Minggu, 03 Juni 2018

Kajian Ramadhan PCM Banyumanik

Kajian Ramadhan PCM Banyumanik

TANTANGAN DAKWAH

Tanggal : 17 Ramadhan 1439 H / 2 Juni 2018

Nara Sumber : Ustadz Dr.dr. H. Masrifan Djamil MMR, MPH

*1. Penyebaran Hoax lebih hebat daripada penyebaran Dakwah*

Ada hadits palsu buatan Indonesia, yg dampaknya membentuk budaya baru,  yaitu budaya saling minta maaf sebelum memasuki bulan Ramadhan, karena hadits palsu tadi memerintahkan untuk saling minta maaf agar puasanya diterima. Hebat Betul ya ,  yg palsu malah membudaya, yg asli tidak diketahui.

Padahal hadits aslinya adalah :
Ketika Rasulullah menaiki tangga mimbar yang pertama, beliau berkata, “Amin.” Ketika beliau menaiki tangga yang kedua, beliau pun berkata, “Amin.” Ketika beliau menaiki tangga yang ketiga, beliau pun berkata, “Amin.”
Setelah Rasulullah saw. turun dari mimbar, kami pun berkata,
“Ya Rasulullah, sungguh kami telah mendengar dari engkau pada hari ini, sesuatu yang belum pernah kami dengar sebelumnya.”
Rasulullah saw. bersabda, “Ketika aku menaiki tangga pertama, Jibril muncul di hadapanku dan berkata,
“Celakalah orang yang mendapati bulan Ramadhan yang penuh berkah, tetapi tidak memperoleh keampunan.” Maka aku berkata, “Amin”
Ketika aku menaiki tangga yang kedua, Jibril berkata,
“Celakalah orang yang mendapati ibu bapaknya yang telah tua, atau salah satu dari keduanya, tetapi keduanya tidak menyebabkan orang itu masuk surga.” Akupun berkata, Amin :”
Ketika aku melangkah ke tangga ketiga, Jibril berkata,
“Celakalah orang yang apabila namamu disebutkan, dia tidak bersalawat ke atasmu.” Aku pun berkata, Amin.’
(HR. Hakim)

Perintah yg pertama dan kedua in syaa Allah dapat dilakukan. Justru perintah yg ketiga ini sering terlewatkan padahal amalan paling ringan. Maka kita perlu membudayakan untuk bershalawat ketika Nama Nabi Muhammad disebut :
" Shalallahu alaihi wassalam" atau "Allohuma shalli alaihi"
Shalawat Nabi ini kadang-kadang pemakaiannya aneh-aneh. Ada yg digunakan untuk membubarkan majelis pengajian. Sekarang ada lagi,  dipakai ustadz untuk memulai pengajian. Dia meneriakkan : " Allohuma shalli ala Muhammad ".

Ada lagi hadits palsu buatan Indonesia yg beredar lewat WA dan membudaya :
" Barang siapa menyampaikan datangnya malam lailatul qodar kepada umat islam,  dirinya haram dimasukkan ke dalam api neraka".
Luar biasa ngawurnya ;
1. Dia menetapkan bahwa lailatul qodar tanggal 17.
2. ‎Hanya dengan menyampaikan berita sudah bebas dari api neraka...

Mari kita amati dari sisi apa yg terjadi.
Kajian islamiah mulai pudar. Kira-kira apa penyebabnya ?.
Ini adalah tantangan dakwah masa kini.
Yg kita lakukan adalah Passive Finding,  Gedung Dakwah dibuat dengan model operasi Puskesmas ,  yg mau datang silahkan datang,  yg tidak mau - tidak apa. Jadi dakwah secara pasif.

Hal ini beda dengan Jama'ah Tabligh,  mereka dakwah secara aktif. Mereka mendatangi masjid-masjid lain,  mendatangi jama'ah.
Ada lagi dakwah semi aktif,  yaitu dengan menggunakan radio. Ini dilakukan oleh MTA tapi perlu hati-hati jangan menimbulkan perpecahan. Ada lagi model kirim perpos,  belum digital. Mereka kirim punya program ini itu,  tapi kelanjutannya tak jelas. Ada lagi model Ring-ring dakwah - dibagi beberapa kelompok dan diadakan pendataan. Itu semua adalah Teknik-Teknik yg bisa dipilih.

*2. Lemahnya Pendataan*

Ada hadits shahih tentang memberi makan orang berbuka puasa.
“Barangsiapa memberi makanan berbuka kepada orang-orang yang berpuasa, maka ia mendapat pahala senilai pahala orang yang berpuasa itu tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut.” (HR. Turmudzi dan An-Nasa’i)

Ini mulai banyak terjadi dimana-mana. Kalau ditempat kita jelas siapa yg datang. Di masjid-masjid besar yg mendatangi makanan berbuka puasa jumlahnya ratusan,  tapi tak diketahui mereka puasa atau tidak. Kita tidak punya data.

Kejadian lain adalah ketika kita lewat di Supermarket pada bulan puasa,  disana Rumah-makannya ramai, dan tak sungkan-sungkan,  tak perlu ditutup tirai lagi.  Pertanyaannya apa mereka memang orang yang tak wajib puasa?
Dua tahun yang lalu ada kampanye "Hormatilah Orang Yang Tidak Puasa" . Menjadi pertanyaan besar kita apakah yang terjadi saat ini adalah hasil kampanye itu.?  Apakah kampanye untuk tidak perlu malu bila tidak puasa itu sudah berhasil?

Saat ini sudah tak terdengar lagi Gerakan Kampanye Warung Padang, gerakan  tutup di siang hari Puasa. Ada yang tutup tapi ada juga yang tetap buka warung siang hari. Memang ada Rumah makan yang tutup selama bulan puasa dengan tetap menggaji karyawannya.
Gerakan-gerakan semacam ini perlu dihargai,  misal dengan mengadakan festival Rumah makan yang tutup dan hanya buka malam. Modelnya mereka dibuatkan stand-stand untuk buka puasa,  kemudian setelah tarawih mereka ditampilkan jadi pembicara,  bagaimana kiat mereka bisa menyelenggarakan Resto dengan tetap menghormati bulan Puasa. Bila mereka Kasnya sudah kuat, mereka bisa melakukan ini. Hal ini sudah dilakukan di negara-negara Timur Tengah. Kita perlu programkan untuk Ramadhan tahun depan,  suatu Festival Resto yang Tutup selama Ramadhan.

*3. Gerakan "menghabisi" Arab Saudi*

Kemarin saya dapat kiriman info dari teman,  menyampaikan tentang sebuah Website. Nama website tadi mirip (sengaja dimiripkan?) dengan website islami. Yang perlu menjadi perhatian adalah isi website tadi menghabisi Arab Saudi. Judulnya saja sudah provokatif : "Arab Saudi itu bukan jualan Islam, tetapi menjual Islam untuk jualan". Ini adalah fitnah bahwa Arab Saudi menjual agama untuk kepentingannya.
Isi berita website tadi semuanya mendiskreditkan Arab Saudi. Kita ini sekarang sedang dicoba oleh kekuatan yang memusuhi islam,  yaitu Syi'ah.  Mereka sudah menguasai Iran,  Irak dan Suriah. Tiga kekuatan ini cukup kuat dan berusaha menjatuhkan Arab Saudi. Sejak dulu Iran menuntut agar kota Mekkah dan Medinah dikelola bersama,  tak boleh dimonopoli Arab Saudi.
Sekarang mereka punya cara baru lewat website untuk mempengaruhi dunia islam agar membenci Arab Saudi.

Coba mari sekarang kita hitung :
1. Berapa Mahasiswa yg sudah dibiayai Arab Saudi. Ternyata kita tak bisa menghitung. Banyak sekali karena termasuk Kiyai Wachid Hasyim dan Kiyai Ahmad Dahlan. Kemudian lulusan mereka yg bagus dibantu membangun Pondok Pesantren. Selama membangun Pondok terus didatangi dan dibimbing.
2. ‎Berapa kitab suci Al Qur'an yang sudah dibagikan ke seluruh dunia?  Banyak sekali.

Itu tadi adalah sebagian bukti-bukti persembahan Arab Saudi kepada Dunia Islam.

*4. TANYA JAWAB*

Pertanyaan 1

Tentang Safar,  apa bisa meniatkannya bila kuat akan puasa,  tetapi bila tak kuat nanti dibatalkan,  atau lebih baik tidak puasa dari awal.

Jawaban :

Ada hadits yg mengisahkan bahwa ketika perjalanan jauh,  Rasulullah berhenti dan kemudian makan. Dan beliau memerintahkan yang menyertainya untuk makan. Jadi pemahaman secara tekstual sebaiknya tidak puasa.

Tapi itu kan kondisi dulu,  perjalanan berat,  naik onta dan ada yang jalan kaki. Sekarang naik pesawat dari Jakarta ke Semarang cuma sebentar dan nyaman.
Maka pemahaman secara kontekstual sebaiknya tetap puasa.
Pemahaman tentang jauh atau tidak ternyata tidak seragam. Imam Syafii mengatakan 90 km itu jauh. Yang lain tidak.

Ayat tentang rukshah tadi ada lanjutannya bahwa bila puasa lebih baik,  saya mengatakan ada rahasia bahwa puasa itu baik bagi yg sakit mag, diabetes atau darah tinggi akan membaik dengan puasa. Adapun puasa terkait safar,  maka saya memilih tidak puasa jika puasa sunah,  tapi bila Puasa Ramadhan saya tetap puasa. Kecuali jika jalan darat dan kita nyopir,  maka lebih baik tidak puasa karena membawa keselamatan penumpang.
Menurut saya lebih baik diniatkan dari awal,  jangan batal ditengah jalan.

Pertanyaan 2 :

Kosmetik yg dari siput bagaimana?

Jawaban :

Harus menetapkan dulu siput itu haram atau najis. Kalau tidak najis silahkan.
Tapi hal ini kontroversi.

Semoga bermanfaat
Barokallohu fikum

๐Ÿ–SAK

Jumat, 01 Juni 2018

Kajian Ramadhan PCM Banyumanik

Kajian Ramadhan PCM Banyumanik

KAFARAT TIDAK PUASA

Tanggal : 15 Ramadhan 1439 H / 31 Mei 2018

Nara Sumber : Ustadz Drs. H. Hamzah Rifqi,  MAg

Ada satu hal di Masyarakat yg menjadi keprihatinan kita yaitu kenyataan bahwa kemauan tafaquh fi dien (memahami agama) memang sangat kecil, sehingga perbaikan-perbaikannya itu menjadi susah. Penyakit akut umat islam salah satunya adalah al Jahl (Kebodohan) , ketidak tahuan terhadap agama. Lebih parahnya lagi ketidak-tahuan ini didasari oleh ketidak-mau-tahuan terhadap ketidak-tahuan.

Kita banyak mendapati di bulan Ramadhan ini,  jelas-jelas bulan Ramadhan dengan banyak spanduk Marhaban Yaa Ramadhan. Gegap gempita Ramadhan juga terasa di masyarakat, tetapi masih banyak umat islam terutama justru kalangan bawah yg tidak menunaikan ibadah puasa Ramadhan. Saya amati ketika ada pembagian takjil di jalan itu,  mereka yg tak berpuasa juga minta dan langsung dimakan tanpa menunggu maghrib.

Dalam hadits yg banyak diriwayatkan, dengan berbagai macam tulisan namun pada prinsipnya isinya sama,  ada petunjuk tentang orang yg berpuasa kemudian batal karena pelanggaran puasa.

ุนَู†ْ ุฃَุจِูŠْ ู‡ُุฑَูŠْุฑَุฉَ ุฑَุถِูŠَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู†ْู‡ُ ู‚َุงู„َ ุจَูŠْู†َู…َุง ู†َุญْู†ُ ุฌُู„ُูˆุณٌ ุนِู†ْุฏَ ุงู„ู†َّุจِูŠِّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุฅِุฐْ ุฌَุงุกَู‡ُ ุฑَุฌُู„ٌ ูَู‚َุงู„َ ูŠَุง ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ ู‡َู„َูƒْุชُ ู‚َุงู„َ ู…َุง ู„َูƒَ ู‚َุงู„َ ูˆَู‚َุนْุชُ ุนَู„َู‰ ุงู…ْุฑَุฃَุชِูŠ ูˆَุฃَู†َุง ุตَุงุฆِู…ٌ ูˆَ ูِูŠْ ุฑِูˆَุงูŠَุฉٍ ุฃَุตَุจْุชُ ุฃَู‡ْู„ِูŠْ ูِูŠْ ุฑَู…َุถَุงู†َ ูَู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ู‡َู„ْ ุชَุฌِุฏُ ุฑَู‚َุจَุฉً ุชُุนْุชِู‚ُู‡َุง ู‚َุงู„َ ู„َุง ู‚َุงู„َ ูَู‡َู„ْ ุชَุณْุชَุทِูŠุนُ ุฃَู†ْ ุชَุตُูˆู…َ ุดَู‡ْุฑَูŠْู†ِ ู…ُุชَุชَุงุจِุนَูŠْู†ِ ู‚َุงู„َ ู„َุง ูَู‚َุงู„َ ูَู‡َู„ْ ุชَุฌِุฏُ ุฅِุทْุนَุงู…َ ุณِุชِّูŠู†َ ู…ِุณْูƒِูŠู†ًุง ู‚َุงู„َ ู„َุง ู‚َุงู„َ ูَู…َูƒَุซَ ุงู„ู†َّุจِูŠُّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ูَุจَูŠْู†َุง ู†َุญْู†ُ ุนَู„َู‰ ุฐَู„ِูƒَ ุฃُุชِูŠَ ุงู„ู†َّุจِูŠُّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุจِุนَุฑَู‚ٍ ูِูŠู‡َุง ุชَู…ْุฑٌ- ูˆَุงู„ْุนَุฑَู‚ُ ุงู„ْู…ِูƒْุชَู„ُ- ู‚َุงู„َ ุฃَูŠْู†َ ุงู„ุณَّุงุฆِู„ُ ูَู‚َุงู„َ ุฃَู†َุง ู‚َุงู„َ ุฎُุฐْู‡َุง ูَุชَุตَุฏَّู‚ْ ุจِู‡ِ ูَู‚َุงู„َ ุงู„ุฑَّุฌُู„ُ ุนَู„َู‰ ุฃَูْู‚َุฑَ ู…ِู†ِّูŠ ูŠَุง ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ ูَูˆَุงู„ู„َّู‡ِ ู…َุง ุจَูŠْู†َ ู„َุงุจَุชَูŠْู‡َุง -ูŠُุฑِูŠุฏُ ุงู„ْุญَุฑَّุชَูŠْู†ِ -ุฃَู‡ْู„ُ ุจَูŠْุชٍ ุฃَูْู‚َุฑُ ู…ِู†ْ ุฃَู‡ْู„ِ ุจَูŠْุชِูŠ ูَุถَุญِูƒَ ุงู„ู†َّุจِูŠُّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุญَุชَّู‰ ุจَุฏَุชْ ุฃَู†ْูŠَุงุจُู‡ُ ุซُู…َّ ู‚َุงู„َ ุฃَุทْุนِู…ْู‡ُ ุฃَู‡ْู„َูƒَ

Dari Abu Hurairah ra, beliau berkata, ketika kami duduk-duduk bersama Rasulullah SAW, tiba-tiba datanglah seseorang sambil berkata: “Wahai, Rasulullah, celaka !” Beliau menjawab,”Ada apa denganmu?” Dia berkata,”Aku berhubungan dengan istriku, padahal aku sedang berpuasa.” (Dalam riwayat lain berbunyi : aku berhubungan dengan istriku di bulan Ramadhan). Maka Rasulullah SAW berkata,”Apakah kamu mempunyai budak untuk dimerdekakan?” Dia menjawab,”Tidak!” Lalu Beliau SAW berkata lagi,”Mampukah kamu berpuasa dua bulan berturut-turut?” Dia menjawab,”Ttidak.” Lalu Beliau SAW bertanya lagi : “Mampukah kamu memberi makan enam puluh orang miskin?” Dia menjawab,”Tidak.” Lalu Rasulullah diam sebentar. Dalam keadaan seperti ini, oleh Nabi SAW diberi satu ‘irq berisi kurma –Al irq adalah alat takaran- (maka) Beliau berkata: “Mana orang yang bertanya tadi?” Dia menjawab,”Saya orangnya.” Beliau berkata lagi: “Ambillah ini dan bersedekahlah dengannya!” Kemudian orang tersebut berkata: “Apakah kepada orang yang lebih fakir dariku, wahai Rasulullah? Demi Allah, tidak ada di dua ujung kota Madinah satu keluarga yang lebih fakir dari keluargaku”. Maka Rasulullah SAW tertawa sampai tampak gigi taringnya, kemudian (Beliau SAW) berkata: “Berilah makan keluargamu!”
(HR. Bukhory)

Nabi biasanya tak pernah tertawa sampai terbahak-bahak, namun kali ini dikatakan sampai terlihat gigi taring beliau, nabi sangat geli. Orang tadi jelas sudah niat puasa dan sudah puasa,  namun batal puasanya karena tak kuat menahan larangan puasa. Dia tahu bahwa dia harus mengganti puasanya tetapi tidak tahu caranya,  maka dia bertanya kepada Nabi.

Nabi menjelaskan kafarat atau denda terhadap dirinya karena tidak puasa (Batal tanpa alasan yg diijinkan).
Ternyata jawaban Nabi berupa alternatif tingkatan,  jika alternatif 1 tak dapat, maka ditawarkan alternatif 2.  Jadi bukan alternatif pilihan.
Kafarat alternatif bertingkat itu mirip dengan denda haji tamattuk,  yaitu menyembelih hadyu. Bila tak dapat baru diganti puasa 10 hari.

 ูَู…َู†ْ ูƒَุงู†َ ู…ِู†ْูƒُู…ْ ู…َّุฑِูŠْุถًุง ุงَูˆْ ุจِู‡ٖۤ ุงَุฐًู‰ ู…ِّู†ْ ุฑَّุฃْุณِู‡ٖ ูَูِุฏْูŠَุฉٌ ู…ِّู†ْ ุตِูŠَุงู…ٍ ุงَูˆْ ุตَุฏَู‚َุฉٍ ุงَูˆْ ู†ُุณُูƒٍ ۚ  ูَุงِุฐَุงۤ ุงَู…ِู†ْุชُู…ْ ۗ  ูَู…َู†ْ ุชَู…َุชَّุนَ ุจِุงู„ْุนُู…ْุฑَุฉِ ุงِู„َู‰ ุงู„ْุญَุฌِّ ูَู…َุง ุงุณْุชَูŠْุณَุฑَ ู…ِู†َ ุงู„ْู‡َุฏْูŠِ ۚ  ูَู…َู†ْ ู„َّู…ْ ูŠَุฌِุฏْ ูَุตِูŠَุงู…ُ ุซَู„ٰุซَุฉِ ุงَูŠَّุงู…ٍ ูِู‰ ุงู„ْุญَุฌِّ ูˆَุณَุจْุนَุฉٍ ุงِุฐَุง ุฑَุฌَุนْุชُู…ْ ۗ  ุชِู„ْูƒَ ุนَุดَุฑَุฉٌ ูƒَุงู…ِู„َุฉٌ ...
"... Jika ada di antara kamu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya lalu dia bercukur, maka dia wajib berfidyah, yaitu berpuasa, bersedekah, atau berkurban. Apabila kamu dalam keadaan aman, maka barang siapa mengerjakan umrah sebelum haji, dia wajib menyembelih hadyu yang mudah didapat. Tetapi jika dia tidak mendapatkannya, maka dia wajib berpuasa tiga hari dalam musim haji dan tujuh hari setelah kamu kembali. Itu seluruhnya sepuluh (hari)..." (QS. Al-Baqarah 196)

Namun dalam kasus pelanggaran haji yg lain ,(bukan tamattuk) maka kafaratnya berupa alternatif pilihan : berpuasa,  sedekah atau kurban.
Kasus pilihan alternatif bertingkat juga ada pada shalat , bahwa shalat harus berdiri,  jika tak bisa boleh shalat duduk, jika tak bisa boleh shalat berbaring.

Kafarat tidak puasa karena batal , urutannya adalah :
1. Membebaskan budak.
Disini tak ada budak,  karena pembantu bukan budak. Jadi alternatif 1 ini tak bisa dikerjakan.
2. Berpuasa 2 bulan berturut-turut.
3. ‎Memberi makan kepada 60 orang miskin.

Karena orang tadi sudah tua maka dia mendapat kafarat alternatif 3.
Keadaan yg ada dimasyarakat kita tidak sama dengan kisah pada hadits tadi,  karena disini orangnya memang tidak ada niatan berpuasa. Kisah dalam hadits adalah orang sudah niat puasa,  namun ditengah jalan batal tanpa alasan yg bisa diterima. Hanya ada dua alasan yg diijinkan untuk tidak berpuasa tanpa Kafarat, tetapi wajib mengganti dilain waktu, yaitu alasan : Sakit dan Bepergian jauh.

Keadaan di masyarakat kita ,  mereka tidak puasa tanpa alasan. Warung makan tetap operasi namun ditutup tirai itu keuntungan untuk orang yg tidak puasa, karena tak perlu merasa malu.  Bagi yg sudah niat puasa tidak masalah ada warung buka atau tutup.

Pemilik warung yg buka disiang hari bulan Ramadhan termasuk melanggar perintah Allah karena menolong orang untuk berbuat kemungkaran,  yaitu tidak puasa di bulan Ramadhan.

 ูˆَุชَุนَุงูˆَู†ُูˆْุง ุนَู„َู‰ ุงู„ْุจِุฑِّ ูˆَุงู„ุชَّู‚ْูˆٰู‰ ۖ  ูˆَู„َุง ุชَุนَุงูˆَู†ُูˆْุง ุนَู„َู‰ ุงู„ْุงِุซْู…ِ ูˆَุงู„ْุนُุฏْูˆَุงู†ِ

"... Dan tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan...." (QS. Al-Ma'idah 2)

Pemilik warung tak bisa beralasan  karena mencari uang. Sebagai muslim dia ridha dengan agamanya maka mestinya mau diatur oleh agamanya.

ุฑَุถِูŠْุชُ ุจِุงู„ู„ู‡ِ ุฑَุจًّุง، ูˆَ ุจِุงْู„ุฅِุณْู„ุงَู…ِ ุฏِูŠْู†ًุง، ูˆَุจِู…ُุญَู…َّุฏٍ ู†َุจِูŠًّุง ูˆَ ุฑَุณُูˆْู„ุงً، ูˆَุจِุงู„ْู‚ُุฑْุขู†ِ ุฅِู…َุงู…ًุง ูˆَ ุญَูƒَู…ًุง

(Aku rela bertuhan Allah, aku rela beragama Islam, aku rela bernabi dan berasul Muhammad, dan aku rela Al-Quran menjadi panduan dan hukum.)

Tentunya beda dengan warung yg ada di terminal, karena disana tempatnya musafir,  orang yg memang diijinkan untuk tidak puasa. Kalau di kampung mestinya warung tak diperbolehkan buka siang hari.

Yg menjadi trend sekarang adalah Buka Puasa Bersama. Masalahnya adalah apa mereka menyediakan mushola? Karena bagi yg puasa wajib untuk segera menunaikan shalat maghrib.
Namun sekarang banyak terjadi buka bersama, dalam pelaksanaan menjadi makan bersama. Pernah terjadi, sebelum maghrib makanan sudah habis,  karena yg diundang buka bersama para tukang becak yg tidak puasa. Mereka makan tanpa sungkan, justru yg memberi makan yg sungkan....

Bagaimana kafarat bagi yg tidak puasa dengan sengaja dan tanpa udzur?
Dalam suatu hadits disebutkan :

ู…َู†ْ ุฃَูْุทَุฑَ ูŠَูˆْู…ًุง ู…ِู†ْ ุฑَู…َุถَุงู†َ ، ู…ِู†ْ ุบَูŠْุฑِ ุนُุฐْุฑٍ ูˆَู„ุงَ ู…َุฑَุถٍ ู„َู…ْ ูŠَู‚ْุถِู‡ِ ุตِูŠَุงู…ُ ุงู„ุฏَّู‡ْุฑِ ، ูˆَุฅِู†ْ ุตَุงู…َู‡ُ

“Barangsiapa berbuka di siang hari bulan Ramadhan tanpa ada udzur (alasan) dan bukan pula karena sakit, maka perbuatan semacam ini tidak bisa digantikan dengan puasa setahun penuh jika dia memang mampu melakukannya” (Hadits Baihaqi)

Di masyarakat awam ada yg berpendapat bahwa tidak puasa di bulan Ramadhan bisa diganti pada bulan lain. Ini benar-benar kebodohan,  karena yg sudah niat puasa kemudian batal tanpa alasan yg diijinkan itu kafaratnya Puasa 2 bulan berturut. Yg benar adalah puasa yg ditinggal tanpa alasan tadi tak bisa diganti,  karena puasa Ramadhan adalah puasa yg diwajibkan pada waktu tertentu, yaitu bulan Ramadhan, tak dapat dikerjakan di bulan lain kecuali ada udzur.

Seperti shalat ashar misalnya, ada ketentuan waktu yg harus ditepati dan hanya bisa digeser ke dhuhur jadi shalat jamak bila ada alasan.
Demikian juga dengan qurban,  adalah ibadah yg ditentukan waktunya, yaitu antara tanggal 10 setelah shalat Ied sampai 13 Dzulhijjah. Diluar waktu itu ibadahnya tidak sah.

Diriwayatkan dari Abdulah bin Mas’รปd Radhiyallahu anhu bahwa dia berkata:

ู…َู†ْ ุฃَูْุทَุฑَ ูŠَูˆْู…ًุง ู…ِู†ْ ุฑَู…َุถَุงู†َ ู…ِู†ْ ุบَูŠْุฑِ ุฑُุฎْุตَุฉٍ ู„َู‚ِูŠَ ุงู„ู„َّู‡َ ุจِู‡ِ، ูˆَุฅِู†ْ ุตَุงู…َ ุงู„ุฏَّู‡ْุฑَ ูƒُู„َّู‡ُ، ุฅِู†ْ ุดَุงุกَ ุบَูَุฑَ ู„َู‡ُ، ูˆَุฅِู†ْ ุดَุงุกَ ุนَุฐَّุจَู‡ُ

Barangsiapa berbuka sehari dari puasa bulan Ramadhรขn dengan tanpa keringanan, dia bertemu Allรขh dengannya, walaupun dia berpuasa setahun semuanya, namun jika Allรขh menghendaki, Dia akan mengampuninya, dan jika Allรขh menghendaki, Dia akan menyiksanya”. [Riwayat Thabarani]

Kesimpulannya,  Puasa yg ditinggalkan tak bisa diganti dengan Puasa di bulan lain dan hanya bisa diganti dengan Taubatan nashuha. Kemudian terserah Allah akan mengampuni atau menyiksanya.

ูŠٰุۤงَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠْู†َ ุงٰู…َู†ُูˆْุง ุชُูˆْุจُูˆْุۤง ุงِู„َู‰ ุงู„ู„ّٰู‡ِ ุชَูˆْุจَุฉً ู†َّุตُูˆْุญًุง   ۗ  ุนَุณٰู‰ ุฑَุจُّูƒُู…ْ ุงَู†ْ ูŠُّูƒَูِّุฑَ ุนَู†ْูƒُู…ْ ุณَูŠِّุงٰุชِูƒُู…ْ ูˆَูŠُุฏْุฎِู„َู€ูƒُู…ْ ุฌَู†ّٰุชٍ ุชَุฌْุฑِูŠْ ู…ِู†ْ ุชَุญْุชِู‡َุง ุงู„ْุงَู†ْู‡ٰุฑُ

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai,..." (QS. At-Tahrim 8)

Sayangnya kita sulit menyampaikan hal semacam ini karena tak ada medianya. Majelis kajian agama hanya dihadiri oleh orang yg sudah mengerti agama. Mereka yg tak tahu ada di luar sana.  Dan kita dilarang mengarahkan pengeras suara ke luar ketika berdakwah. Lalu orang yg jahl tadi kapan akan bisa?

*TANYA - JAWAB*

Pertanyaan 1 :

Bagaimana hukumnya orang yg tidak puasa tanpa ada alasan yg jelas,  karena merasa dapat diganti di lain waktu. Dan bagaimana pula dengan orang yg memang tak mau puasa?

Jawaban :

Ketika dia awalnya berniat Puasa, tetapi batal ditengah jalan tanpa alasan,  maka kafaratnya Puasa dua bulan berturutan.
Namun jika dia tak mau puasa dengan sengaja maka dia hanya bisa mengganti dengan Taubat Nasuha.

Apabila dia tidak mau Taubat Nasuha maka dia sudah keluar dari Islam dan menjadi Kafir, karena Puasa Ramadhan adalah Rukun Islam.
Rukun adalah sesuatu yg tergantung sesuatu yg lain atasnya. Maka bila dia tak ada, sesuatu yg lain tadi juga tidak ada.
Puasa adalah Rukun Islam jadi bila tidak Puasa maka dia islamnya sudah tidak sah lagi.

Pertanyaan 2 :

Untuk orang yg membayar fidiyah misal bagi wanita hamil bagaimana,  apa harus mengqadla puasa juga.

Jawaban :

Sebenarnya rukshah puasa itu ada dua,  mengqadla dan membayar fidiyah.
Ada dua kharakter untuk penerapan rukshah:
1.  Rukshah bagi yg masih berkemampuan melakukan puasa
2. ‎Rukshah bagi yg tidak berkemampuan puasa.

Contohnya bagi wanita hamil.
1. Wanita hamil,  kemudian dia harus menyusui anaknya dua tahun maka dia tidak mampu mengqadla dan harus membayar fidiyah.
2. ‎Wanita hamil,  kemudian dia melahirkan. Namun anaknya mati.  Maka dia harus mengqadla dan tidak membayar fidiyah.

Semoga bermanfaat
Barokallohu fikum

๐Ÿ–SAK

Kamis, 31 Mei 2018

Kajian Ramadhan PCM Banyumanik

Kajian Ramadhan PCM Banyumanik

MENGENAL LAZISMU

Tanggal : 14 Ramadhan 1439 H / 30 Mei 2018

Nara Sumber : Ustadz Nur Shodiq SE

Lazismu adalah lembaga Amil Zakat, Infaq dan Sedekah yg didirikan oleh PP Muhammadiyah untuk menghimpun, mendistribusikan dan mendaya-gunakan dana ZIS secara Nasional.
Lazismu Layanan Banyumanik adalah bagian dari Lazismu tingkat Nasional yg fokus melaksanakan tugas-tugas ZIS di wilayah Banyumanik.

Sebelum ada Lazismu,  masing-masing Wilayah atau Amal Usaha menghimpun ZIS sesuai dengan kemampuan masing-masing dan nama yg berbeda-beda,  setelah adanya Lazismu semuanya lebur menjadi satu.

Lazismu memilliki legalitas sebagaimana lembaga -lembaga zakat yg lainnya yg ada di Indonesia. Kita tahu banyak sekali lembaga Zakat,  dari Yayasan,  Pesantren atau dari Ormas seperti Muhammadiyah.
Lazismu mendapat legalitas dengan SK no 730 tahun 2016 tanggal 14 Desember 2016. Sebenarnya Lazismu sudah ada sejak tahun 2002, kemudian secara bertahap SK-nya diperbarui.

SK ini berlaku untuk seluruh Indonesia. Jadi struktur Muhammadiyah dari Pusat sampai tingkat Ranting bisa menyelenggarakan Lazismu,  setelah dibentuk oleh institusi ditingkat atasnya tanpa perlu mengurus ijin lagi karena menginduk ke Pusat.

Mengapa lembaga Zakat harus punya legalitas?  Karena kita berada di wilayah hukum Indonesia. Maka harus mengikuti aturannya. Bila ada lembaga pemungut zakat beroperasi tanpa memiliki ijin bisa kena sangsi hukum yg diatur oleh UURI no 23 tahun 2011

BAB VIII
LARANGAN

Pasal 38
Setiap orang dilarang dengan sengaja bertindak selaku amil zakat melakukan pengumpulan, pendistribusian, atau pendayagunaan zakat tanpa izin pejabat yang berwenang.

BAB IX
KETENTUAN PIDANA

Pasal 41
Setiap orang yang dengan sengaja dan melawan hukum melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38 dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah).

Paradox disekitar kita

1. Idealnya Rukun islam mustinya berurutan mulai dari Sahadad, Shalat, Zakat,  Puasa lalu Haji.
Kenyataan Zakat ini sering ditinggalkan.

2. ‎Realita : Hajinya antri-antri,  Zakatnya nanti-nanti.

Zakat wajib di Indonesia tahun 2017 potensi 271 triliun baru terambil 5 triliun. (2%). Maka kira-kira yg membayar zakat di Indonesia ini baru 2%.
Tantangan kita adalah bagaimana agar kesadaran berzakat sama dengan kesadaran berhaji,  itu yg perlu disosialisasikan.

Lazismu adalah lembaga Zakat terbesar dengan jaringan terluas di Indonesia, dibandingkan dengan Rumah Zakat,  PKPU,  Dhompet Dhuafa dsb.
Dalam melaksanakan operasinya Lazismu bersinergi dengan Majelis, Ortom dan Amal Usaha di lingkungan Muhammadiyah. Lazismu membentuk relawan-relawan untuk mengoptimalkan ZIS. Ada yg berbasis Individual ada yg Lembaga.

Pengelolaan Lazismu di Kota Semarang,  dari 16 kecamatan baru ada 5 layanan Kantor Lazismu : Banyumanik , Pedurungan,  Gayamsari,  Gajah Mungkur dan Ngaliyan. Target penghimpunan di Semarang adalah 2 Milyar. Maka target penghimpunan dana ZIS tiap kantor layanan adalah 400 juta.

Di kantor Layanan Banyumanik strukturnya sudah lengkap.
Kegiatan yg sudah jalan antara lain Pembagian sembako, Pemberdayaan Usaha Mikro,  Bedah rumah,  Pengobatan dan kegiatan lain bekerjasama dengan Majelis dan Ortom, dimana Lazismu berfungsi sebagai pemback-up dana.

Potensi ZIS yg perlu dikembangkan adalah Zakat Profesi. Kebanyakan dari kita mendapat penghasilan dari Pekerjaan. Memang tak ada ayat atau Hadits mengenai Zakat Profesi, namun berangkat dari pemotongan Zakat Petani, dimana penghasilannya ketika panen 520 kg beras sudah wajib zakat,  maka logikanya Para profesional dengan gaji diatas Petani harusnya juga membayar Zakat Profesi.

Bila para Profesional tak kena zakat maka wajar bahwa tak ada yg mau jadi Petani,  karena jadi obyek Zakat. Lebih senang jadi Pegawai,  hidupnya lebih sejahtera dan bisa menghindar dari Zakat.

Menurut keputusan Munas Tarjih Muhammadiyah ke 25 di Pondok Gede Jakarta tanggal 3-6 Robiul Akhir 1421 ( 5 - 8 Juli 2000) , Zakat Profesi hukumnya Wajib. Demikian juga dengan Zakat Lembaga,  yaitu jika ada Lembaga yg melakukan usaha dan mendatangkan penghasilan,  hukumnya wajib.

Semoga kita semua menjadi orang yg taat beribadah,  termasuk membayarkan Zakat.

Mau Berzakat?
Hubungi: *Kantor Lazismu di GDM Jl. Keruing Raya Banyumanik, telp. 76402920* atau
*Bila perlu bantuan cara menghitung Zakat Profesi /Zakat Maal?*
Hubungi:
*Nur Sodiq (082133523100)*

Semoga bermanfaat
Barokallohu fikum

๐Ÿ–SAK

Rabu, 30 Mei 2018

Kajian Ramadhan PCM Banyumanik

Kajian Ramadhan PCM Banyumanik

MEMAHAMI SUNATULLAH

Tanggal : 13 Ramadhan 1439 H / 29 Mei 2018

Nara Sumber : Dr. H. Haerudin,  SE. MT

Puasa adalah satu-satunya ibadah yg nilai pahalanya sangat tergantung pada kegiatan lain. Berbeda dengan ibadah Shalat, Zakat ataupun Haji . Pahala shalat diperoleh karena Shalat tersebut, demikian juga Zakat dan Haji. Namun Puasa bisa berpahala atau bahkan tidak mendapat apa-apa,  tergantung amal-amalnya yg lain. Kegiatan yg lain dapat mengakibatkan Puasa tidak ada artinya.

Kita sudah menjalani Puasa selama 13 hari,  maka mestinya kita dapat menilai bagaimana dengan puasa kita, apakah kita sudah tambah beriman ? Ketika kita di rumah sendirian, kita tidak mau membuka lemari es untuk mengambil sedikit makanan atau minuman. Karena kita merasa diawasi Allah. Ini antara lain yg menunjukkan keimanan dan keikhlasan kita.

Adalah beda jika kita beribadah karena merasa diawasi manusia. Kadang tanpa terasa kita juga akan mengawasi ibadah orang lain. Dalam hati bisa jadi kita membandingkan dan merasa diri lebih baik ibadahnya. Bahkan tak terasa malahan menasehati orang lain : Kamu jangan begini atau begitu... padahal bila mau introspeksi dirinya ternyata lebih buruk.

Semua ibadah mahdoh harus membentuk pribadi,  bukan sekedar melaksanakan kewajiban lalu selesai begitu saja. Shalat , Zakat,  Puasa dan Haji harus dapat membentuk pribadi. Tujuan akhirnya harus dapat menghayati makna "Laa ilaha ilallah".Mudah -mudahan akhir hidup kita nanti bisa mengucapkan kalimat itu. Karena itu adalah ruh kehidupan. Tauhid kita adalah ruh kehidupan, bila itu sampai lepas menjadi syirik maka semua amalan menjadi tak ada makna sama sekali,  ibarat butir pasir di atas Batu yg tersapu air hujan, lenyap sama sekali. Maka tauhid harus kita pelihara.

Memelihara tauhid dengan cara  meyakini Tauhid Rububiyah, yaitu keyakinan bahwa Allah adalah Maha Pencipta,  satu-satunya Pencipta dan tak ada Pencipta lain selain Allah. Maka yg lain itu adalah makhluk. Karena Allah Pencipta maka Allah yg mengatur. Dia membuat segala aturan untuk mengatur alam semesta. Ini yg disebut dengan Sunatullah.

Allah menghubungkan sebab dengan akibat. Tak ada akibat yg tanpa sebab dan Allah atas segala sesuatu berkuasa.
Jika Allah berkehendak,  Allah bisa menjadikan semua garam di dunia menjadi manis rasanya. Maka jika Allah berbuat semaunya dan Manusia tak mampu mempelajarinya akibatnya manusia tak dapat berbuat apa-apa.

Sarjana kimia dapat bekerja karena Sunatullah bahwa ilmu tentang unsur kimia tidak berubah sifatnya selamanya. Bahwa bila dalam proses tertentu H ketemu O akan bereaksi jadi H2O. Bila sifatnya tak tentu maka manusia tak dapat menyimpulkan.
Seorang dokter menyuntik pasien dengan cara dan obat sama,  yg satu sembuh dan yg satu mati. Maka pasti ada masalah lain.
Seorang ibu akan bingung untuk memasak jika seandainya rasa garam berubah terus,  kadang asin- kadang manis -kadang Pahit.

*Sifat-sifat Sunatullah*

*1.  Sunatullah itu Obyektif*

Sunatullah berlaku secara umum. Seorang pedagang muslim rajin shalat,  tetapi cara menjualnya tak karuan,  maka dia akan rugi. Dilain pihak ada Pedagang Kafir tapi dia profesional cara berdagangnya maka dia akan untung. Karena mereka memahami Sunatullah.
Shalat bukanlah Sunatullah untuk menjadi kaya. Sunatullah untuk menjadi kaya adalah berusaha dengan baik dan benar.

Sunatullah berlaku obyektif, tak ada kecuali.  Sunatullahnya api adalah panas,  maka apa atau siapa terkena api akan terbakar. Lalu kenapa Nabi Ibrahim tidak terbakar ketika dibakar dengan api?  Karena ada Sunatullah lain yg bekerja.
Sunatullah itu yg membuat Allah,  dan ilmu Allah tak terbatas. Seandainya lautan dijadikan tinta dan Pohon dijadikan pena untuk menuliskan ilmu Allah,  maka sampai habis air lautnya dan kemudian ditambahkan tinta sebanyak itu lagi tak akan selesai untuk menuliskan ilmu Allah.

Seorang sopir tak boleh hanya mengandalkan telah baca bismillah kemudian ngebut dan ingin selamat. Sunatullah bila ingin selamat dia harus mengemudi dengan hati-hati dan mobil dalam keadaan baik.
Seorang ibu tak boleh meninggalkan masakan di kompor dan ditinggal pergi mengaji. Jika lupa mematikan kompor maka masakan akan gosong,  itu Sunatullahnya.
Maka kita harus melakukan segala sesuatu sesuai dengan Sunatullah yg kita ketahui. Bila nanti ada sesuatu Sunatullah lain yg bekerja itu bukan urusan kita,  karena di luar kemampuan kita. Banyak yg keliru tentang hal ini.

*2. Sunatullah barang SYAHADAH dan GHOIB*

Sunatullah barang syahadah adalah sunatullah barang nyata, bisa dipelajari melalui penelitian. Bisa dinalar dan diterjemahkan oleh akal kita.
Sunatullah barang Ghoib tak bisa kita nalar,  hanya bisa kita tanyakan kepada Allah,  karena Allah adalah pemegang kunci-kunci rahasia ghoib.

ูˆَุนِู†ْุฏَู‡ٗ ู…َูَุงุชِุญُ ุงู„ْุบَูŠْุจِ ู„َุง ูŠَุนْู„َู…ُู‡َุงۤ ุงِู„َّุง ู‡ُูˆَ

"Dan kunci-kunci semua yang gaib ada pada-Nya; tidak ada yang mengetahui selain Dia... " (QS. Al-An'am 59)

Ghoib itu ada yg sementara dan ada yg permanen. Waktu yg akan datang itu ghoib sementara. Kita tak tahu tentang apa yg akan terjadi nanti. Kita hanya bisa mengestimasi berdasar akal kita. Kita hanya bekerja pada Sunatullah syahadah yg terjangkau akal. Alam Kubur itu ghoib. Tetapi ketika kita sudah sampai sana maka tidak ghoib lagi. Demikian juga dengan Surga dan Neraka. Hanya Allah saja yg Ghoib permanen.

Hal yg ghoib jangan direkayasa dengan akal,  karena akal tidak mampu,  karena bukan wilayah penelitian manusia. Karena itu jangan mengandalkan sunatullah Ghoib, tanpa usaha diwilayah Syahadah.
Merokok,  adalah haram menurut fatwa Muhammadiyah. Jangan mengatakan ada Perokok sampai tua tidak mati-mati,  karena Kematian adalah wilayah Ghoib.
Merokok tak ada hubungan dengan mati,  bahkan Sakit pun tak ada hubungan dengan mati. Merokok difatwakan haram karena terkait dengan kesehatan. Sementara kesehatanpun tak ada hubungan dengan mati. Ada orang sakit-sakitan umurnya panjang dan ada orang sangat sehat mati muda.

ูˆَู„ِูƒُู„ِّ ุงُู…َّุฉٍ ุงَุฌَู„ٌ  ۚ  ูَุงِุฐَุง ุฌَุงุٓกَ  ุงَุฌَู„ُู‡ُู…ْ ู„َุง ูŠَุณْุชَุฆุۡฎِุฑُูˆْู†َ ุณَุงุนَุฉً ูˆَّู„َุง ูŠَุณْุชَู‚ْุฏِู…ُูˆْู†

"Dan setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun." (QS. Al-A'raf  34)

Ketika kita merasa tua juga perlu usaha menjaga kesehatan, itu Sunatullah. Jangan hanya pasrah menyerahkan kepada Allah. Seandainya tahu dirinya punya sakit mag maka harus menghindari masakan pedas.

Ada yg bilang bila ingin kaya shalat dhuha. Padahal do'a untuk kaya tidak hanya pada saat shalat. Jadi ini logika yg keliru. Tentang shalat dhuha ada dua pendapat. Ada hadits yg mengatakan bahwa Nabi Muhammad tidak mengerjakan shalat dhuha tiap hari. Tapi ada juga hadits yg menyebut tiap hari.

Orang Jawa menceritakan tentang keberadaan roh setelah mati. Padahal pengetahuan kita sedikit, mestinya tak perlu mengurusi.

ูˆَูŠَุณْู€ู€ุฆَู„ُูˆْู†َูƒَ ุนَู†ِ ุงู„ุฑُّูˆْุญِ   ۗ  ู‚ُู„ِ ุงู„ุฑُّูˆْุญُ ู…ِู†ْ ุงَู…ْุฑِ ุฑَุจِّูŠْ ูˆَู…َุงۤ ุงُูˆْุชِูŠْุชُู…ْ ู…ِّู†َ ุงู„ْุนِู„ْู…ِ ุงِู„َّุง ู‚َู„ِูŠْู„ًุง

"Dan mereka bertanya kepadamu Muhammad tentang roh, katakanlah, Roh itu termasuk urusan Tuhanku, sedangkan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit."
(QS. Al-Isra'  85)

Mereka yg menghadapi ujian bila ingin lulus harus belajar,  karena Sunatullahnya demikian dan bukan karena Puasa Daud.
Masih banyak orang yg mengartikan Sunatullah dengan salah. Karena sudah merasa ibadahnya hebat maka mengira semua akan beres dengan sendiri. Ini tidak benar,  karena manusia harus berusaha.

Kita contoh Nabi,  meskipun beliau orang paling dekat dengan Allah namun ketika akan perang selalu membuat strategi agar menang. Ketika perang Uhud umat islam kalah bukan karena strategi,  tetapi karena ketidak disiplinan.

Ketika hijrah juga Nabi memakai strategi menempuh jalan yg tidak biasa dilalui agar selamat. Ketika kita akan berdakwahpun juga harus memakai strategi agar berhasil. Ada petunjuk kata hikmah yg konon berasal dari Ali bin Abithalib ra :

"Kebenaran yang tak terorganisir akan dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisir."
Ini Sunatullah,  harus ada usaha jika mau berhasil.

Maka ketika kita mau pergi Haji juga harus membawa perbekalan.

 ูˆَุชَุฒَูˆَّุฏُูˆْุง ูَุงِู†َّ ุฎَูŠْุฑَ ุงู„ุฒَّุงุฏِ ุงู„ุชَّู‚ْูˆٰู‰  ۖ  ูˆَุงุชَّู‚ُูˆْู†ِ ูŠٰุۤงُูˆู„ِู‰ ุงู„ْุงَู„ْุจَุงุจِ

"... Bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku, wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat!"
(QS. Al-Baqarah 197)

Perintahnya berbekal, maka selain bekal uang juga bekal ilmu. Karena itu ada manasik haji. Tak mungkin pergi haji "ngglundung" saja. Setelah memahami Sunatullah, kemudian melaksanakan Sunatullah secara maksimal baru kemudian kita tawakal kepada Allah, karena kadang kita tidak mengetahui Sunatullah 100%.

*3. Al Qur'an pembawa khabar Sunatullah*

Al Qur'an membawa khabar tentang Sunatullah yg tak kita ketahui. Karena itu kita perlu mengkaji Al Qur'an. Kalau kita ingin tahu tentang alam setelah kematian tak mungkin menunggu khabar WA dari orang mati.  Kita tahu hal itu dari Allah melalui Al Qur'an. Al Qur'an memberi tahu Sunatullah dunia yg akan membawa akibat di alam akhirat. Jika ingin masuk surga maka harus melakukan Shalat dan sebagainya.
Akhirat adalah akibat dari perbuatan di dunia, maka ada ungkapan :
"Ad-Dunya Mazro’atul Akhirat" (Dunia Ladang Akhirat).

Kesimpulannya Al Qur'an itu bukan untuk orang mati,  tapi untuk orang hidup. Kita tak perlu mikir bagaimana nanti di akhirat, cukup melaksanakan petunjuk Al Qur'an saja di dunia dengan sebaik-baiknya.
Maka seharusnya umat islam yg mendalami Al Qur'an adalah orang yg bekerja keras, tidak bermalas-malas.

ูَุงِุฐَุง ูَุฑَุบْุชَ ูَุงู†ْุตَุจْ

"Maka apabila engkau telah selesai dari sesuatu urusan, tetaplah bekerja keras untuk urusan yang lain," (QS. Al-Insyirah 7)

Kita juga diajarkan agar berdoa untuk tidak malas. Karena kunci sukses adalah perjuangan. Rasulullah SAW biasa membaca do’a:

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฅِู†ِّู‰ ุฃَุนُูˆุฐُ ุจِูƒَ ู…ِู†َ ุงู„ْุนَุฌْุฒِ ูˆَุงู„ْูƒَุณَู„ِ ูˆَุงู„ْุฌُุจْู†ِ ูˆَุงู„ْู‡َุฑَู…ِ ูˆَุงู„ْุจُุฎْู„ِ ูˆَุฃَุนُูˆุฐُ ุจِูƒَ ู…ِู†ْ ุนَุฐَุงุจِ ุงู„ْู‚َุจْุฑِ ูˆَู…ِู†ْ ูِุชْู†َุฉِ ุงู„ْู…َุญْูŠَุง ูˆَุงู„ْู…َู…َุงุชِ

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur serta bencana kehidupan dan kematian.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Maka ketika kita beribadah cari yg pahalanya berkelanjutan,  misal taklim pasti akan ada kelanjutannya setelah tambah ilmu. Tetapi jangan terjebak hadits palsu,  biasanya ciri hadits palsu menjanjikan pahala yg bombastis.
Sebagai penutup,  apabila kita telah belajar,  jangan menyombongkan diri karena Allah akan menjauhkan Al Qur'an dari orang yg menyombongkan diri

ุณَุงَุตْุฑِูُ ุนَู†ْ ุงٰูŠٰุชِูŠَ ุงู„َّุฐِูŠْู†َ ูŠَุชَูƒَุจَّุฑُูˆْู†َ ูِู‰ ุงู„ْุงَุฑْุถِ ุจِุบَูŠْุฑِ ุงู„ْุญَู€ู‚ِّ  

"Akan Aku palingkan dari tanda-tanda kekuasaan-Ku orang-orang yang menyombongkan diri di bumi tanpa alasan yang benar.." (QS. Al-A'raf 146)

Salah satu ciri sombong adalah menolak untuk mendengar pendapat yg berbeda.

Semoga bermanfaat
Barokallohu fikum

๐Ÿ–SAK

Rabu, 23 Mei 2018

Kajian Ramadhan PCM Banyumanik

Kajian Ramadhan PCM Banyumanik

MAKNA IHTISABAN

Tanggal : 7 Ramadhan 1439 H / 23 Mei 2018

Nara Sumber : Drs.H. Marsquri, MPd

Ada orang yg menyambut datangnya bulan Ramadhan dengan agak khawatir :
" Wah,  ini belum Puasa saja cuaca panasnya seperti ini. Lalu nanti kalau Puasa bagaimana nanti... ?"
Dari segi nalar ini wajar, bisa dibenarkan. Namun siapa yg menyangka bahwa ketika kita mulai masuk bulan Ramadhan bahkan sering hujan. Pada waktu siangpun juga mendung. Ini semua membuktikan bahwa apa yg ada di depan kita,  kita tidak tahu. Ini adalah rahasia Allah.

Karena itu maka kita sebagai umat muslim seharusnya Khusnudzon kepada Allah SWT. Mestinya yg semula mengkhawatirkan cuaca akan "keweleh" (malu karena pendapatnya keliru).Adanya hujan ini membuktikan adanya berkah Allah.

Kita sudah memasuki hari ke 7 puasa,  maka sudah waktunya kita melakukan retrospeksi kira-kira bobot puasa yg telah kita lakukan seperti apa? Sebab Nabi SAW sudah pernah memberi peringatan kepada kita agar jangan sampai puasa kita hanya bernilai lapar dan dahaga saja.

"Ka min shoimin laisa lahu min shiyamihi illal ju'i wal athosy."

Kalau hanya itu yg kita dapatkan maka alangkah ruginya , karena tidak dapat menangkap substansi dari ibadah puasa itu sendiri. Persoalannya adalah bagaimana kita dapat memperoleh apa yg dijanjikan oleh Allah,  yaitu ampunan dosa yg telah lalu.

Rasulullah SAW bersabda :

ู…َู†ْ ุตَุงู…َ ุฑَู…َุถَุงู†َ ุฅِูŠู…َุงู†ًุง ูˆَุงุญْุชِุณَุงุจًุง ุบُูِุฑَ ู„َู‡ُ ู…َุง ุชَู‚َุฏَّู…َ ู…ِู†ْ ุฐَู†ْุจِู‡ِ

“Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan atas landasan iman dan mengharap pahala dari sisi Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Dan diakhir puasa mendapatkan derajat Mutaqin. Pasti orang yg beriman sangat mengharapkan hal tersebut.

Allah SWT berfirman:

ูŠٰูۤ€ุงَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠْู†َ ุงٰู…َู†ُูˆْุง ูƒُุชِุจَ ุนَู„َูŠฺْฉُู…ُ ุงู„ุตِّูŠَุงู…ُ ฺฉَู…َุง ูƒُุชِุจَ ุนَู„َู‰ ุงู„َّุฐِูŠْู†َ ู…ِู†ْ ู‚َุจْู„ฺِฉُู…ْ ู„َุนَู„َّูƒُู…ْ ุชَุชَّู‚ُูˆْู†َ

"Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa," (QS. Al-Baqarah  183)

Kalau puasa kita orientasinya mengharap kesitu (ihtisaban) ; maka pertanyaannya apakah ibadah yg kita lakukan sudah mengharap kesitu atau belum.
Jangan-jangan hari-hari kita di bulan Ramadhan ini masih biasa-biasa saja seperti kemarin. Supaya ada bobot,  maka hari-hari kita harus ada perubahan yg lebih baik.

Untuk menggambarkan ihtisaban (harapan mendapat pahala) , kita mencoba ilustrasikan ibadah puasa kita itu sebuah lokomotif kereta api yg menarik gerbong-gerbong yg banyak sekali dan berjalan di atas rel yg telah ditentukan yaitu syariat islam.

Mungkin ada yg merasa sudah melakukan puasa dengan baik. Karena muslim dan sudah berniat puasa,  sudah makan sahur dan menahan hal-hal yg membatalkan puasa sejak fajar sampai maghrib. Memang itu syariat puasa tapi itu belum mencapai derajat untuk menggapai apa yg telah dijanjikan Allah.
Apabila puasa hanya seperti itu maka ketika selesai, akan kembali seperti semula.

Yg perlu diperhatikan adalah ketika lokomotif Puasa tadi menarik gerbong-gerbong,  apa isi gerbong tersebut?  Ini yg penting untuk memberi bobot pada puasa itu sendiri. Jangan sampai ketika sampai ke stasiun tujuan gerbong tadi kosong,  atau bahkan membawa kemaksiatan.

Maka mari kita lihat gerbong yg ditarik puasa,  mungkin berupa :
Gerbong 1 : Tadarus
Gerbong 2 : Sedekah
Gerbong 3 : Qaulan Makrufan
Gerbong 4 : Shalat Fardhu Berjama'ah
Gerbong 5 : Shalat-shalat Sunah
Intinya apakah gerbong tadi ada isinya?  Atau masih kosong seperti biasanya.. ?
Mungkin masih ada gerbong lain. Jika masih banyak gerbong lain yg berupa amalan sholeh dan semua gerbong terisi penuh in syaa Allah lokomotif puasa tadi telah sukses sesuai dengan yg diperintahkan dan termasuk puasa yg berkualitas.

Ini sebenarnya kegelisahan kita,  karena kita ini sudah bertahun-tahun menjalani puasa. Apakah puasa kita sudah mengubah diri kita menjadi semakin baik?

Kita bisa mengambil iktibar pada seekor ulat yg berpuasa mengurung diri menjadi kepompong. Ulat itu menjijikkan dan menakutkan sebagian orang. Jika dipandang dia jelek kalau dipohon dia merusak. Tapi pada saat menjadi kepompong dia menghentikan semua kegiatan buruknya. Ketika waktunya selesai dia keluar dan berubah menjadi makhluk yg indah yaitu kupu-kupu. Berubah bentuk dan perilakunya. Semua suka melihat kupu-kupu dan ketika dia hinggap pada bunga, dia membantu penyerbukan.  Dia makhluk yg berguna dan indah.

Harapan kita puasa kita juga seperti kepompong yg mengubah kita menjadi manusia baru,  dihapus dosa-dosanya dan mencapai tingkat takwa. Bukan sekedar gugur kewajiban dengan menghindari hal yg membatalkan puasa,  yaitu ada 3 :
Makan dan minum,  Berhubungan suami istri dan Memasukkan sesuatu ke dalam tubuh agar menjadi bersemangat atau kenyang.

*TANYA - JAWAB*

Pertanyaan :

1.  Terkait dengan gerbong tadi agar berbobot ,  kenyataan ada banyak pilihan amalan yg bisa dipilih,  misal antara membaca mushaf Al Qur'an sendiri di rumah dengan target mengkhatamkan dalam sebulan,  atau menghadiri Kajian Ramadhan. Bagaimana memilihnya.
2. ‎Di WA beredar amalan do'a Ramadhan mulai hari ke 1 dan seterusnya,  bagaimana dibandingkan dengan do'a Ramadhan secara umum yg diajarkan.
3. ‎Ada ustadz yg mengatakan bahwa batalnya Puasa tidak sekedar seperti yg tadi disebut,  tapi juga batal jika memasukkan sesuatu ke 5 lubang tubuh. Contohnya mengkorek kotoran telinga atau hidung. Ini bagaimana?

Jawaban

1. Ada hadits ;

ุฎَูŠْุฑُูƒُู…ْ ู…َู†ْ ุชَุนَู„َّู…َ ุงู„ْู‚ُุฑْุขู†َ ูˆَุนَู„َّู…َู‡ُ ( ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ .)

“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur`an dan mengajarkannya.” [Al-Bukhari]

Memang benar bahwa membaca Al Qur'an amat baik dan banyak pahalanya, banyak yg mentargetkan khatam 3 atau 2 kali dalam sebulan dan kadang ada yg diceritakan. Lepas dari masalah riya, hal tersebut memang baik namun seperti dikatakan dalam hadits bahwa ada dimensi yg lebih baik,  yaitu mengamalkan Al Qur'an. Maka kita perlu mengaji agar dapat mengamalkan Al Qur'an. Maka ketika kita sibuk kesana kemari dalam rangka mengamalkan Al Qur'an, misal menghadiri Majelis ilmu atau Memberi santunan dhuafa itu lebih baik,  karena mengamalkan Surat Al Ma'un.

2.  Do'a itu memang banyak dan saya yakin dari segi teksnya pasti baik. Namun kita tak tahu dari mana asal usul do'a tadi,  mungkin dari ulama.
Ketika kita berdo'a dalam konteks ritual, maka sebaiknya memakai do'a yg matsurat,  yg memang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

3. Dalam kajian fiqih itu memang banyak pendapat yg debatable . Kemudian karena dalam rangka ibadah maka menerapkan kehati-hatian. Ketika itulah muncul hal-hal yg kadang terlalu protect,  hal-hal yg sebenarnya tidak membatalkan dianggap membatalkan, seperti "Menangis" ada yg menganggap batal puasanya.
Menurut saya yg membatalkan puasa hanya dua,  yaitu makan- minum dan hubungan suami-isteri. Dari makan minum berkembang jadi memasukkan sesuatu ke dalam tubuh sehingga menguatkan tubuh atau menimbulkan semangat,  misal Merokok atau Suntik atau memasukkan obat ke dubur.
Masih ada lagi unsur sengaja atau tak sengaja. Makan bila karena lupa,  tak sengaja tidak batal puasanya.
Maka menurut saya tentang mengorek lobang hidung atau telinga itu tidak membatalkan puasa.

Wallohu alam

Semoga bermanfaat
Barokallohu fikum

๐Ÿ–SAK

Kajian Ramadhan PCM Banyumanik

Kajian Ramadhan PCM Banyumanik

MENJAGA HATI

Tanggal : 6 Ramadhan 1439 H / 22 Mei 2018

Nara Sumber : Dr. H. Haerudin,  SE, MT

Ketika kita puasa,  yg sulit bukan menahan lapar ataupun haus. Misalkan jamnya ditambah pun tidak akan menjadikan masalah terhadap kekuatan kita. Akan tetapi yg paling berat adalah menjaga hati,  menahan nafsu.

Banyak yg kalah ketika menahan nafsu. Ini tantangan paling besar bagi orang yg berpuasa.
Contohnya adalah : Menahan Marah.
Kita tahu bahwa tujuan puasa adalah menjadikan orang bertaqwa.  Dan kriteria orang yg taqwa adalah :

ุงู„َّุฐِูŠْู†َ ูŠُู†ْูِู‚ُูˆْู†َ ูِู‰ ุงู„ุณَّุฑَّุงุٓกِ ูˆَุงู„ุถَّุฑَّุงุٓกِ ูˆَุงู„ْูƒٰุธِู…ِูŠْู†َ ุงู„ْุบَูŠْุธَ ูˆَุงู„ْุนَุงูِูŠْู†َ ุนَู†ِ ุงู„ู†َّุงุณِ

"yaitu orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain...."
(QS. Ali 'Imran 134)

Salah satu ciri adalah Menahan Marah. Menahan marah tidak berarti Tidak Marah.  Bisa saja hatinya marah,  tetapi ditahan ( bahasa jawa : mangkel) .Dapat saja hatinya tersinggung,  tapi tak boleh keluar. Ini hal yg sangat berat.

Dalam kitab Ihya Ulumuddin dikatakan bahwa MARAH adalah awal DENGKI, DENGKI adalah awalnya FITNAH. FITNAH adalah awalnya PERMUSUHAN dan akibatnya adalah KEHANCURAN.
Jadi marah itu bukannya tidak berbahaya. Marah itu sangat berbahaya terhadap Silaturahim karena menyebabkan Kehancuran. Maka puasa yg benar itu sangat berat.

Kenapa terjadi Kemarahan?
Karena menganggap orang lain salah. Makanya dalam Surat Ali Imran ayat 134 di atas ada Persyaratan orang Taqwa : MEMAAFKAN KESALAHAN.
Ini tidak mudah. Mulut bisa bilang Memaafkan,  tapi dilain waktu kadang dipermasalahkan lagi,  diungkit lagi.  Ini artinya belum mencapai tingkat MEMAAFKAN.  Kadang lupa akan kesalahan orang, tapi bila masih mengingat berarti belum ikhlas Memaafkan. Puasa yg benar harus bisa menghilangkan hal tadi.

Sebenarnya LISAN adalah akibat kondisi HATI. Orang yg hatinya baik tak mungkin mengeluarkan lisan Jelek. Orang yg baik tidak akan menyimpulkan kejelekan. Orang yg Suudzon sama orang lain hatinya jelek. Rasulullah SAW tidak mengenal suudzon. Ketika kita suudzon itu kita mengumpulkan sifat-sifat jelek kita sendiri dan dibayangkan pada orang lain. Perilaku orang lain dianggap seperti dirinya.

ูˆَู„َุง ุชَู‚ْูُ ู…َุง ู„َู€ูŠْุณَ ู„َู€ูƒَ ุจِู‡ٖ ุนِู„ْู…ٌ   ۗ  ุงِู†َّ ุงู„ุณَّู…ْุนَ ูˆَุงู„ْุจَุตَุฑَ ูˆَุงู„ْูُุคَุงุฏَ ูƒُู„ُّ ุงُูˆู„ٰุٓฆِูƒَ ูƒَุงู†َ ุนَู†ْู‡ُ ู…َุณْุฆُูˆْู„ًุง

"Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya." (QS. Al-Isra' 36)

Kadang kita suudzon,  teman kita tak hadir dalam pertemuan pasti karena malas. Memangnya punya dasar apa menuduh demikian? Kita menghukumi padahal tak punya data.
Padahal perintahnya jelas : "Jangan kamu mengikuti sesuatu yg kamu tidak tahu !"

Sering terjadi kita menerima berita dari orang lain,  yg kita tidak tahu. Mungkin berita itu benar. Tapi mungkin juga salah. Dalam hati berkata : " Tak mungkin temanku menipu aku .. "
Mungkin teman kita tidak menipu,  tapi dia juga tidak tahu, dia cuma pembawa berita.  Bisa seperti itu.

Hati-hati, sering kita tidak punya data tetapi menyimpulkan orang itu begini-begitu..
Jangan hanya karena teman tak hadir rapat lalu disimpulkan malas. Itu bukan data. Bisa saja dia sudah berangkat tapi ada gangguan kendaraan, mungkin ada kendala lain.

Seringkali kita terjebak dengan analisa angan-angan kita (persepsi). Padahal persepsi amat sangat tergantung pada apa yg ada dalam dirinya. Seringkali orang sudah menyimpulkan sesuatu dengan data yg amat minim. Orang yg baik tidak akan mempersepsikan sesuatu yg jelek.

Ibarat menonton film,  kita membuat penilaian sesuai dengan persepsi kita masing-masing. Yg bisa melihat keterkaitan alur antar adegan akan mengatakan filmnya bagus. Yg tidak melihat akan mengatakan filmnya tak karuan.

Ketika kita menganalisa sesuatu maka kita mengumpulkan semua data yg kita peroleh lewat mata,  lewat telinga kemudian hati kita menyusun sesuai theori kita. Maka kelak ,  telinga,  mata dan hati kita akan diminta pertanggung -jawaban. Kenapa kamu memutuskan sesuatu yg jelek?

Dikisahkan ada seorang wanita mendatangi Rasulullah sambil menangis, minta dihukum karena dirinya habis berzina. Tetapi Rasulullah tidak mempunyai data,  dengan siapa wanita itu berzina,  saksinya juga tidak ada. Maka Rasulullah tak mau memberi hukuman,  padahal hukuman itu diminta oleh yg bersangkutan atas pengakuannya. Ini adalah pelajaran bagi kita,  bahkan seorang yg disayang Allah tidak menghukumi sesuatu ketika kurang data.

Demikian juga dengan Fitnah oleh Kafir Quraisy terhadap isteri Rasulullah. Itu hanyalah fitnah satu data yg dibesar-besarkan. Maka tidak ada putusan.

Di jaman sekarang ini dengan maraknya berita di WA,  maka kita perlu hati-hati.
Jangan gampang nge-share di Grup WA bila tidak yakin. Karena akan memproduksi dosa jariyah bila ternyata salah. Kita hanya nge-share sekali, tetapi mana bisa kita menghentikan viralnya sharingan WA kita ? Bisa bertahun-tahun muncul dan memutar kembali.

Jangan nge-share sesuatu yg tidak tahu. Bila ingin nge-share, kirimlah sesuatu yg pasti dan baik atau bermanfaat ,  misalnya Hadits atau Pendapat ulama.
Misal tentang sahnya shalat berjama'ah yg berbeda niatnya. Misal seorang yg shalat sunah Bakdiah,  tiba-tiba dimakmumi oleh orang yg baru datang dan shalat fardhu. Itu sah menurut pendapat ulama,  tapi tak ada haditsnya.

Berbeda dengan share berita. Melihat berita yg benar atau salah saja susah. Kadang ada berita kematian seseorang,  kita ikut share,  ternyata orangnya masih hidup. Tiga bulan kemudian orangnya benar-benar wafat malah tak ada yg nge-share berita,  khawatir salah.
Maka jangan kamu ikuti sesuatu yg kamu tidak tahu.

Tentang klarifikasi berita,  perlu diingat bahwasanya jangan mencari kejelekan seseorang. Kadang ada berita sampai kepada kita tentang kejelekan seseorang.
Maka haram hukumnya untuk mencari bukti tentang kejelekannya itu. Tak boleh diteruskan mencari kejelekan seseorang,  karena untuk apa?  Karena jika kita tahupun tak boleh memberitakannya.

Yang dalam hati saja akan ditanya Allah, walaupun tidak terungkap dalam statement kita, apalagi yg terucap. Kenapa kamu membawa hal itu ke hatimu?  Hati-hati,  kebiasaan ini sering dilakukan secara tidak sadar.

Dalam WA itu kebohongan luar biasa. Dan orang akan tertarik dengan berita yg bombastis. Maka sebenarnya lebih aman jika hanya mengirim berita secara pribadi, bukan ke Grup.

*TANYA-JAWAB*

Pertanyaan 1 :

Dalam medsos itu susah memilih mana berita benar dan mana yg salah. Bagaimana kiat atau cara untuk mengetahui

Jawaban :

Tidak tahu.
Maka saya mengambil sikap tak mau share berita,  khususnya ke Grup.
Maka akan lebih aman komunikasi pribadi karena sifatnya adalah konsultasi.

Beda masalahnya jika itu tentang Sikap Perjuangan,  itu lebih mantap karena merupakan pendapat. Kita harus memilih untuk bersikap diantara pilihan.
Jangan mengira bahwa mereka yg dholim tidak memproduksi berita. Pasti mereka memproduksi berita dholim.

Pertanyaan 2 :

Biasanya yg kita kenal adalah Amalan Jariyah yg pahalanya mengalir terus.
Pertanyaannya tentang dosa Jariyah,  dalilnya dari mana?

Jawaban :

Ada suatu hadits tentang seseorang yg membangun tempat maksiat. Selama tempat maksiat itu terus dipakai maka dosanya terus mengalir kepadanya,  walaupun dia sudah meninggal.

Contohnya,  bila orang membangun tempat judi maka selama gedung itu dipakai untuk judi,  dosa terus mengalir.
Beda jika niatnya adalah membangun Gedung Dakwah,  tetapi setelah dia wafat penerusnya bukan orang yg baik dan mengubah jadi tempat judi.
Maka dia,  pembangun gedung itu selamat,  tidak kena dosa jariyah.

Makanya jangan membuat sesuatu yg salah,  termasuk aktivitas share berita hoax,  kesalahan akan permanen mengalirkan dosa.

Kesimpulannya adalah pentingnya Menjaga Hati,  tidak mudah ngeshare berita. Manfaatkan HP untuk yg jelas manfaat misal membaca Al Qur'an,  mencari dalil atau Hadits untuk menambah ilmu agama dan sebagainya.

Semoga bermanfaat
Barokallohu fikum

๐Ÿ–SAK,

Senin, 21 Mei 2018

Kajian Ramadhan PCM Banyumanik

Kajian Ramadhan PCM Banyumanik

BAHAYANYA HAWA NAFSU

Tanggal : 4 Ramadhan 1439 H / 20 Mei 2018

Nara Sumber : Ustadz Djasadi

Manusia ini adalah makhluk yg diciptakan Allah dalam bentuk yg sebaik-baiknya,  bahkan sempat diminta untuk bersumpah ketika masih dalam kandungan.

ูˆَ ุงِุฐْ ุงَุฎَุฐَ ุฑَุจُّูƒَ ู…ِู†ْۢ ุจَู†ِูŠْۤ ุงٰุฏَู…َ ู…ِู†ْ ุธُู‡ُูˆْุฑِู‡ِู…ْ ุฐُุฑِّูŠَّุชَู‡ُู…ْ ูˆَ ุงَุดْู‡َุฏَู‡ُู…ْ ุนَู„ٰูۤ‰ ุงَู†ْูُุณِู‡ِู…ْ  ۚ  ุงَู„َุณْุชُ ุจِุฑَุจِّูƒُู…ْ  ۗ  ู‚َุงู„ُูˆْุง ุจَู„ٰู‰  ۛ  ุดَู‡ِุฏْู†َุง  ۛ  ุงَู†ْ ุชَู‚ُูˆْู„ُูˆْุง ูŠَูˆْู…َ ุงู„ْู‚ِูŠٰู…َุฉِ ุงِู†َّุง ูƒُู†َّุง ุนَู†ْ ู‡ٰุฐَุง ุบٰูِู„ِูŠْู†َ

"Dan ingatlah ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka seraya berfirman, Bukankah Aku ini Tuhanmu? Mereka menjawab, Betul Engkau Tuhan kami, kami bersaksi. Kami lakukan yang demikian itu agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini," (QS. Al-A'raf  172)

Manusia bersumpah akan beriman dan taat kepada Allah SWT, namun kemudian manusia sering lupa akan sumpahnya tadi.

Manusia itu diciptakan mempunyai nafsu,  namun juga diberi cara untuk mengendalikan nafsu,  yaitu dengan puasa.  Namun pada kenyataannya ada tiga tipe manusia dalam menyambut Puasa.
1. Menyambut dengan gembira dan antusias,  "Marhaban Maa Ramadhan", mereka sangat gembira dan semangat dengan datangnya Ramadhan.
2. ‎Menyambut Puasa, biasa saja. Ikut puasa tapi hanya semangat pada awalnya saja.
3. ‎Tetap bermaksiat seperti biasa.

*Surat Mu’awwidzatain*

Apa bedanya surat Mu'awwidzatain?
(Surat Al Falaq dan Surat An-Nas).

*Surat al-Falaq* mengandung isti’adzah (permintaan perlindungan) kepada Allah SWT dari beberapa kejahatan, yaitu:
Kejahatan pada waktu subuh, kejahatan setiap makhluk yang mempunyai kejahatan. Kejahatan yang terjadi dalam kegelapan malam jika cahaya bulan menghilang. Kejahatan tukang sihir yang meniupkan sihir pada ikatan sihirnya. Kejahatan penghasad ketika dia berbuat hasad.

Hal ini menunjukkan bahwa surat al-Falaq mengandung isti’adzah dari kejahatan yang berasal dari luar diri manusia.

*Surat an-Nas* mengandung istia’adzah dari kejahatan yang disebabkan oleh diri itu sendiri, sebagai akibat timbulnya hawa nafsu yang disebabkan oleh bisikan kejahatan jin dan manusia. Surat ini menyebutkan isti’adzah dari kejahatan yang lebih berbahaya daripada kejahatan yang disebutkan dalam surat al-Falaq.

Iblis akan berusaha agar manusia tidak menyembah Allah dengan jalan berbisik kepada Hawa nafsunya. Pembisik bisa jin bisa manusia. Godaan iblis sudah dimulai sejak Nabi Adam dan Hawa untuk memakan buah larangan.  Godaan berlanjut pada Qabil sehingga membunuh Habil,  saudaranya sendiri.

Sedemikian hebatnya bisikan iblis kedalam hawa nafsu manusia,  iblis selalu mencari celah kelemahan dari hati manusia. Ada Kisah yg diriwayatkan dari Wahb bin Munabbih ra.

*Kisah Ahli ibadah yg menjadi Kafir*

Ada ahli ibadah yang tekun beribadah pada zamannya. Pada saat itu ada tiga laki laki bersaudara yang memiliki satu saudari, seorang gadis. Ketika mereka hendak pergi ikut dalam pasukan, mereka sepakat menitipkan saudari mereka kepada ahli ibadah.

Namun ahli ibadah menolak. Mereka mendesak ahli ibadah itu hingga akhirnya dia berkenan. Ahli ibadah itu berkata, “Suruhlah dia menginap di bilik di lantai bawah biaraku.”
Maka mereka menempatkan saudarinya di bilik yang dimaksudkan. Dan gadis tersebut berada di tempat ahli ibadah.

Ahli ibadah turun dari biaranya untuk memberikan makan kepada sang gadis. Dia meletakkan makanan di dekat pintu biara, kemudian menutupnya kembali lalu naik ke atas dalam biaranya. Setelah itu sang gadis keluar dari biliknya untuk mengambil makanan.

Setan cukup sabar menghadapi ahli ibadah itu, sambil membesar-besarkan masalah jika gadis itu keluar pada siang hari. Setan berkata,  “Andaikan engkau mau berjalan  lalu engkau letakkan makanan didepan biliknya, tentu pahalamu bertambah.”
Setan terus membujuk hingga dia mau berjalan mendekati bilik gadis dan meletakkan makanan di depan pintunya, tanpa bicara sedikitpun.

Iblis menyuruh ahli ibadah kepada kebaikan, seraya berkata, “Andaikata engkau mau berbicara dan ngobrol dengannya, tentu engkau akan bisa menjaganya.”
Iblis senantiasa membujuknya, hingga ahli ibadah itu mau berbicara dengan sang gadis dari lantai atas.

Setelah itu Iblis mendatangi ahli ibadah dan membujuknya, “Andaikata engkau mau turun ke biliknya, duduk di depan pintu biaramu dan mengajaknya berbicara tentu hal itu lebih dia sukai.”
Iblis senantiasa membujuk hingga ahli ibadah mau duduk di depan pintu biaranya dan keduanya berbincang bincang.

Iblis mendatangi ahli ibadah lagi dan berkata, “Andaikan saja engkau mau keluar dari biaramu dan duduk lebih dekat lagi ke pintu bilik si gadis itu serta berbincang bincang dengannya tanpa perlu keluar dari sana.” Ahli ibadah melakukan anjuran Iblis ini.

Kemudian Iblis mendatangi ahli ibadah dan berkata, “Andaikata engkau mau masuk ke dalam bilik gadis itu, berbincang bincang dengannya dan tanpa diketahui seorang pun, maka hal ini tentu lebih baik bagimu.” Maka sehari penuh ahli ibadah menemani sang gadis di dalam biliknya.

Iblis mendatangi ahli ibadah dan terus menerus membujuknya, hingga dia berani makin mendekati gadis itu.
Iblis terus memperdaya ahli ibadah dengan membisikkan bahwa hal itu merupakan kebaikan, hingga akhirnya mereka berzina dan gadis itu pun hamil.

Ketika gadis itu melahirkan. Iblis mendatangi ahli ibadah seraya berkata, “Apa pendapatmu jika saudaranya datang sementara saudari mereka telah melahirkan bayi akibat perbuatanmu? Apa yang hendak engkau lakukan? Tentu saja aku tak berani menjamin dirimu. Karena itu hampirilah bayi itu, bunuhlah dia. Gadis itu akan merahasiakannya karena takut.”

Maka ahli ibadah itu melakukan apa yang dianjurkan Iblis. Lalu Iblis berkata lagi, “Apakah menurut pendapatmu wanita itu akan menyembunyikan kepada saudaranya apa yang engkau perbuat terhadap anaknya? Ambillah wanita itu, bunuhlah dia dan kubur bersama anaknya!”
Ahli ibadah benar benar mengikuti anjuran Iblis, membunuh dan mengubur gadis itu bersama anaknya.

Tidak lama berselang saudara sang gadis datang dari peperangan, lalu mereka menanyakan saudari mereka. Ahli ibadah menangis dan menunjukkan belas kasihannya terhadap saudari mereka seraya berkata, “Dia adalah seorang wanita yang paling baik. Itu adalah kuburannya. Lihatlah!”
Mereka mendatangi kuburan saudari mereka dan menangis. Beberapa hari mereka di kuburan itu lalu pulang.

Malam harinya, setan mendatangi mereka lewat mimpi dan bertanya tentang nasib saudarinya. Orang itu menjawab seperti apa yang dikatakan ahli ibadah. Namun setan menyangkal seraya berkata, “Ahli ibadah itu tidak jujur tentang saudari kalian. Saudari kalian itu telah hamil dan melahirkan bayi karena perbuatan ahli ibadah, lalu dia membunuh saudari kalian dan menguburnya di balik pintu di biliknya. Pergilah kesana dan buktikan.”

Akhirnya mereka mendatangi bilik yang dulu ditempati saudarinya. Ternyata benar, saudari mereka dan anaknya terkubur di tempat itu. Mereka menemui ahli ibadah dan menanyakan nasib saudari mereka dan tak ada pilihan lain bagi ahli ibadah selain mengakuinya karena godaan setan. Mereka pun menangkap ahli ibadah untuk di penjara.

Tatkala ahli ibadah itu di penjara , setan menemuinya seraya berkata, “Tentunya engkau tahu bahwa sebenarnya akulah yang menggodamu dengan kehadiran wanita itu, lalu engkau membuatnya hamil dan membunuh dia dan anaknya. Jika saat ini engkau tunduk kepadaku dan kufur kepada Allah, tentu engkau selamat dari keadaan yang akan menimpamu ini..”
Maka ahli ibadah itu menyatakan kufur kepada Allah, supaya tidak dipenjara.

*Ibrah yg dapat diambil*

Bisikan iblis itu kepada siapa saja,  kepada Pedagang agar dia mengurangi timbangan ketika menjual,  dan menambah ketika membeli. Kepada Pengusaha Umrah murah yg kemarin terungkap. Dan juga kepada kita semua ketika berpuasa. Godaan lewat Minuman yg segar di siang hari. Godaan agar banyak bicara agar menjurus ghibah.

Rasulullah SAW bersabda,

ู…َู†ْ ูƒَุงู†َ ูŠُุคْู…ِู†ُ ุจِุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุงู„ْูŠَูˆْู…ِ ุงْู„ุขุฎِุฑِ ูَู„ูŠَู‚ُู„ْ ุฎَูŠْุฑًุง ุฃَูˆْ ู„ِูŠَุตْู…ُุช

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” (HR: Al-Bukhari; Muslim)

Banyak orang terjerumus kedalam bisikan iblis karena orang-orang dekat darinya. Orang yg imannya kuat,  bentengnya juga bisa jebol ketika bisikan iblis juga kuat.

Maka Rasulullah ketika mau tidur membaca surat Al Ikhlas,  Al Falaq dan An Nas agar mendapat perlindungan Allah.

Dari ‘Aisyah, beliau r'anha berkata,
“Nabi SAW ketika berada di tempat tidur di setiap malam, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya lalu kedua telapak tangan tersebut ditiup dan dibacakan ’Qul huwallahu ahad’ (surat Al Ikhlash), ’Qul a’udzu birobbil falaq’ (surat Al Falaq) dan ’Qul a’udzu birobbin naas’ (surat An Naas). Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangan tadi pada anggota tubuh yang mampu dijangkau dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Beliau melakukan yang demikian sebanyak tiga kali.” (HR. Bukhari)

Maka marilah kita berhati-hati menjaga keimanan kita ini,  setidaknya bisa menjadi tauladan dalam lingkungan.
Lebih-lebih di bulan Ramadhan ini ketika semua amalan,  pahalanya digandakan.
Kita usahakan sekuatnya untuk menjalani sunah.

Salah satu sunah yg ringan adalah makan sahur. Karena akan mendapat barokah Allah.
“Makan sahur adalah makan penuh berkah. Janganlah kalian meninggalkannya walau dengan seteguk air karena Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang yang makan sahur.” (HR. Ahmad)

Kesimpulan akhir adalah setebal apapun iman kita,  harus kita rawat terus, jangan sampai dikotori Syirik. Jangan biarkan bisikan iblis kepada hawa nafsu kita,  sekecil apapun bisikannya.

Semoga bermanfaat
Barokallohu fikum

๐Ÿ–SAK