, bukan 26. Gempa di Chili tanggal 22 dan di Alaska tanggal 27. Jadi jangan terlalu mudah meramalkan dengan angka.
Kesalahan kita adalah bahwa kita lebih suka beriman pada WA, daripada mengaji Al Qur'an. Bahkan ada postingan bahwa Palu dilanda gempa karena ada Proyek Mata Dajjal. Padahal orang Palu sendiri tidak tahu, karena Proyek itu ada di Sulawesi Barat yang tidak kena bencana. Kita bayangkan betapa sakitnya bila sudah menderita terkena bencana kemudian menerima postingan yang menyudutkan.
Janganlah kita memperbesar hal yang sebetulnya bukan masalah. Dalam WA ada yang mempermasalahkan singkatan Assalammu alaikum dituliskan Ass wr wb. Karena ada yang mempermasalahkan "ass" dalam bahasa Inggris. Ini kurang kerjaan, karena tak ada yang mengatakan hal itu.
Ass wr wb ini singkatan karena dipakai sebagai SMS (short message Service) jadi biasa disingkat. Dalam hadits juga biasa ada singkatan.
Kalau ditelusuri tak ada maknanya.
Ada lagi tulisan In syaa Allah atau In shaa Allah, mana yang benar? Hal seperti ini bisa jadi gaduh. Padahal aslinya ya harus tulisan Arab. Bila diubah ke bahasa Indonesia tinggal kesepakatan kita saja.
Selama ini kita langsung percaya pada postingan WA. Maka biasakanlah tradisi untuk tabayun, memeriksa kebenaran.
*Azab Umat Nabi Muhammad SAW Ditunda*
Al Qur'an mengabadikan do'a Abu Jahal, yang intinya menantang kepada Allah :
وَاِذْ قَالُوا اللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ هٰذَا هُوَ الْحَـقَّ مِنْ عِنْدِكَ فَاَمْطِرْ عَلَيْنَا حِجَارَةً مِّنَ السَّمَآءِ اَوِ ائْتِنَا بِعَذَابٍ اَ لِيْمٍ
"Dan ingatlah , ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, Ya Allah, jika Al-Qur'an ini benar wahyu dari Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih." (QS. Al-Anfal 32)
Namun jawaban Allah , Allah SWT berfirman:
وَمَا كَانَ اللّٰهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَاَنْتَ فِيْهِمْ ۗ وَمَا كَانَ اللّٰهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُوْنَ
"Tetapi Allah tidak akan menghukum mereka, selama engkau Muhammad berada di antara mereka. Dan tidaklah pula Allah akan menghukum mereka, sedang mereka masih memohon ampunan." (QS. Al-Anfal 33)
Pada jaman Nabi Muhammad ada Abu Jahal saja azab Allah masih ditunda, sekarang ketika di Palu masih banyak orang yang istighfar apakah bencana kemarin azab? Namun kita lebih senang mengambil ayat yang berkaitan dengan Nabi-nabi sebelumnya, Nabi Nuh atau Nabi Luth dimana umatnya kena azab.
Sebagai bahan introspeksi diri tidak masalah kita menganggap bencana sebagai azab. Misal diri kita terbentur sesuatu kemudian kita katakan mungkin ini azab Allah menimpa diriku. Hal itu tak masalah. Jangan sampai dikatakan kepada orang lain, misal tetangga kecelakaan lalu dikatakan karena terlalu banyak dosa. Ini tidak tepat.
Ajaran islam itu jelas dan ada cara menerapkannya. Kita tahu perbedaan antara Muslim dan Kafir adalah Sholat. Namun kita tidak diperbolehkan mengkafirkan seseorang karena kita tak pernah melihat dia sholat.
Tuhan berbicara tidak terikat dengan bahasa manusia. Firman Allah diturunkan melalui malaikat Jibril memakai bahasa Arab, karena yang dijadikan utusan , yaitu Nabi Muhammad SAW adalah orang Arab. Maka Al Qur'an memakai bahasa kaumnya, yaitu bahasa Arab.
Tidak berarti bahwa Allah dan penduduk surga nanti akan berkomunikasi dengan bahasa Arab.
Kenyataan tanpa mengenal bahasa Arab, ternyata jama'ah haji dapat berkomunikasi dengan bahasa isyarat. Jadi kita tidak tahu kelak di surga memakai bahasa apa, tak ada informasi hal ini.
*Apakah Musibah itu?*
Kata musibah, berasal dari bahasa Arab ashoba-yushibu-mushibatan, yang artinya menimpa atau memperoleh.
Jadi kalau tertimpa sesuatu itu namanya kena musibah. Dalam kalimat ini muatannya masih netral, artinya tertimpa yang enak atau tidak enak, semua namanya kena musibah. Maka terjemahan paling tepat adalah bahasa jawa "ketiban". Dapat dipakai dalam kata "ketiban rejeki" yang maknanya baik.
Istilah musibah ini mempunyai muatan positif atau negatif juga ada dalam Al Qur'an, ketika pada konteks tertentu. Yaitu ketika ada orang yang dengki bila kita mendapat karunia, dan ketika mereka mengetahui kita mendapat musibah.
اِنْ تَمْسَسْكُمْ حَسَنَةٌ تَسُؤْهُمْ ۖ وَاِنْ تُصِبْكُمْ سَيِّئَةٌ يَّفْرَحُوْا بِهَا ۗ
"Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu tertimpa bencana, mereka bergembira karenanya.." (QS. Ali 'Imran 120)
*Sikap Menghadapi Musibah*
*1. Musibah adalah Skenario Allah*
قُلْ لَّنْ يُّصِيْبَـنَاۤ اِلَّا مَا كَتَبَ اللّٰهُ لَـنَا
"Katakanlah Muhammad , Tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami...." (QS. At-Taubah 51)
Dalam ayat yang lain Allah SWT berfirman:
مَاۤ اَصَابَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ فِى الْاَرْضِ وَلَا فِيْۤ اَنْفُسِكُمْ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍ مِّنْ قَبْلِ اَنْ نَّبْـرَاَهَا
"Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab Lauh Mahfuz sebelum Kami mewujudkannya...." (QS. Al-Hadid 22)
Menetapkan musibah itu sangat mudah bagi Allah. Kenapa yang kena musibah pesawat yang itu, bukan yang lain, itu semua kehendak Allah.
مَاۤ اَصَابَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ اِلَّا بِاِذْنِ اللّٰهِ ۗ
"Tidak ada suatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah;...".(QS. At-Taghabun 11)
Jadi musibah tidak selalu akibat kecelakaan saja. Ketika waktu ajal datang maka dalam keadaan apapun kita tak dapat menghindar.
Bisa jadi ketika sedang tidur dapat ditimpa musibah. Maka jika mau tidur jangan lupa untuk berdo'a.
*2.Jangan Sampai Menjadi Penyebab Musibah*
Musibah adalah skenario Allah, namun jangan sampai kita jadi penyebab. Jangan-jangan dalam kasus Lion Air karena ada petugas yang lalai , sehingga dia jadi penyebab kematian banyak orang.
Allah SWT berfirman:
وَاتَّقُوْا فِتْنَةً لَّا تُصِيْبَنَّ الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا مِنْكُمْ خَآ صَّةً ۚ وَاعْلَمُوْۤا اَنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ
"Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksa-Nya."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 25)
Salah satu fitnah dunia adalah akibat postingan WA, akibat tidak senang pada teman, tidak senang pada Partai tertentu dan sebagainya.
Jangan sampai diri kita jadi penyebab fitnah dengan menyebar informasi WA. Menjadi fitnah jika informasi disebar tanpa ditabayun. Atau menyebar sesuatu yang bukan keahlian kita.
Ada postingan tentang pengobatan herbal dengan cara mudah dan murah. Maka kita tak punya hak untuk posting ulang jika kita bukan ahli pengobatan. Karena jika kita memposting dan dipraktekkan orang kemudian dia kena musibah, maka kitalah penyebab musibah.
Pengobatan meskipun herbal pasti ada takarannya, demikian juga kondisi pasien belum tentu sama. Maka harus lewat ahlinya.
Banjir terjadi karena tanah tak mampu menyerap air. Maka ketika hujan turun, semua air akan ke bawah. Itu sudah menjadi Hukum Allah. Jangan sampai kita menjadi penyebab air turun semua. Gara-gara kita menjadi pengembang perumahan tidak memperhatikan eko systemnya. Itu namanya kita menjadi fitnah (ujian) bagi yang lain.
*3.Sabar Ketika Ditimpa Musibah*
يٰبُنَيَّ اَقِمِ الصَّلٰوةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوْفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلٰى مَاۤ اَصَابَكَ ۗ اِنَّ ذٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْاُمُوْرِ ۚ
"Wahai anakku! Laksanakanlah sholat dan suruhlah manusia berbuat yang makruf dan cegahlah mereka dari yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang penting." (QS. Luqman 17)
Ketika tertimpa musibah hendaklah bersabar. Bagaimanakah orang bersabar itu?
الَّذِيْنَ اِذَاۤ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ ۙ قَالُوْۤا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّـاۤ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَ
"yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un."
(QS. Al-Baqarah 156)
Orang sabar jika terkena musibah, dia mengembalikan semuanya kepada Allah. Bukankah ketika kita bayi baru dilahirkan juga tak punya apa-apa? Bahkan baju saja semua diberi orang. Jadi misal suatu saat kembali tak punya apa-apa, bersikaplah biasa saja.
Tapi umumnya manusia tidak siap. Ketika punya keinginan terlalu tinggi kemudian gagal, dia tidak siap.
Karena tak punya komitmen Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un.
Kita lihat diri kita ketika tiba-tiba dapat uang banyak. Apa yang ada dalam pikiran kita pertama kali? Belanja ke Mall !
Kita ini terdidik untuk konsumtif. Bahkan ada tayangan TV yang menyuguhkan belanja dengan cepat dalam waktu tertentu. Karena konsumtif maka tak siap dan akan menderita ketika kehilangan.
Maka sangat perlu memegang komitmen bahwa segala sesuatu baik yang enak (harta, jabatan) ataupun musibah itu semua dari Allah dan suatu saat akan diambil kembali. Dengan begitu maka kita akan sabar.
*4. Do'a Ketika Musibah*
*4. 1. Do'a untuk Pengobatan*
Diriwayatkan dari Abu Said Al Khudri r.a , ia berkata, “Pernah suatu ketika sekelompok sahabat Rasulullah SAW pergi mendatangi sebuah perkampungan Arab, namun penduduk kampung tersebut tidak ada yang mau menjamu mereka.
Pada saat itu juga, tiba-tiba pemimpin kampung tersebut disengat oleh seekor kalajengking. Maka penduduk kampung itupun berkata, “Apakah kalian membawa obat-obatan atau jampi-jampi?” Para sahabat menjawab, “Akan tetapi karena kalian tidak sudi mengobatinya, kecuali jika kalian mau memberikan upah kepada kami”.
Maka mereka pun menjanjikan akan memberikan upah seekor domba. Lalu salah seorang di antara sahabat membaca surah Al Fatihah sambil mengumpulkan air di ludahnya lalu meludahkan ke tempat sengatan kalajengking tersebut hingga kepala kampung itupun menjadi sembuh.
Lalu dengan senang mereka menyerahkan domba yang mereka janjikan kepada para sahabat. Akan tetapi para sahabat menolak hadiah tersebut dan mengatakan, “Kami tidak akan mengambilnya sebelum kami menanyakan kepada Rasulullah.”
Maka mereka pun pergi menanyakannya kepada Rasulullah SAW, hingga beliau tertawa mendengarnya. Lalu kemudian beliau bersabda,
“Tidakkah engkau mengetahui bahwa ia (Al Fatihah) memang jampi-jampi? Ambillah domba tersebut dan aku minta bagian.” (HR. Bukhari Muslim)
Hadits ini menunjukkan bahwa jika ada musibah harus mencari solusi maksimal, jangan menghindar.
Salah satu pengobatan adalah do'a yang dikenal sebagai Rukyah.
Mungkin pengobatan berhasil karena kebetulan saja, tetapi siapa tahu dengan semangat dan keikhlasan kita membantu, Allah memberikan bantuan ?
*4.2. Bila Musibah Menimpa Kita*
Ketika terkena musibah, Nabi tidak memohon apapun, beliau hanya berdo'a memuji Allah.
Dari Ibnu Abbas r.a bahwa Nabi SAW berdo'a ketika terkena musibah :
"Laa ilaaha illaallahul 'adziim,
laa ilaaha illaallahu rabbul arsyil adziim, laa ilaaha illaallahu rabbus-samaawaati wa rabbul ardh, wa rabbul arsyil kariim".
(Tidak ada Tuhan selain Allah yang Maha Besar. Tidak ada Tuhan selain Allah, Tuhan singgasana yang besar.
Tidak ada Tuhan selain Allah, Tuhan langit dan Tuhan bumi, dan Tuhan singgasana yang besar). (H.R Buchary).
Ibarat seorang anak yang baik, tidak meminta orang tua pun, orang tua yang baik sudah tahu maksud anaknya, dia membutuhkan uang.
Do'a lainnya Nabi SAW bersabda ucapkanlah:
يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ
“Ya hayyu ya qoyyum bi rahmatika astaghiits..."
[Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri tidak butuh segala sesuatu].”
Doa-doa tadi diucapkan pada saat terjadi Gerhana, saat Angin Kencang, saat Kekeringan, saat terjadi Guruh, saat hujan lebat.
*4.3. Bila Musibah Menimpa Orang Lain*
Ketika musibah menimpa orang lainpun, kita tetap berdo'a
Memuji syukur bahwa musibah tidak menimpa diri kita.
Rasulullah SAW bersabda,
مَنْ رَأَى صَاحِبَ بَلاَءٍ فَقَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى عَافَانِى مِمَّا ابْتَلاَكَ بِهِ وَفَضَّلَنِى عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلاً إِلاَّ عُوفِىَ مِنْ ذَلِكَ الْبَلاَءِ كَائِنًا مَا كَانَ مَا عَاشَ
“Siapa saja yang melihat yang lain tertimpa musibah, lalu ia mengucapkan,
‘Alhamdulillahilladzi ‘aafaani mimmab talaaka bihi, wa faddhalanii ‘ala katsiirim mimman khalaqa tafdhilaa’
Artinya: Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan aku dari musibah yang menimpamu dan benar-benar memuliakanku dari makhluk lainnya.
Kalau kalimat itu diucapkan, maka ia akan diselamatkan dari musibah tersebut, musibah apa pun itu semasa ia hidup.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah)
Kesimpulan :
1. Musibah itu bisa positif atau negatif.
2. Menyikapi Musibah , bahwa musibah skenario Allah, ketika ditimpa musibah harus sabar, dan ada do'a untuk menghadapi musibah.
3. Azab dipandang secara individual, bila mengenai diri kita sendiri boleh dikatakan sebagai azab sebagai introspeksi. Jangan mengatakan azab bila musibah menimpa orang lain.
Semoga bermanfaat
Barokallohu fikum
🖍SAK
Minggu, 04 November 2018
Kajian Ahad Sendang Gede
KAJIAN AHAD SENDANG GEDE
MENYINGKAP TABIR KEGAIBAN
Dr. H. Rozihan , SH , MAg
26 Shafar 1440 H/ 4 November 2018
*Agama Dasarnya Kepercayaan*
Ketika kita belajar agama, maka dasar kita adalah percaya dulu. Dengan percaya kita menjadi tenang.
Beda dengan ilmu, kalau belajar ilmu kita dasarnya Ragu, tidak percaya. Setelah kita dapat membuktikan kebenarannya baru kita terima sebagai ilmu.
Ketika kita mau pergi ke luar kota , kita harus percaya dulu dengan kendaraan dan sopir yang akan mengantar kita. Jika kita tak percaya maka akan banyak bertanya dan bahkan mungkin tak jadi berangkat. Maka ketika kita mau naik Pesawat misalnya tak perlu banyak tanya, cukup berdo'a : Bismillahir rohmanir rohiem, maka hati kita akan tenang.
Dalam kehidupan, kita akan pilih-pilih mau percaya dulu atau ragu dulu. Kita tak pernah bertanya kepada Bapak-ibu kita, apakah kita ini anak mereka atau bukan. Kalau ini ditanyakan mungkin hanya akan memancing kemarahan.
Dalam agama, kita percaya dulu baru kemudian diikuti ilmu. Karena tidak semua masalah agama bisa dijelaskan dengan ilmu. Ilmu akan berhenti ketika terjadi kematian.
Percaya itu termasuk pada hal yang ghoib.
*Menjelang Ajal maka yang Ghoib ditampakkan*
لَقَدْ كُنْتَ فِيْ غَفْلَةٍ مِّنْ هٰذَا فَكَشَفْنَا عَنْكَ غِطَآءَكَ فَبَصَرُكَ الْيَوْمَ حَدِيْدٌ
"Sungguh, kamu dahulu lalai tentang peristiwa ini, *maka Kami singkapkan tutup matamu, sehingga penglihatanmu pada hari ini sangat tajam*." (QS. Qaf 22)
Hal-hal yang kita anggap ghoib itu akan tersingkap ketika seseorang mau meninggal dunia. Seperti kasus Lion Air yang kecelakaan itu mungkin ada juga tanda bagi orang lain. Tetapi bahwa akan terjadi kecelakaan itu adalah hal yang masih ghoib ketika belum terjadi.
Kejadian dalam surat Al Qaf itu diberikan kepada kita semua, sebagai individu. Kita ini lalai, tidak tahu terhadap hal ghoib.
Ibarat kita ini bisa melihat benda, jika ada jarak dengan mata kita. Namun justru ketika benda ditempelkan ke mata kita, kita tak dapat melihatnya. Saking dekatnya (menempel ke mata) maka benda tadi tidak kelihatan.
Demikian juga karena Allah Maha Besar, maka mata kita tak mampu melihat Allah.
Karena cahaya Allah itu meliputi langit dan bumi, maka Allah tidak terlihat.
اَللّٰهُ نُوْرُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ
"Allah pemberi cahaya kepada langit dan bumi...." (QS. An-Nur 35)
Di dunia ini yang paling kita lihat adalah gemerlap dunia dan keluarga. Namun ada hal-hal baik yang tertutup , yaitu misalnya Pahala. Itu nanti akan disingkapkan oleh Allah. Kapan yang ghoib disingkapkan?
Yaitu ketika kita sudah melakukan, atau ketika seseorang pada saat kritis, menjelang ajal. Allah mengatakan penglihatan kita akan menjadi sangat tajam.
Mirip ketika kita krisis keuangan, tak punya uang sama sekali, maka kita ingat dulu punya uang tapi untuk ini, untuk itu ...
Maka ketika menjelang ajal kita akan melihat yang tak kelihatan , yang kita lupakan. Karena tutup mata kita akan disingkapkan.
*Manusia diwafatkan sesuai kebiasaannya*
Nabi SAW bersabda :
يُبْعَثُ كُلُّ عَبْدٍ عَلَى مَا مَاتَ عَلَيْهِ
“Setiap hamba akan dibangkitkan berdasarkan kondisi meninggalnya” (HR Muslim)
Kebiasaan kita akan ditunjukkan, karena Kamera CCTV Allah di dunia ini sedemikian besar, dapat merekam semua kebiasaan manusia.
Jika kebiasaan sedekah maka ketika mau meninggal juga ingin sedekah. Bila kebiasaan memaki-maki, maka demikian pula nanti ketika meninggal.
*Perbuatan Baik atau Buruk akan kembali ke diri kita*
Seorang sahabat bernama Sya’ban RA , setiap masuk masjid selalu dipojok masjid. Dia mengambil posisi di pojok karena tidak mau mengganggu dan tak mau terganggu orang lain. Kebiasaan ini dipahami oleh Rasulullah SAW.
Suatu pagi saat sholat subuh berjamaah akan dimulai Rasulullah SAW mendapati bahwa Sya’ban RA tidak berada di posisinya. Rasul SAW bertanya kepada jamaah yang hadir apakah ada yang melihat Sya’ban RA. Namun tak seorangpun yang melihat Sya’ban RA.
Sholat subuhpun ditunda sejenak menunggu Sya’ban RA. Namun yang ditunggu belum juga datang. Khawatir kesiangan, Rasul SAW memutuskan untuk segera melaksanakan sholat subuh.
Selesai sholat subuh, Rasul SAW bertanya apa ada yang mengetahui kabar dari Sya’ban RA. Namun tak ada seorangpun yang menjawab.
Rasul SAW bertanya lagi apa ada yang mengetahui di mana rumah Sya’ban RA. Seorang sahabat mengatakan bahwa dia mengetahui persis di mana rumah Sya’ban RA. Rasulullah SAW meminta diantarkan ke rumah Sya’ban RA.
Rombongan Rasul SAW sampai ke sana kira-kira 3 jam jalan kaki.
Sampai di depan rumah tersebut beliau SAW mengucapkan salam. Dan keluarlah seorang wanita sambil membalas salam tersebut.
“Benarkah ini rumah Sya’ban RA?” Rasul SAW bertanya.
“Ya benar, saya istrinya” jawab wanita tersebut. Dengan berlinangan air mata istri Sya’ban RA berkata :
“Beliau telah meninggal tadi pagi”
Kemudian istri Sya’ban bertanya kepada Rasul SAW,
“Ya Rasul ada sesuatu yang jadi tanda tanya bagi kami semua, yaitu menjelang kematiannya dia berteriak tiga kali dengan masing–masing teriakan disertai satu kalimat. Kami semua tidak paham apa maksudnya”.
“Apa saja kalimat yang diucapkannya?” tanya Rasul SAW.
Di masing–masing teriakannya dia berucap kalimat,
“Aduuuh, kenapa tidak lebih jauh.”
“Aduuuh, kenapa tidak yang baru.“
“Aduuuh, kenapa tidak semua.”
Rasul SAW menjelaskan bahwa
saat Sya’ban RA dalam keadaan sakratul maut, perjalanan hidupnya ditayangkan ulang oleh Allah SWT.
Bukan cuma itu, semua ganjaran dari perbuatannya diperlihatkan oleh Allah SWT.
Perjalanan Sya'ban ke masjid 3 jam jalan kaki bukanlah jarak yang dekat. Dalam tayangan itu pula Sya’ban RA diperlihatkan pahala yang diperolehnya dari langkah–langkah nya ke Masjid.
Dia melihat seperti apa surga ganjarannya. Saat melihat itu dia berucap:
“Aduuuh, kenapa tidak lebih jauh.”
Timbul penyesalan dalam diri Sya’ban RA, mengapa rumahnya tidak lebih jauh lagi supaya pahala yang didapatkan lebih banyak.
Dalam penggalan berikutnya Sya’ban RA melihat saat ia akan berangkat sholat berjamaah di musim dingin. Dia memakai dua buah baju dirangkapkan. Sya’ban RA sengaja memakai pakaian baru di dalam dan yang jelek di luar. Pikirnya jika kena debu, sudah tentu yang kena hanyalah baju yang luar.
Dalam perjalanan dia menemukan orang yang kedinginan. Sya’ban RA pun iba , lalu membuka baju yang luar dan dipakaikan kepada orang tersebut. Orang itupun terselamatkan dari mati kedinginan.
Sya’ban RA pun kemudian melihat indahnya sorga sebagai balasan memakaikan baju bututnya kepada orang tersebut.
Kemudian dia berteriak lagi :
“Aduuuh, kenapa tidak yang baru.“
Timbul lagi penyesalan Sya’ban RA. Jika dengan baju butut saja bisa mendapat pahala yang begitu besar, tentu ia akan mendapat yang lebih besar lagi seandainya ia memakaikan baju yang baru.
Berikutnya Sya’ban RA melihat adegan saat dia hendak sarapan roti yang dimakan dengan segelas susu. Muncul pengemis yang meminta sedikit roti karena sudah lebih 3 hari tidak makan. Sya’ban RA merasa iba, ia kemudian membagi dua roti itu, demikian pula segelas susu itu pun dibagi dua.
Allah SWT memperlihatkan ganjaran dari perbuatan Sya’ban RA dengan surga. Ketika melihat itu diapun berteriak lagi:
“Aduuuh, kenapa tidak semua.”
Sya’ban RA menyesal. Seandainya dia memberikan semua roti kepada pengemis tersebut tentulah dia akan mendapat sorga yang lebih indah.
Kisah di atas dijelaskan oleh Qur'an dalam Surat Al Isra 7, bahwa perbuatan baik itu adalah untuk diri sendiri.
اِنْ اَحْسَنْتُمْ اَحْسَنْتُمْ لِاَنْفُسِكُمْ ۗ وَاِنْ اَسَأْتُمْ فَلَهَا ۗ
"Jika kamu berbuat baik berarti kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka kerugian kejahatan itu untuk dirimu sendiri.." (QS. Al-Isra' 7)
Tapi kadang meyakinkan hal ini sulit, banyak orang yang lebih senang memikirkan kebutuhan sendiri.
*Suara hati itu Fithrah, bila tak didengarkan hati akan tumpul*
Manusia itu dilahirkan fithrah. Lingkungan membentuk jadi tidak baik, contohnya adalah Firaun.
Fir'aun sampai mengangkat dirinya sebagai Tuhan. Namun ketika akan meninggal dia dikembalikan kepada fithrahnya, maka dia takut dan mohon ampun, namun sudah tidak diterima taubatnya.
وَجَاوَزْنَا بِبَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ الْبَحْرَ فَاَتْبـَعَهُمْ فِرْعَوْنُ وَجُنُوْدُهٗ بَغْيًا وَّعَدْوًا ۗ حَتّٰۤى اِذَاۤ اَدْرَكَهُ الْغَرَقُ قَالَ اٰمَنْتُ اَنَّهٗ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا الَّذِيْۤ اٰمَنَتْ بِهٖ بَنُوْۤا اِسْرَآءِيْلَ وَ اَنَاۡ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
"Dan Kami selamatkan Bani Israil melintasi laut, kemudian Fir'aun dan bala tentaranya mengikuti mereka untuk menzalimi dan menindas mereka. Sehingga ketika Fir'aun hampir tenggelam, dia berkata, Aku percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan aku termasuk orang-orang muslim." (QS. Yunus 90)
Contoh lain , laki-laki yang suka selingkuh tak akan merasa salah. Dia tak merasa bahwa perbuatannya menyakiti hati orang lain. Namun ketika isterinya diselingkuhi orang lain, baru dia merasa sakit hati.
Artinya adalah bahwa pada dasarnya hati kecil manusia itu fithrah. Itu disebut Hati nurani atau Suara Hati yang selalu mengajarkan kebenaran.
Bila suara hati tak didengarkan maka lama-lama akan tumpul seperti Fir'aun.
Dan mereka akan terkejut ketika malaikat datang menjemput mereka.
هَلْ يَنْظُرُوْنَ اِلَّاۤ اَنْ تَأْتِيَهُمُ الْمَلٰٓئِكَةُ اَوْ يَأْتِيَ رَبُّكَ اَوْ يَأْتِيَ بَعْضُ اٰيٰتِ رَبِّكَ ۗ يَوْمَ يَأْتِيْ بَعْضُ اٰيٰتِ رَبِّكَ لَا يَنْفَعُ نَفْسًا اِيْمَانُهَا لَمْ تَكُنْ اٰمَنَتْ مِنْ قَبْلُ اَوْ كَسَبَتْ فِيْۤ اِيْمَانِهَا خَيْرًا ۗ قُلِ انْتَظِرُوْۤا اِنَّا مُنْتَظِرُوْنَ
"Yang mereka nanti-nantikan hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka, atau kedatangan Tuhanmu, atau sebagian tanda-tanda dari Tuhanmu. Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu tidak berguna lagi iman seseorang yang belum beriman sebelum itu, atau belum berusaha berbuat kebajikan dengan imannya itu. Katakanlah, Tunggulah! Kami pun menunggu." (QS. Al-An'am 158)
*Meneguhkan Kalimat Tauhid*
Lalu apa yang yang harus kita perbuat agar hati tidak tumpul ?
اِنَّ الَّذِيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوْا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلٰٓئِكَةُ اَ لَّا تَخَافُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَبْشِرُوْا بِالْجَـنَّةِ الَّتِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ
"Sesungguhnya orang-orang yang berkata, Tuhan kami adalah Allah kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka dengan berkata , Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan memperoleh surga yang telah dijanjikan kepadamu."
(QS. Fussilat 30)
Kita diperintahkan untuk meneguhkan Tauhid. Meneguhkan tauhid itu tidak sekedar dibaca dan bukan mengulang-ulang kalimat Tauhid. Meneguhkan Tauhid adalah
Kemampuan menghadirkan sifat-sifat Allah dalam kehidupan kita.
Jangan sampai kita menduakan Allah dalam perbuatan kita.
Mengulang-ulang kalimat tauhid tanpa memahami makna ibarat burung beo, dia mampu berkata-kata tapi tak tahu maknanya. Misal kita bertamu kerumah seseorang dan yang mempersilahkan masuk adalah burung beo, maka tak mungkin kita menuruti, meski beo itu mengucap puluhan kali : "Silahkan masuk...."
*Simpanan Amal Sholeh*
Mengulang-ulang do'a mungkin dengan harapan agar segera terkabul. Tidak salah memang, namun sebenarnya do'a yang mustajab akan cukup satu kali saja. Ini bisa terjadi jika kita mempunyai simpanan amal sholeh. Ini disebutkan Nabi sebagai Doa ketika kepepet , harus punya amal sholeh sebagai wasilah.
Rasulullah SAW bersabda,
“Ada tiga orang dari orang-orang sebelum kalian berangkat bepergian. Suatu saat mereka terpaksa mereka mampir bermalam di suatu goa kemudian mereka pun memasukinya. Tiba-tiba jatuhlah sebuah batu besar dari gunung lalu menutup gua itu dan mereka di dalamnya. Mereka berkata bahwasanya tidak ada yang dapat menyelamatkan mereka semua dari batu besar tersebut kecuali jika mereka semua berdoa kepada Allah Ta’ala dengan menyebutkan amalan baik mereka.”
Salah seorang dari mereka berkata, “Ya Allah, aku mempunyai dua orang tua yang sudah sepuh dan lanjut usia. Dan aku tidak pernah memberi minum susu kepada siapa pun sebelum memberi minum kepada keduanya. Aku lebih mendahulukan mereka berdua daripada keluarga dan hartaku. Kemudian pada suatu hari, aku mencari kayu di tempat yang jauh. Ketika aku pulang ternyata mereka berdua telah terlelap tidur. Aku pun memerah susu dan aku dapati mereka sudah tertidur pulas. Aku pun enggan memberikan minuman tersebut kepada keluarga atau pun budakku. Seterusnya aku menunggu hingga mereka bangun dan ternyata mereka barulah bangun ketika Shubuh, dan gelas minuman itu masih terus di tanganku. Selanjutnya setelah keduanya bangun lalu mereka meminum minuman tersebut. Ya Allah, jikalau aku mengerjakan sedemikian itu dengan niat benar-benar mengharapkan wajah-Mu, maka lepaskanlah kesukaran yang sedang kami hadapi dari batu besar yang menutupi kami ini.” Batu besar itu tiba-tiba terbuka sedikit, namun mereka masih belum dapat keluar dari goa.
“Nabi SAW bersabda, lantas orang yang lain pun berdo’a, “Ya Allah, dahulu ada puteri pamanku yang aku sangat menyukainya. Aku pun sangat menginginkannya. Namun ia menolak cintaku. Hingga berlalu beberapa tahun, ia mendatangiku karena sedang butuh uang. Aku pun memberinya 120 dinar. Namun pemberian itu dengan syarat ia mau tidur denganku. Ia pun mau. Sampai ketika aku ingin menyetubuhinya, keluarlah dari lisannya, “Tidak halal bagimu membuka cincin kecuali dengan cara yang benar.” Aku pun langsung tercengang kaget dan pergi meninggalkannya padahal dialah yang paling kucintai. Aku pun meninggalkan emas yang telah kuberikan untuknya. Ya Allah, jikalau aku mengerjakan sedemikian itu dengan niat benar-benar mengharapkan wajah-Mu, maka lepaskanlah kesukaran yang sedang kami hadapi dari batu besar yang menutupi kami ini.” Batu besar itu tiba-tiba terbuka lagi, namun mereka masih belum dapat keluar dari goa.
“Nabi SAW bersabda, lantas orang ketiga berdo’a, “Ya Allah, aku dahulu pernah mempekerjakan beberapa pegawai lantas aku memberikan gaji pada mereka. Namun ada satu yang tertinggal yang tidak aku beri. Malah uangnya aku kembangkan hingga menjadi harta melimpah. Suatu saat ia pun mendatangiku. Ia pun berkata padaku, “Wahai hamba Allah, bagaimana dengan upahku yang dulu?” Aku pun berkata padanya bahwa setiap yang ia lihat itulah hasil upahnya dahulu yang telah dikembangkan, yaitu ada unta, sapi, kambing dan budak. Ia pun berkata, “Wahai hamba Allah, janganlah engkau bercanda.” Aku pun menjawab bahwa aku tidak sedang bercanda padanya. Aku lantas mengambil semua harta tersebut dan menyerahkan padanya tanpa tersisa sedikit pun. Ya Allah, jikalau aku mengerjakan sedemikian itu dengan niat benar-benar mengharapkan wajah-Mu, maka lepaskanlah kesukaran yang sedang kami hadapi dari batu besar yang menutupi kami ini”. Lantas goa yang tertutup sebelumnya pun terbuka, mereka keluar dan berjalan. (HR. Bukhari dan Muslim)
Orang yang teguh pendiriannya jika berdo'a cukup sekali. Berdo'a akan mustajab jika kita punya wasilah (perantara). Wasilah itu ada tiga, yaitu :
1. Wasilah dengan Asmaul Husna.
2. Wasilah dengan orang sholeh yang masih hidup.
3. Wasilah dengan amal sholeh.
Maka orang yang teguh Tauhidnya tak perlu takut ketika meninggal jika amal sholehnya banyak.
*Peringatan Allah*
Manusia itu kadang-kadang lalai, meskipun ada peringatan. Kita mengenal ayat bahwa kadang ada hal yang tak kita sukai, padahal itu bermanfaat bagi kita. Demikian juga sebaliknya. Namun kita sering menggerutu jika mendapat hal yang tak kita suka. Padahal mungkin itu peringatan.
Ada kisah tentang orang yang mau ke Singapore dengan pesawat jam 10. Namun diluar pengetahuannya pesawat itu digabung dengan pesawat yang lebih pagi karena jumlah penumpang terlalu sedikit, cuma 9 orang. Orang tadi terlambat, ditinggal pesawat dan dia marah-marah. Dia tak tahu bahwa dia diselamatkan Allah dengan cara itu. Pesawat yang meninggalkan dia jatuh.
Kalau orang diberi kesempatan untuk hidup lebih lama dan bertaubat, kadang masih diberi peringatan.
اَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اَنْ تَخْشَعَ قُلُوْبُهُمْ لِذِكْرِ اللّٰهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَـقِّ ۙ وَلَا يَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْاَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوْبُهُمْ ۗ وَكَثِيْرٌ مِّنْهُمْ فٰسِقُوْنَ
"Belum tibakah waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk secara khusyuk mengingat Allah dan mematuhi kebenaran yang telah diwahyukan kepada mereka dan janganlah mereka seperti orang-orang yang telah menerima Kitab sebelum itu, kemudian mereka melalui masa yang panjang sehingga hati mereka menjadi keras. Dan banyak di antara mereka menjadi orang-orang fasik." (QS. Al-Hadid 16)
Peringatan Allah itu banyak dan macam-macam, ada yang langsung dan ada yang tidak langsung lewat mimpi.
Kisah Ibrahim Adham , seorang ahli tasawuf, pada awalnya dia adalah seorang yang senang mabuk-mabukan. Semua orang itu dilahirkan suci, namun dapat dipengaruhi lingkungan.
Dia tertarik seorang wanita, wanita itu mau jadi isterinya tetapi dengan mempersyaratkan dia berhenti minum-minuman keras. Ibrahim menuruti, kemudian mereka menikah dan punya anak perempuan.
Ketika anaknya umur 7 tahun, Ibrahim Adham kambuh kembali suka minum-minuman keras. Ketika dia sedang minum minuman keras, dia ditegur anak perempuannya. Setiap mau minum ditampar anaknya, akhirnya gelasnya pecah. Ibrahim Adham sangat marah dan dia memukul anaknya. Karena pukulan terlalu keras maka anaknya meninggal dunia.
Isterinyapun meninggal dan Ibrahim Adham bertambah parah dalam hal mabuk-mabukan. Suatu saat Ibrahim Adham ini tertidur dan mendapat Peringatan Allah lewat mimpi.
Menurut Surat Yusuf , mimpi itu ada dua : Mimpi kosong dan Mimpi yang benar.
Mimpi Ibrahim ini mimpi yang benar, dia merasa dikejar ular besar. Kemudian ditolong seorang tua yang membawa tongkat. Namun penolongnya ini kalah. Ibrahim Adham lari terus ke arah gunung dengan tetap dikejar ular. Di Gunung itu dia ditolong anak perempuan kecil dan selamatlah dia.
Ibrahim bertanya kepada anak tadi, kenapa dirinya dikejar ular?
Anak tadi menjelaskan :
"Ular yang mengejar bapak adalah kejahatan bapak, adapun orang tua bertongkat tadi adalah amal baik bapak. Dia kalah karena amal baik bapak cuma sedikit, maka tak bisa menolong".
Ingatlah akan hadits :
إتق الله حيثما كنت، وأتبع السيئة الحسنة تمحها، وخالق الناس بخلق حسن. (رواه الترمذي)
Rasulullah SAW, beliau bersabda :
“Bertaqwalah engkau kepada Allah dimanapun engkau berada. Dan ikutilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, niscaya perbuatan baik tersebut akan menghapus perbuatan buruknya. Dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik” (HR. Tirmidzi)
"Lalu kamu siapa nak? " tanya Ibrahim. "Saya dulu anakmu yang melarang kamu minum minuman keras". Jawab anak tadi.
Begitu bangun kemudian Ibrahim Adam sadar. Dia menjadi khusyu' setelah dibukakan jendela pintu akhirat melalui mimpi.
Maka seperti dalam surat Al Baqarah ayat 4, orang beriman yakin tentang akhirat dan ada pintu akhirat yang dapat dibukakan.
وَبِالْاٰخِرَةِ هُمْ يُوْقِنُوْنَ
"... dan mereka yakin akan adanya akhirat." (QS. Al-Baqarah 4)
Dalam kisah Sufi yang lain ada dua orang ibu di surga. Mereka ditawari untuk dibukakan pintu akhirat agar dapat mengintip anak-anaknya di dunia. Kedua ibu tersebut setuju dan kemudian mengintip ke dunia.
Seorang ibu menangis karena melihat anaknya sesat. Dia dulu memanjakan anaknya dengan harta dunia, tapi tak pernah membekali agama dan tak pernah menasehati anaknya. Ibu yang lain tertawa-tawa karena dia dulu tak punya harta, tapi sangat perhatian dengan pendidikan agama anaknya.
Demikian tentang kegaiban Alam akhirat yang diceritakan kepada kita.
Semoga bermanfaat
Barokallohu fikum
🖍SAK
MENYINGKAP TABIR KEGAIBAN
Dr. H. Rozihan , SH , MAg
26 Shafar 1440 H/ 4 November 2018
*Agama Dasarnya Kepercayaan*
Ketika kita belajar agama, maka dasar kita adalah percaya dulu. Dengan percaya kita menjadi tenang.
Beda dengan ilmu, kalau belajar ilmu kita dasarnya Ragu, tidak percaya. Setelah kita dapat membuktikan kebenarannya baru kita terima sebagai ilmu.
Ketika kita mau pergi ke luar kota , kita harus percaya dulu dengan kendaraan dan sopir yang akan mengantar kita. Jika kita tak percaya maka akan banyak bertanya dan bahkan mungkin tak jadi berangkat. Maka ketika kita mau naik Pesawat misalnya tak perlu banyak tanya, cukup berdo'a : Bismillahir rohmanir rohiem, maka hati kita akan tenang.
Dalam kehidupan, kita akan pilih-pilih mau percaya dulu atau ragu dulu. Kita tak pernah bertanya kepada Bapak-ibu kita, apakah kita ini anak mereka atau bukan. Kalau ini ditanyakan mungkin hanya akan memancing kemarahan.
Dalam agama, kita percaya dulu baru kemudian diikuti ilmu. Karena tidak semua masalah agama bisa dijelaskan dengan ilmu. Ilmu akan berhenti ketika terjadi kematian.
Percaya itu termasuk pada hal yang ghoib.
*Menjelang Ajal maka yang Ghoib ditampakkan*
لَقَدْ كُنْتَ فِيْ غَفْلَةٍ مِّنْ هٰذَا فَكَشَفْنَا عَنْكَ غِطَآءَكَ فَبَصَرُكَ الْيَوْمَ حَدِيْدٌ
"Sungguh, kamu dahulu lalai tentang peristiwa ini, *maka Kami singkapkan tutup matamu, sehingga penglihatanmu pada hari ini sangat tajam*." (QS. Qaf 22)
Hal-hal yang kita anggap ghoib itu akan tersingkap ketika seseorang mau meninggal dunia. Seperti kasus Lion Air yang kecelakaan itu mungkin ada juga tanda bagi orang lain. Tetapi bahwa akan terjadi kecelakaan itu adalah hal yang masih ghoib ketika belum terjadi.
Kejadian dalam surat Al Qaf itu diberikan kepada kita semua, sebagai individu. Kita ini lalai, tidak tahu terhadap hal ghoib.
Ibarat kita ini bisa melihat benda, jika ada jarak dengan mata kita. Namun justru ketika benda ditempelkan ke mata kita, kita tak dapat melihatnya. Saking dekatnya (menempel ke mata) maka benda tadi tidak kelihatan.
Demikian juga karena Allah Maha Besar, maka mata kita tak mampu melihat Allah.
Karena cahaya Allah itu meliputi langit dan bumi, maka Allah tidak terlihat.
اَللّٰهُ نُوْرُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ
"Allah pemberi cahaya kepada langit dan bumi...." (QS. An-Nur 35)
Di dunia ini yang paling kita lihat adalah gemerlap dunia dan keluarga. Namun ada hal-hal baik yang tertutup , yaitu misalnya Pahala. Itu nanti akan disingkapkan oleh Allah. Kapan yang ghoib disingkapkan?
Yaitu ketika kita sudah melakukan, atau ketika seseorang pada saat kritis, menjelang ajal. Allah mengatakan penglihatan kita akan menjadi sangat tajam.
Mirip ketika kita krisis keuangan, tak punya uang sama sekali, maka kita ingat dulu punya uang tapi untuk ini, untuk itu ...
Maka ketika menjelang ajal kita akan melihat yang tak kelihatan , yang kita lupakan. Karena tutup mata kita akan disingkapkan.
*Manusia diwafatkan sesuai kebiasaannya*
Nabi SAW bersabda :
يُبْعَثُ كُلُّ عَبْدٍ عَلَى مَا مَاتَ عَلَيْهِ
“Setiap hamba akan dibangkitkan berdasarkan kondisi meninggalnya” (HR Muslim)
Kebiasaan kita akan ditunjukkan, karena Kamera CCTV Allah di dunia ini sedemikian besar, dapat merekam semua kebiasaan manusia.
Jika kebiasaan sedekah maka ketika mau meninggal juga ingin sedekah. Bila kebiasaan memaki-maki, maka demikian pula nanti ketika meninggal.
*Perbuatan Baik atau Buruk akan kembali ke diri kita*
Seorang sahabat bernama Sya’ban RA , setiap masuk masjid selalu dipojok masjid. Dia mengambil posisi di pojok karena tidak mau mengganggu dan tak mau terganggu orang lain. Kebiasaan ini dipahami oleh Rasulullah SAW.
Suatu pagi saat sholat subuh berjamaah akan dimulai Rasulullah SAW mendapati bahwa Sya’ban RA tidak berada di posisinya. Rasul SAW bertanya kepada jamaah yang hadir apakah ada yang melihat Sya’ban RA. Namun tak seorangpun yang melihat Sya’ban RA.
Sholat subuhpun ditunda sejenak menunggu Sya’ban RA. Namun yang ditunggu belum juga datang. Khawatir kesiangan, Rasul SAW memutuskan untuk segera melaksanakan sholat subuh.
Selesai sholat subuh, Rasul SAW bertanya apa ada yang mengetahui kabar dari Sya’ban RA. Namun tak ada seorangpun yang menjawab.
Rasul SAW bertanya lagi apa ada yang mengetahui di mana rumah Sya’ban RA. Seorang sahabat mengatakan bahwa dia mengetahui persis di mana rumah Sya’ban RA. Rasulullah SAW meminta diantarkan ke rumah Sya’ban RA.
Rombongan Rasul SAW sampai ke sana kira-kira 3 jam jalan kaki.
Sampai di depan rumah tersebut beliau SAW mengucapkan salam. Dan keluarlah seorang wanita sambil membalas salam tersebut.
“Benarkah ini rumah Sya’ban RA?” Rasul SAW bertanya.
“Ya benar, saya istrinya” jawab wanita tersebut. Dengan berlinangan air mata istri Sya’ban RA berkata :
“Beliau telah meninggal tadi pagi”
Kemudian istri Sya’ban bertanya kepada Rasul SAW,
“Ya Rasul ada sesuatu yang jadi tanda tanya bagi kami semua, yaitu menjelang kematiannya dia berteriak tiga kali dengan masing–masing teriakan disertai satu kalimat. Kami semua tidak paham apa maksudnya”.
“Apa saja kalimat yang diucapkannya?” tanya Rasul SAW.
Di masing–masing teriakannya dia berucap kalimat,
“Aduuuh, kenapa tidak lebih jauh.”
“Aduuuh, kenapa tidak yang baru.“
“Aduuuh, kenapa tidak semua.”
Rasul SAW menjelaskan bahwa
saat Sya’ban RA dalam keadaan sakratul maut, perjalanan hidupnya ditayangkan ulang oleh Allah SWT.
Bukan cuma itu, semua ganjaran dari perbuatannya diperlihatkan oleh Allah SWT.
Perjalanan Sya'ban ke masjid 3 jam jalan kaki bukanlah jarak yang dekat. Dalam tayangan itu pula Sya’ban RA diperlihatkan pahala yang diperolehnya dari langkah–langkah nya ke Masjid.
Dia melihat seperti apa surga ganjarannya. Saat melihat itu dia berucap:
“Aduuuh, kenapa tidak lebih jauh.”
Timbul penyesalan dalam diri Sya’ban RA, mengapa rumahnya tidak lebih jauh lagi supaya pahala yang didapatkan lebih banyak.
Dalam penggalan berikutnya Sya’ban RA melihat saat ia akan berangkat sholat berjamaah di musim dingin. Dia memakai dua buah baju dirangkapkan. Sya’ban RA sengaja memakai pakaian baru di dalam dan yang jelek di luar. Pikirnya jika kena debu, sudah tentu yang kena hanyalah baju yang luar.
Dalam perjalanan dia menemukan orang yang kedinginan. Sya’ban RA pun iba , lalu membuka baju yang luar dan dipakaikan kepada orang tersebut. Orang itupun terselamatkan dari mati kedinginan.
Sya’ban RA pun kemudian melihat indahnya sorga sebagai balasan memakaikan baju bututnya kepada orang tersebut.
Kemudian dia berteriak lagi :
“Aduuuh, kenapa tidak yang baru.“
Timbul lagi penyesalan Sya’ban RA. Jika dengan baju butut saja bisa mendapat pahala yang begitu besar, tentu ia akan mendapat yang lebih besar lagi seandainya ia memakaikan baju yang baru.
Berikutnya Sya’ban RA melihat adegan saat dia hendak sarapan roti yang dimakan dengan segelas susu. Muncul pengemis yang meminta sedikit roti karena sudah lebih 3 hari tidak makan. Sya’ban RA merasa iba, ia kemudian membagi dua roti itu, demikian pula segelas susu itu pun dibagi dua.
Allah SWT memperlihatkan ganjaran dari perbuatan Sya’ban RA dengan surga. Ketika melihat itu diapun berteriak lagi:
“Aduuuh, kenapa tidak semua.”
Sya’ban RA menyesal. Seandainya dia memberikan semua roti kepada pengemis tersebut tentulah dia akan mendapat sorga yang lebih indah.
Kisah di atas dijelaskan oleh Qur'an dalam Surat Al Isra 7, bahwa perbuatan baik itu adalah untuk diri sendiri.
اِنْ اَحْسَنْتُمْ اَحْسَنْتُمْ لِاَنْفُسِكُمْ ۗ وَاِنْ اَسَأْتُمْ فَلَهَا ۗ
"Jika kamu berbuat baik berarti kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka kerugian kejahatan itu untuk dirimu sendiri.." (QS. Al-Isra' 7)
Tapi kadang meyakinkan hal ini sulit, banyak orang yang lebih senang memikirkan kebutuhan sendiri.
*Suara hati itu Fithrah, bila tak didengarkan hati akan tumpul*
Manusia itu dilahirkan fithrah. Lingkungan membentuk jadi tidak baik, contohnya adalah Firaun.
Fir'aun sampai mengangkat dirinya sebagai Tuhan. Namun ketika akan meninggal dia dikembalikan kepada fithrahnya, maka dia takut dan mohon ampun, namun sudah tidak diterima taubatnya.
وَجَاوَزْنَا بِبَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ الْبَحْرَ فَاَتْبـَعَهُمْ فِرْعَوْنُ وَجُنُوْدُهٗ بَغْيًا وَّعَدْوًا ۗ حَتّٰۤى اِذَاۤ اَدْرَكَهُ الْغَرَقُ قَالَ اٰمَنْتُ اَنَّهٗ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا الَّذِيْۤ اٰمَنَتْ بِهٖ بَنُوْۤا اِسْرَآءِيْلَ وَ اَنَاۡ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
"Dan Kami selamatkan Bani Israil melintasi laut, kemudian Fir'aun dan bala tentaranya mengikuti mereka untuk menzalimi dan menindas mereka. Sehingga ketika Fir'aun hampir tenggelam, dia berkata, Aku percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan aku termasuk orang-orang muslim." (QS. Yunus 90)
Contoh lain , laki-laki yang suka selingkuh tak akan merasa salah. Dia tak merasa bahwa perbuatannya menyakiti hati orang lain. Namun ketika isterinya diselingkuhi orang lain, baru dia merasa sakit hati.
Artinya adalah bahwa pada dasarnya hati kecil manusia itu fithrah. Itu disebut Hati nurani atau Suara Hati yang selalu mengajarkan kebenaran.
Bila suara hati tak didengarkan maka lama-lama akan tumpul seperti Fir'aun.
Dan mereka akan terkejut ketika malaikat datang menjemput mereka.
هَلْ يَنْظُرُوْنَ اِلَّاۤ اَنْ تَأْتِيَهُمُ الْمَلٰٓئِكَةُ اَوْ يَأْتِيَ رَبُّكَ اَوْ يَأْتِيَ بَعْضُ اٰيٰتِ رَبِّكَ ۗ يَوْمَ يَأْتِيْ بَعْضُ اٰيٰتِ رَبِّكَ لَا يَنْفَعُ نَفْسًا اِيْمَانُهَا لَمْ تَكُنْ اٰمَنَتْ مِنْ قَبْلُ اَوْ كَسَبَتْ فِيْۤ اِيْمَانِهَا خَيْرًا ۗ قُلِ انْتَظِرُوْۤا اِنَّا مُنْتَظِرُوْنَ
"Yang mereka nanti-nantikan hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka, atau kedatangan Tuhanmu, atau sebagian tanda-tanda dari Tuhanmu. Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu tidak berguna lagi iman seseorang yang belum beriman sebelum itu, atau belum berusaha berbuat kebajikan dengan imannya itu. Katakanlah, Tunggulah! Kami pun menunggu." (QS. Al-An'am 158)
*Meneguhkan Kalimat Tauhid*
Lalu apa yang yang harus kita perbuat agar hati tidak tumpul ?
اِنَّ الَّذِيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوْا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلٰٓئِكَةُ اَ لَّا تَخَافُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَبْشِرُوْا بِالْجَـنَّةِ الَّتِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ
"Sesungguhnya orang-orang yang berkata, Tuhan kami adalah Allah kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka dengan berkata , Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan memperoleh surga yang telah dijanjikan kepadamu."
(QS. Fussilat 30)
Kita diperintahkan untuk meneguhkan Tauhid. Meneguhkan tauhid itu tidak sekedar dibaca dan bukan mengulang-ulang kalimat Tauhid. Meneguhkan Tauhid adalah
Kemampuan menghadirkan sifat-sifat Allah dalam kehidupan kita.
Jangan sampai kita menduakan Allah dalam perbuatan kita.
Mengulang-ulang kalimat tauhid tanpa memahami makna ibarat burung beo, dia mampu berkata-kata tapi tak tahu maknanya. Misal kita bertamu kerumah seseorang dan yang mempersilahkan masuk adalah burung beo, maka tak mungkin kita menuruti, meski beo itu mengucap puluhan kali : "Silahkan masuk...."
*Simpanan Amal Sholeh*
Mengulang-ulang do'a mungkin dengan harapan agar segera terkabul. Tidak salah memang, namun sebenarnya do'a yang mustajab akan cukup satu kali saja. Ini bisa terjadi jika kita mempunyai simpanan amal sholeh. Ini disebutkan Nabi sebagai Doa ketika kepepet , harus punya amal sholeh sebagai wasilah.
Rasulullah SAW bersabda,
“Ada tiga orang dari orang-orang sebelum kalian berangkat bepergian. Suatu saat mereka terpaksa mereka mampir bermalam di suatu goa kemudian mereka pun memasukinya. Tiba-tiba jatuhlah sebuah batu besar dari gunung lalu menutup gua itu dan mereka di dalamnya. Mereka berkata bahwasanya tidak ada yang dapat menyelamatkan mereka semua dari batu besar tersebut kecuali jika mereka semua berdoa kepada Allah Ta’ala dengan menyebutkan amalan baik mereka.”
Salah seorang dari mereka berkata, “Ya Allah, aku mempunyai dua orang tua yang sudah sepuh dan lanjut usia. Dan aku tidak pernah memberi minum susu kepada siapa pun sebelum memberi minum kepada keduanya. Aku lebih mendahulukan mereka berdua daripada keluarga dan hartaku. Kemudian pada suatu hari, aku mencari kayu di tempat yang jauh. Ketika aku pulang ternyata mereka berdua telah terlelap tidur. Aku pun memerah susu dan aku dapati mereka sudah tertidur pulas. Aku pun enggan memberikan minuman tersebut kepada keluarga atau pun budakku. Seterusnya aku menunggu hingga mereka bangun dan ternyata mereka barulah bangun ketika Shubuh, dan gelas minuman itu masih terus di tanganku. Selanjutnya setelah keduanya bangun lalu mereka meminum minuman tersebut. Ya Allah, jikalau aku mengerjakan sedemikian itu dengan niat benar-benar mengharapkan wajah-Mu, maka lepaskanlah kesukaran yang sedang kami hadapi dari batu besar yang menutupi kami ini.” Batu besar itu tiba-tiba terbuka sedikit, namun mereka masih belum dapat keluar dari goa.
“Nabi SAW bersabda, lantas orang yang lain pun berdo’a, “Ya Allah, dahulu ada puteri pamanku yang aku sangat menyukainya. Aku pun sangat menginginkannya. Namun ia menolak cintaku. Hingga berlalu beberapa tahun, ia mendatangiku karena sedang butuh uang. Aku pun memberinya 120 dinar. Namun pemberian itu dengan syarat ia mau tidur denganku. Ia pun mau. Sampai ketika aku ingin menyetubuhinya, keluarlah dari lisannya, “Tidak halal bagimu membuka cincin kecuali dengan cara yang benar.” Aku pun langsung tercengang kaget dan pergi meninggalkannya padahal dialah yang paling kucintai. Aku pun meninggalkan emas yang telah kuberikan untuknya. Ya Allah, jikalau aku mengerjakan sedemikian itu dengan niat benar-benar mengharapkan wajah-Mu, maka lepaskanlah kesukaran yang sedang kami hadapi dari batu besar yang menutupi kami ini.” Batu besar itu tiba-tiba terbuka lagi, namun mereka masih belum dapat keluar dari goa.
“Nabi SAW bersabda, lantas orang ketiga berdo’a, “Ya Allah, aku dahulu pernah mempekerjakan beberapa pegawai lantas aku memberikan gaji pada mereka. Namun ada satu yang tertinggal yang tidak aku beri. Malah uangnya aku kembangkan hingga menjadi harta melimpah. Suatu saat ia pun mendatangiku. Ia pun berkata padaku, “Wahai hamba Allah, bagaimana dengan upahku yang dulu?” Aku pun berkata padanya bahwa setiap yang ia lihat itulah hasil upahnya dahulu yang telah dikembangkan, yaitu ada unta, sapi, kambing dan budak. Ia pun berkata, “Wahai hamba Allah, janganlah engkau bercanda.” Aku pun menjawab bahwa aku tidak sedang bercanda padanya. Aku lantas mengambil semua harta tersebut dan menyerahkan padanya tanpa tersisa sedikit pun. Ya Allah, jikalau aku mengerjakan sedemikian itu dengan niat benar-benar mengharapkan wajah-Mu, maka lepaskanlah kesukaran yang sedang kami hadapi dari batu besar yang menutupi kami ini”. Lantas goa yang tertutup sebelumnya pun terbuka, mereka keluar dan berjalan. (HR. Bukhari dan Muslim)
Orang yang teguh pendiriannya jika berdo'a cukup sekali. Berdo'a akan mustajab jika kita punya wasilah (perantara). Wasilah itu ada tiga, yaitu :
1. Wasilah dengan Asmaul Husna.
2. Wasilah dengan orang sholeh yang masih hidup.
3. Wasilah dengan amal sholeh.
Maka orang yang teguh Tauhidnya tak perlu takut ketika meninggal jika amal sholehnya banyak.
*Peringatan Allah*
Manusia itu kadang-kadang lalai, meskipun ada peringatan. Kita mengenal ayat bahwa kadang ada hal yang tak kita sukai, padahal itu bermanfaat bagi kita. Demikian juga sebaliknya. Namun kita sering menggerutu jika mendapat hal yang tak kita suka. Padahal mungkin itu peringatan.
Ada kisah tentang orang yang mau ke Singapore dengan pesawat jam 10. Namun diluar pengetahuannya pesawat itu digabung dengan pesawat yang lebih pagi karena jumlah penumpang terlalu sedikit, cuma 9 orang. Orang tadi terlambat, ditinggal pesawat dan dia marah-marah. Dia tak tahu bahwa dia diselamatkan Allah dengan cara itu. Pesawat yang meninggalkan dia jatuh.
Kalau orang diberi kesempatan untuk hidup lebih lama dan bertaubat, kadang masih diberi peringatan.
اَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اَنْ تَخْشَعَ قُلُوْبُهُمْ لِذِكْرِ اللّٰهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَـقِّ ۙ وَلَا يَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْاَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوْبُهُمْ ۗ وَكَثِيْرٌ مِّنْهُمْ فٰسِقُوْنَ
"Belum tibakah waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk secara khusyuk mengingat Allah dan mematuhi kebenaran yang telah diwahyukan kepada mereka dan janganlah mereka seperti orang-orang yang telah menerima Kitab sebelum itu, kemudian mereka melalui masa yang panjang sehingga hati mereka menjadi keras. Dan banyak di antara mereka menjadi orang-orang fasik." (QS. Al-Hadid 16)
Peringatan Allah itu banyak dan macam-macam, ada yang langsung dan ada yang tidak langsung lewat mimpi.
Kisah Ibrahim Adham , seorang ahli tasawuf, pada awalnya dia adalah seorang yang senang mabuk-mabukan. Semua orang itu dilahirkan suci, namun dapat dipengaruhi lingkungan.
Dia tertarik seorang wanita, wanita itu mau jadi isterinya tetapi dengan mempersyaratkan dia berhenti minum-minuman keras. Ibrahim menuruti, kemudian mereka menikah dan punya anak perempuan.
Ketika anaknya umur 7 tahun, Ibrahim Adham kambuh kembali suka minum-minuman keras. Ketika dia sedang minum minuman keras, dia ditegur anak perempuannya. Setiap mau minum ditampar anaknya, akhirnya gelasnya pecah. Ibrahim Adham sangat marah dan dia memukul anaknya. Karena pukulan terlalu keras maka anaknya meninggal dunia.
Isterinyapun meninggal dan Ibrahim Adham bertambah parah dalam hal mabuk-mabukan. Suatu saat Ibrahim Adham ini tertidur dan mendapat Peringatan Allah lewat mimpi.
Menurut Surat Yusuf , mimpi itu ada dua : Mimpi kosong dan Mimpi yang benar.
Mimpi Ibrahim ini mimpi yang benar, dia merasa dikejar ular besar. Kemudian ditolong seorang tua yang membawa tongkat. Namun penolongnya ini kalah. Ibrahim Adham lari terus ke arah gunung dengan tetap dikejar ular. Di Gunung itu dia ditolong anak perempuan kecil dan selamatlah dia.
Ibrahim bertanya kepada anak tadi, kenapa dirinya dikejar ular?
Anak tadi menjelaskan :
"Ular yang mengejar bapak adalah kejahatan bapak, adapun orang tua bertongkat tadi adalah amal baik bapak. Dia kalah karena amal baik bapak cuma sedikit, maka tak bisa menolong".
Ingatlah akan hadits :
إتق الله حيثما كنت، وأتبع السيئة الحسنة تمحها، وخالق الناس بخلق حسن. (رواه الترمذي)
Rasulullah SAW, beliau bersabda :
“Bertaqwalah engkau kepada Allah dimanapun engkau berada. Dan ikutilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, niscaya perbuatan baik tersebut akan menghapus perbuatan buruknya. Dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik” (HR. Tirmidzi)
"Lalu kamu siapa nak? " tanya Ibrahim. "Saya dulu anakmu yang melarang kamu minum minuman keras". Jawab anak tadi.
Begitu bangun kemudian Ibrahim Adam sadar. Dia menjadi khusyu' setelah dibukakan jendela pintu akhirat melalui mimpi.
Maka seperti dalam surat Al Baqarah ayat 4, orang beriman yakin tentang akhirat dan ada pintu akhirat yang dapat dibukakan.
وَبِالْاٰخِرَةِ هُمْ يُوْقِنُوْنَ
"... dan mereka yakin akan adanya akhirat." (QS. Al-Baqarah 4)
Dalam kisah Sufi yang lain ada dua orang ibu di surga. Mereka ditawari untuk dibukakan pintu akhirat agar dapat mengintip anak-anaknya di dunia. Kedua ibu tersebut setuju dan kemudian mengintip ke dunia.
Seorang ibu menangis karena melihat anaknya sesat. Dia dulu memanjakan anaknya dengan harta dunia, tapi tak pernah membekali agama dan tak pernah menasehati anaknya. Ibu yang lain tertawa-tawa karena dia dulu tak punya harta, tapi sangat perhatian dengan pendidikan agama anaknya.
Demikian tentang kegaiban Alam akhirat yang diceritakan kepada kita.
Semoga bermanfaat
Barokallohu fikum
🖍SAK
Langganan:
Postingan (Atom)