Kajian Ahad Muhammadiyah Banyumanik
2 Ramadhan 1438 H / 28 Mei 2017
Dr. dr. Masrifan Djamil
*Kajian Ramadhan*
Ada hadits yg terkenal, yaitu ketika Rasulullah s.a.w naik ke atas mimbar, beliau berkata ‘Aamiin,’ 3 kali lalu beliau berkata, ‘Jibril datang kepadaku dan berkata, ‘Wahai Muhammad, siapa saja yang mendapati bulan Ramadhan dan dia tidak diampuni, maka Allah akan melaknatnya.’ Lalu aku berkata: ‘Aamiin.’”
Kesimpulannya pada umumnya orang yg memasuki bulan Ramadhan dijanjikan keluar Ramadhan dalam keadaan suci, tetapi tentu tidak semua karena yg diseru adalah orang yg beriman.
يٰٓـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْکُمُ الصِّيَامُ کَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِکُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,"
(QS. Al-Baqarah 183)
Pada kenyataan ada yg tidak berpuasa, ada pula yg menjalani seadanya, seolah bukan bulan istimewa.
Mereka yg menjalani dengan serius mengatakan bahwa kita sudah diberi waktu 11 bulan untuk bekerja, maka bulan Ramadhan ini kita istimewakan khusus untuk beribadah.
Ini tentang iman, dan iman pasti diuji.
Kita mendapat petunjuk tentang ciri orang beriman ada dalam Surat al Mukminun :
1. Shalatnya khusyu'
الَّذِيْنَ هُمْ فِيْ صَلَاتِهِمْ خَاشِعُوْنَ
"(yaitu) orang yang khusyuk dalam sholatnya,"
(QS. Al-Mu'minun 2)
Khusyu' artinya memanjangkan rukuk dan sujud.
2. Tidak berbuat dan berkata sia2
وَالَّذِيْنَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُوْنَ
"dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna,"
(QS. Al-Mu'minun 23: Ayat 3)
Seperti WA ibarat pisau bermata dua ,bisa bermanfaat namun bisa sia2.
*Sungguh indah mukmin itu, dia itu tidak banyak bicara -dan jika bicara selalu bermanfaat.*
Ini sesuai hadits :
من كان يؤمن بالله واليوم الاخر فليقل خيراً أو ليصمت ,
“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia berkata baik atau diam"
3. Berzakat
وَالَّذِيْنَ هُمْ لِلزَّكٰوةِ فَاعِلُوْنَ
"dan orang yang menunaikan zakat,"
(QS. Al-Mu'minun 4)
4. Menjaga kesetiaan suami isteri
وَالَّذِيْنَ هُمْ لِفُرُوْجِهِمْ حٰفِظُوْنَ
"dan orang yang memelihara kemaluannya,"
(QS. Al-Mu'minun 5)
5. Memegang amanah dan janji
وَالَّذِيْنَ هُمْ لِاَمٰنٰتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُوْنَ
"Dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanah-amanah dan janjinya,"
(QS. Al-Mu'minun 8)
6. Menjaga shalatnya
وَالَّذِيْنَ هُمْ عَلٰى صَلَوٰتِهِمْ يُحَافِظُوْنَ
"serta orang yang memelihara sholatnya."
(QS. Al-Mu'minun 9)
7. Taat kepada Allah dan Rasul
Ciri lain ada dalam Surat al Anfal, mereka taat kepada Allah dan Rasul, bukan kepada guru. Pengertiannya adalah bahwa orang beriman itu berpegang teguh pada Al Qur'an dan Sunah.
Kita tahu bahwa dulu Imam Ghozali pun belajar ilmu kepada semua madzab, tidak pilih2. Ada ucapan dari imam Ali yg sangat penting :
أنظر ما قال ولا تنظر من قال
"lihatlah apa yang dikatakan dan jangan lihat siapa yang mengatakan".
Intinya orang beriman melihat kebenaran tanpa mempersoalkan siapa yg mengatakan. Dan penting sekali untuk menanamkan :
*"Ati’ullaha wa ati’ur rasula"*
8. Bila disebut Asma Allah hatinya gemetar.
9. Bila dibacakan ayat2 Allah, imannya bertambah.
اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ اِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ وَاِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ اٰيٰتُهٗ زَادَتْهُمْ اِيْمَانًا وَّعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَ
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal,"
(QS. Al-Anfal 2)
Rujukan Orang Beriman
1. Menjadi Profesional
".... Mereka itulah orang-orang yang benar dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa."
(QS. Al-Baqarah 177)
Dikaitkan dengan kalimat (pada ayat yg sama) : "orang-orang yang menepati janji apabila berjanji, " maka orang mukmin haruslah : PROFESIONAL , TEPAT WAKTU.
Dengan disiplin waktu maka hidup bisa efektif. Misal mengadakan rapat bisa beberapa tempat dan semua menghasilkan keputusan, tidak sia-sia.
2. Al Qur'an sebagai Petunjuk
Al Qur'an diturunkan dibulan Ramadhan
(QS. Al-Baqarah 185), dan disini menjadi kebiasaan membaca Al Qur'an di masjid dengan pengeras suara.
Terkadang yg baca tak benar bacaannya, apalagi artinya tidak tahu.
Padahal siapapun yg mendengar Al Qur'an dibaca wajib memperhatikan.
وَاِذَا قُرِئَ الْقُرْاٰنُ فَاسْتَمِعُوْا لَهٗ وَاَنْصِتُوْا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
"Dan apabila dibacakan Al-Qur'an, maka dengarkanlah dan diamlah, agar kamu mendapat rahmat." (QS. Al-A'raf 7: Ayat 204)
Yg dianjurkan adalah melakukan tadarus, yaitu membaca dan memahami maknanya. Menurut istilah Kiai Mustofa Bisri :"Moco Qur'an sak maknane ", jadi diatur ada yg membaca dan ada yg menerjemahkan.
Kalau ini dilaksanakan niscaya orang Indonesia akan berubah, menjadi orang yg beriman dan takwa. Karena kalau orang beriman jika diberi tahu ayat akan "samiknaa wa atho'naa". Apalagi jika memahami bahwa Al Qur'an adalah hudalinass.
3. Banyak berdo'a
Sering sekali terjadi kontroversi tentang do'a. Do'a harus begini begitu, do'a hari pertama puasa begini ..dan seterusnya.
Padahal jika berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Al-Qur'an dan Sunnah, (QS. An-Nisa' 59)
Kita itu berdoa kepada Tuhan yg dekat, Dia Maha Mendengar dan Maha Dekat jadi tak perlu berteriak.
"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku...."
(QS. Al-Baqarah 186)
Juga berdo'a itu tidak dibatasi, berdo'a sebanyaknya dan sesuai kebutuhan yg tentunya berbeda. Jangan mengamalkan do'a harian yg sering dishare di WA.
Dianjurkan banyak membaca :
Laa-haula Walaa Quwwata Illaa Billaah
Salah satu dasar agar banyak berdoa adalah hadits :
“Ada tiga orang yang do’anya tidak akan ditolak; seseorang yang berpuasa hingga ia berbuka, pemimpin yang adil, dan do’anya orang yang terzhalimi.”
Dalam hadits yg lain dikatakan siapa yg selalu berdzikir maka dia bersama Allah.
4. Sabar dalam ketaatan.
اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الَّذِيْنَ اتَّقَوْا وَّالَّذِيْنَ هُمْ مُّحْسِنُوْنَ
"Sungguh, Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan."
(QS. An-Nahl 16: Ayat 128)
Sabar itu tak ada batasnya, masing-2 sudah sabar, cuma beda derajatnya.
Untuk bersabar kita butuh minta tolong kepada Yang Maha Sabar.
Lebih2 dibulan Ramadhan, puasanya sendiri pahalanya besar dan sabarnya tak terhingga pahalanya. Menurut al Baqarah 187, puasa itu menahan diri, sabar disegala urusan, termasuk melakukan sunnah puasa.
Bukannya mandi besar atau berendam dilaut. Juga bukan ziarah makam karena do'a darimana saja bisa.
Yg perlu dilakukan adalah shalat syuruq dan i'tiqaf.
Demikian semoga bermanfaat
Barokallohu fikum
SAK
Pimpinan Cabang Muhammadiyah Banyumanik Semarang, menyajikan Media BLOG ini untuk mengkomunikasikan kegiatan kegiatan, program program yang sedang dilaksanakan kepada para anggota dan simpatisan Muhammadiyah di Banyumanik dan sekitarnya. Mari kita bersatu saling melengkapi, guna menegakkan kalimat TAUHID serta menyampaikan kebenaran ISLAM, melalui organisasi dakwah MUHAMMADIYAH di PCM Banyumanik.
Senin, 29 Mei 2017
Senin, 22 Mei 2017
Kajian HPT Muhammadiyah PRM Banyumanik
*Kajian HPT Muhammadiyah*
*PRM Banyumanik*
25 Sya'ban 1438 H /
21 Mei 2017
*Drs. Hamzah Rifqi MAg*
*Iman kepada Malaikat*
Muhammadiyah dalam hal menggambarkan hal yg ghoib hanya berdasarkan informasi dari Allah yg ada di Al Qur'an dan dari Rasulnya , tidak menambah dan tidak mengurangi.
Termasuk tentang malaikat karena ghoib.
Bila kita percaya kepada Allah maka konsekwensinya harus percaya kepada informasinya.
Malaikat itu utusan Allah yg bersayap, ada yg 2, 3 dan ada yg 4. Bagaimana bentuk sayapnya tak perlu dibayangkan.
Bila ada gambar malaikat seperti anak kecil yg bersayap dengan lingkaran di kepalanya itu gambaran kaum Nasrani.
اَ لْحَمْدُ لِلّٰهِ فَاطِرِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ جَاعِلِ الْمَلٰٓئِكَةِ رُسُلًا اُولِيْۤ اَجْنِحَةٍ مَّثْنٰى وَثُلٰثَ وَرُبٰعَ ۗ يَزِيْدُ فِى الْخَـلْقِ مَا يَشَآءُ ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
"Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan Bumi, yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga, dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."
(QS. Fatir 35: Ayat 1)
Pada kenyataannya malaikat ini bisa berubah bentuk menjadi seperti manusia biasa. Informasi ini kita peroleh dari hadits Nabi yg diriwayatkan Umar bin Khatab
Malaikat itu makhluk yg dimuliakan karena selalu taat kepada perintah Allah
وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمٰنُ وَلَدًا سُبْحٰنَهٗ ۗ بَلْ عِبَادٌ مُّكْرَمُوْنَ
"Dan mereka berkata, Tuhan Yang Maha Pengasih telah menjadikan (malaikat) sebagai anak. Maha Suci Dia. Sebenarnya mereka (para malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan,"
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 26)
لَا يَسْبِقُوْنَهٗ بِالْقَوْلِ وَهُمْ بِاَمْرِهٖ يَعْمَلُوْنَ
"mereka tidak berbicara mendahului-Nya dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 27)
Beda dengan manusia, yg diperintah tidak dikerjakan ,yg dilarang malah dikerjakan.
Salah satu tugas malaikat adalah menjaga neraka. Dan ini adalah malaikat yg kasar.
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْۤا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰٓئِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَاۤ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan."
(QS. At-Tahrim 66: Ayat 6)
Begitu taatnya malaikat kepada Allah bisa kita fahami bahkan ketika diperintah sujud kepada Adam langsung dilaksanakan.
*Itulah ketaatan !*
Hal yg harus kita lakukan dalam hal ibadah tak perlu menggunakan logika.
Mengapa kalau haji harus thawaf 7 kali?
Mengapa shalat subuh 2 rakaat dan dhuhur 4 rakaat, padahal kita sedang sibuk bekerja?
Kita tak perlu berfikir karena kita diperintah untuk mencontoh Nabi
Malaikat itu tidak makan dan tidak minum. Bisa kita fahami Allah membedakan sistemnya. Kalau kita makan nasi, sapi makan rumput, singa makan daging, maka malaikat ini tak perlu makan.
فَلَمَّا رَاٰۤ اَيْدِيَهُمْ لَا تَصِلُ اِلَيْهِ نَـكِرَهُمْ وَاَوْجَسَ مِنْهُمْ خِيْفَةً ۗ قَالُوْا لَا تَخَفْ اِنَّاۤ اُرْسِلْنَاۤ اِلٰى قَوْمِ لُوْطٍ
"Maka ketika dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya, dia (Ibrahim) mencurigai mereka, dan merasa takut kepada mereka. Mereka (malaikat) berkata, Jangan takut, sesungguhnya kami diutus kepada kaum Lut."
(QS. Hud 11: Ayat 70)
Malaikat juga tidak berjodoh karena tidak ada lelaki ataupun perempuan.
اَفَاَصْفٰٮكُمْ رَبُّكُمْ بِالْبَـنِيْنَ وَ اتَّخَذَ مِنَ الْمَلٰۤئِكَةِ اِنَاثًا ۗ اِنَّكُمْ لَتَقُوْلُوْنَ قَوْلًا عَظِيْمًا
"Maka apakah pantas Tuhan memilihkan anak laki-laki untukmu dan Dia mengambil anak perempuan dari malaikat? Sungguh, kamu benar-benar mengucapkan kata yang besar (dosanya)."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 40)
Malaikat tidak putus2 nya bertasbih kepada Allah.
يُسَبِّحُوْنَ الَّيْلَ وَالنَّهَارَ لَا يَفْتُرُوْنَ
"Mereka (malaikat-malaikat) bertasbih tidak henti-hentinya malam dan siang."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 20)
Semua yg dilangit dan dibumi bertasbih kepada Allah.
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ ۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
"Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi bertasbih kepada Allah; dan Dialah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana."
(QS. As-Saff 61: Ayat 1)
Bertasbih artinya adalah tunduk taat kepada Allah. Air bertasbih, dia akan berubah menjadi uap jika dipanaskan.
Hanya manusia yg sering berusaha melawan hukum Allah.
Setiap malaikat mempunyai tugas tertentu
وَمَا مِنَّاۤ اِلَّا لَهٗ مَقَامٌ مَّعْلُوْمٌ
"Dan tidak satu pun di antara kami (malaikat) melainkan masing-masing mempunyai kedudukan tertentu,"
(QS. As-Saffat 37: Ayat 164)
Ada yg bertugas menjunjung arasy (singgasana) Allah
وَّالْمَلَكُ عَلٰٓى اَرْجَآئِهَا ۗ وَيَحْمِلُ عَرْشَ رَبِّكَ فَوْقَهُمْ يَوْمَئِذٍ ثَمٰنِيَةٌ
"Dan para malaikat berada di berbagai penjuru langit. Pada hari itu delapan malaikat menjunjung `Arsy (singgasana) Tuhanmu di atas (kepala) mereka."
(QS. Al-Haqqah 69: Ayat 17)
Bagaimana bentuk singgasana Allah tak perlu dibayangkan
Ada yg bertugas menjaga kitab suci
فِيْ صُحُفٍ مُّكَرَّمَةٍ
مَّرْفُوْعَةٍ مُّطَهَّرَةٍ ۭ
بِاَيْدِيْ سَفَرَةٍ
كِرَامٍۢ بَرَرَةٍ
"di dalam kitab-kitab yang dimuliakan (di sisi Allah),"
"yang ditinggikan (dan) disucikan,"
"di tangan para utusan (malaikat),"
"yang mulia lagi berbakti."
(QS. 'Abasa 80: Ayat 13 - 16)
Ada yg diutus menyampaikan wahyu
نَزَلَ بِهِ الرُّوْحُ الْاَمِيْنُ
عَلٰى قَلْبِكَ لِتَكُوْنَ مِنَ الْمُنْذِرِيْنَ
"Yang dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril),"
"ke dalam hatimu (Muhammad) agar engkau termasuk orang yang memberi peringatan,"
(QS. Asy-Syu'ara' 26: Ayat 193-194)
Malaikat punya nama, ada Jibril (ruh kudus), ada Mikail dst ada dalam hadits
مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِّلّٰهِ وَمَلٰٓئِکَتِهٖ وَ رُسُلِهٖ وَجِبْرِيْلَ وَمِيْكٰٮلَ فَاِنَّ اللّٰهَ عَدُوٌّ لِّلْكٰفِرِيْنَ
"Barang siapa menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril, dan Mikail maka sesungguhnya Allah musuh bagi orang-orang kafir."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 98)
Ada yg tugasnya mencatat amal manusia
وَاِنَّ عَلَيْكُمْ لَحٰـفِظِيْنَ
"Dan sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu),"
(QS. Al-Infitar 82: Ayat 10)
Karena pada dasarnya manusia itu suka ingkar, padahal sudah diingatkan bahwa mereka diawasi (Surat Infitar)
Malaikat yg mengawasi bernama Roqib, artinya mengawasi.
Selanjutnya kita dilarang membuat gambaran2 yg tidak kita ketahui. Ini akan diminta pertanggung jawaban.
وَلَا تَقْفُ مَا لَـيْسَ لَـكَ بِهٖ عِلْمٌ ۗ اِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ اُولٰۤئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُوْلًا
"Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 36)
Demikianlah tentang malaikat, yg termasuk dalam salah satu rukun iman yg harus kita yakini.
Semoga manfaat
Barokallohu fiku
SAK
*PRM Banyumanik*
25 Sya'ban 1438 H /
21 Mei 2017
*Drs. Hamzah Rifqi MAg*
*Iman kepada Malaikat*
Muhammadiyah dalam hal menggambarkan hal yg ghoib hanya berdasarkan informasi dari Allah yg ada di Al Qur'an dan dari Rasulnya , tidak menambah dan tidak mengurangi.
Termasuk tentang malaikat karena ghoib.
Bila kita percaya kepada Allah maka konsekwensinya harus percaya kepada informasinya.
Malaikat itu utusan Allah yg bersayap, ada yg 2, 3 dan ada yg 4. Bagaimana bentuk sayapnya tak perlu dibayangkan.
Bila ada gambar malaikat seperti anak kecil yg bersayap dengan lingkaran di kepalanya itu gambaran kaum Nasrani.
اَ لْحَمْدُ لِلّٰهِ فَاطِرِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ جَاعِلِ الْمَلٰٓئِكَةِ رُسُلًا اُولِيْۤ اَجْنِحَةٍ مَّثْنٰى وَثُلٰثَ وَرُبٰعَ ۗ يَزِيْدُ فِى الْخَـلْقِ مَا يَشَآءُ ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
"Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan Bumi, yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga, dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."
(QS. Fatir 35: Ayat 1)
Pada kenyataannya malaikat ini bisa berubah bentuk menjadi seperti manusia biasa. Informasi ini kita peroleh dari hadits Nabi yg diriwayatkan Umar bin Khatab
Malaikat itu makhluk yg dimuliakan karena selalu taat kepada perintah Allah
وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمٰنُ وَلَدًا سُبْحٰنَهٗ ۗ بَلْ عِبَادٌ مُّكْرَمُوْنَ
"Dan mereka berkata, Tuhan Yang Maha Pengasih telah menjadikan (malaikat) sebagai anak. Maha Suci Dia. Sebenarnya mereka (para malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan,"
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 26)
لَا يَسْبِقُوْنَهٗ بِالْقَوْلِ وَهُمْ بِاَمْرِهٖ يَعْمَلُوْنَ
"mereka tidak berbicara mendahului-Nya dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 27)
Beda dengan manusia, yg diperintah tidak dikerjakan ,yg dilarang malah dikerjakan.
Salah satu tugas malaikat adalah menjaga neraka. Dan ini adalah malaikat yg kasar.
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْۤا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰٓئِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَاۤ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan."
(QS. At-Tahrim 66: Ayat 6)
Begitu taatnya malaikat kepada Allah bisa kita fahami bahkan ketika diperintah sujud kepada Adam langsung dilaksanakan.
*Itulah ketaatan !*
Hal yg harus kita lakukan dalam hal ibadah tak perlu menggunakan logika.
Mengapa kalau haji harus thawaf 7 kali?
Mengapa shalat subuh 2 rakaat dan dhuhur 4 rakaat, padahal kita sedang sibuk bekerja?
Kita tak perlu berfikir karena kita diperintah untuk mencontoh Nabi
Malaikat itu tidak makan dan tidak minum. Bisa kita fahami Allah membedakan sistemnya. Kalau kita makan nasi, sapi makan rumput, singa makan daging, maka malaikat ini tak perlu makan.
فَلَمَّا رَاٰۤ اَيْدِيَهُمْ لَا تَصِلُ اِلَيْهِ نَـكِرَهُمْ وَاَوْجَسَ مِنْهُمْ خِيْفَةً ۗ قَالُوْا لَا تَخَفْ اِنَّاۤ اُرْسِلْنَاۤ اِلٰى قَوْمِ لُوْطٍ
"Maka ketika dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya, dia (Ibrahim) mencurigai mereka, dan merasa takut kepada mereka. Mereka (malaikat) berkata, Jangan takut, sesungguhnya kami diutus kepada kaum Lut."
(QS. Hud 11: Ayat 70)
Malaikat juga tidak berjodoh karena tidak ada lelaki ataupun perempuan.
اَفَاَصْفٰٮكُمْ رَبُّكُمْ بِالْبَـنِيْنَ وَ اتَّخَذَ مِنَ الْمَلٰۤئِكَةِ اِنَاثًا ۗ اِنَّكُمْ لَتَقُوْلُوْنَ قَوْلًا عَظِيْمًا
"Maka apakah pantas Tuhan memilihkan anak laki-laki untukmu dan Dia mengambil anak perempuan dari malaikat? Sungguh, kamu benar-benar mengucapkan kata yang besar (dosanya)."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 40)
Malaikat tidak putus2 nya bertasbih kepada Allah.
يُسَبِّحُوْنَ الَّيْلَ وَالنَّهَارَ لَا يَفْتُرُوْنَ
"Mereka (malaikat-malaikat) bertasbih tidak henti-hentinya malam dan siang."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 20)
Semua yg dilangit dan dibumi bertasbih kepada Allah.
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ ۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
"Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi bertasbih kepada Allah; dan Dialah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana."
(QS. As-Saff 61: Ayat 1)
Bertasbih artinya adalah tunduk taat kepada Allah. Air bertasbih, dia akan berubah menjadi uap jika dipanaskan.
Hanya manusia yg sering berusaha melawan hukum Allah.
Setiap malaikat mempunyai tugas tertentu
وَمَا مِنَّاۤ اِلَّا لَهٗ مَقَامٌ مَّعْلُوْمٌ
"Dan tidak satu pun di antara kami (malaikat) melainkan masing-masing mempunyai kedudukan tertentu,"
(QS. As-Saffat 37: Ayat 164)
Ada yg bertugas menjunjung arasy (singgasana) Allah
وَّالْمَلَكُ عَلٰٓى اَرْجَآئِهَا ۗ وَيَحْمِلُ عَرْشَ رَبِّكَ فَوْقَهُمْ يَوْمَئِذٍ ثَمٰنِيَةٌ
"Dan para malaikat berada di berbagai penjuru langit. Pada hari itu delapan malaikat menjunjung `Arsy (singgasana) Tuhanmu di atas (kepala) mereka."
(QS. Al-Haqqah 69: Ayat 17)
Bagaimana bentuk singgasana Allah tak perlu dibayangkan
Ada yg bertugas menjaga kitab suci
فِيْ صُحُفٍ مُّكَرَّمَةٍ
مَّرْفُوْعَةٍ مُّطَهَّرَةٍ ۭ
بِاَيْدِيْ سَفَرَةٍ
كِرَامٍۢ بَرَرَةٍ
"di dalam kitab-kitab yang dimuliakan (di sisi Allah),"
"yang ditinggikan (dan) disucikan,"
"di tangan para utusan (malaikat),"
"yang mulia lagi berbakti."
(QS. 'Abasa 80: Ayat 13 - 16)
Ada yg diutus menyampaikan wahyu
نَزَلَ بِهِ الرُّوْحُ الْاَمِيْنُ
عَلٰى قَلْبِكَ لِتَكُوْنَ مِنَ الْمُنْذِرِيْنَ
"Yang dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril),"
"ke dalam hatimu (Muhammad) agar engkau termasuk orang yang memberi peringatan,"
(QS. Asy-Syu'ara' 26: Ayat 193-194)
Malaikat punya nama, ada Jibril (ruh kudus), ada Mikail dst ada dalam hadits
مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِّلّٰهِ وَمَلٰٓئِکَتِهٖ وَ رُسُلِهٖ وَجِبْرِيْلَ وَمِيْكٰٮلَ فَاِنَّ اللّٰهَ عَدُوٌّ لِّلْكٰفِرِيْنَ
"Barang siapa menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril, dan Mikail maka sesungguhnya Allah musuh bagi orang-orang kafir."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 98)
Ada yg tugasnya mencatat amal manusia
وَاِنَّ عَلَيْكُمْ لَحٰـفِظِيْنَ
"Dan sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu),"
(QS. Al-Infitar 82: Ayat 10)
Karena pada dasarnya manusia itu suka ingkar, padahal sudah diingatkan bahwa mereka diawasi (Surat Infitar)
Malaikat yg mengawasi bernama Roqib, artinya mengawasi.
Selanjutnya kita dilarang membuat gambaran2 yg tidak kita ketahui. Ini akan diminta pertanggung jawaban.
وَلَا تَقْفُ مَا لَـيْسَ لَـكَ بِهٖ عِلْمٌ ۗ اِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ اُولٰۤئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُوْلًا
"Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 36)
Demikianlah tentang malaikat, yg termasuk dalam salah satu rukun iman yg harus kita yakini.
Semoga manfaat
Barokallohu fiku
SAK
Minggu, 07 Mei 2017
Kajian Ahad Pagi Muhammadiyah Banyumanik
Kajian Ahad Pagi Muhammadiyah Banyumanik
10 Sya'ban 1438 H /
7 Mei 2017
Ustadz Dr. Hasan Asy'ari Ulamai
*Fadhilah Al Qur'an*
Di bulan Ramadhan banyak sekali kajian2 Al Qur'an, karena memang banyak pujian2 bagi shohibul Qur'an dari Baginda Rasul saw yg dihimpun ulama2 sebagai hadits fadhilah Qur'an.
Ini akan disampaikan sedikit untuk memotivasi kita membaca Al Qur'an agar mendapatkan keutamaan.
1. Dalam kitab Shahihnya, Imam Al-Bukhari meriwayatkan sebuah hadits dari Utsman bin Affan Radhiyallahu Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ .
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur`an dan mengajarkannya.”
Jika kita belajar untuk diri sendiri itu hal biasa. Yg utama adalah belajar agar kita bisa mengajarkannya.
2. Fadhilah membaca Al Qur'an seolah sama dng orang yg memiliki harta kekayaan.
Diriwayatkan seorang sahabat mau melamar pasangan, namun tak punya apa2. Bahkan cincin besipun tak punya.
Ketika Rasul tahu dia sudah hafal surat Al Baqarah, maka diperintahkan mengajarkan 20 ayat kepada pasangannya sebagai mas kawin.
Hadits ini kadang ditafsirkan kurang tepat, memberi mas kawin kitab Al Qur'an. Padahal yg benar adalah Mengajarkan ilmu Al Qur'an.
3. Hadits Ibnu Majah
وعن ابي ذر قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: يا أبا ذر لأن تغدو فتتعلم آية من كتاب الله خير لك من ان تصلي مائة ركعة, و لأن تغذو فتتعلم بابا من العلم عمل به أو لم يعمل به خير لك من أن تصلي ألف ركعة.
Dari abu Dzar, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Wahai Abu Dzar, kamu berangkat dipagi hari lalu mengajari satu ayat dari kitabullah, lebih baik bagimu dari pada kamu melakukan sholat seratus roka’at dan kamu berangkat dipagi hari, lalu mengajarkan salah satu bab dari ilmu, baik diamalkan atau tidak, lebih baik darimu dari pada kamu melakukan sholat seribu roka’at.” (HR. Ibnu Majah)
Padahal jika kita hitung shalat sunah yg dianjurkan, rawatib hanya 12, tahajud hanya 11. Jika dijumlah masih belum ada 100 rakaat.
Ini disebabkan jika kita shalat sunah pahalanya hanya untuk diri sendiri, sedangkan mengajar ilmu bisa mengubah orang lain.
4. Melampaui harta lain, jika Al Qur'an dibaca dalam shalat.
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضى الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ إِذَا رَجَعَ إِلَى أَهْلِهِ أَنْ يَجِدَ فِيهِ ثَلاَثَ خَلِفَاتٍ عِظَامٍ سِمَانٍ قُلْنَا نَعَمْ. قَالَ « فَثَلاَثُ آيَاتٍ يَقْرَأُ بِهِنَّ أَحَدُكُمْ فِى صَلاَتِهِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ ثَلاَثِ خَلِفَاتٍ عِظَامٍ سِمَانٍ
“Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Maukah salah seorang dari kalian jika dia kembali ke rumahnya mendapati di dalamnya 3 onta yang hamil, gemuk serta besar?”
Para shahabat menjawab: “Iya”,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Salah seorang dari kalian membaca tiga ayat di dalam shalat lebih baik baginya daripada mendapat kan tiga onta yang hamil, gemuk dan besar ” (HR. Muslim)
5. Dianggap keluarganya Allah.
Sabda Rasulullah saw :
إِنَّ لِلَّهِ أَهْلِينَ مِنَ النَّاسِ قَالُوا : مَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ : أَهْلُ الْقُرْآنِ هُمْ أَهْلُ اللَّهِ وَخَاصَّتُهُ
“Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya, “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “Para ahli Al Qur’an. Merekalah keluarga Allah dan hamba pilihanNya” (HR. Ahmad)
Jadi yang dimaksud ahlul qur’an dan ahlullah (keluarga Allah) adalah hamba-hamba khusus bagi Allah.
6. Kita boleh iri kepada Ahlul Qur'an
عَن ابنِ عُمَرَ رَضي اللٌهُ عَنهاَ قَالَ:قَالَ رَسُولُ اللٌهِ صَلٌي اللٌهُ عَلَيهِ وَ سَلٌم لآحَسَدَ ألآ فيِ اثنَتَينِ رَجُلُ اتَاهُ اللٌهُ القُرانَ فَهُو يَقُومُ بِه انَأءَ اللًيلِ وَانَأءَ النَهَارِ وَرَجُلُ اعطَاهُ مَالآ فَهُوَ يُنفق مِنهُ انَأءَ الٌلَيِل وَانَأءَ النٌهَارِ.(رواه البخارى).
Dari Ibnu Umar r.huma. berkata bahwa Rasulullah saw. Bersabda, “Tidak diperbolehkan hasad (iri hati) kecuali terhadap dua orang: Orang yang dikaruniai Allah (kemampuan membaca/menghafal al Qur’an). Lalu ia membacanya malam dan siang hari, dan orang yang dikaruniai harta oleh Allah, lalu ia menginfakannya pada malam dan siang hari.” (Hr. Bukhari)
Jadi disini yg boleh diirikan adalah amalan mereka, bukan kekayaan mereka. Bukan berarti kita tak boleh mencari harta yg banyak, karena meninggalkan generasi keluarga yg kuat itu juga perlu.
7. Pahalanya dilipat gandakan 10 kali.
عَنْ عَبْد اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ رضى الله عنه يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ ».
“Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah saw bersabda: “Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR. Tirmidzi)
Salah faham yg terjadi adalah karena ingin mencari pahala banyak dengan usaha minimal :
- Ada yg membaca Al Qur'an dengan sangat cepat agar banyak huruf.
- Ada hadits yg mengatakan bahwa membaca Yasin sama dengan 10 kali membaca Al Quran, lalu yg dibaca hanya Yasin saja.
Padahal bukan itu maksudnya.
8. Hadits Qudsi, tentang janji Allah melebihkan pahala kepada Ahlul Qur'an
عَن اَبٍي سَعيدٍ رَضَي اللٌهُ عَنهٌ قَالَ:قَالَ رَسُولُ اللٌه صَلٌى اللٌه عَلَيهٍ وَسَلٌمَ يَقُولُ الرَبُ تَبَاَركَ وَتَعَالى مَن شَغَلَهُ الُقرُانُ عَن ذَكرِي وَمَسْئلَتيِ اَعطَيتُه اَفضَلَ مَا اُعطِي السْاَئِلينً وَفَضلُ كَلآمِ اللٌه عَلى سَائِرِ الكَلآمِ كَفَضلِ اللٌه عَلى خَلقِه (رواه الترمذي والدارمي والبيهقي في الشعب ).
Dari Abu Sa’id r.a. berkata, Rasulullah saw. Bersabda, “Allah berfirman, ‘barang siapa yang disibukan oleh al Qur’an daripada berdzikir kepada-Ku dan memohon kepada-Ku, maka Aku berikan kepadanya sesuatu yang lebih utama daripada yang Aku berikan kepada orang-orang yang memohon kepada-Ku dan keutamaan kalam Allah diatas seluruh perkataan adalah seumpama keutamaan Allah atas makhluk-Nya.” (Hr. Tirmidzi)
9. Kelak ketika naik surga itu naik tangga. Dan tiap bacaan 1 ayat mengantarkan naik ke 1 anak tangga.
عَن عَبدِ اللٌهِ بنِ عُمَرَ رَضَى اللٌهُ عَنُهمَا قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللٌهِ صَلَي اللٌه عَلَيِه وَسَلَمَ يُقَالُ لِصَاحِبِ القُرانِ اِقَرأ وَارتقٌ وَرَتٌلٌ كًما كُنتَ تُرًتٌلٍ فيِ الدُنيَا فَاِنٌ مَنزِلَكَ فيِ اخٍرِايَةُ تَقرَأهُا. (رواه أحمد والترمذي وأبو داوود والنسائي).
Dari Abdullah bin Umar r.huma. berkata bahwa Rasulullah saw. Bersabda, “(pada hari Kiamat kelak) akan diseru kepada ahli al Qur’an, ‘Bacalah dan teruslah naik, bacalah dengan tartil seperti yang engkau telah membaca dengan tartil di dunia, karena sesungguhnya tempatmu adalah pada akhir ayat yang engkau baca.” (Hr. Ahmad, Tirmidzi, Abu Dawud, Nasa’I, Ibnu Majah, dan Ibnu Haban)
Hadits tersebut dikuatkan oleh hadits lain yg menyebutkan bahwa jumlah anak tangga menuju surga sama dengan jumlah ayat Al Qur'an.
Dan bagi mereka yg sering membaca Al Qur'an akan makin lancar menaiki tangga surga.
10. Yg hafal Al Qur'an menjadi imam sholat
عَنْ أَبِي سَعِيْدِ الْخُدْرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
إِذَا كَانُوْا ثَلاَثَةً فَلْيَؤُمَّهُمْ أَحَدُهُمْ وَأَحَقُّهُمْ بِاْلإِمَامَةِ أَقْرَؤُهُمْ
dari Abu Said Al Khudri katanya,Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Jika seseorang bertiga, hendaklah salah seorang diantara mereka menjadi imam, dan yang paling berhak menjadi imam adalah yang paling bagus bacaan Al Qurannya.
11. Ibaratnya seperti buah yg enak dan harum
Dari Abu Musa Al-Asy’ari ra berkata, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
(( مَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي يَقْرَأُ القُرْآنَ مَثَلُ الأُتْرُجَّةِ : رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا طَيِّبٌ ، وَمَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي لاَ يَقْرَأُ القُرْآنَ كَمَثَلِ التَّمْرَةِ : لاَ رِيحَ لَهَا وَطَعْمُهَا حُلْوٌ ، وَمَثلُ المُنَافِقِ الَّذِي يقرأ القرآنَ كَمَثلِ الرَّيحانَةِ : ريحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ ، وَمَثَلُ المُنَافِقِ الَّذِي لاَ يَقْرَأُ القُرْآنَ كَمَثلِ الحَنْظَلَةِ : لَيْسَ لَهَا رِيحٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ )) متفقٌ عَلَيْهِ .
“Perumpaan seorang mu`min yang rajin membaca Al-Qur`an adalah seperti buah Al-Atrujah : aromanya wangi dan rasanya enak. Perumpamaan seorang mu`min yang tidak membaca Al-Qur`an adalah seperti buah tamr (kurma) : tidak ada aromanya namun rasanya manis.
Perumpamaan seorang munafiq namun ia rajin membaca Al-Qur`an adalah seperti buah Raihanah : aromanya wangi namun rasanya pahit. Sedangkan perumpaan seorang munafiq yang tidak rajin membaca Al-Qur`an adalah seperti buah Hanzhalah : tidak memiliki aroma dan rasanya pun pahit.” (Al-Bukhari )
12. Hadits lain menyebutkan ada 2 macam obat : Madu dan Al Qur'an
Diyakini bahwa yg dimaksud Al Qur'an itu adalah obat penyakit hati.
13. Sebagai Syafaat bagi pembacanya.
Dari shahabat Abu Umamah ra :
Saya mendengar Rasulullah saw bersabda :
« اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِه »
“Bacalah oleh kalian Al-Qur`an. Karena ia (Al-Qur`an) akan datang pada Hari Kiamat kelak sebagai pemberi syafa’at bagi orang-orang yang rajin membacanya.” (HR. Muslim)
Demikian semoga bermanfaat
Barokallohu fikum
SAK
10 Sya'ban 1438 H /
7 Mei 2017
Ustadz Dr. Hasan Asy'ari Ulamai
*Fadhilah Al Qur'an*
Di bulan Ramadhan banyak sekali kajian2 Al Qur'an, karena memang banyak pujian2 bagi shohibul Qur'an dari Baginda Rasul saw yg dihimpun ulama2 sebagai hadits fadhilah Qur'an.
Ini akan disampaikan sedikit untuk memotivasi kita membaca Al Qur'an agar mendapatkan keutamaan.
1. Dalam kitab Shahihnya, Imam Al-Bukhari meriwayatkan sebuah hadits dari Utsman bin Affan Radhiyallahu Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ .
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur`an dan mengajarkannya.”
Jika kita belajar untuk diri sendiri itu hal biasa. Yg utama adalah belajar agar kita bisa mengajarkannya.
2. Fadhilah membaca Al Qur'an seolah sama dng orang yg memiliki harta kekayaan.
Diriwayatkan seorang sahabat mau melamar pasangan, namun tak punya apa2. Bahkan cincin besipun tak punya.
Ketika Rasul tahu dia sudah hafal surat Al Baqarah, maka diperintahkan mengajarkan 20 ayat kepada pasangannya sebagai mas kawin.
Hadits ini kadang ditafsirkan kurang tepat, memberi mas kawin kitab Al Qur'an. Padahal yg benar adalah Mengajarkan ilmu Al Qur'an.
3. Hadits Ibnu Majah
وعن ابي ذر قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: يا أبا ذر لأن تغدو فتتعلم آية من كتاب الله خير لك من ان تصلي مائة ركعة, و لأن تغذو فتتعلم بابا من العلم عمل به أو لم يعمل به خير لك من أن تصلي ألف ركعة.
Dari abu Dzar, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Wahai Abu Dzar, kamu berangkat dipagi hari lalu mengajari satu ayat dari kitabullah, lebih baik bagimu dari pada kamu melakukan sholat seratus roka’at dan kamu berangkat dipagi hari, lalu mengajarkan salah satu bab dari ilmu, baik diamalkan atau tidak, lebih baik darimu dari pada kamu melakukan sholat seribu roka’at.” (HR. Ibnu Majah)
Padahal jika kita hitung shalat sunah yg dianjurkan, rawatib hanya 12, tahajud hanya 11. Jika dijumlah masih belum ada 100 rakaat.
Ini disebabkan jika kita shalat sunah pahalanya hanya untuk diri sendiri, sedangkan mengajar ilmu bisa mengubah orang lain.
4. Melampaui harta lain, jika Al Qur'an dibaca dalam shalat.
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضى الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ إِذَا رَجَعَ إِلَى أَهْلِهِ أَنْ يَجِدَ فِيهِ ثَلاَثَ خَلِفَاتٍ عِظَامٍ سِمَانٍ قُلْنَا نَعَمْ. قَالَ « فَثَلاَثُ آيَاتٍ يَقْرَأُ بِهِنَّ أَحَدُكُمْ فِى صَلاَتِهِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ ثَلاَثِ خَلِفَاتٍ عِظَامٍ سِمَانٍ
“Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Maukah salah seorang dari kalian jika dia kembali ke rumahnya mendapati di dalamnya 3 onta yang hamil, gemuk serta besar?”
Para shahabat menjawab: “Iya”,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Salah seorang dari kalian membaca tiga ayat di dalam shalat lebih baik baginya daripada mendapat kan tiga onta yang hamil, gemuk dan besar ” (HR. Muslim)
5. Dianggap keluarganya Allah.
Sabda Rasulullah saw :
إِنَّ لِلَّهِ أَهْلِينَ مِنَ النَّاسِ قَالُوا : مَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ : أَهْلُ الْقُرْآنِ هُمْ أَهْلُ اللَّهِ وَخَاصَّتُهُ
“Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya, “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “Para ahli Al Qur’an. Merekalah keluarga Allah dan hamba pilihanNya” (HR. Ahmad)
Jadi yang dimaksud ahlul qur’an dan ahlullah (keluarga Allah) adalah hamba-hamba khusus bagi Allah.
6. Kita boleh iri kepada Ahlul Qur'an
عَن ابنِ عُمَرَ رَضي اللٌهُ عَنهاَ قَالَ:قَالَ رَسُولُ اللٌهِ صَلٌي اللٌهُ عَلَيهِ وَ سَلٌم لآحَسَدَ ألآ فيِ اثنَتَينِ رَجُلُ اتَاهُ اللٌهُ القُرانَ فَهُو يَقُومُ بِه انَأءَ اللًيلِ وَانَأءَ النَهَارِ وَرَجُلُ اعطَاهُ مَالآ فَهُوَ يُنفق مِنهُ انَأءَ الٌلَيِل وَانَأءَ النٌهَارِ.(رواه البخارى).
Dari Ibnu Umar r.huma. berkata bahwa Rasulullah saw. Bersabda, “Tidak diperbolehkan hasad (iri hati) kecuali terhadap dua orang: Orang yang dikaruniai Allah (kemampuan membaca/menghafal al Qur’an). Lalu ia membacanya malam dan siang hari, dan orang yang dikaruniai harta oleh Allah, lalu ia menginfakannya pada malam dan siang hari.” (Hr. Bukhari)
Jadi disini yg boleh diirikan adalah amalan mereka, bukan kekayaan mereka. Bukan berarti kita tak boleh mencari harta yg banyak, karena meninggalkan generasi keluarga yg kuat itu juga perlu.
7. Pahalanya dilipat gandakan 10 kali.
عَنْ عَبْد اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ رضى الله عنه يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ ».
“Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah saw bersabda: “Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR. Tirmidzi)
Salah faham yg terjadi adalah karena ingin mencari pahala banyak dengan usaha minimal :
- Ada yg membaca Al Qur'an dengan sangat cepat agar banyak huruf.
- Ada hadits yg mengatakan bahwa membaca Yasin sama dengan 10 kali membaca Al Quran, lalu yg dibaca hanya Yasin saja.
Padahal bukan itu maksudnya.
8. Hadits Qudsi, tentang janji Allah melebihkan pahala kepada Ahlul Qur'an
عَن اَبٍي سَعيدٍ رَضَي اللٌهُ عَنهٌ قَالَ:قَالَ رَسُولُ اللٌه صَلٌى اللٌه عَلَيهٍ وَسَلٌمَ يَقُولُ الرَبُ تَبَاَركَ وَتَعَالى مَن شَغَلَهُ الُقرُانُ عَن ذَكرِي وَمَسْئلَتيِ اَعطَيتُه اَفضَلَ مَا اُعطِي السْاَئِلينً وَفَضلُ كَلآمِ اللٌه عَلى سَائِرِ الكَلآمِ كَفَضلِ اللٌه عَلى خَلقِه (رواه الترمذي والدارمي والبيهقي في الشعب ).
Dari Abu Sa’id r.a. berkata, Rasulullah saw. Bersabda, “Allah berfirman, ‘barang siapa yang disibukan oleh al Qur’an daripada berdzikir kepada-Ku dan memohon kepada-Ku, maka Aku berikan kepadanya sesuatu yang lebih utama daripada yang Aku berikan kepada orang-orang yang memohon kepada-Ku dan keutamaan kalam Allah diatas seluruh perkataan adalah seumpama keutamaan Allah atas makhluk-Nya.” (Hr. Tirmidzi)
9. Kelak ketika naik surga itu naik tangga. Dan tiap bacaan 1 ayat mengantarkan naik ke 1 anak tangga.
عَن عَبدِ اللٌهِ بنِ عُمَرَ رَضَى اللٌهُ عَنُهمَا قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللٌهِ صَلَي اللٌه عَلَيِه وَسَلَمَ يُقَالُ لِصَاحِبِ القُرانِ اِقَرأ وَارتقٌ وَرَتٌلٌ كًما كُنتَ تُرًتٌلٍ فيِ الدُنيَا فَاِنٌ مَنزِلَكَ فيِ اخٍرِايَةُ تَقرَأهُا. (رواه أحمد والترمذي وأبو داوود والنسائي).
Dari Abdullah bin Umar r.huma. berkata bahwa Rasulullah saw. Bersabda, “(pada hari Kiamat kelak) akan diseru kepada ahli al Qur’an, ‘Bacalah dan teruslah naik, bacalah dengan tartil seperti yang engkau telah membaca dengan tartil di dunia, karena sesungguhnya tempatmu adalah pada akhir ayat yang engkau baca.” (Hr. Ahmad, Tirmidzi, Abu Dawud, Nasa’I, Ibnu Majah, dan Ibnu Haban)
Hadits tersebut dikuatkan oleh hadits lain yg menyebutkan bahwa jumlah anak tangga menuju surga sama dengan jumlah ayat Al Qur'an.
Dan bagi mereka yg sering membaca Al Qur'an akan makin lancar menaiki tangga surga.
10. Yg hafal Al Qur'an menjadi imam sholat
عَنْ أَبِي سَعِيْدِ الْخُدْرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
إِذَا كَانُوْا ثَلاَثَةً فَلْيَؤُمَّهُمْ أَحَدُهُمْ وَأَحَقُّهُمْ بِاْلإِمَامَةِ أَقْرَؤُهُمْ
dari Abu Said Al Khudri katanya,Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Jika seseorang bertiga, hendaklah salah seorang diantara mereka menjadi imam, dan yang paling berhak menjadi imam adalah yang paling bagus bacaan Al Qurannya.
11. Ibaratnya seperti buah yg enak dan harum
Dari Abu Musa Al-Asy’ari ra berkata, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
(( مَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي يَقْرَأُ القُرْآنَ مَثَلُ الأُتْرُجَّةِ : رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا طَيِّبٌ ، وَمَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي لاَ يَقْرَأُ القُرْآنَ كَمَثَلِ التَّمْرَةِ : لاَ رِيحَ لَهَا وَطَعْمُهَا حُلْوٌ ، وَمَثلُ المُنَافِقِ الَّذِي يقرأ القرآنَ كَمَثلِ الرَّيحانَةِ : ريحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ ، وَمَثَلُ المُنَافِقِ الَّذِي لاَ يَقْرَأُ القُرْآنَ كَمَثلِ الحَنْظَلَةِ : لَيْسَ لَهَا رِيحٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ )) متفقٌ عَلَيْهِ .
“Perumpaan seorang mu`min yang rajin membaca Al-Qur`an adalah seperti buah Al-Atrujah : aromanya wangi dan rasanya enak. Perumpamaan seorang mu`min yang tidak membaca Al-Qur`an adalah seperti buah tamr (kurma) : tidak ada aromanya namun rasanya manis.
Perumpamaan seorang munafiq namun ia rajin membaca Al-Qur`an adalah seperti buah Raihanah : aromanya wangi namun rasanya pahit. Sedangkan perumpaan seorang munafiq yang tidak rajin membaca Al-Qur`an adalah seperti buah Hanzhalah : tidak memiliki aroma dan rasanya pun pahit.” (Al-Bukhari )
12. Hadits lain menyebutkan ada 2 macam obat : Madu dan Al Qur'an
Diyakini bahwa yg dimaksud Al Qur'an itu adalah obat penyakit hati.
13. Sebagai Syafaat bagi pembacanya.
Dari shahabat Abu Umamah ra :
Saya mendengar Rasulullah saw bersabda :
« اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِه »
“Bacalah oleh kalian Al-Qur`an. Karena ia (Al-Qur`an) akan datang pada Hari Kiamat kelak sebagai pemberi syafa’at bagi orang-orang yang rajin membacanya.” (HR. Muslim)
Demikian semoga bermanfaat
Barokallohu fikum
SAK
Minggu, 30 April 2017
Kajian Ahad Pagi Muhammadiyah Banyumanik
Kajian Ahad Pagi Muhammadiyah Banyumanik
3 Sya'ban 1438 H /
30 April 2017
Ustadz Suparno Muhammady MSi
*Risalah Dakwah*
Dakwah dalam arti kata menyeru atau mengajak manusia dengan cara bijaksana ke jalan yg benar sesuai dengan perintah Allah demi kemaslahatan dan kebahagiaan mereka di dunia dan di akhirat, *diwajibkan kepada setiap muslim.*
Kita kenal potongan hadits yg terkenal :
*“Ballighu ‘Anni Walau Ayah” !*
(Sampaikan dariku walau satu ayat)
Ketika ibu2 menasehati anak2 nya, itulah dakwah.
Ketika ibu2 membantu fakir miskin itulah dakwah.
Kenyataannya dakwah yg paling efektif itu adalah dakwah bil mal bukan sekedar lesan saja, karena menyangkut kebutuhan.
وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَاُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
"Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung."
(QS. Ali 'Imran 104)
كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ ۗ وَلَوْ اٰمَنَ اَهْلُ الْكِتٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ ۗ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ وَاَكْثَرُهُمُ الْفٰسِقُوْنَ
"Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.
Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik."
(QS. Ali 'Imran 110)
Dari ayat tsb jelas bahwa salah satu syarat untuk jadi orang yg beruntung adalah dakwah.
Tentunya dalam arti luas, tak sekedar dengan lesan.
Karena kita wajib melaksanakan dakwah maka kita perlu tahu tentang bagaimana idealnya kompetensi dakwah sbb :
1. *Keteladanan* dalam sikap,perilaku dan pola pikir yg kritis dan bijak.
Seperti disebut dalam Al Ahzab 21, Rasul itu adalah teladan. Bila bukan tak mungkin bisa menyampaikan dakwah.
Dari segala sisi kehidupan , Rasul adalah teladan.
Misal dalam pekerjaan rumah tangga beliau tidak pernah mendikotomikan pekerjaan suami atau istri. Mana yg sempat ya membantu mengerjakan.
Dalam bermasyarakat juga Rasul tak pernah membalas kejahatan dengan kejahatan. Selalu dengan kebaikan.
Pola pikir juga perlu bijak. Tahu tempat dan forum yg sesuai untuk menyampaikan pendapat agar tidak menimbulkan keresahan.
2. *Tanggung Jawab* dan *Kesiapan Berjuang* dengan ikhlas.
Yg dimaksud disini adalah kegiatan tersebut kontinyu berkesinambungan dan dengan sungguh2.
3. *Keberanian* dalam Menyampaikan *Materi* dalam keadaan apapun.
Hal ini terutama ketika berhadapan dengan hal yg dilematis, ketika kita diintervensi oleh yg lebih berkuasa, atau memberi hutang budi, dapatkah tetap berpedoman yg hak itu adalah hak dan yg bathil itu bathil ?
Atau ketika kita berdakwah dilingkungan Penjudi, beranikah kita tetap tegas ?
Atau dihadapkan pada hal yg ada manfaat dan mudharat.
Harus bisa memberikan penjelasannya.
4. *Penguasaan* dan *Pemahaman* materi Dakwah
Ini solusinya harus belajar terus. Mungkin merasa tak akan siap,tapi harus memulai.
5. *Tanggap* terhadap lingkungan.
Ini menyangkut obyek dakwah, harus tahu tentang mereka. Belum tentu tujuan baik hasilnya akan baik.
Misal berdakwah tentang sedekah, itu kepada yg mampu bersedekah untuk memotivasi mereka bersedekah , bukan kepada yg tak mampu, malah bisa menyakiti mereka.
Karena itu hal yg penting lainnya adalah etika berdakwah.
*Etika Dakwah*
1. Hikmah, dengan ajaran yg baik, dan memberikan dng cara baik.
َ
"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk."
(QS. An-Nahl 125)
Bila ada perbedaan pendapat, jangan mencari pembenaran. Yg penting adalah mencari titik temu dengan jalan mencari tahu dasar atau alasan pemahaman mereka yg beda.
2. Lemah lembut
"Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampun untuk mereka, dan bermusyawaralah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal."
(QS. Ali 'Imran 159)
3. Menolak kejahatan dng kebaikan
ٌ
"Dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, sehingga orang yang ada rasa permusuhan antara kamu dan dia akan seperti teman yang setia."
(QS. Fussilat 34)
4. Bersabarlah dan jangan bersedih hati
"Dan bersabarlah (Muhammad) dan kesabaranmu itu semata-mata dengan pertolongan Allah dan janganlah engkau bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan jangan (pula) bersempit dada terhadap tipu daya yang mereka rencanakan."
(QS. An-Nahl 127)
Sejak jaman jahiliah sampai sekarang, bila ada yg dakwah kadang ada perlawanan yg menyakitkan.
Kalau dakwahnya Amar Makruf biasanya tak ada perlawanan, namun bila Nahi Munkar akan banyak perlawanan.
Contohnya saja, Novel Baswedan sampai disiram air keras, karena dia Nahi Munkar. Habib Rizieg banyak yg melawan.
Padahal perintah dakwah adalah Amar Makruf Nahi Munkar. Maka bila ada perlawanan perintahnya adalah tetap bersabar.
5. Kita hanya Pemberi Peringatan
"Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya engkau (Muhammad) hanyalah pemberi peringatan,"
(QS. Al-Gasyiyah 21)
Berhasil atau tidak, itu urusan Allah nanti yg akan memberi hidayah
"engkau bukanlah orang yang berkuasa atas mereka,"
(QS. Al-Gasyiyah 22)
*Tahapan Berdakwah*
Proses apapun ada tahapnya. Demikian juga berdakwah, ada tahapannya.
Contoh, larangan minum khomr.
Tahap 1 : Pemberi tahuan informasi.
"Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang khamar dan judi. Katakanlah, Pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia. Tetapi dosanya lebih besar daripada manfaatnya....."
(QS. Al-Baqarah 219)
Tahap 2 : Larangan pada kondisi tertentu.
"Wahai orang yang beriman! Janganlah kamu mendekati sholat, ketika kamu dalam keadaan mabuk, sampai kamu sadar apa yang kamu ucapkan, ....."
(QS. An-Nisa' 43)
Tahap 3 : Ketetapan Tegas
Wahai orang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung."
(QS. Al-Ma'idah 90)
Kesimpulan, untuk dakwah perlu bertahap, perlu melihat siapa dan kondisinya bagaimana obyek dakwah.
*Permasalahan Dakwah*
1. Pendangkalan akidah (de islamisasi, pemurtadan) dan Pendangkalan akhlak (demoralisasi)
2. Pergeseran nilai yg makin menjauhkan / bertentangan dengan ajaran islam (Materialisme, Hedonisme, Konsumerisme)
3. Kemiskinan, Ketergantungan Sosial, Kejumudan/ Kebodohan
4. Gejala hilangnya kepekaan beragama dan keterjebakan pada Rutinitas Ritualistik
5. Keterbatasan Pemahaman tentang islam
6. Berkembangnya persepsi dan pola pemikiran yg majemuk
7. Berkembangnya opini yg menyudutkan islam dan umat islam
Demikian semoga manfaat
Barokallohu fikum
SAK
3 Sya'ban 1438 H /
30 April 2017
Ustadz Suparno Muhammady MSi
*Risalah Dakwah*
Dakwah dalam arti kata menyeru atau mengajak manusia dengan cara bijaksana ke jalan yg benar sesuai dengan perintah Allah demi kemaslahatan dan kebahagiaan mereka di dunia dan di akhirat, *diwajibkan kepada setiap muslim.*
Kita kenal potongan hadits yg terkenal :
*“Ballighu ‘Anni Walau Ayah” !*
(Sampaikan dariku walau satu ayat)
Ketika ibu2 menasehati anak2 nya, itulah dakwah.
Ketika ibu2 membantu fakir miskin itulah dakwah.
Kenyataannya dakwah yg paling efektif itu adalah dakwah bil mal bukan sekedar lesan saja, karena menyangkut kebutuhan.
وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَاُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
"Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung."
(QS. Ali 'Imran 104)
كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ ۗ وَلَوْ اٰمَنَ اَهْلُ الْكِتٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ ۗ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ وَاَكْثَرُهُمُ الْفٰسِقُوْنَ
"Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.
Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik."
(QS. Ali 'Imran 110)
Dari ayat tsb jelas bahwa salah satu syarat untuk jadi orang yg beruntung adalah dakwah.
Tentunya dalam arti luas, tak sekedar dengan lesan.
Karena kita wajib melaksanakan dakwah maka kita perlu tahu tentang bagaimana idealnya kompetensi dakwah sbb :
1. *Keteladanan* dalam sikap,perilaku dan pola pikir yg kritis dan bijak.
Seperti disebut dalam Al Ahzab 21, Rasul itu adalah teladan. Bila bukan tak mungkin bisa menyampaikan dakwah.
Dari segala sisi kehidupan , Rasul adalah teladan.
Misal dalam pekerjaan rumah tangga beliau tidak pernah mendikotomikan pekerjaan suami atau istri. Mana yg sempat ya membantu mengerjakan.
Dalam bermasyarakat juga Rasul tak pernah membalas kejahatan dengan kejahatan. Selalu dengan kebaikan.
Pola pikir juga perlu bijak. Tahu tempat dan forum yg sesuai untuk menyampaikan pendapat agar tidak menimbulkan keresahan.
2. *Tanggung Jawab* dan *Kesiapan Berjuang* dengan ikhlas.
Yg dimaksud disini adalah kegiatan tersebut kontinyu berkesinambungan dan dengan sungguh2.
3. *Keberanian* dalam Menyampaikan *Materi* dalam keadaan apapun.
Hal ini terutama ketika berhadapan dengan hal yg dilematis, ketika kita diintervensi oleh yg lebih berkuasa, atau memberi hutang budi, dapatkah tetap berpedoman yg hak itu adalah hak dan yg bathil itu bathil ?
Atau ketika kita berdakwah dilingkungan Penjudi, beranikah kita tetap tegas ?
Atau dihadapkan pada hal yg ada manfaat dan mudharat.
Harus bisa memberikan penjelasannya.
4. *Penguasaan* dan *Pemahaman* materi Dakwah
Ini solusinya harus belajar terus. Mungkin merasa tak akan siap,tapi harus memulai.
5. *Tanggap* terhadap lingkungan.
Ini menyangkut obyek dakwah, harus tahu tentang mereka. Belum tentu tujuan baik hasilnya akan baik.
Misal berdakwah tentang sedekah, itu kepada yg mampu bersedekah untuk memotivasi mereka bersedekah , bukan kepada yg tak mampu, malah bisa menyakiti mereka.
Karena itu hal yg penting lainnya adalah etika berdakwah.
*Etika Dakwah*
1. Hikmah, dengan ajaran yg baik, dan memberikan dng cara baik.
َ
"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk."
(QS. An-Nahl 125)
Bila ada perbedaan pendapat, jangan mencari pembenaran. Yg penting adalah mencari titik temu dengan jalan mencari tahu dasar atau alasan pemahaman mereka yg beda.
2. Lemah lembut
"Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampun untuk mereka, dan bermusyawaralah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal."
(QS. Ali 'Imran 159)
3. Menolak kejahatan dng kebaikan
ٌ
"Dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, sehingga orang yang ada rasa permusuhan antara kamu dan dia akan seperti teman yang setia."
(QS. Fussilat 34)
4. Bersabarlah dan jangan bersedih hati
"Dan bersabarlah (Muhammad) dan kesabaranmu itu semata-mata dengan pertolongan Allah dan janganlah engkau bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan jangan (pula) bersempit dada terhadap tipu daya yang mereka rencanakan."
(QS. An-Nahl 127)
Sejak jaman jahiliah sampai sekarang, bila ada yg dakwah kadang ada perlawanan yg menyakitkan.
Kalau dakwahnya Amar Makruf biasanya tak ada perlawanan, namun bila Nahi Munkar akan banyak perlawanan.
Contohnya saja, Novel Baswedan sampai disiram air keras, karena dia Nahi Munkar. Habib Rizieg banyak yg melawan.
Padahal perintah dakwah adalah Amar Makruf Nahi Munkar. Maka bila ada perlawanan perintahnya adalah tetap bersabar.
5. Kita hanya Pemberi Peringatan
"Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya engkau (Muhammad) hanyalah pemberi peringatan,"
(QS. Al-Gasyiyah 21)
Berhasil atau tidak, itu urusan Allah nanti yg akan memberi hidayah
"engkau bukanlah orang yang berkuasa atas mereka,"
(QS. Al-Gasyiyah 22)
*Tahapan Berdakwah*
Proses apapun ada tahapnya. Demikian juga berdakwah, ada tahapannya.
Contoh, larangan minum khomr.
Tahap 1 : Pemberi tahuan informasi.
"Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang khamar dan judi. Katakanlah, Pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia. Tetapi dosanya lebih besar daripada manfaatnya....."
(QS. Al-Baqarah 219)
Tahap 2 : Larangan pada kondisi tertentu.
"Wahai orang yang beriman! Janganlah kamu mendekati sholat, ketika kamu dalam keadaan mabuk, sampai kamu sadar apa yang kamu ucapkan, ....."
(QS. An-Nisa' 43)
Tahap 3 : Ketetapan Tegas
Wahai orang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung."
(QS. Al-Ma'idah 90)
Kesimpulan, untuk dakwah perlu bertahap, perlu melihat siapa dan kondisinya bagaimana obyek dakwah.
*Permasalahan Dakwah*
1. Pendangkalan akidah (de islamisasi, pemurtadan) dan Pendangkalan akhlak (demoralisasi)
2. Pergeseran nilai yg makin menjauhkan / bertentangan dengan ajaran islam (Materialisme, Hedonisme, Konsumerisme)
3. Kemiskinan, Ketergantungan Sosial, Kejumudan/ Kebodohan
4. Gejala hilangnya kepekaan beragama dan keterjebakan pada Rutinitas Ritualistik
5. Keterbatasan Pemahaman tentang islam
6. Berkembangnya persepsi dan pola pemikiran yg majemuk
7. Berkembangnya opini yg menyudutkan islam dan umat islam
Demikian semoga manfaat
Barokallohu fikum
SAK
Senin, 24 April 2017
Kajian Ahad Pagi Muhammadiyah Banyumanik
Kajian Ahad Pagi Muhammadiyah Banyumanik
26 Rojab 1438 H /
23 April 2017
Ustadz Tri Wiyanto S Sos
Sejarah Peradaban Islam
Peristiwa2 yg terjadi hari ini tidak lepas dari peristiwa masa lalu. Belajar sejarah seperti belajar diri pribadi kita karena kita pernah mengalami masa baik & buruk. Belajar sejarah skalanya kolektif banyak orang.
*Tujuan Kajian Peradaban Islam*
1. Mengetahui periode perkembangan sejarah islam
2. Mengetahui latar belakang sosiologis dalam waktu dan tempat tertentu.
3. Mengetahui fenomena agama, memakai religius fokus, pemikiran dan perilaku keagamaan
4. Mengkaji agama dengan pendekatan yg sesuai dengan masalahnya
5. Menentukan segala macam kategori atau tipe keagamaan (mitos, teology, bentuk peribadatan, upacara2 dan politik)
6. Mencari rumusan kemaslahatan umat dan menjaga maqashid syariah.(agama, jiwa, akal, keturunan dan harta)
Membahas peradaban islam itu membahas periode waktu yg sangat panjang.
Periode Peradaban Islam dikenal ketika mulai turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad, disebut Periode Rasulullah (610 M - 632 M) atau kira2 22 tahun saja. Sebelumnya hampir seluruh dunia diliputi kebohongan dalam arti meninggalkan Tauhid dan menyembah berhala.
Pada kesempatan ini hanya akan dibahas masa Peradaban Arab Pra islam.
*Peradaban Arab Pra Islam*
Adalah periode awal dari Periode Rasulullah, ketika Rasul belum lahir.
Penduduk Arab terbagi menjadi 3 kelompok yaitu Arab Kuno, Arab Pribumi (yg merupakan keturunan nabi Ismail) dan Arab pendatang.
Arab Pribumi terbagi dua, Penduduk Kota dan Arab Gurun (Badui). Mereka masih terbagi bagi lagi dalam kabilah2 yg dipimpin kepala suku.
Kabilah2 ini sangat fanatik terhadap kelompoknya, ini dikenal sebagai ashobiyah. Pada akhirnya nanti ashobiyah ini dilarang Nabi.
Masa itu disebut masa jahiliyah, bukan berarti bodoh tetapi dalam arti tidak kenal aturan agama. Kejahiliyahan mereka terutama tentang kedudukan wanita.
*Kedudukan wanita Pra islam*
Wanita sangat rendah kedudukannya karena :
1. Wanita dianggap barang, bisa diwariskan
2. Wanita bisa diperjual belikan
3. Wanita tidak punya hak waris
Dibandingkan laki2 saat itu boleh beristeri banyak, bisa sampai ratusan.
Sejarah itu tergantung penulisnya, jika ditulis oleh mereka yg anti islam maka mereka akan memojokkan umat islam.
Tugas kita adalah meluruskan hal2 yg tidak benar.
_Bayi2 wanita dikubur hidup2_.
Kebiasaan ini tidak dilakukan oleh seluruh Bangsa Arab, tetapi hanya oleh Bani Tamim dan Bani Asad, dengan alasan :
1. Karena tekanan ekonomi, setelah bendungan mereka rusak, pertanian tak bisa dikerjakan mereka jatuh miskin.
2. Mengkhawatirkan nasib anak perempuan kelak karena banyak peperangan.
_Fitnah tentang Umar bin Khotob pernah mengubur anaknya dan fitnah pernah menyembah berhala._
Setelah diteliti ini hanya ada di buku Syiah dan tidak benar, karena Umar bukan dari Bani Tamim ataupun Bani Asad jadi tidak punya budaya mengubur anak dan Umar bukan penyembah berhala. Puteri tertua Umar menjadi isteri Rasulullah.
*Pernikahan Pra Islam*
Ada 4 macam jenis pernikahan :
1. Antara 1 lelaki dng 1 wanita dng lamaran, saksi, wali, mahar dan ijab qobul.
Hal ini dilakukan oleh ayah dan bunda Rasul.
2. Pernikahan Jual Beli
3. Poli andri
4. Prostitusi.
Pernikahan yg seperti no 1 akhirnya disyariatkan oleh Rasul , sedangkan yg lain dilarang.
*Karakter*
Para ahli sejarah sepakat bahwa Orang Arab juga punya karakter baik yg menyebabkan islam berkembang cepat.
Karakter tsb antara lain : Berwibawa, melindungi, tanggung jawab, murah hati, menjamu tamu meskipun dia musuh , menolong orang yg membutuhkan.
*Sistem Politik*
Sudah ada pembagian kekuasaan. Karena fokus dari dulu tetap Ka'bah yg banyak dikunjungi orang, maka kekuasaan kabilah juga dibagi atas tugas2 terkait Ka'bah.
1. Al Hijabah : Tugas menutup kain Ka'bah
2. Al Saqoyah : Tugas membagi air Zam zam
3. Al Rifadoh : Tugas menjemput jamaah haji
4. Al Halwa : adalah Majelis Syuro
5. Al Liwa : Tugas menaikkan bendera
Dikisahkan bahwa kakek Nabi adalah pimpinan dari Al Saqoyah. Beliau pernah menemui Raja Abrahah yg akan menyerang Mekkah untuk menanyakan apakah Abrahah akan menyerang Kaum Quraisy atau Ka'bah.
Akhirnya Raja Abrahah dihancurkan Allah dan diabadikan dalam surat Al Fiel.
_Majelis Syuro yg memilih Khalifah, bukan yg lain_
Majelis Syuro menetapkan aturan bahwa Pemimpin Arab boleh diangkat jika minimal usia 40 tahun.
Ini sekaligus membantah cerita kaum Syiah bahwa mestinya Ali yg jadi khalifah menggantikan Rasul, karena usia Ali saat itu masih 32 tahun.
Majelis Syuro lah yg memilih Abu Bakar jadi khalifah, kemudian memilih Umar.
Akhirnya Ali terpilih ketika usia 47 tahun.
*Sistem Perekonomian*
Pertanian pada awalnya, karena ada bendungan Ma'arif maka tanah Arab subur. Bendungan ini jebol 200 tahun sebelum Rasul lahir dan Arab jadi gersang.
Perdagangan dilakukan antar negara. Arab mengekspor menyan, kulit dan mengimpor pakaian dari China. Ekspor dan impor dilakukan dng mata uang emas dan perak.
Perlombaan skala internasional, antara lain Gulat dan Syair. Umar bin Khotob adalah juara gulat internasional.
Karena banyak orang berdatangan maka berkembang perjudian dan prostitusi. Riba dan mabuk2 an menjadi budaya.
Pada saat itu masyarakat terdiri 3 kelompok : Orang kaya jumlahnya sedikit. Kemudian ada Pedagang dng budaknya dan yg ketiga kelompok Perampok.
Karena banyaknya perampok, agar tidak membahayakan maka perampok dilindungi negara dan mendapat bagian dari pajak.
Jadi saat itu masyarakatnya tidak menyenangkan.
*Kisah Tokoh2 masuk islam*
Salah seorang kepala perampok, yaitu Abu Dzar al Ghifari masuk islam setelah mendengarkan bacaan Al Qur'an. Dia mengajak ratusan anak buahnya.
Tokoh lain adalah Tufayl bin Amr yg merupakan Penyair terkenal, masuk islam karena kagum terhadap surat Al Fiel. Dia mempengaruhi tokoh lain, Abu Hurairah masuk islam.
*Kepercayaan dan Agama*
Pada saat itu ada 5 agama
1. Paganisme, atau penyembah berhala adalah kelompok terbesar. Ada 4 berhala yg disembah di Arab.
2. Kristen
3. Yahudi
4. Majusi
5. Orang2 hanif pengikut Nabi Ibrahim. Termasuk didalamnya adalah kedua orang tua Rasul, mereka termasuk yg mengEsakan Allah.
*Kesimpulan*
Peradaban islam menghapus kejelekan2 jaman jahiliyah, antara lain :
*Tentang wanita.*
1. Pernikahan :
Menikahi wanita yg semula bebas berapapun, dibatasi maksimal 4. Bila tak bisa adil maka satu lebih baik.
Nabi sendiri monogami sampai wafatnya istri pertama. Kemudian beliau melakukan poligami terhadap janda2 tua dan itu ada sebab dan perintah Allah.
2. Wanita mendapat warisan
3. Wanita disamakan kedudukan dng lelaki dimuka Allah dalam hal ibadahnya.
*Tentang kebiasaan Masyarakat*
Islam melarang makan babi, mabuk2an, prostitusi , perjudian dan sistem riba.
Karena kenyamanan orang2 mulai terganggu maka mulailah terjadi protes dari orang Arab kepada Rasul.
Karena itu maka jumlah ayat yg turun untuk melarang perbuatan sebanding dengan perlawanannya.
Larangan pelacuran, riba dan larangan mabuk2 an , ada beberapa ayat yg turun.
Bahkan larangan memilih pemimpin kafir sampai 11 ayat, karena perlawanan kaum munafik yg sangat besar.
Akhirnya setelah perjuangan Rasul selama 22 tahun lebih sedikit, jadilah masyarakat islam yg baik.
Semoga bermanfaat
Barokallohu fikum
🖍SAK
26 Rojab 1438 H /
23 April 2017
Ustadz Tri Wiyanto S Sos
Sejarah Peradaban Islam
Peristiwa2 yg terjadi hari ini tidak lepas dari peristiwa masa lalu. Belajar sejarah seperti belajar diri pribadi kita karena kita pernah mengalami masa baik & buruk. Belajar sejarah skalanya kolektif banyak orang.
*Tujuan Kajian Peradaban Islam*
1. Mengetahui periode perkembangan sejarah islam
2. Mengetahui latar belakang sosiologis dalam waktu dan tempat tertentu.
3. Mengetahui fenomena agama, memakai religius fokus, pemikiran dan perilaku keagamaan
4. Mengkaji agama dengan pendekatan yg sesuai dengan masalahnya
5. Menentukan segala macam kategori atau tipe keagamaan (mitos, teology, bentuk peribadatan, upacara2 dan politik)
6. Mencari rumusan kemaslahatan umat dan menjaga maqashid syariah.(agama, jiwa, akal, keturunan dan harta)
Membahas peradaban islam itu membahas periode waktu yg sangat panjang.
Periode Peradaban Islam dikenal ketika mulai turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad, disebut Periode Rasulullah (610 M - 632 M) atau kira2 22 tahun saja. Sebelumnya hampir seluruh dunia diliputi kebohongan dalam arti meninggalkan Tauhid dan menyembah berhala.
Pada kesempatan ini hanya akan dibahas masa Peradaban Arab Pra islam.
*Peradaban Arab Pra Islam*
Adalah periode awal dari Periode Rasulullah, ketika Rasul belum lahir.
Penduduk Arab terbagi menjadi 3 kelompok yaitu Arab Kuno, Arab Pribumi (yg merupakan keturunan nabi Ismail) dan Arab pendatang.
Arab Pribumi terbagi dua, Penduduk Kota dan Arab Gurun (Badui). Mereka masih terbagi bagi lagi dalam kabilah2 yg dipimpin kepala suku.
Kabilah2 ini sangat fanatik terhadap kelompoknya, ini dikenal sebagai ashobiyah. Pada akhirnya nanti ashobiyah ini dilarang Nabi.
Masa itu disebut masa jahiliyah, bukan berarti bodoh tetapi dalam arti tidak kenal aturan agama. Kejahiliyahan mereka terutama tentang kedudukan wanita.
*Kedudukan wanita Pra islam*
Wanita sangat rendah kedudukannya karena :
1. Wanita dianggap barang, bisa diwariskan
2. Wanita bisa diperjual belikan
3. Wanita tidak punya hak waris
Dibandingkan laki2 saat itu boleh beristeri banyak, bisa sampai ratusan.
Sejarah itu tergantung penulisnya, jika ditulis oleh mereka yg anti islam maka mereka akan memojokkan umat islam.
Tugas kita adalah meluruskan hal2 yg tidak benar.
_Bayi2 wanita dikubur hidup2_.
Kebiasaan ini tidak dilakukan oleh seluruh Bangsa Arab, tetapi hanya oleh Bani Tamim dan Bani Asad, dengan alasan :
1. Karena tekanan ekonomi, setelah bendungan mereka rusak, pertanian tak bisa dikerjakan mereka jatuh miskin.
2. Mengkhawatirkan nasib anak perempuan kelak karena banyak peperangan.
_Fitnah tentang Umar bin Khotob pernah mengubur anaknya dan fitnah pernah menyembah berhala._
Setelah diteliti ini hanya ada di buku Syiah dan tidak benar, karena Umar bukan dari Bani Tamim ataupun Bani Asad jadi tidak punya budaya mengubur anak dan Umar bukan penyembah berhala. Puteri tertua Umar menjadi isteri Rasulullah.
*Pernikahan Pra Islam*
Ada 4 macam jenis pernikahan :
1. Antara 1 lelaki dng 1 wanita dng lamaran, saksi, wali, mahar dan ijab qobul.
Hal ini dilakukan oleh ayah dan bunda Rasul.
2. Pernikahan Jual Beli
3. Poli andri
4. Prostitusi.
Pernikahan yg seperti no 1 akhirnya disyariatkan oleh Rasul , sedangkan yg lain dilarang.
*Karakter*
Para ahli sejarah sepakat bahwa Orang Arab juga punya karakter baik yg menyebabkan islam berkembang cepat.
Karakter tsb antara lain : Berwibawa, melindungi, tanggung jawab, murah hati, menjamu tamu meskipun dia musuh , menolong orang yg membutuhkan.
*Sistem Politik*
Sudah ada pembagian kekuasaan. Karena fokus dari dulu tetap Ka'bah yg banyak dikunjungi orang, maka kekuasaan kabilah juga dibagi atas tugas2 terkait Ka'bah.
1. Al Hijabah : Tugas menutup kain Ka'bah
2. Al Saqoyah : Tugas membagi air Zam zam
3. Al Rifadoh : Tugas menjemput jamaah haji
4. Al Halwa : adalah Majelis Syuro
5. Al Liwa : Tugas menaikkan bendera
Dikisahkan bahwa kakek Nabi adalah pimpinan dari Al Saqoyah. Beliau pernah menemui Raja Abrahah yg akan menyerang Mekkah untuk menanyakan apakah Abrahah akan menyerang Kaum Quraisy atau Ka'bah.
Akhirnya Raja Abrahah dihancurkan Allah dan diabadikan dalam surat Al Fiel.
_Majelis Syuro yg memilih Khalifah, bukan yg lain_
Majelis Syuro menetapkan aturan bahwa Pemimpin Arab boleh diangkat jika minimal usia 40 tahun.
Ini sekaligus membantah cerita kaum Syiah bahwa mestinya Ali yg jadi khalifah menggantikan Rasul, karena usia Ali saat itu masih 32 tahun.
Majelis Syuro lah yg memilih Abu Bakar jadi khalifah, kemudian memilih Umar.
Akhirnya Ali terpilih ketika usia 47 tahun.
*Sistem Perekonomian*
Pertanian pada awalnya, karena ada bendungan Ma'arif maka tanah Arab subur. Bendungan ini jebol 200 tahun sebelum Rasul lahir dan Arab jadi gersang.
Perdagangan dilakukan antar negara. Arab mengekspor menyan, kulit dan mengimpor pakaian dari China. Ekspor dan impor dilakukan dng mata uang emas dan perak.
Perlombaan skala internasional, antara lain Gulat dan Syair. Umar bin Khotob adalah juara gulat internasional.
Karena banyak orang berdatangan maka berkembang perjudian dan prostitusi. Riba dan mabuk2 an menjadi budaya.
Pada saat itu masyarakat terdiri 3 kelompok : Orang kaya jumlahnya sedikit. Kemudian ada Pedagang dng budaknya dan yg ketiga kelompok Perampok.
Karena banyaknya perampok, agar tidak membahayakan maka perampok dilindungi negara dan mendapat bagian dari pajak.
Jadi saat itu masyarakatnya tidak menyenangkan.
*Kisah Tokoh2 masuk islam*
Salah seorang kepala perampok, yaitu Abu Dzar al Ghifari masuk islam setelah mendengarkan bacaan Al Qur'an. Dia mengajak ratusan anak buahnya.
Tokoh lain adalah Tufayl bin Amr yg merupakan Penyair terkenal, masuk islam karena kagum terhadap surat Al Fiel. Dia mempengaruhi tokoh lain, Abu Hurairah masuk islam.
*Kepercayaan dan Agama*
Pada saat itu ada 5 agama
1. Paganisme, atau penyembah berhala adalah kelompok terbesar. Ada 4 berhala yg disembah di Arab.
2. Kristen
3. Yahudi
4. Majusi
5. Orang2 hanif pengikut Nabi Ibrahim. Termasuk didalamnya adalah kedua orang tua Rasul, mereka termasuk yg mengEsakan Allah.
*Kesimpulan*
Peradaban islam menghapus kejelekan2 jaman jahiliyah, antara lain :
*Tentang wanita.*
1. Pernikahan :
Menikahi wanita yg semula bebas berapapun, dibatasi maksimal 4. Bila tak bisa adil maka satu lebih baik.
Nabi sendiri monogami sampai wafatnya istri pertama. Kemudian beliau melakukan poligami terhadap janda2 tua dan itu ada sebab dan perintah Allah.
2. Wanita mendapat warisan
3. Wanita disamakan kedudukan dng lelaki dimuka Allah dalam hal ibadahnya.
*Tentang kebiasaan Masyarakat*
Islam melarang makan babi, mabuk2an, prostitusi , perjudian dan sistem riba.
Karena kenyamanan orang2 mulai terganggu maka mulailah terjadi protes dari orang Arab kepada Rasul.
Karena itu maka jumlah ayat yg turun untuk melarang perbuatan sebanding dengan perlawanannya.
Larangan pelacuran, riba dan larangan mabuk2 an , ada beberapa ayat yg turun.
Bahkan larangan memilih pemimpin kafir sampai 11 ayat, karena perlawanan kaum munafik yg sangat besar.
Akhirnya setelah perjuangan Rasul selama 22 tahun lebih sedikit, jadilah masyarakat islam yg baik.
Semoga bermanfaat
Barokallohu fikum
🖍SAK
Minggu, 02 April 2017
Kajian Ahad Pagi Muhammadiyah Banyumanik
Kajian Ahad Pagi Muhammadiyah Banyumanik
5 Rojab 1438 H / 2 April 2017
Drs. H. Muchtar Hadi MAg
*Amal Investatif*
كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَاِنَّمَا تُوَفَّوْنَ اُجُوْرَكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَاُدْخِلَ الْجَـنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَاۤ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ
"Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya."
(QS. Ali 'Imran : 185)
Siapapun yg punya cita2 untuk masuk surga pasti mengharapkan ridlo Allah.
Manusia hidup umumnya sampai umur 60 - 70 tahun.
Lalu berapa banyak waktu yg telah kita habiskan ?
Ternyata 33% untuk tidur, 33% untuk kerja.
Sisanya lain2 dan ibadah hanya 4% saja.
Jika kita ber-payah2 dng ibadah tentunya dng tujuan agar lebih baik. Tak ada artinya sukses di dunia jika di akhirat tidak
Allah tidak melepas bebas manusia demikian saja. Allah itu memberi jalan kebebasan untuk dipilih dengan memberi kunci dan rumus jalan masuk ke Surga.
Meski sudah diberikan rumus, kadang tidak diketahui dng benar.
Mungkin karena Pengetahuan kurang, kurang dalam kuantitas pencarian, kurang dalam kecermatan atau methodologynya.
Kunci utama
Allah itu menghendaki kita ke surga dengan ampunan dan ijinNya. Dan ijinNya itu adalah Syahadat. Jadi yg bersyahadat akan masuk surga.
Latar belakangnya adalah penjelasan Rasul ketika perang. Ada orang kafir yg ketika hampir terbunuh dalam perang dia meneriakkan kalimat Syahadat.
Dan Rasul melarang untuk membunuh orang tersebut.
Menjadi pertanyaan apakah Syahadatnya ikhlas, tidak menipu ? Untuk hal ini Allah tidak membebani kita sedetail-detailnya sampai hati.
Kejadian lain suatu saat seorang Yahudi menghampiri Rasulullah untuk menagih utang. Dengan kasar Yahudi itu memaki Rasulullah, padahal waktu itu utang belum jatuh tempo.
Rasul membayar utangnya sebagian, namun Yahudi tsb tetap marah2
Umar bangkit dan minta ijin untuk membunuh Yahudi tsb. Dan Rasul melarangnya, saat itu sabdanya yg menjadi rumus :
“Hukum itu berdasarkan yang tampak saja, Allah yang mengurusi urusan hati
Rumusan yg lain :
"Seorang muslim yg menentukan kebijakan itu ada 3 macam. Dari yg 3 itu yg 2 masuk neraka dan hanya 1 masuk surga."
Hal ini dulu diartikan keliru, orang tua muslim melarang anaknya jadi penguasa (hakim) karena takut neraka. Akibatnya banyak diisi non muslim.
Padahal hal ini rumusannya adalah sbb :
- Seseorang yg mengerti kebenaran, dan menetapkan benar maka dia masuk surga
- Seseorang yg bodoh, analisisnya tidak tepat, menetapkan tidak tepat, dia masuk neraka.
- Seseorang yg mengerti yg benar tapi dia khianat, dia masuk neraka.
Para mujahid dahulu menetapkan rumus2 tadi dalam bentuk Ushul Fiqih.
"Menetapkan hukum sebelum jelas permasalahannya itu dzolim."
"Tidak mengambil sikap setelah jelas itu dzolim."
Contoh :
Kita masuk kamar mandi saat kran air mengucur deras. Bila kita keluar dan tidak mematikan kran, itu dzolim karena membiarkan hal mubazir.
Dalam kehidupan, kita akan dihadapkan pada masalah2 dan kita harus mengambil tindakan. Hal yg perlu diperhatikan adalah masalah itu masuk kategori ibadah atau bukan.
Ibadah itu mendekat kepada Allah dng jalan melaksanakan perintahNya dan menghindari laranganNya.
Pada umumnya dibagi dua, ibadah umum dan khusus.
Ibadah umum gampang, asal tidak bertentangan syariat. Ibadah yg khusus itu telah ditetapkan. Seperti sholat, puasa, zakat, haji.
Adapun amalan lain semua ditawarkan, ada berbagai nilai, tinggal pilihan kita .
Seluruh amal asal tidak bertentangan dng larangan akan memperoleh pahala.
Cuma kita harus pandai memilih amal, pilih yg pahalanya paling besar, ini terus dikerjakan sampai batas akhir hidup kita.
Amal yg konsumtif : Sholat, dzikir dll, sekali beramal pahalanya putus.
Amal Investatif : amal jariyah, sekali beramal pahalanya mengalir terus menerus.
Salah satu contoh amal investatif adalah Shodaqoh membangun masjid. Selama masjid itu masih dipakai maka pahalanya mengalir terus.
Shodaqoh ini ada 3 : bisa harta, bisa ilmu atau juga tenaga.
Jadi tidak pernah ada orang yg tidak punya kesempatan bershodaqoh.
Bila tak punya uang dia bisa dng ilmu, termasuk mengajak orang lain berpartisipasi dalam pembangunan adalah shodaqoh ilmu.
Bila dia kuat bisa ikut kerja bakti dng tenaganya.
Lalu jika masjid direnovasi apakah pahala dari penyumbang lama terputus karena telah diganti ?
Tidak, tak perlu resah hal seperti ini .
Allah maha tahu siapa saja yg berbuat.
Kita kembali ke kaidah :
Menghukumi berdasarkan yang tampak saja, Allah Maha Tahu yang mengurusi yg tidak tampak.
عَنْ أبِى هُرَيْرَة (ر) أنَّ رَسُول الله .صَ. قَالَ: إذَا مَاتَ الإنسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ اَو عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ, اَووَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُولَهُ
“Jika anak Adam meninggal, maka amalnya terputus kecuali dari tiga perkara, sedekah jariyah , ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang berdoa kepadanya.”.
Amalan apa saja yg investatif ?
1. Ribath di jalan Allah.
Ribath artinya amalan yg ajeg (istiqomah), beruntun dan ikhlas.
Bisa amalan2 kecil, misal membersihkan masjid agar siap dipakai, atau tetap duduk berdoa setelah shalat subuh, asal tetap istiqomah.
2. Ilmu yg diajarkan dan diamalkan
Kita semua punya ilmu, namun yg investatif hanya yg kita sampaikan kepada orang lain.
3. Anak sholeh
4. Al Qur'an yg diwariskan
5. Membangun masjid dan rumah musafir
6. Membangun sumber air yg dialirkan
7. Menunjukkan ke jalan kebenaran
8. Membuat cara baru yg baik
Demikian semoga manfaat
Barokallohu fikum
SAK
5 Rojab 1438 H / 2 April 2017
Drs. H. Muchtar Hadi MAg
*Amal Investatif*
كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَاِنَّمَا تُوَفَّوْنَ اُجُوْرَكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَاُدْخِلَ الْجَـنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَاۤ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ
"Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya."
(QS. Ali 'Imran : 185)
Siapapun yg punya cita2 untuk masuk surga pasti mengharapkan ridlo Allah.
Manusia hidup umumnya sampai umur 60 - 70 tahun.
Lalu berapa banyak waktu yg telah kita habiskan ?
Ternyata 33% untuk tidur, 33% untuk kerja.
Sisanya lain2 dan ibadah hanya 4% saja.
Jika kita ber-payah2 dng ibadah tentunya dng tujuan agar lebih baik. Tak ada artinya sukses di dunia jika di akhirat tidak
Allah tidak melepas bebas manusia demikian saja. Allah itu memberi jalan kebebasan untuk dipilih dengan memberi kunci dan rumus jalan masuk ke Surga.
Meski sudah diberikan rumus, kadang tidak diketahui dng benar.
Mungkin karena Pengetahuan kurang, kurang dalam kuantitas pencarian, kurang dalam kecermatan atau methodologynya.
Kunci utama
Allah itu menghendaki kita ke surga dengan ampunan dan ijinNya. Dan ijinNya itu adalah Syahadat. Jadi yg bersyahadat akan masuk surga.
Latar belakangnya adalah penjelasan Rasul ketika perang. Ada orang kafir yg ketika hampir terbunuh dalam perang dia meneriakkan kalimat Syahadat.
Dan Rasul melarang untuk membunuh orang tersebut.
Menjadi pertanyaan apakah Syahadatnya ikhlas, tidak menipu ? Untuk hal ini Allah tidak membebani kita sedetail-detailnya sampai hati.
Kejadian lain suatu saat seorang Yahudi menghampiri Rasulullah untuk menagih utang. Dengan kasar Yahudi itu memaki Rasulullah, padahal waktu itu utang belum jatuh tempo.
Rasul membayar utangnya sebagian, namun Yahudi tsb tetap marah2
Umar bangkit dan minta ijin untuk membunuh Yahudi tsb. Dan Rasul melarangnya, saat itu sabdanya yg menjadi rumus :
“Hukum itu berdasarkan yang tampak saja, Allah yang mengurusi urusan hati
Rumusan yg lain :
"Seorang muslim yg menentukan kebijakan itu ada 3 macam. Dari yg 3 itu yg 2 masuk neraka dan hanya 1 masuk surga."
Hal ini dulu diartikan keliru, orang tua muslim melarang anaknya jadi penguasa (hakim) karena takut neraka. Akibatnya banyak diisi non muslim.
Padahal hal ini rumusannya adalah sbb :
- Seseorang yg mengerti kebenaran, dan menetapkan benar maka dia masuk surga
- Seseorang yg bodoh, analisisnya tidak tepat, menetapkan tidak tepat, dia masuk neraka.
- Seseorang yg mengerti yg benar tapi dia khianat, dia masuk neraka.
Para mujahid dahulu menetapkan rumus2 tadi dalam bentuk Ushul Fiqih.
"Menetapkan hukum sebelum jelas permasalahannya itu dzolim."
"Tidak mengambil sikap setelah jelas itu dzolim."
Contoh :
Kita masuk kamar mandi saat kran air mengucur deras. Bila kita keluar dan tidak mematikan kran, itu dzolim karena membiarkan hal mubazir.
Dalam kehidupan, kita akan dihadapkan pada masalah2 dan kita harus mengambil tindakan. Hal yg perlu diperhatikan adalah masalah itu masuk kategori ibadah atau bukan.
Ibadah itu mendekat kepada Allah dng jalan melaksanakan perintahNya dan menghindari laranganNya.
Pada umumnya dibagi dua, ibadah umum dan khusus.
Ibadah umum gampang, asal tidak bertentangan syariat. Ibadah yg khusus itu telah ditetapkan. Seperti sholat, puasa, zakat, haji.
Adapun amalan lain semua ditawarkan, ada berbagai nilai, tinggal pilihan kita .
Seluruh amal asal tidak bertentangan dng larangan akan memperoleh pahala.
Cuma kita harus pandai memilih amal, pilih yg pahalanya paling besar, ini terus dikerjakan sampai batas akhir hidup kita.
Amal yg konsumtif : Sholat, dzikir dll, sekali beramal pahalanya putus.
Amal Investatif : amal jariyah, sekali beramal pahalanya mengalir terus menerus.
Salah satu contoh amal investatif adalah Shodaqoh membangun masjid. Selama masjid itu masih dipakai maka pahalanya mengalir terus.
Shodaqoh ini ada 3 : bisa harta, bisa ilmu atau juga tenaga.
Jadi tidak pernah ada orang yg tidak punya kesempatan bershodaqoh.
Bila tak punya uang dia bisa dng ilmu, termasuk mengajak orang lain berpartisipasi dalam pembangunan adalah shodaqoh ilmu.
Bila dia kuat bisa ikut kerja bakti dng tenaganya.
Lalu jika masjid direnovasi apakah pahala dari penyumbang lama terputus karena telah diganti ?
Tidak, tak perlu resah hal seperti ini .
Allah maha tahu siapa saja yg berbuat.
Kita kembali ke kaidah :
Menghukumi berdasarkan yang tampak saja, Allah Maha Tahu yang mengurusi yg tidak tampak.
عَنْ أبِى هُرَيْرَة (ر) أنَّ رَسُول الله .صَ. قَالَ: إذَا مَاتَ الإنسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ اَو عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ, اَووَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُولَهُ
“Jika anak Adam meninggal, maka amalnya terputus kecuali dari tiga perkara, sedekah jariyah , ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang berdoa kepadanya.”.
Amalan apa saja yg investatif ?
1. Ribath di jalan Allah.
Ribath artinya amalan yg ajeg (istiqomah), beruntun dan ikhlas.
Bisa amalan2 kecil, misal membersihkan masjid agar siap dipakai, atau tetap duduk berdoa setelah shalat subuh, asal tetap istiqomah.
2. Ilmu yg diajarkan dan diamalkan
Kita semua punya ilmu, namun yg investatif hanya yg kita sampaikan kepada orang lain.
3. Anak sholeh
4. Al Qur'an yg diwariskan
5. Membangun masjid dan rumah musafir
6. Membangun sumber air yg dialirkan
7. Menunjukkan ke jalan kebenaran
8. Membuat cara baru yg baik
Demikian semoga manfaat
Barokallohu fikum
SAK
Senin, 27 Maret 2017
Kajian Ahad Pagi Muhammadiyah Banyumanik
Kajian Ahad Pagi Muhammadiyah Banyumanik
27 Jumadil Akir 1438 H /
26 Maret 2017
Dr.dr.H. Masrifan Djamil
*Hadits Arbain Nabawi*
Pendahuluan
Kelemahan kita saat ini adalah bagaimana menyiarkan islam ke seluruh orang muslim. Hal ini tidak mudah. Khutbah jum'at sebagai sarana penyampai ajaran islam sering tidak efektif, ada jamaah ngantuk, ada yg bahkan bergerombol diluar menghadap ke timur.
Khotib yg mestinya bisa menertibkan hal inipun sering tidak peduli, padahal dia satu2 nya yg boleh bicara. Nabi pun pernah menegur jamaah saat beliau khutbah, yaitu kepada seseorang yg masuk langsung duduk tanpa shalat Tahiyatul masjid.
Jika Sunnah tidak dilaksanakan maka yg bukan Sunnah akan berkembang.
"Katakanlah, Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik."
(QS. At-Taubah 9: 24)
Kita coba membaca situasi kini.
Contoh Pilkada DKI putaran 1 hasilnya :
Agus 17% ; Ahok 43%, Anies 40%.
Ini perlu kita baca, Ahok bisa 43% padahal sudah ada kejadian luar biasa dng aksi 411 dan 212. Dan menurut statistik penduduk non muslim di Jakarta tak ada 10%
Ini apa maknanya ? Banyak.
- Kepandaian tidak menjadi pertimbangan di Indonesia
- Umat islam tidak faham tentang agamanya.
- Keimanan Umat perlu dipertanyakan
- Hasil Dakwah Pemuka2 Umat Islam kurang berhasil
- Jihad mulai pudar
Kondisi ini adalah kondisi yg bahaya. Maka kita semua wajib berdakwah utamanya ke keluarga.
*Jihad Semakin Pudar*
Karena ada yg mengatakan bahwa jihad dekat dng teroris. Padahal Rasul memerintahkan untuk berjihad, agar islam tetap tegak sepanjang masa.
*Mengapa islam sampai akhir jaman penting buat kita ?*
Karena :
1. ‘Kullu Bani Adam khotto’un’, wa khoirul khottoina attawaabun’.
setiap anak cucu Adam pasti berbuat Dosa, dan sebaik-baiknya yg berbuat dosa adalah yang bertaubat.
2. Kita butuh doa dari anak, cucu, cicit dst untuk mendoakan kita, minimal disetiap akhir khutbah jumat, atau setiap bakda shalat maktubah.
3. Kalau keturunan kita tidak faham agama maka doanya berhenti.
Dan bagaimana agar anak cucu kita tetap islam, islam yg benar ?
Kita kembali ke wasiat Rasul.
Hadits “Dua Warisan Rasul”
تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّ أَبَدًا مَاإِنْ تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللهِ وَسُنَّةَ رَسُوْلِهِ.
”Telah aku tinggalkan kepadamu dua perkara kamu tidak akan tersesat selamanya, selama kamu berpegang teguh dengan keduanya, yaitu Kitabullah dan Sunah Rasul”. (HR. Hakim)
Kita harus mengajak anak2, keluarga kita untuk mengkaji Al Qur'an dan Sunnah.
Berita gembiranya hal itu termasuk jihad fi sabilillah.
مَنْ خَرَجَ فِي طَلَبِ الْعِلْمِ، فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللهِ حَتَّى يَرْجِع
Barangsiapa yang keluar untuk menuntut ilmu, maka dia di dalam sabilillah sehingga dia pulang. (HR At-Tirmizi)
مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لا يُرِيدُ إِلا أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يَعْلَمَهُ؛ كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍّ تَامًّا حِجَّتُهُ
“Barangsiapa yang pergi ke masjid dan tidak ada yang diinginkan selain belajar tentang kebaikan atau mengajarkannya, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala haji yang sempurna.” (HR Ath-Thobroni)
Kendala untuk ini pasti besar. Agar kita mudah melaksanakan maka harus berdoa minta kemudahan berbuat.
Hadits 29:
عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قُلْتُ يَا رَسُوْلَ اللهِ، أَخْبِرْنِي بِعَمَلٍ يُدْخِلُنِي الْجَنَّةَ وَيُبَاعِدُنِي عَنِ النَّارِ، قَالَ : لَقَدْ سَأَلْتَ عَنْ عَظِيْمٍ، وَإِنَّهُ لَيَسِيْرٌ عَلىَ مَنْ يَسَّرَهُ اللهُ تَعَالَى عَلَيْهِ : تَعْبُدُ اللهَ لاَ تُشْرِكُ بِهِ شَيْئاً، وَتُقِيْمُ الصَّلاَةَ، وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ، وَتَصُوْمُ رَمَضَانَ، وَتَحُجُّ الْبَيْتَ، ثُمَّ قَالَ : أَلاَ أَدُلُّكَ عَلَى أَبْوَابِ الْخَيْرِ ؟ الصَّوْمُ جُنَّةٌ، وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيْئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ، وَصَلاَةُ الرَّجُلِ فِي جَوْفِ اللَّيْلِ، ثُمَّ قَالَ : } تَتَجَافَى جُنُوْبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ.. –حَتَّى بَلَغَ- يَعْمَلُوْنَ{ُ ثمَّ قَالَ : أَلاَ أُخْبِرُكَ بِرَأْسِ الأَمْرِ وُعَمُوْدِهِ وَذِرْوَةِ سَنَامِهِ ؟ قُلْتُ بَلَى يَا رَسُوْلَ اللهِ قَالَ : رَأْسُ اْلأَمْرِ اْلإِسْلاَمُ وَعَمُوْدُهُ الصَّلاَةُ وَذِرْوَةُ سَنَامِهِ الْجِهَادُ. ثُمَّ قَالَ: أَلاَ أُخْبِرُكَ بِمَلاَكِ ذَلِكَ كُلِّهِ ؟ فَقُلْتُ : بَلىَ يَا رَسُوْلَ اللهِ . فَأَخَذَ بِلِسَانِهِ وَقَالِ : كُفَّ عَلَيْكَ هَذَا. قُلْتُ : يَا نَبِيَّ اللهِ، وَإِنَّا لَمُؤَاخَذُوْنَ بِمَا نَتَكَلَّمَ بِهِ ؟ فَقَالَ : ثَكِلَتْكَ أُمُّكَ، وَهَلْ يَكُبَّ النَاسُ فِي النَّارِ عَلَى وُجُوْهِهِمْ –أَوْ قَالَ : عَلىَ مَنَاخِرِهِمْ – إِلاَّ حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ .
Dari Mu’az bin Jabal radhiallahuanhu dia berkata : Saya berkata : Ya Rasulullah, beritahukan saya tentang perbuatan yg dapat memasukkan saya ke dalam surga dan menjauhkan saya dari neraka, beliau bersabda: Engkau telah bertanya tentang sesuatu yang besar, dan perkara tersebut mudah bagi mereka yang dimudahkan Allah ta’ala, : Beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukannya sedikitpun, menegakkan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji. Kemudian beliau (Rasulullah s a w) bersabda: Maukah engkau aku beritahukan tentang pintu-pintu surga ?; Puasa adalah benteng, Sodaqoh akan menghapus kesalahan sebagaimana air mematikan api, dan shalatnya seseorang di tengah malam, kemudian beliau membacakan ayat :
“ Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya….”.
Kemudian beliau bersabda: Maukah kalian aku beritahukan pokok dari segala perkara, tiangnya dan puncaknya ?, aku menjawab : Mau ya Nabi Allah. Pokok perkara adalah Islam, tiangnya adalah shalat dan puncaknya adalah Jihad. Kemudian beliau bersabda : Maukah kalian aku beritahukan sesuatu yang jika kalian laksanakan kalian dapat memiliki semua itu ?, saya berkata : Mau ya Rasulullah. Maka Rasulullah memegang lisannya lalu bersabda: Jagalah ini.
Saya berkata: Ya Nabi Allah, apakah kita akan dihukum juga atas apa yang kita bicarakan ?,
beliau bersabda: Ah kamu ini, adakah yang menyebabkan seseorang terjungkel wajahnya di neraka selain buah dari yang diucapkan oleh lisan-lisan mereka . (HRTurmizi)
Jadi syarat utamanya adalah jangan syirik. Yg paling bahaya adalah syirik tersembunyi, karena sangat samar bagai semut hitam dimalam hari.
Yg kedua adalah shalat. Namun berapa banyak yg shalat di masjid ?
Hadits diatas sesuai dng surat :
تَتَجَافٰى جُنُوْبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُوْنَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَّطَمَعًا ۖ وَّمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ
"Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap, dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka."
(QS. As-Sajdah 32: 16)
Shalat itu tiang agama dan puncaknya adalah jihad.
Shalat adalah pembeda antara islam dengan kafir.
Dan yg terpenting adalah menjaga lesan.
Demikian semoga manfaat
Barokallohu fikum
SAK
27 Jumadil Akir 1438 H /
26 Maret 2017
Dr.dr.H. Masrifan Djamil
*Hadits Arbain Nabawi*
Pendahuluan
Kelemahan kita saat ini adalah bagaimana menyiarkan islam ke seluruh orang muslim. Hal ini tidak mudah. Khutbah jum'at sebagai sarana penyampai ajaran islam sering tidak efektif, ada jamaah ngantuk, ada yg bahkan bergerombol diluar menghadap ke timur.
Khotib yg mestinya bisa menertibkan hal inipun sering tidak peduli, padahal dia satu2 nya yg boleh bicara. Nabi pun pernah menegur jamaah saat beliau khutbah, yaitu kepada seseorang yg masuk langsung duduk tanpa shalat Tahiyatul masjid.
Jika Sunnah tidak dilaksanakan maka yg bukan Sunnah akan berkembang.
"Katakanlah, Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik."
(QS. At-Taubah 9: 24)
Kita coba membaca situasi kini.
Contoh Pilkada DKI putaran 1 hasilnya :
Agus 17% ; Ahok 43%, Anies 40%.
Ini perlu kita baca, Ahok bisa 43% padahal sudah ada kejadian luar biasa dng aksi 411 dan 212. Dan menurut statistik penduduk non muslim di Jakarta tak ada 10%
Ini apa maknanya ? Banyak.
- Kepandaian tidak menjadi pertimbangan di Indonesia
- Umat islam tidak faham tentang agamanya.
- Keimanan Umat perlu dipertanyakan
- Hasil Dakwah Pemuka2 Umat Islam kurang berhasil
- Jihad mulai pudar
Kondisi ini adalah kondisi yg bahaya. Maka kita semua wajib berdakwah utamanya ke keluarga.
*Jihad Semakin Pudar*
Karena ada yg mengatakan bahwa jihad dekat dng teroris. Padahal Rasul memerintahkan untuk berjihad, agar islam tetap tegak sepanjang masa.
*Mengapa islam sampai akhir jaman penting buat kita ?*
Karena :
1. ‘Kullu Bani Adam khotto’un’, wa khoirul khottoina attawaabun’.
setiap anak cucu Adam pasti berbuat Dosa, dan sebaik-baiknya yg berbuat dosa adalah yang bertaubat.
2. Kita butuh doa dari anak, cucu, cicit dst untuk mendoakan kita, minimal disetiap akhir khutbah jumat, atau setiap bakda shalat maktubah.
3. Kalau keturunan kita tidak faham agama maka doanya berhenti.
Dan bagaimana agar anak cucu kita tetap islam, islam yg benar ?
Kita kembali ke wasiat Rasul.
Hadits “Dua Warisan Rasul”
تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّ أَبَدًا مَاإِنْ تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللهِ وَسُنَّةَ رَسُوْلِهِ.
”Telah aku tinggalkan kepadamu dua perkara kamu tidak akan tersesat selamanya, selama kamu berpegang teguh dengan keduanya, yaitu Kitabullah dan Sunah Rasul”. (HR. Hakim)
Kita harus mengajak anak2, keluarga kita untuk mengkaji Al Qur'an dan Sunnah.
Berita gembiranya hal itu termasuk jihad fi sabilillah.
مَنْ خَرَجَ فِي طَلَبِ الْعِلْمِ، فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللهِ حَتَّى يَرْجِع
Barangsiapa yang keluar untuk menuntut ilmu, maka dia di dalam sabilillah sehingga dia pulang. (HR At-Tirmizi)
مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لا يُرِيدُ إِلا أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يَعْلَمَهُ؛ كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍّ تَامًّا حِجَّتُهُ
“Barangsiapa yang pergi ke masjid dan tidak ada yang diinginkan selain belajar tentang kebaikan atau mengajarkannya, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala haji yang sempurna.” (HR Ath-Thobroni)
Kendala untuk ini pasti besar. Agar kita mudah melaksanakan maka harus berdoa minta kemudahan berbuat.
Hadits 29:
عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قُلْتُ يَا رَسُوْلَ اللهِ، أَخْبِرْنِي بِعَمَلٍ يُدْخِلُنِي الْجَنَّةَ وَيُبَاعِدُنِي عَنِ النَّارِ، قَالَ : لَقَدْ سَأَلْتَ عَنْ عَظِيْمٍ، وَإِنَّهُ لَيَسِيْرٌ عَلىَ مَنْ يَسَّرَهُ اللهُ تَعَالَى عَلَيْهِ : تَعْبُدُ اللهَ لاَ تُشْرِكُ بِهِ شَيْئاً، وَتُقِيْمُ الصَّلاَةَ، وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ، وَتَصُوْمُ رَمَضَانَ، وَتَحُجُّ الْبَيْتَ، ثُمَّ قَالَ : أَلاَ أَدُلُّكَ عَلَى أَبْوَابِ الْخَيْرِ ؟ الصَّوْمُ جُنَّةٌ، وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيْئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ، وَصَلاَةُ الرَّجُلِ فِي جَوْفِ اللَّيْلِ، ثُمَّ قَالَ : } تَتَجَافَى جُنُوْبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ.. –حَتَّى بَلَغَ- يَعْمَلُوْنَ{ُ ثمَّ قَالَ : أَلاَ أُخْبِرُكَ بِرَأْسِ الأَمْرِ وُعَمُوْدِهِ وَذِرْوَةِ سَنَامِهِ ؟ قُلْتُ بَلَى يَا رَسُوْلَ اللهِ قَالَ : رَأْسُ اْلأَمْرِ اْلإِسْلاَمُ وَعَمُوْدُهُ الصَّلاَةُ وَذِرْوَةُ سَنَامِهِ الْجِهَادُ. ثُمَّ قَالَ: أَلاَ أُخْبِرُكَ بِمَلاَكِ ذَلِكَ كُلِّهِ ؟ فَقُلْتُ : بَلىَ يَا رَسُوْلَ اللهِ . فَأَخَذَ بِلِسَانِهِ وَقَالِ : كُفَّ عَلَيْكَ هَذَا. قُلْتُ : يَا نَبِيَّ اللهِ، وَإِنَّا لَمُؤَاخَذُوْنَ بِمَا نَتَكَلَّمَ بِهِ ؟ فَقَالَ : ثَكِلَتْكَ أُمُّكَ، وَهَلْ يَكُبَّ النَاسُ فِي النَّارِ عَلَى وُجُوْهِهِمْ –أَوْ قَالَ : عَلىَ مَنَاخِرِهِمْ – إِلاَّ حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ .
Dari Mu’az bin Jabal radhiallahuanhu dia berkata : Saya berkata : Ya Rasulullah, beritahukan saya tentang perbuatan yg dapat memasukkan saya ke dalam surga dan menjauhkan saya dari neraka, beliau bersabda: Engkau telah bertanya tentang sesuatu yang besar, dan perkara tersebut mudah bagi mereka yang dimudahkan Allah ta’ala, : Beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukannya sedikitpun, menegakkan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji. Kemudian beliau (Rasulullah s a w) bersabda: Maukah engkau aku beritahukan tentang pintu-pintu surga ?; Puasa adalah benteng, Sodaqoh akan menghapus kesalahan sebagaimana air mematikan api, dan shalatnya seseorang di tengah malam, kemudian beliau membacakan ayat :
“ Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya….”.
Kemudian beliau bersabda: Maukah kalian aku beritahukan pokok dari segala perkara, tiangnya dan puncaknya ?, aku menjawab : Mau ya Nabi Allah. Pokok perkara adalah Islam, tiangnya adalah shalat dan puncaknya adalah Jihad. Kemudian beliau bersabda : Maukah kalian aku beritahukan sesuatu yang jika kalian laksanakan kalian dapat memiliki semua itu ?, saya berkata : Mau ya Rasulullah. Maka Rasulullah memegang lisannya lalu bersabda: Jagalah ini.
Saya berkata: Ya Nabi Allah, apakah kita akan dihukum juga atas apa yang kita bicarakan ?,
beliau bersabda: Ah kamu ini, adakah yang menyebabkan seseorang terjungkel wajahnya di neraka selain buah dari yang diucapkan oleh lisan-lisan mereka . (HRTurmizi)
Jadi syarat utamanya adalah jangan syirik. Yg paling bahaya adalah syirik tersembunyi, karena sangat samar bagai semut hitam dimalam hari.
Yg kedua adalah shalat. Namun berapa banyak yg shalat di masjid ?
Hadits diatas sesuai dng surat :
تَتَجَافٰى جُنُوْبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُوْنَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَّطَمَعًا ۖ وَّمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ
"Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap, dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka."
(QS. As-Sajdah 32: 16)
Shalat itu tiang agama dan puncaknya adalah jihad.
Shalat adalah pembeda antara islam dengan kafir.
Dan yg terpenting adalah menjaga lesan.
Demikian semoga manfaat
Barokallohu fikum
SAK
Langganan:
Postingan (Atom)